Saturday, November 7, 2009

TRUTH ENCOUNTER

FOKUS KITA


Di dunia ini ada banyak kebenaran yang kita temukan. Tetapi, kebenaran yang ada di dunia seringkali berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Jaman sekarang disebut jaman postmodernisme, yaitu di mana kebenaran menjadi relatif. Kebenaran dilihat dari sudut pandang masing-masing orang. Jika yang satu mengatakan benar, belum tentu yang lain mengatakan benar.

Sebagai orang percaya kita memiliki kebenaran yang pasti (absolut) dan tidak dapat diubah. Kebenaran sejati yang datangnya dari Tuhan. Kebenaran tersebut sudah tertulis di dalam Alkitab. Alkitab adalah benar dan tidak ada kesalahan. Jadi, patokan kebenaran kita haruslah Tuhan dan Firman-Nya. Setiap kita membutuhkan kebenaran, sebab kebenaran itulah yang memerdekakan kita, yaitu kebenaran yang membuat kita mengerti kenyataan hidup dan fakta yang terjadi serta kita alami dalam hidup sehari-hari.

Perjumpaan dengan kebenaran (Truth Encounter) artinya kita menerima kebenaran Tuhan baik melalui pembacaan Alkitab, membaca buku rohani, mendengar khotbah, atau mendengar suara Tuhan melalui pendengaran rohani kita. Perjumpaan dengan kebenaran tidak hanya berarti mendapatkan pernyataan kebenaran, tetapi pernyataan tersebut membuat kita mengerti dan sampai benar-benar mengalaminya dalam praktek kehidupan sehari-hari.

Perjumpaan melalui pembacaan Alkitab. Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam mengukur kebenaran. Jadi cara kita membaca Alkitab haruslah tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga mengerti dan mempraktekkannya. Bagaimana kita dapat berjumpa dengan kebenaran hingga kebenaran tersebut memerdekakan hidup kita?

1. Menemukan kebenaran.
Menemukan kebenaran dapat dilakukan dengan membaca Alkitab atau buku-buku rohani, mendengar Firman melalui khotbah atau yang lain. Pastikan bahwa kita memahami kebenaran tersebut dengan baik dan benar. Renungkan dengan baik dan minta pertolongan Tuhan untuk dapat memahami kebenaran tersebut. Baca buku-buku rohani yang berkualitas, yang dapat membantu kita untuk memahami kebenaran Firman Allah. Dengarkan khotbah dengan serius, catat pencerahan yang Tuhan berikan supaya dapat diingat. Dengarkan suara Tuhan dalam doa atau ketika sedang melakukan aktivitas. Firman Tuhan akan berbicara secara khusus kepada kita.

2. Perkatakan kebenaran tersebut sampai terdengar telinga secara berulang-ulang.
Ini adalah teknik artikulasi sugestif, yaitu mengulang kata-kata yang kita ucapkan sampai kita mendengar dan akhirnya menguasai pikiran kita. Kebenaran adalah pernyataan yang positif. Contoh, jika kita sedang mengalami masalah maka baca dan renungkan Filipi 4:13, maka perkatakan berulang-ulang: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Memperkatakan kebenaran (Firman Tuhan) yang adalah positif secara berulang-ulang akan menggeser pikiran negatif keluar dari pikiran kita. Pastikan pikiran kita dimerdekakan terlebih dahulu. Pada tahap ini, masih pikiran kita saja yang dimerdekakan.

3. Praktekkan kebenaran yang kita dapatkan dalam hidup sehari-hari.
Sebab Firman Tuhan menuntut kita sampai kita melakukan Firman-Nya. Ini akan membuktikan bahwa Firman-Nya adalah benar dan amin. Apakah Firman Tuhan masih berlaku untuk masa sekarang? Ya. Firman-Nya selalu bisa diterapkan di sepanjang jaman dan tetap penuh kuasa. Inilah tahap Firman yang memerdekakan kita sampai tuntas.

Hauslah akan kebenaran Tuhan. Cari, dapatkan kebenaran tersebut dan praktekkan. Maka kebenaran Tuhan akan memerdekakan kita.(you)

No comments: