Sunday, November 23, 2008

Penuntun Saat Teduh Pribadi 24-30 November 2008

“Hidup dalam Perjanjian Berkat”

Senin, 24 November 2008
Rahasia Hidup Diberkati
Firman Hari Ini : Mazmur 1:1-6

Pertanyaan Perenungan :
1. Siapakah yang disebut berbahagia ? (ayat 1)
2. Apa kunci hidup diberkati ? (ayat 2)

Pengajaran
Kata ‘berbahagia‘ dalam terjemahan bahasa Inggris disebutkan sebagai ‘Diberkatilah’. Jadi dalam Mazmur 1 ini, Firman Tuhan mengajarkan beberapa hal supaya kita diberkati, yaitu:
1. Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. Artinya, kita tidak menuruti nasihat-nasihat dari orang yang belum mengenal Tuhan. Sebab, meskipun nasihat tersebut tampaknya baik, namun ternyata tidak sesuai dengan standar Firman Tuhan.
2. Tidak berdiri di jalan orang berdosa. Artinya, kita tidak hidup dalam dosa. Memang kita masih bisa jatuh ke dalam dosa, tetapi kita tidak boleh hanya ’berdiri’ saja tanpa melakukan apa-apa, melainkan harus melakukan sesuatu untuk keluar dan tidak lagi hidup dalam dosa itu.
3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Artinya, kita tidak boleh suka menggosipkan orang lain. Gosip adalah membicarakan hal-hal yang negatif tentang seseorang.
4. Kesukaannya adalah Firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam. Kita mungkin sudah sering membaca Firman Tuhan waktu saat teduh; namun setelah itu kita sering melupakannya dan tidak mempraktekkan serta merenungkan Firman itu sepanjang hari. Jika kita menyukai sesuatu, secara otomatis pasti kita mengingat dan memikirkan hal tersebut terus-menerus. Contohnya orang yang kita kasihi, hobi kita, atau barang yang kita inginkan. Seperti itulah maksud ayat ini, kalau kita benar-benar suka akan Firman Tuhan, maka secara otomatis akan ’kepikiran’ terus Firman itu. Marilah kita berlomba-lomba mencapai tahap ini. Karena saya percaya bahwa Firman itu luar biasa kuasanya, sebab Firman itu adalah Allah sendiri.

Penerapan Pribadi:
1. Dari pengajaran poin nomor 1-3 tsb. di atas, manakah yang belum Anda lakukan? Ambillah tindakan untuk melakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Apakah yang akan Anda lakukan agar menjadi orang yang sangat suka akan firman Tuhan?
3. Mari renungkan Yosua 1: 8.


Selasa, 25 November 2008
Mengucap Syukur Untuk Berkat Tuhan
Firman Hari Ini : Amsal 14:30 ; 1Tesalonika 5:18.

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang bisa menghancurkan kita? (Amsal 14:30)
2. Apa yang Firman Tuhan ajarkan hari ini? (1 Tesalonika 5:18)

Pengajaran:
Adalah kecenderungan manusia untuk menginginkan apa yang tidak dimilikinya. Kita cenderung melihat bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih baik dari yang kita miliki. Hal ini bisa membuat kita tidak diberkati. Atau sebetulnya kita diberkati Tuhan, namun tidak dapat hidup dalam berkat tersebut karena selalu bersungut-sungut dan tidak menikmati apa yang Tuhan telah berikan bagi kita. Tuhan ingin hati kita melimpah dengan ucapan syukur atas segala yang Tuhan berikan bagi kita. Saat hati kita penuh dengan ucapan syukur dan sukacita, mata kita akan ”terbuka” dan melihat bahwa Tuhan sesungguhnya sangat banyak memberkati kita. Contoh yang paling sederhana adalah kita jarang sekali bersyukur untuk kesehatan dan kelengkapan tubuh yang sudah Tuhan berikan kepada kita; kita cenderung bangun pagi dengan mengomel dalam hati akan beratnya pekerjaan yang harus kita kerjakan. Saat kita menderita sakit barulah kita sadar betapa berharganya kesehatan yang sudah Tuhan berikan selama ini. Marilah kita lebih banyak lagi memenuhi hati dengan ucapan syukur sehingga kita bisa menikmati berkat Tuhan dalam hidup kita.

Penerapan Pribadi:
1. Periksalah hati Anda apakah ada iri hati tentang sesuatu kepada orang lain.
2. Tuliskanlah berkat-berkat yang telah Tuhan berikan kepada Anda selama ini. Sudahkah Anda bersyukur untuk hal-hal tsb.?
3. Mari renungkan Amsal 22:17-18. Tuliskanlah apa yang Roh Kudus katakan melalui ayat ini.


Rabu, 26 November 2008

Diberkati Turun Temurun
Firman Hari Ini : Mazmur 112:1-12

Pertanyaan Perenungan:
1. Apakah yang Tuhan ajarkan tentang kunci kebahagiaan? (ayat 1)
2. Apa yang Tuhan janjikan untuk keturunan kita sebagai orang beriman? (ayat 2)

Pengajaran:
Max Jukes dari New York memiliki 1.026 keturunan. Ia bukan seorang Kristen dan tidak percaya akan pengajaran dan nilai kekristenan. Ia tidak mengijinkan anak-anaknya ke gereja, walaupan ada yang mengajak mereka. Tiga ratus orang dari keturunannya dipenjarakan rata-rata 13 tahun; 190 orang dari keturunannya menjadi pelacur; 680 orang dari keturunannya menjadi alkoholik. Keluarganya merugikan negara sebesar 420.000 dolar (± Rp. 4,6 milyar).

Jonathan Edwards tinggal di negara bagian yang sama pada tahun yang sama seperti Max Jukes. Tetapi, Jonathan Edwards adalah seorang yang cinta kepada Tuhan, melayani-Nya dengan segenap kemampuannya, dan membawa keluarganya ke gereja setiap hari Minggu. Ia memiliki 929 keturunan. Empat ratus tiga puluh orang dari keturunannya menjadi hamba Tuhan, 86 orang menjadi presiden dari universitas, 75 orang mengarang buku-buku yang baik, 5 orang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat, dan 2 orang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat. Satu orang menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat. Keluarganya tidak pernah merugikan negara tetapi justru memberikan banyak kontribusi.

Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat penuh perhatian terhadap hidup kita, bahkan pada keturunan kita saat kita bergaul intim dengan Tuhan dan hidup dalam Firman-Nya. Apa yang kita tinggalkan untuk keturunan kita tergantung dari seberapa dekat kita dengan Tuhan dan Firman-Nya.
(Sumber : 365 Hari Perjalanan Bersama Tuhan)

Penerapan Pribadi:
1. Dalam hal apa saja Anda belum hidup takut akan Tuhan?
2. Tuliskanlah komitmen Anda untuk hidup takut akan Tuhan dalam hal-hal tsb. di atas dengan cara menaati Firman-Nya.


Kamis, 27 November 2008
Diberkati Di Dalam Persatuan
Firman Hari Ini : Mazmur 133:1-3

Pertanyaan Perenungan:
1. Kemanakah Tuhan perintahkan berkat?
2. Mari renungkan Yohanes 17: 21-22 dan tuliskanlah apa yang Roh Kudus katakan melalui ayat ini.

Pengajaran:
Mazmur 133 adalah mazmur yang indah dan berisi banyak hikmat. Mazmur ini berkata bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya bilamana kita hidup rukun bersama. Tuhan Yesus, pada akhir hidupNya, berdoa agar kita – semua orang yang percaya – dapat bersatu. Hidup dalam kerukunan atau kedamaian merupakan syarat penting untuk menerima dan menikmati berkat Tuhan. Mengapa?

Orang yang tidak dapat hidup rukun dengan sesamanya tidak mungkin dapat hidup rukun dengan Tuhan. Bila hidup kita dengan sesama dipenuhi dengan konflik, maka hati kita akan penuh dengan luka dan kepahitan yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan. Surat Petrus berkata bahwa ketidakrukunan antara suami dan istri dapat menjadi penghalang doa. Tuhan Yesus juga memerintahkan agar kita terlebih dahulu membereskan hubungan kita dengan sesama sebelum kita datang kepada-Nya untuk memberikan persembahan kita.

Kerukunan menghasilkan kebahagiaan. Ini adalah berkat Tuhan yang terbesar dalam hidup, sebab setiap orang ingin berbahagia. Bila kita ingin berbahagia, kita harus belajar untuk hidup rukun dengan sesama. Yesus, Raja Damai itu, ingin bersemayam di dalam hati yang dipenuhi dengan kedamaian.

Penerapan Pribadi:
1. Adakah hal-hal yang masih menjadi ganjalan dalam hati Anda terhadap sesama? Apa saja itu? Tuliskanlah
2. Kapan Anda akan menyelesaikan dengan yang bersangkutan ? Ampunilah dan jangan menyimpan kepahitan dalam hidup Anda!


Jumat, 28 November 2008

Berkat di Tengah Krisis
Firman Hari Ini : Mazmur 46:1-11

Pertanyaan Perenungan:
1. Siapakah Allah itu bagi Anda?
2. Apa saja yang dapat Allah lakukan bagi Anda?

Pengajaran:
Ada 2 macam respon dalam menghadapi krisis atau kesulitan:
1. Kita dapat marah dan memberontak kepada Tuhan.
Kita dapat menyalahkan Tuhan karena Dia mengijinkan krisis datang dalam kehidupan. Namun akibatnya, kita akan hidup dalam kepahitan dan kemarahan. Respon ini akan menjauhkan kita dari Tuhan. Setiap kali kita menanggapi kesulitan dengan cara ini, kita menunda Tuhan bekerja dalam hidup kita.
2. Kita dapat bergantung dan percaya kepada Tuhan.
Respon ini akan mendekatkan kita kepada Tuhan dan inilah yang dikehendaki-Nya. Dia ingin agar kita melekat kepada-Nya. Kitab Yohanes berkata bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bila kita tinggal di dalam Dia, dan Dia di dalam kita, maka kita akan berbuah. Paulus dapat bersyukur dan bersukacita dalam segala keadaan sebab ia menggantungkan hidupnya kepada Tuhan.

Oleh sebab itu, bila pencobaan datang, ingatlah bahwa pencobaan itu dapat menjauhkan kita dari Tuhan atau justru semakin mendekatkan kita kepada Tuhan. Bila kita berespon benar dan positif, maka Tuhan akan bekerja dalam hidup kita untuk memberikan jalan keluar. Kita akan dapat menikmati berkat Tuhan yang luar biasa saat kita punya respon yang benar terhadap krisis / kesulitan yang datang menghantam kita. (Roma 8:28)

(Sumber : 365 Hari Perjalanan Bersama Tuhan)

Penerapan Pribadi:
1. Berdoalah dan mulailah melihat dengan mata rohani Anda bahwa kesulitan yang datang adalah pintu bagi Tuhan untuk memberkati hidup Anda. Tuliskanlah hasil perenungan Anda tsb.
2. Putuskanlah hari ini juga untuk percaya bahwa Tuhan tetap memberkati Anda di tengah badai / krisis!


Sabtu, 29 November 2008
Menjaga Ucapan Kita
Firman Hari Ini : 1 Petrus 3:8-12

Pertanyaan Perenungan:

1. Apa yang harus kita lakukan supaya diberkati Tuhan? (Ayat 10)
2. Mari renungkan juga Bilangan 14:28 dan ijinkanlah Roh Kudus berbicara melalui firman ini. Tuliskan apa yang Dia katakan.

Pengajaran:
Firman Tuhan jelas mengajarkan bahwa kita harus menjaga perkataan kita. Seringkali meskipun sudah membaca dan merenungkan Firman Tuhan, saat masalah datang kita masih memiliki kecenderungan berkata negatif. Dalam Firman yang kita baca hari ini, Tuhan mengajar kita supaya menjaga ucapan kita. Kita harus ingat bahwa perkataan kita punya kuasa untuk menentukan apakah kita hidup di dalam berkat Tuhan atau tidak.

Ketika mulai memindahkan jam kerja di pagi hari pada bulan Oktober 2006 (dulunya saya bekerja di malam hari sebagai seorang dokter umum), saya percaya bahwa Tuhan pasti memberkati pekerjaan saya. Karena, keinginan saya untuk bekerja pagi bertujuan agar pelayanan saya untuk jiwa-jiwa bisa dimaksimalkan di malam hari. Namun yang terjadi, praktek saya menjadi sepi. Saya mulai bingung dan merasa bahwa Tuhan tidak mau memberkati. Saya sudah berdoa dan melayani, tetapi praktek tetap sepi. Akhirnya setelah 6 bulan berlalu, istri saya mulai menegur karena saya sering berkata,”Wah, hari ini sepi sekali, tidak ada orang, mungkin waktunya tidak tepat karena tidak lazim dokter praktek di pagi hari.” Kemudian, saya memutuskan untuk mengubah perkataan saya menjadi, ”Praktek tidak sepi, hanya pasien belum datang, nanti agak siang pasti datang.” Perkataan itu selalu saya ucapkan setiap kali ada pasien yang tanya,”Lho, prakteknya koq sepi, Dok?”
Dan sungguh, Tuhan mencurahkan berkat-Nya saat perkataan saya berubah. Sejak bulan April 2007, praktek menjadi lebih ramai, bahkan lebih dari praktek malam saya dahulu. Saya sungguh bersyukur karena saya sekarang bisa bekerja dan bisa melayani Tuhan. Ada kuasa di dalam ucapan kita!

Penerapan Pribadi:
Apa yang sering Anda ucapkan tentang diri sendiri, orang lain, pekerjaan, pelayanan, komsel Anda? Perhatikanlah apa yang Anda ucapkan!


Minggu, 30 November 2008
Damai Sejahtera
Firman Hari Ini : Yohanes 14:25-27

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang Tuhan Yesus janjikan kepada kita? (Ayat 27)
2. Menurut Anda apa perbedaan antara damai sejahtera dari Allah dan dari dunia?

Pengajaran:
Seringkali kita berpikir dan menilai berkat Tuhan dari sisi materi atau keuangan saja. Padahal berkat Tuhan tidak hanya uang. Berkat luar biasa yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita adalah damai sejahtera, yang tidak seperti dunia berikan. Di dunia ini banyak orang merasa damai atau tenang hanya jika keadaan baik-baik / tenang. Sedangkan Tuhan Yesus memberikan damai sejahtera yang melampaui segala masalah dan persoalan hidup kita. Hal yang harus kita kerjakan untuk dapat merasakan damai sejahtera adalah menyerahkan segala kekuatiran kita dan mengijinkan damai sejahtera dari Tuhan memenuhi hidup kita. Damai sejahtera juga merupakan salah satu dari buah Roh Kudus. Bila kita mengijinkan Roh Kudus menguasai hidup kita, maka damai sejahtera akan memenuhi hidup kita dan itu merupakan salah satu berkat terbesar yang bisa kita miliki.
Ada seorang raja yang hendak memberikan hadiah pada seniman yang dapat membuat suatu lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak seniman yang mencoba. Raja melihat semua lukisan itu. Tetapi hanya ada dua yang ia suka, dan ia harus memilih salah satu di antaranya. Salah satu lukisan menggambarkan danau yang tenang. Danau itu bagaikan cermin yang sempurna bagi gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Di atasnya langit biru dengan awan di sana-sini. Semua orang yang melihatnya berpendapat itulah lukisan yang sempurna tentang kedamaian.
Lukisan yang satu lagi menggambarkan gunung-gunung juga, tetapi tampak tegak, angkuh dan kasar. Langit berawan gelap, ada halilintar di situ. Di bawah ada air terjun yang bergejolak. Tampak tak ada kedamaian sama sekali. Tetapi , di belakang air terjun ada sarang burung. Di antara riak gejolak air, duduklah seekor induk burung yang sedang memberi makan anaknya dengan penuh kedamaian. Raja memilih lukisan yang kedua. Karena, kata raja, damai bukan berarti tempat yang tidak ada kegaduhan, permasalahan dan kerja keras. Kedamaian berarti bila di tengah-tengah semuanya itu tetap ada ketenangan di hati Anda. Itulah makna sejati dari damai sejahtera

(Illustrasi : Internet)

Penerapan Pribadi:
1. Sudahkah Anda mengisi hidup dengan damai sejahtera dari Tuhan Yesus lewat persekutuan pribadi yang akrab dengan Dia?
2. Hal-hal apa saja yang selama ini telah mencuri damai sejahtera Anda? Ambillah keputusan untuk tidak mengijinkan apapun merampas damai sejahtera yang Yesus telah berikan.

No comments: