Tuesday, January 15, 2008

INSPIRATIONAL STORY

Damai di Tengah Badai

Mengapa berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya dapat melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya? (Flp. 4:13)

Mengapa merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus?(Flp. 4:19)

Mengapa harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban?(2 Tim. 1:7)

Mengapa harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu?(Rm. 12:3)

Mengapa menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak?(Mzm. 27:1, 11:32)

Mengapa harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia?(1 Yoh. 4:4)

Mengapa harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya?(2 Kor. 2:14)

Mengapa harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta kepadaNya?(1 Kor. 1:30; Yak. 1:5)

Mengapa harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi?(Rat. 3:21-23)

Mengapa harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya?(1 Pet. 5:7)

Mengapa harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita?(2 Kor. 3:17; Gal. 5:1)

Mengapa harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus?(Rm. 8:1)

Mengapa harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya?(Mat. 28:20; Ibr. 13:5)

Mengapa harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu?(Gal. 3:13-14)

Mengapa harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya, seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan?(Flp. 4:11)

Mengapa harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kitadibenarkan oleh Allah?(2 Kor. 5:21)

Mengapa merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya?(Rm. 8:31)

Mengapa harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita?(1 Kor. 14:33; 2:12)

Mengapa harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada pemenang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya?(Rm. 8:37)

Mengapa harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat memiliki keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan?(Yoh. 16:33)

Mengapa harus takut dikalahkan badai kehidupan jika Tuhan Yesus berkuasa menundukkan badai
dan memberikan damai sejahtera yang tidak seperti dunia berikan yang akan memelihara hati dan pikiran saya dalam Kristus Yesus dan akan menyertai saya?(Mrk. 4:41; Yoh. 14:27; Flp. 4:7)

Saya memiliki Tuhan Yesus yang hidup dan berkuasa.
Dialah segalanya yang saya miliki.
Dialah segalanya yang saya perlukan.
Itu sudah lebih dari cukup bagi saya.

No comments: