Saturday, May 30, 2009

Penuntun Saat Teduh Pribadi 1-7 Juni 2009

“Hidup adalah Suatu Perjuangan”

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (I Korintus 2:9)


§ M1 = Menerima firman
“Apa yang Roh Kudus katakan kepada saya melalui firman hari ini?“

§ M2 = Merenungkan firman
“Perubahan apa yang harus saya buat dalam hidup saya?“
Saya akan…..

§ M3 = Melakukan firman
“Harga apa yang harus saya bayar (pengorbanan apa yang harus saya lakukan) agar bisa berubah seperti yang firman Tuhan katakan?“

§ M4 = Membagikan firman
“Kepada siapa saya akan menceritakan berkat dari firman hari ini?”



SENIN, 1 JUNI 2009
PERGUMULAN YESUS

Firman Hari Ini : Matius 26:36-46

Pengajaran :
Yesus mengalami pergumulan yang sangat berat menjelang kematianNya. Hatinya sangat sedih dan takut, bahkan seperti mau mati rasanya, sehingga Ia berdoa agar Bapa mengurungkan niat untuk mengorbankan diriNya. Namun, sepertinya Yesus tidak mendapat jawaban doa dari Bapa, sehingga Ia memutuskan untuk melakukan kehendak Bapa, yaitu mengorbankan diriNya untuk menebus umat manusia dari dosa.
Ada saatnya dimana orang beriman mengalami pergumulan hidup yang sangat berat, sehingga timbul kesedihan dan rasa takut yang mendalam. Meskipun telah sungguh-sungguh berdoa, namun sepertinya tidak ada jawaban. Saat itulah orang beriman seharusnya ”memutuskan biarlah kehendak Bapa yang terjadi”. Dengan berdoa demikian, sebenarnya seseorang mempercayai bahwa yang terbaik sedang terjadi dalam hidupnya. Karena ketika seseorang melakukan kehendak Bapa, maka Bapa telah menyediakan sesuatu yang sangat baik dalam hidup orang tersebut. FirmanNya berkata: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia“ (I Korintus 2:9). Sebagai orang percaya, mari berusaha untuk selalu mengetahui kehendak Tuhan dalam kehidupan ini, dan yang lebih penting adalah melakukan kehendakNya, meskipun harus melewati pergumulan yang berat.



SELASA, 2 JUNI 2009
KRISTEN PRAJURIT ( I )
Firman Hari Ini : 2 Timotius 2:1-7

Pengajaran :
Salah satu ciri prajurit adalah tidak memusingkan persoalan kehidupannya, sebaliknya ia akan berusaha berkenan kepada komandannya, dengan kata lain ia akan setia kepada komandannya. Tentu ada harga yang harus dibayarkan demi menyatakan kesetiaan. Yesus sendiri memberikan teladan sebagai seorang prajurit yang setia secara total kepada komandanNya, yaitu Allah Bapa, bahkan ketika Ia harus menyerahkan nyawaNya untuk menebus semua umat manusia dari segala dosanya. Stefanus juga seorang teladan prajurit Tuhan yang gagah berani dan setia sampai titik darah terakhir, sehingga Tuhan Yesus tidak segan-segan berdiri untuk menyambutnya (Kisah Rasul 7:55-56).
Sejujurnya, banyak orang percaya lebih sering memikirkan hidupnya sendiri, daripada memikirkan serta melakukan kehendak Tuhan. Kita seharusnya selalu sadar, bahwa keberadaan kita saat ini (setelah mendapatkan pengampunan dan hidup yang kekal) adalah semata-mata akibat dari kesetian seorang prajurit sejati yang bernama Yesus. Sudahkah kita menunjukkan kesetiaan kepada Komandan Sejati kita? Roma 14:8 berkata, “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”


RABU, 3 JUNI 2009
KRISTEN PRAJURIT (II)
Firman Hari Ini : I Samuel 26:1-16

Pengajaran :
Abner adalah panglima perang yang diberi tugas menjaga raja Saul, namun karena kelalaiannya, Daud berhasil menyelinap ke kemah Saul dan mengambil tombak serta kendi yang berada di sebelah kepala Saul tanpa diketahui oleh Abner. Bila saat itu Daud berniat membunuh Saul, maka tercapailah niat tersebut dengan mudah. Abner seharusnya berjaga-jaga, waspada, dan tidak lalai mengawal rajanya.
Begitu juga sebagai prajurit Allah sudah seharusnya kita terus-menerus berjaga-jaga, karena lawan kita si jahat akan senantiasa mencari kesempatan untuk mengalahkan kita (1 Petrus 5:8). Apa yang perlu kita jaga? Kerinduan kita untuk hidup dalam kekudusan serta melayani Tuhan, bekerja diladangNya meskipun keadaannya sulit serta banyak tantangan, supaya ketika Tuan itu datang kita tidak kedapatan tidur atau ketika Mempelai Agung itu datang kita siap menyambutNya. Matius 24:44 berkata, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga“.



KAMIS, 4 JUNI 2009
KRISTEN ATLET
Firman Hari Ini : I Korintus 9:23-27

Pengajaran :
Saya sempat beberapa kali pada waktu pagi jogging di lapangan, dimana para atlet lari sedang berlatih. Saya dibuat kagum ketika melihat stamina mereka yang begitu luar biasa, sehingga mereka dapat berlari dengan kecepatan stabil mengelilingi lapangan berkali-kali tanpa istirahat. Kemudian saya bertanya dalam hati, “Mengapa saya tidak sekuat mereka? Bukankah saya dan mereka sama-sama memiliki anggota tubuh yang lengkap? Makan makanan yang sama? Menghirup udara yang sama? Dan masih memerlukan istirahat yang sama dimalam hari”? Ayat 25 dan 27 memberikan jawaban yang jelas bagi saya, bahwa mereka (para atlet) menguasai diri dalam segala hal, artinya mereka mendisiplin dirinya begitu rupa. Mereka akan bangun pagi pada jam tertentu, berlatih selama waktu tertentu, makan makanan dengan porsi dan menu tertentu, serta istirahat pada waktu yang tertentu pula. Itulah yang membedakan saya dengan mereka.
Dalam kehidupan rohani juga berlaku hal yang sama, bila kita ingin masuk dalam pertandingan dan meraih kemenangan sehingga mendapat mahkota dari Tuhan, kita harus melakukan disiplin rohani yang ketat, seperti berdoa, merenungkan firman, berpuasa dan memberitakan Injil kepada orang lain. Sudahkah Anda melakukannya dengan segenap hati? Ingatlah: Pertandingan iman dan kehidupan adalah sebuah pertandingan yang panjang dan membutuhkan stamina yang kuat. Kita perlu kekuatan yang baru setiap hari, sehingga dapat menjalani pertandingan iman sampai akhir (Yesaya 40:30-31)


JUMAT, 5 JUNI 2009
KRISTEN PETANI
Firman Hari Ini : Mazmur 126 :1-6

Pengajaran :
Salah satu kegiatan penting petani adalah menabur benih. Untuk itu, ia akan sangat memperhatikan jenis serta kualitas benih yang ditaburkan, karena hal tersebut akan sangat mempengaruhi hasil yang akan dipanennya. Jika ia menabur benih yang baik, ia akan menuai hasil yang baik, sebaliknya bila ia menabur benih yang tidak baik, ia akan menuai hasil yang tidak baik pula (Galatia 6:7).
Dalam hidup, menabur benih kebaikan juga kadang perlu dilakukan sambil mencucurkan air mata. Contoh, ketika seseorang dikecewakan oleh pasangan/ sahabatnya, maka ia harus menabur benih pengampunan. Karena suatu hari nanti ia akan menuai pengampunan dari sesamanya dan dari Tuhan. Orang tua yang setia berdoa untuk anaknya yang hidup dalam dosa dan durhaka, suatu hari akan melihat anaknya bertobat dan kembali menghormati mereka. Begitu juga ketika kita harus memberi saat dalam keadaan kekurangan, ini seperti menabur benih dengan air mata, maka suatu hari kita akan menuai berlipat kali ganda.


SABTU, 6 JUNI 2009
KRISTEN RAJAWALI
Firman Hari Ini : Ayub 39:30-33

Pengajaran :
Ada dua hal luar biasa dari kehidupan seekor rajawali yang kita baca hari ini. Pertama, rajawali membuat sarangnya di tempat yang tinggi, di tempat yang sulit didatangi oleh binatang lain maupun musuhnya. Makna rohaninya adalah, ketika kita bernaung dalam lindungan Allah, maka kita akan merasa aman karena musuh akan sulit mendatangi kita. Mazmur 91:1-2 juga mengatakan: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai“. Dengan bersekutu intim dengan Bapa maka anak-anakNya akan merasa aman dan terlindung dari serangan si jahat. Tingkatkan keintiman saudara dengan Bapa, seperti rajawali yang mencari sarang di tempat yang tinggi. Kedua, seekor rajawali selalu mengintai dan mengamat-amati mangsanya. Artinya, makanan harus dicari, diusahakan dan tidak langsung tersedia dengan mudah. Arti rohaninya adalah, sebagai orang percaya yang ingin bertumbuh terus, kita seharusnya terus berusaha mencari makanan rohani secara rutin. Jangan biarkan manusia rohani kita kekurangan gizi, kelaparan sampai akhirnya mati. Orang yang kenyang rohaninya akan kuat, bisa berkarya dan memberi manfaat bagi sesama.


MINGGU, 7 JUNI 2009
KRISTEN SEMUT
Firman Hari Ini : Amsal 6:1-11

Pengajaran :
Tuhan meminta orang percaya untuk belajar hidup seperti semut. Meskipun semut adalah binatang yang kecil dan lemah, namun semut memiliki kelebihan-kelebihan yang harus kita teladani. Apa saja kelebihan semut?
Pertama, INISIATIF-nya, tanpa di perintah oleh pemimpinnya ia sudah bekerja. Demikian juga kita sebagai pelayan-pelayan Tuhan perlu mengambil inisiatif untuk bekerja tanpa harus menunggu instruksi pemimpin terlebih dahulu. Ketika melihat kebutuhan orang-orang di sekeliling kita, kita langsung menolong mereka. Yohanes 9:4 berkata: Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. Kedua, KERAJINAN-nya, semut mengumpulkan makanannya pada musim panas. Sebagai orang yang sudah terlebih dahulu dilayani oleh Tuhan, sudah seharusnya kita melayani orang lain dengan rajin dan setia, meskipun harus berlelah-lelah. Roma 12:11 berkata: Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

No comments: