Monday, February 4, 2008

SEKITAR KITA

Media Kristen untuk Anak

Anak hingga usia 6 tahun, sering disebut sebagai “Usia Emas Manusia,” karena pada masa itulah perkembangan fisik volume otak dan kecerdasan serta pola emosi, sosial dan spiritualnya (ESQ) berkembang luar biasa. ESQ inilah yang justru lebih banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang di kemudian hari.

Perkembangan ESQ anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya dan saat-saat ini lingkungan media ternyata jauh lebih mencengkeram serta mempengaruhi anak daripada orang tuanya.

Bagaimana tidak, dalam 1 hari saja seorang anak mampu berada di depan layar kaca sampai 5 jam, baik televisi yang penuh mistik dan klenik ataupun VCD serta play station yang penuh kekerasan. Sementara sang orang tua paling hanya berbicara memberi nasehat yang tidak lebih dari 1 jam sehari. Demikian pula guru sekolah minggu, hanya memberi makanan rohani pada anak seminggu sekali saja.

“Anak adalah peniru yang ulung. Anak akan mengucapkan apa yang ia dengar dan melakukan apa yang dia lihat. Karena itu, jika demikian tinggi intensitas anak berintraksi dengan media dan isi media tidak edukasi (sesuatu yang mendidik), akan menjadi apakah generasi yang akan datang?” Demikian kata Jarot Wijanarko, penulis dan pakar pendidikan kristen anak Indonesia.

Apa yang dikatakan oleh Jarot Wijanarko adalah benar. Manusia pada masa anak-anak belum mampu menyaring apa yang lihat dan dengar, apakah itu baik atau buruk, benar atau salah. Oleh karena itu mereka melakukan apa saja yang dilihat dan didengarnya, terutama sajian-sajian oleh media. Saat ini jumlah produk media yang sifatnya mendidik lebih sedikit. Sementara produk media yang sifatnya tidak mendidik, kekerasan, gaya hidup bebas semakin banyak saja jumlahnya. Stasiun televisi tidak akan menyaring apa yang mereka tampilkan, yang terpenting bagi mereka adalah menarik peminat sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu penting bagi setiap orang tua untuk mengambil tindakan perlindungan bagi anak-anak mereka.

Kecintaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak itulah yang membuat Jarot Wijanarko mendirikan Kelompok Bermain & TK Happy Holy Kids dengan motto “Membangun Karakter Kristus Sejak Dini” serta rumah produksi Happy Holy Kids (HHK) yang memproduksi Film Seri Edukasi Anak “The Happy Holy Kids”. Bagi para orang tua yang ingin memberikan sarana pendidikan yang baik untuk anak-anak dapat menggunakan produksi HHK.

Seri HHK terdiri dari HHK CHARACTER (Film Edukasi Mupet Show berisi pesan-pesan moral), HHK SMART (Film Edukasi Clown Show berisi pelajaran ilmu pengetahuan), HHK SONGS dan HHK CREATIVE. Semua program HHK tersedia dalam bentuk kaset, CD, VCD & DVD. Selain memproduksi Seri HHK, Jarot Wijanarko juga menulis buku-buku dengan tema anak. Seri HHK dan buku-buku Jarot Wijanarko bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Kharisma, Imanuel, Metanoia, Gunung Agung, dll.

Perilaku anak-anak turut ditentukan oleh orang tua. Mari lindungi anak-anak kita demi melahirkan generasi mendatang yang takut akan Tuhan.(you)

Sumber: PENYULUH

No comments: