Thursday, November 29, 2007

SEPUTAR KITA

BERKAT TUHAN MELALUI THCC

Hampir satu tahun ini kantor menugaskan saya di Pandaan untuk mengawasi pembangunan pabrik. Senin malam, 29 Oktober 2007 saya diberitahu bos bahwa pembangunan pabrik dihentikan sementara dan saya diminta membereskan upah pekerja. Rabu pagi, 31 Oktober 2007 bos datang dengan pegawai Depnaker, beberapa Polisi dan Kapolsek mengajak saya dan teman-teman lainnya untuk rapat. Intinya kami semua di PHK dan diberi pesangon sesuai peraturan yang berlaku. Kami dipanggil satu persatu untuk tanda tangan surat perjanjian dan menerima pesangon. Saya bingung dan tidak siap karena mendadak dalam 1 hari harus kehilangan pekerjaan dan semua fasilitasnya. Esoknya saya menelpon bos, menanyakan hal pengembalian fasilitas kantor. Saya diminta datang ke rumahnya pada malam hari. Ketika saya datang dengan hati yang siap untuk mengembalikan segala fasilitas yang saya terima, ternyata beliau malah bertanya tentang pekerjaan di Pandaan karena beberapa waktu yang lalu saya sempat dicurigai melakukan kecurangan di proyek. Setelah menjelaskan semua dan beliau mengerti, saya bertanya tentang status saya. Beliau berkata saya boleh tetap kerja. Puji Tuhan! Saya bersyukur sekali tidak kehilangan pekerjaan. Pertolongan Tuhan begitu luar biasa dalam hidup saya karena teman-teman yang bekerja lebih lama dari saya, orang yang dekat dengan bos, bahkan keponakan bos sendiri tidak luput dari PHK. Kalau dulu saya selalu emosi dan ngotot kalau benar (tidak melakukan apa yang dituduhkan kepada saya), lewat THCC saya bersyukur Tuhan mengajarkan tentang kasih dan mengubah hati saya sehingga tetap tenang, damai sejahtera, tidak berespon salah atau marah ketika menghadapi persoalan berat, sehingga mujijat Tuhan nyata atas hidup saya.(Bp. Gunawan Yusuf/Keluarga)

THCC sangat memberkati saya, karena saya bisa belajar mempraktekkan kasih agape. Kurang lebih 4 minggu yang lalu, ada masalah serius di salah satu komsel area saya, dimana anggotanya terdiri dari orang-orang yang sulit diatur, sampai akhirnya saya memutuskan mau menyerah dan akan membubarkan komsel tersebut. Saya pikir kalau komsel itu bubar, toh masih ada 9 komsel lainnya. Tapi, sewaktu saya saat teduh 4M THCC, Tuhan katakan saya harus tetap mengasihi mereka. Akhirnya saya bisa mengerti maksud Tuhan, yaitu dengan menghadapi orang-orang yang menjengkelkan berarti saya punya kesempatan untuk mempraktekkan kasih agape. Saat itu juga hati saya bersukacita dan dipenuhi ucapan syukur. Akhirnya saya bisa kembali antusias untuk membina dan mendoakan mereka. (Setyarini/PA Teen)

No comments: