Saturday, May 23, 2009

Apa sih Kata Tuhan?

DARI KITA UNTUK KITA

Dalam sebuah buku cerita anak-anak karangannya yang berjudul “You are Special”, Max Lucado bertutur mengenai sebuah boneka kayu bernama Punchinello, yang tinggal di sebuah desa yang semua penduduknya juga boneka kayu. Boneka-boneka kayu itu disebut Wemmick. Mereka dibuat oleh seorang pengrajin kayu yang bernama Eli. Eli sendiri tinggal di sebuah rumah yang merangkap tempat kerjanya di puncak sebuah bukit. Desa Wemmick terletak di kaki bukit itu.

Para Wemmick ini memiliki standar penilaian. Mereka menempelkan stiker bintang bagi Wemmick yang pandai/ berparas bagus/ berbakat/ memiliki kelebihan lainnya. Sementara, Wemmick yang bodoh/ ceroboh/ melakukan hal yang bodoh ditempeli stiker hitam. Punchinello adalah Wemmick yang tidak pernah diberi stiker bintang sama sekali karena ia ceroboh. Bahkan, para Wemmick lainnya seringkali memberinya stiker hitam dengan alasan: “Karena kau memiliki banyak stiker hitam”. Dia terasing, dijauhi oleh Wemmick lainnya.

Suatu hari, desa itu digemparkan dengan kedatangan seorang Wemmick yang bernama Lucia. Tubuh Lucia sama sekali tidak berstiker. Penduduk desa sangat kagum padanya, tak terkecuali Punchinello. Mereka berusaha menempelkan stiker bintang padanya, tapi stiker itu tidak menempel di tubuhnya. Mereka sangat heran. Punchinello sangat ingin seperti Lucia yang tidak berstiker sama sekali. Ia memberanikan dirinya menemui Lucia dan bertanya padanya. Lucia berkata bahwa ia selalu menemui Eli, itu sebabnya tubuhnya tidak bisa ditempeli stiker apapun. Lucia menyarankan agar Punchinello menemui Eli di puncak bukit.

Singkat cerita, Punchinello menemui Eli dan mengetahui apa rahasianya, serta mengalaminya sendiri. Rahasianya adalah lebih mendengarkan dan mempercayai perkataan Eli daripada perkataan sesama Wemmick. Saat Punchinello berpikir bahwa apa yang Eli katakan itu benar adanya, sebuah stiker hitam terjatuh.

Saat saya renungkan cerita itu, saya menyadari betapa pentingnya memberikan waktu kita di pagi hari untuk bersekutu dengan Tuhan, mendengarkan suaraNya dan mempercayaiNya. Kita diperhadapkan pada banyak standar penilaian di dunia ini setiap saat. Standar-standar penilaian yang dibuat oleh sesama kita. Penilaian-penilaian itu seringkali kita jadikan sebagai bentuk keberhargaan kita. Bila kita mencapai standar, kita merasa berharga. Tapi saat kita gagal mencapai standar, kita merasa tak berharga.

Keberhargaan kita bukanlah berdasarkan penampilan kita dan apa kata orang, tapi berdasarkan korban Kristus dan apa kata Tuhan tentang kita. Bagaimana kita bisa mengetahui apa kata Tuhan bila kita tidak memberikanNya waktu untuk berbicara pada kita? Mengapa pagi hari? Karena kita akan menghadapi penilaian-penilaian orang lain terhadap kita sepanjang hari, kita perlu memperlengkapi diri kita terlebih dahulu supaya kita berkemenangan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, berikan waktu kita yang terbaik untuk Dia. (dra)

No comments: