Thursday, February 14, 2008

INSPIRATIONAL STORY

Kasih Seorang Pramugari

Ini adalah sebuah penerbangan dari Taipei ke New York. Tidak berapa lama setelah pesawat lepas landas, ada seorang kakek yang tidak bisa mengontrol untuk buang air besar. Ia akhirnya mengeluarkannya di tempat. Keluarganya yang melihat hanya merasa jijik dan memaksa kakek ini untuk membersihkan diri di toilet sendirian. Orang tua ini tampak ragu sejenak, lalu kemudian seorang diri berjalan menuju toilet yang berada di belakang.

Ketika kakek itu keluar dari toilet, walau bagaimana pun ia mengingat, ia tetap tidak mampu mengingat tempat duduknya sendiri. Kakek berumur 80-an ini menjadi cemas, takut, dan menangis seorang diri di teras toilet. Seorang pramugari datang membantunya, bau yang teramat sangat memenuhi badan kakek. Ternyata kakek ini tidak mengetahui letak tissue di dalam toilet sehingga ia membersihkannya dengan menggunakan bajunya. Toilet yang digunakannya menjadi kotor dan berantakan sekali.

Setelah mengantarkan kakek kembali ke tempat duduknya, para penumpang di sekitarnya mulai mengeluh bau busuk yang berasal dari badannya. Pramugari menanyakan kepada saudaranya apakah mereka masih memiliki baju pengganti yang bisa digunakan oleh kakek ini. Saudaranya mengatakan, semua pakaian ada di bagasi pesawat sehingga kakek ini tidak punya baju pengganti. Seorang keluarganya berkata, "Sekarang kan penerbangan ini tidak terisi full, saya melihat ada beberapa baris bagian belakang yang masih kosong, bawa saja kakek untuk duduk di belakang." Pramugari ini hanya bisa mengikuti keinginan keluarganya dan membawa kakek ini ke barisan belakang.

Pramugari ini mengunci toilet yang telah digunakan oleh kakek ini agar penumpang lain tidak salah masuk toilet. Akhirnya kakek ini duduk di bangku belakang seorang diri, menundukkan kepala dan tak henti-hentinya menghapus air matanya yang terus mengalir.

Siapa sangka satu jam kemudian kakek ini sudah berganti pakaian. Dengan badan yang bersih dan tersenyum riang ia kembali ke tempat duduknya semula. Di atas mejanya tersaji seporsi makanan baru yang masih hangat. Semua orang saling bertanya siapa gerangan yang membantunya?

Ternyata teman baik saya ini yang mengorbankan waktu makan malamnya. Dia menggunakan tissue dan lap basah pelan-pelan membersihkan badan si kakek sampai bersih dan meminjam baju baru dari co-pilot untuk mengganti baju si kakek. Terlebih lagi, pramugari ini membersihkan toilet yang telah digunakan oleh si kakek hingga bersih dan menyemprotkan parfumnya sendiri ke dalam toilet tersebut.

Rekan kerjanya mengatakan dia bodoh, harus begitu susah payah membantu orang lain, tetapi sampai akhirnya tidak akan ada orang yang mengenang dan berterimah kasih. Sudah lelah, namun tidak mendatangkan keuntungan apa pun. Dengan tenang dan tegas ia menjawab, "Waktu penerbangan masih belasan jam, kalau saya menjadi kakek itu, saya pasti sangat sedih, siapa yang berharap kalau awal dari perjalanan ini bisa jadi begini. Lagi pula, tiga puluhan orang harus menggunakan satu toilet, jika kurang satu toilet, tentu akan kewalahan. Kasihan juga mereka. Saya bukan hanya membantu orang tua itu, tapi juga membantu penumpang yang lain. Bagi saya, pelayanan yang paling membahagiakan adalah pelayanan yang mengantarkan orang lain dari satu tempat ke tempat lain dengan selamat.”

Sumber: ceritakasih.blogspot.com

No comments: