Tuesday, November 6, 2007

FOKUS KITA

Memulihkan Kepercayaan yang Salah

Setiap orang percaya harus dipulihkan terus-menerus sebab Allah akan terus membentuk kita & orang yang kita bina, menjadi sempurna seperti Yesus. Tetapi, pemulihan akan terjadi jika manusia mau bekerja sama dengan Allah. C.S. Lewis mengatakan, ” Ada 2 jenis pernyataan penting. Pertama, yaitu orang yang mengatakan kepada Allah: ’kehendak-Mu yang jadi.’ Kedua, yaitu Allah mengatakan kepada manusia: ’kehendakmu yang jadi.” Ini berarti, jika kita ingin dipulihkan maka harus ada kerjasama, yaitu kita yang rindu untuk dipulihkan dan Allah yang akan memulihkan kita. Demikian juga jika kita rindu orang lain bertumbuh & dipulihkan, maka harus ada kerjasama antara orang tersebut dengan Allah.

Salah satu penyebab orang tidak dapat bertumbuh maksimal adalah karena ia memiliki kepercayaan-kepercayaan yang salah. Kepercayaan yang salah akan selalu ”menggerogoti” kita jika tidak melakukan perubahan. Jika kita sebagai seorang yang sedang membina orang lain dalam pertumbuhan rohani, maka kita harus mengerti mengenai sebab & apa yang harus dilakukan oleh orang yang kita bina.

Kepercayaan yang salah diakibatkan oleh pengalaman buruk di masa lalu. Filipi 4:7 berkata: ”Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Kata ”pikiran” menggunakan kata ”Noema” (Yunani) yang berarti persepsi (pengamatan yang disertai tafsiran). Kalau persepsi seseorang salah, maka ia akan memiliki banyak kepercayaan yang salah. Contoh: Seseorang yang pada masa kecilnya sering diceritakan tentang kesulitan-kesulitan oleh orang tuanya, maka cerita-cerita negatif yang muncul dari rasa kuatir dan takut dapat menghasilkan cara pandang yang berbeda tentang uang. Persepsi tersebut kelak akan mengakibatkan banyak kekuatiran di dalam pikiran dan hatinya. Mereka akan berpikir ”uang itu penting sekali, saya tidak bisa hidup tanpa uang.”

Pengalaman Buruk ---> Imajinasi yang buruk ---> Kepercayaan yang salah

Iblis juga terlibat dalam pembentukan kepercayaan yang salah. Yohanes 8:44 berkata bahwa iblis adalah bapa segala pendusta. Mengapa? Karena di dalam dia tidak ada kebenaran dan selalu memutarbalikkan kebenaran. Dari pengalaman yang buruk iblis dapat meracuni pikiran kita dengan kepercayaan yang salah. Dari kepercayaan yang salah akan mengakibatkan emosi yang negatif. Emosi yang negatif mengakibatkan tindakan yang salah dan pada akhirnya akam menjadi sebuah keterikatan.

Contoh-contoh kepercayaan yang salah dari iblis:
”Kalau kamu taat kepada Tuhan, hidupmu akan kacau.”
”Kamu tidak mungkin bisa taat kepada Tuhan.”
”Kamu berharga kalau kamu memiliki penampilan yang baik.”
”Kalau kamu gagal, maka kamu adalah orang gagal.”
”Kamu tidak mungkin mengatasi pencobaan ini.”
”Kamu tidak mungkin dapat bebas dari hutang-hutangmu.”
”Tuhan akan mengasihi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu.”
”Kamu tidak akan pernah bisa berubah.”

Kita dapat memakai pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk membantu orang lain menemukan imajinasi dan pengalaman yang salah serta memulihkannya

1. Imajinasi apakah yang paling menguasai hidupnya?
2. Apakah pandangan mereka tentang perasaan kuatir?
3. Apakah kepercayaan mereka sudah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan?

Ubahlah kepercayaan-kepercayaan yang salah dalam diri mereka. Terus gali semua prinsip atau kepercayaan yang mereka miliki. Yakinkan mereka untuk percaya pada Firman Tuhan, maka Ia akan mengubah hidup dan semakin menyempurnakan mereka. Hasilnya adalah pertumbuhan rohani yang maksimal, karakter yang dewasa seperti Yesus dan bebas dari ikatan kepercayaan yang salah.(you)

No comments: