Saturday, November 1, 2008

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI

3-9 NOVEMBER 2008

“Yesus Pusat Hidup Kita”


Senin, 3 November 2008
Pemimpin Yang Benar
Yesaya 9:12-15

Pertanyaan perenungan:
1. Siapakah yang dimaksud dengan batang dan ranting itu? (ayat 13-14).
2. Apa yang terjadi jika pemimpin bangsa adalah seorang penyesat? (ayat 15)

Pengajaran:
Ayat bacaan hari ini berbicara tentang sikap kepemimpinan bangsa Israel pada jaman nabi Yesaya. Pada waktu itu yang menjadi pemimpin bangsa dalam bidang politik dan pemerintahan adalah seorang raja, tetapi dalam kehidupan sosial masyarakat adalah para tua-tua dan pemimpin agama. Dalam banyak hal, para pejabat pemerintahan ini cukup dekat dengan para pemimpin agama dan para tua-tua masyarakat. Tetapi, dalam fungsi sosial para tua-tua dan pemimpin agama yang lebih berperan. Pada saat itu para tua-tua dan para pemimpin agama banyak yang hidupnya tidak takut akan Tuhan, moral mereka sangat rendah, korupsi dan tidak menjadi teladan bagi bangsa Israel. Kondisi ini membuat Tuhan marah dan melalui nabi Yesaya Tuhan menyampaikan hukumannya.

Hidup kita juga sangat dipengaruhi oleh standar moral dan teladan pemimpin bangsa. Itu sebabnya kita perlu selalu berdoa untuk para pemimpin bangsa kita. Mengapa Indonesia ini belum maju dalam proses demokrasinya? Semua adalah peran pemimpin bangsa yang belum maksimal dan memberi teladan dalam standar moral. Sebentar lagi akan berlangsung pemilihan kepala daerah propinsi (Gubernur dan wakilnya) dan tahun depan akan ada pemilu. Mari kita jangan diam dan pasif. Sebagai anak Tuhan kita juga punya kewajiban untuk berdoa bagi mereka. Kita minta supaya Tuhan yang akan memilih seorang pemimpin daerah dan pemimpin bangsa yang adil, jujur, tidak korupsi, punya standar moral yang tinggi (takut akan Tuhan) serta mampu memberikan teladan bagi bangsanya.

Perenungan pribadi:
1. Apakah saudara sudah berdoa bagi para pemimpin bangsa kita?
2. Mari berdoa bagi mereka dan bagi proses pemilihan gubernur dan pemilu.
3.Jangan diam, cari dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang para pemimpin ini, sehingga Anda tidak salah pilih.



Selasa, 4 November 2008
Pikiran dan Kehendak Allah
Yesaya 8:11-13

Pertanyaan perenungan:
1. Apa yang dikatakan Tuhan kepada nabi Yesaya? (ayat 11).
2. Kepada siapa kita harus gentar dan takut? (ayat 13).

Pengajaran:
Dalam ayat 11 kita membaca bahwa Tuhan memperingatkan nabi Yesaya supaya tidak hidup mengikuti tingkah laku bangsa Israel yang pada waktu itu tidak sesuai dengan pikiran dan kehendak Allah. Mereka hidup tidak percaya kepada Tuhan. Dalam menghadapi ancaman peperangan justru rajanya meminta pertolongan dari bangsa lain (2 Raja-Raja 16:7). Mereka hidup tanpa mengandalkan Allah tapi mengandalkan pertolongan manusia. Yesaya sebagai nabi Tuhan dituntut untuk hidup sesuai dengan pikiran serta kehendak Allah.

Dalam kehidupan ini kita juga dituntut hidup sesuai dengan pikiran Allah, bukan pikiran manusia. Rasul Paulus berkata bahwa kita harus mengalami pembaharuan budi (pembaharuan pola pikir) dalam Roma 12:2. Bukan hidup sesuai dengan dengan nilai-nilai dunia, namun hidup sesuai dengan pikiran Allah, sehingga bisa membedakan mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Ini adalah dasar dari prinsip kehidupan anak Tuhan. Mengalami pembaharuan pola pikir menjadi serupa dengan pikiran Kristus artinya setuju dengan pikiran-pikiran Kristus dan melaksanakan dalam hidupnya. Kemarin saya konseling dengan seorang jemaat yang pikirannya terobsesi dengan mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya, sehingga dia tidak bisa tidur. Saya memberitahu dia bahwa dia sudah hidup dengan nilai-nilai dunia. Dunia mengajarkan kita kebahagian bisa didapat dari uang, tetapi Firman Tuhan berkata: ” Jangan cinta uang.” (Matius 6:24). Mari kita berubah menjadi orang yang mempunyai nilai/prinsip Kerajaan Allah.

Penerapan Pribadi:
1. Bagaimana pola pikir Anda selama ini ? Sesuai dengan Fiman Tuhan atau sesuai dengan nilai-nilai dunia?
2. Tuliskanlah langkah apa yang akan Anda ambil supaya pola pikir Anda berubah.



Rabu, 5 November 2008
Pembebas sejati
Yesaya 9: 1-6

Pertanyaan perenungan:
1. Menurut Anda, siapa yang dimaksudkan sebagai anak yang telah lahir itu (Ayat 5)?
2. Mengapa anak itu perlu lahir? Apa yang akan dilakukanNya?

Pengajaran:
Nubuatan nabi Yesaya ini mengacu pada kelahiran Yesus Kristus yang digambarkan sebagai seorang raja yang akan menjadi pembebas bangsa Israel. Mengapa bangsa Israel perlu mengalami pembebasan? Dari sejak awal bangsa ini sebenarnya sudah dipilih oleh Tuhan menjadi umat pilihan yang sulung (menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain), namun bangsa Israel memberontak terhadap maksud Tuhan sehingga akhirnya diijinkan mengalami penjajahan bangsa lain: Asyur, Babel, Persia, Media dan akhirnya dijajah Romawi. Karena itu nubuatan nabi Yesaya ini dipahami sebagai gambaran Mesias yang akan membebaskan mereka secara politik (bebas dari penjajahan) dan nantinya akan membawa kejayaan dan kemakmuran seperti pada jaman raja Daud.
Sebenarnya pembebasan yang dibawa oleh Yesus Kristus adalah pembebasan rohani. Kita mesti memahami bahwa kerajaan yang ditawarkan Yesus adalah kerajaan rohani yang disebut Kerajaan Allah (Matius 4:17). Dan Yesus menawarkan pembebasan rohani ini kepada semua bangsa, bukan hanya Israel. Mari kita mempelajari lebih lanjut tentang gelar-gelar yang diberikan kepada Sang Mesias: Penasehat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, ketiga gelar ini mengacu kepada gelar Allah secara supra natural. Dialah Allah satu-satunya yang mampu menjadi penolong dan pembebas umatNya. Raja Damai mengacu pada berkat-berkat Ilahi secara penuh dan melimpah. Hari ini pastikan Yesus Kristus sudah lahir dalam hidup kita. Dia bertahta di hidup kita dan menjadi penguasa yang membebaskan kita dari semua masalah: dosa, penderitaan, tantangan kehidupan, masalah-masalah finansial, dsb. Dia datang untuk membebaskan kita secara total (Yohanes 8:34-36).

Penerapan pribadi:
1. Apakah Anda sudah mempersilakan Yesus berkuasa sebagai Raja atas hidupmu?
2. Area – area apa saja yang Anda belum serahkan kepada Raja, yaitu Yesus Kristus?



Kamis, 6 November 2008
Hari Penghakiman
Yesaya 10: 1-4


Pertanyaan perenungan:
1. Kepada siapa kita hendak minta tolong pada hari penghukuman?
2. Siapa yang akan mendapat penghukuman?

Pengajaran:
Ayat ini berbicara tentang nubutan penghukuman yang akan menimpa bangsa Samaria/Israel Utara (Yesaya 9:8). Mengapa Tuhan ijinkan akan datang hari penghukuman terhadap bangsa ini? Jika kita membaca dari Yesaya 9:7 dst, sudah dikatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang jahat dan tidak taat kepada Allah. Maka Allah akhirnya menjatuhkan hukuman dengan menyerahkan kerajaan Samaria ke tangan bangsa Asyur.

Sebenarnya keadaan ini juga bisa melambangkan penghakiman terakhir terhadap umat manusia pada waktu Yesus Kristus datang untuk kedua kalinya. Dikatakan dalam Daniel 12:2 bahwa akan ada penghakiman yang menimpa semua orang termasuk saudara dan saya, bahkan yang sudah meninggal akan dibangkitkan lagi untuk menghadapi penghakiman. Dalam penghakiman itu ada yang akan mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (hukuman kekal), tapi sebagian akan mendapat hidup yang kekal. Siapakan orang-orang yang akan mendapat hidup yang kekal itu? Yaitu yang namanya akan tercatat dalam kitab kehidupan (Daniel 12:1). Pastikan nama saudara tercatat dalam kitab Allah itu.

Perenungan pribadi:
1. Bagaimana kesetiaan Anda selama ini di dalam berjalan mengikut Tuhan?
2. Apakah Anda sudah melakukan hal-hal yang benar di mata Tuhan sesuai dengan FirmanNya?



Jumat, 7 November 2008
Yesus Sumber Segalanya
Yesaya 10:12-19

Pertanyaan perenungan:
1. Menurut Anda, siapakah yang dimaksud dengan kapak itu? (Bandingkan ayat 15 dengan 12).
2. Bagaimana sikap Tuhan terhadap raja Asyur? (ayat 12).

Pengajaran:
Allah memakai raja Asyur sebagai alat untuk menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa dan kesalahannya. Namun, yang terjadi adalah raja Asyur menjadi sombong karena merasa berhasil mengalahkan Israel, suatu bangsa besar yang telah menjadi pilihan Allah. Hal ini benar jika kita melihat bahwa kerajaan Israel pernah menjadi besar dan jaya di bawah raja Daud dan Salomo.

Hal yang bisa kita pelajari dari ayat-ayat ini adalah bagaimana kita yang sudah dipilih Allah menjadi anak-anakNya hidup dengan rendah hati di bawah pimpinan Tuhan. Satu janji Allah bagi anak-anakNya yaitu mendahulukan Kerajaan Allah dalam hidupnya adalah hidup yang diberkati (Matius 6:33). Namun, ketika kita diberkati, hal terpenting adalah apa yang akan kita lakukan dengan berkat Tuhan yang kita terima? Apakah kita akan sombong dan tidak butuh Tuhan lagi? Berkat Tuhan seharusnya semakin membuat kita menjadi rendah hati dan mengakui bahwa kita tidak akan pernah berhasil tanpa Tuhan. Mazmur 127:2 mengatakan bahwa Tuhan memberkati ketika kita tidur. Mari kita selalu ingat bahwa Tuhanlah sumber segala berkat dan pertolongan di dalam segala aspek hidup kita, seperti raja Salomo yang berkata sia-sia usaha manusia jika bukan Tuhan yang memberkati (Mazmur 127:1).

Perenungan pribadi:
1. Pernahkah Anda merasa sombong dan tidak membutuhkan Tuhan dalam hidup Anda?
2. Apakah Anda sadar bahwa Tuhan tidak senang kepada kesombongan?
3. Maukah Anda mengakui setiap kesombongan Anda dan mengakui bahwa Tuhanlah sumber berkat dalam hidup Anda?



Sabtu, 8 November 2008
Memiliki Roh Kristus
Yesaya 11:1-10

Pertanyaan perenungan:
1. Menurut Anda, siapakah Isai itu? (ayat 1)
2. Kapan taruk yang tumbuh dari pangkalnya itu berbuah?


Pengajaran:
Janji-janji ini adalah tentang kelahiran Yesus Kristus yang akan menjadi juru selamat manusia (Mesias). Tunggul Isai itu berbicara tentang raja Daud anak Isai yang menjadi nenek moyang Yesus Kristus (Mat 1:5-16). Bulan depan kita akan memasuki bulan Desember, yaitu bulan yang dipercayai sebagai waktu kelahiran Yesus Kristus. Walau sebenarnya tidak diketahui kapan pastinya hari atau bulan atau tahun kelahiran Yesus Kristus, namun yang penting adalah bagaimana kita memahami arti kelahiran Yesus Kristus, sang Mesias itu. Dalam ayat-ayat ini dijelaskan bagaimana ciri-ciri kehidupan Yesus Kristus yang penuh dengan Roh Tuhan: Yesus memiliki roh hikmat dan pengertian untuk memerintah KerajaanNya; Yesus memiliki roh nasihat dan keperkasaan untuk berperang dengan Roh Jahat (Iblis); dan Yesus memiliki roh pengenalan akan Tuhan dan takut akan Tuhan yang memperlengkapi diriNya dalam kepemimpinan.

Jika kita mengaku sebagai murid Kristus, maka ketiga kemampuan Roh Allah ini juga bisa kita peroleh sehingga kita dapat hidup benar di hadapan Allah dan manusia. Mari kita berdoa, supaya roh hikmat & pengertian, roh nasihat & keperkasaan serta roh pengenalan & takut akan Tuhan ada di dalam hidup kita, sehingga kita dapat menjadi murid Kristus yang perkasa dan menjadi berkat dengan memulihkan jiwa-jiwa yang terhilang.

Pertanyaan perenungan:
1. Apakah Anda sudah sungguh-sungguh mengenal Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus?
2. Maukah Anda hidup dengan memiliki ketiga kemampuan roh yang berasal dari Roh Tuhan itu?
3. Manakah dari ketiga roh tsb yang belum Anda miliki?



Minggu, 9 November 2008

Yesaya 12:1-6
Nyanyian Syukur

Pertanyaan perenungan:
1. Siapa yang menaikkan nyanyian syukur ini? (ayat 6).
2. Mengapa mereka menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan? (ayat 2).

Pengajaran:
Nyanyian syukur ini diajarkan nabi Yesaya kepada bangsa Israel atas keselamatan dan pertolongan Tuhan ketika mereka pada akhirnya dilepaskan dari penjajahan bangsa lain. Nyanyian syukur ini juga dinaikkan bangsa Israel ketika mereka bisa melepaskan diri dari kejaran orang-orang Mesir dan berhasil menyeberangi laut Teberau (Keluaran 15:1-21), juga dinyanyikan oleh raja Daud dalam Mazmur 118:1-29.

Kadang Tuhan mengijinkan kita mengalami pergumulan yang berat. Itu semua berguna untuk membuat kita menjadi orang yang kuat dalam rohani kita. Apapun yang terjadi (penindasan, kesesakan atau penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang), semua itu tidak akan pernah membuat Tuhan memisahkan kita dari kasihNya (Roma 8:35). Dalam pengertian lain, ini bisa diterjemahkan bahwa Tuhan tidak akan pernah melepaskan kita dari perlindunganNya, bahkan Dia akan membuat kita menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:36-37). Apa arti ‘menjadi lebih dari pemenang’? Orang dunia mengenal kemenangan-kemenangan karena jerih payah/usaha mereka dan kemenangan-kemenangan itu membanggakan mereka. Tetapi, seorang anak Tuhan selalu dibela, ditolong dan diberi kemenangan bukan karena usahanya tapi karena pertolongan Tuhan. Ini yang disebut lebih dari pemenang, yaitu mengalami kemenangan bukan karena usaha sendiri tapi karena anugerah Allah. Karena itu sudah selayaknya kita menaikkan nyanyian sukur kita kepada Allah setiap hari.

Perenungan pribadi:
1. Ingat-ingatlah kapan terakhir anda mengalami pergumulan yang berat dan akhirnya mendapat pertolongan Tuhan. Apakah Anda sudah bersyukur kepada Tuhan pada waktu itu?
2. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan sanggup melepaskan Anda dari setiap pergumulan? Camkanlah bahwa Allah selalu akan memberi pertolongan ketika Anda dalam kesesakan.
3. Naikkanlah ucapan syukur Anda setiap hari.

No comments: