Saturday, March 14, 2009

Kisah Tyler

INSPIRATIONAL STORY

Kisah ini dimulai dari pembuahan. Cacat genetik yang terjadi telah mengubahkan hidup empat orang—termasuk saya, Mary Nelson

Asal mula tragedi, kepedihan dan kemenangan ini muncul ketika bayi mungil bernama Tyler Lee dilahirkan pada 22 Mei 1984. Saat berusia enam bulan, kami memperhatikan adanya sesuatu yang tidak beres padanya. Ia tidak dapat duduk, sulit membalikkan tubuh, dan mengalami kesulitan buang air besar. Pada usia delapan bulan, orang tuanya membawa Tyler ke dokter spesialis.

Setelah melalui berbagai rangkaian tes dan hari-hari yang penuh emosi serta ketidakpastian, dokter berkata, “Saya ikut sedih. Bayi Anda menderita Hoffman Werding, yakni kelainan berkaitan dengan melemahnya pertumbuhan otot.”

Setelah terdiam beberapa saat dokter itu menambahkan, “Tyler tak akan pernah dapat berjalan, bahkan tak akan pernah dapat duduk. Ia mungkin tak akan hidup lebih dari 2 tahun.” Tes-tes yang dilakukan dengan jelas menguatkan diagnosa yang mengerikan itu. Otot-otot Tyler hampir tidak mengalami perkembangan. Bahkan ususnya tak bekerja sebagaimana mestinya.

Malam itu kami duduk bersama dalam diam, saling berbagi kepedihan. Kami semua menyayangi dan menginginkan si kecil Tyler. Kepedihan itu datang terlalu cepat dan teramat menyakitkan.

Pada hari Minggu, beberapa teman memberitahukan bahwa mereka akan mengadakan persekutuan doa dengan para majelis pada hari Senin malam. Mereka memohon kesembuhan dari Allah, dengan yakin bahwa apapun jawaban doa itu, Allah mengetahui yang terbaik dan bahkan Dia mengasihi Tyler lebih dari mereka mengasihinya.

Pada hari Senin sore, para diaken dan teman-teman dekat mereka berkumpul di ruang keluarga bersama Tyler. Mereka bersatu hati dalam doa, baik dalam keheningan maupun dalam doa-doa yang diucapkan saat kami menghampiri takhta surga dan memohon kesembuhan bagi Tyler. Ada satu tujuan, satu hati dan satu pengharapan kepada Allah Bapa di surga.

Keesokannya, Tyler diperiksa oleh dokter spesialis. Orang tuanya segera menelpon saya begitu tiba di rumah. “Ia sudah disembuhkan total! Allah menyatakan mujizatnya kepada kami!”

Pada malam itu Allah menyembuhkan Tyler Lee Roark secara ajaib. Meskipun sebelumnya tak ada satu otot pun dalam tubuhnya yang berfungsi, kini melalui serangkaian tes diketahui bahwa setiap fungsinya ototnya bekerja normal, tepat pada Selasa pagi itu.

“ini mujizat,” kata dokter, “Saya tidak dapat menjelaskannya. Ia adalah bayi berusia delapan bulan yang benar-benar normal. Bawalah ia pulang.”

Kini Tyler adalah anak lelaki berusia 11 tahun yang sehat dan aktif. Ia telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya lima tahun yang lalu. Tyler mencatat rekor lari jarak jauh tingkat nasional dan dua negara bagian. Tyler tidak menjalani latihan dan bimbingan khusus, kemampuannya benar-benar sebuah karunia. Ia mulai mencatat rekor saat berusia 9 tahun dan menjadi juara nasional pertama kali ketika berusia 10 tahun.

Allah telah memberi Tyler kemampuan yang luar biasa, yang membuatnya menjadi perhatian media, baik TV maupun surat kabar. Dan setiap wawancara, dengan sukacita orang tuanya mengembalikan kemuliaan bagi Allah dengan menceritakan bagaimana Tyler disembuhkan.

Sumber: Embun Bagi Jiwa, Kathy Collard Miller

No comments: