Monday, February 11, 2008

FOKUS KITA

Dipenuhi & Mengalirkan Kuasa Allah

Dalam kekristenan, kuasa menunjuk pada suatu kekuatan yang berasal dari Allah. Bahkan kuasa itu sendiri adalah pribadi Allah. Kuasa ini tidak dapat diciptakan oleh manusia & tidak dapat ditukar dengan apapun di dunia. Tidak ada yang dapat menandingi nilai dari kuasa Allah. Kuasa Allah adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Allah kepada manusia. Kuasa tersebut juga dapat diberikan kepada manusia untuk tujuan tertentu. Namun, tidak sedikit orang Kristen yang belum mengerti tujuan diberikannya kuasa dan cara mengalirkan kuasa.

Tujuan 1 : Menyatakan Kebesaran Allah

Perjanjian Baru menegaskan bahwa kuasa Allah dimaksudkan untuk menyertai pemberitaan Injil. Paulus dalam Roma 1:16 mengatakan: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.” Kuasa diberikan untuk menyatakan kebesaran Allah. Alkitab menyatakan bahwa tanda-tanda mujizat terjadi adalah karena kuasa yang diberikan Allah. Khotbah tanpa kuasa seperti tanah kering tanpa air, kesaksian tanpa kuasa membuat pendengar tertidur pulas dan pengusiran setan tanpa kuasa membuat iblis tertawa terbahak-bahak.

Tujuan 2 : Membantu Pertumbuhan Rohani

Banyak orang Kristen tidak bertumbuh dan tidak bergairah alias mati rohani. Penyebab kematian rohani bermacam-macam. Salah satu penyebab yang tidak dapat disangkal adalah tidak ada kuasa dalam hidupnya.

Dalam Efesus 1:17-19, Paulus mengatakan: “Aku selalu mengingat kamu dalam doaku dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang. Agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

Kuasa Allah menolong kita untuk bertumbuh secara rohani. Kuasa Allah menolong kita untuk dapat memahami kebenaran firmanNya. Kuasa Allah juga menolong kita untuk dapat melakukan firmanNya, yang tidak dapat kita lakukan hanya dengan mengandalkan kekuatan manusia kita sendiri.

Allah sengaja membiarkan kita memiliki kelemahan. Bahkan orang sekaliber Paulus memiliki kelemahan, sampai ia sendiri menyatakan kelemahan tersebut sebagai duri dalam daging. Tuhan berkata: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Kor. 12:9). Allah memberikan kita kuasaNya supaya kita sanggup memikul kelemahan kita.

Apa tandanya orang percaya dipenuhi oleh kuasa Allah? Salah satu tanda orang yang dipenuhi kuasa Allah adalah hidupnya mengalirkan kuasa Allah bagi sekitarnya. Syarat mengalirkan kuasa Allah adalah:

1. Rendah Hati dan Bergantung kepada Allah
Kita harus selalu menyadari bahwa kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Semakin kita sadar akan kelemahan kita, semakin baik. Dengan demikian kita selalu mengandalkan Allah. Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa campur tangan Allah. Allah yang membuat jemaatNya bertumbuh. Allah yang membuat mujizat kesembuhan kepada setiap jenis penyakit. Allah yang membuat manusia bertobat.

2. Hati yang Rindu dan Mau Bergerak untuk Memberkati Orang Lain
Ingat! Kuasa diberikan bukan untuk diri sendiri, tetapi menjadi saluran yang dipakai Allah untuk menyatakan kuasaNya. Jika kita pasif, maka kita tidak akan pernah melihat kuasa, mujizat dinyatakan melalui hidup kita. Allah tidak akan pernah berkonsentrasi kepada orang yang hanya hidup bagi dirinya sendiri. Kuasa Allah akan mengalir ketika kita hidup untuk orang lain. Kuasa Allah mengalir ketika kita mau melayani orang lain. Para rasul dipenuhi kuasa Roh Kudus di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2) adalah untuk pemberitaan Injil. Jangan batasi kuasa Allah dengan segala hal yang ada dalam pikiran kita. Kuasa Allah tidak tergantung dengan prinsip otak dan perasaan kita. Kuasa Allah, tetap kuasa Allah. Mari kita andalkan kuasaNya dan menjadi saluran pernyatakan kuasa Allah, maka Ia akan berkonsentrasi dalam hidup kita. (you)

No comments: