Sunday, June 15, 2008

SEPUTAR KITA 15 Juni

Cara Tuhan membuka jalan...

Pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2008 yang lalu, ketika saat teduh pagi, tiba-tiba Roh Kudus menyuruh saya untuk pergi mengunjungi salah seorang anggota komsel yang baru bertobat untuk mendoakannya. Awalnya saya menolak, karena saya bisa mendoakannya di rumah saja. Tetapi, karena Roh Kudus terus mendesak dan saya juga sudah berkomitmen pada Tuhan untuk mau membagi hidup saya buat jiwa-jiwa, maka akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Ketika bersiap-siap hendak berangkat, tiba-tiba anggota komsel saya yang lainnya, Ibu Paula, menelepon. Dia menanyakan alamat anggota komsel yang hendak saya kunjungi, karena Ibu Paula mendapat pesan Roh Kudus untuk membagikan sebagian berkat yang dimilikinya kepada anggota komsel tersebut. Kami pun sepakat pergi bersama-sama dengan mengendarai motor. Sesampainya di rumah anggota komsel tersebut, kami terkejut mendapati suaminya di rumah, karena seringkali ketika berkunjung ke rumahnya, saya tidak bertemu dengan suaminya. Tetapi, hari itu, kami tidak hanya berkesempatan untuk bertemu saja, melainkan juga ngobrol dengannya. Dari obrolan itu, kami tahu bahwa sang suami sedang mengalami kesulitan berat. Ia ingin memperbaiki hidupnya, tetapi merasa sendiri, tidak ada yang mendukung dan menolongnya. Kami pun menawarkan untuk medoakannya, tiba-tiba dia bersedia. Ketika mendoakan, saya mendapat pesan Tuhan untuknya bahwa ia berharga di mata Tuhan. Dia tidak boleh memandang masa lalu, karena Tuhan yang akan membimbingnya. Dia menangis tersedu-sedu ketika saya menyampaikan pesan Tuhan tersebut. Sepulang dari rumah anggota kosmel tersebut, saya sangat takjub dengan karya Tuhan. Mulai dari bagaimana Tuhan memberi saya dan Ibu Paula tugas yang sama, sampai mengatur segala sesuatu hingga, kami berkesempatan mengalirkan kasih Tuhan kepada orang yang memerlukannya. Sungguh luar biasa cara Tuhan membuka jalan dan meresponi kerinduan setiap orang yang mau sungguh-sungguh hidup bagi jiwa-jiwa. (Ibu Sri/Keluarga)

Tuhan tersenyum ketika...

Ketika doa malam pada hari Jumat, 30 Mei yang lalu, aku mendapat penglihatan. Aku melihat gambar “wajah” Tuhan Yesus terbentuk dari kumpulan pohon-pohon di seluruh pulau di Indonesia. Wajah Tuhan Yesus yang super besar itu sedang menatapku. Ketika aku dibawa melihat semakin dekat, ternyata gambar wajah Tuhan yang besar itu bukan dibentuk atas pohon-pohon, tetapi atas orang-orang Kristen yang sedang berdoa dan bersujud menyembah Tuhan. Gambar wajah Tuhan Yesus itu tersenyum kepada Indonesia karena ada anak-anakNya yang berdoa dan tersebar di seluruh pulau Indonesia. Sejujurnya, aku merasa kecewa dan tawar melihat keadaan Indonesia saat ini. Bahkan, Indonesia jarang ada di agenda doaku, karena aku merasa sekalipun didoakan percuma. Tapi, lewat penglihatan malam itu, Tuhan kembali menyemangatiku untuk terus berdoa bagi Indonesia. Ia menyatakan bahwa mataNya tertuju kepada Indonesia. Tuhan memperhatikan Indonesia... karena ada anak-anakNya yang berdoa untuk Indonesia. Berdoa bagi pemulihan Indonesia bukan hanya tugas orang-orang tertentu atau pendoa saja, tetapi tugas setiap orang percaya. (Lisa Juliana/Youth)

No comments: