Sunday, October 19, 2008

Penuntun Saat Teduh Pribadi 20-26 Oktober 2008

“Mencintai Kegagalan”
Sumber: 365 Hari Perjalanan Bersama Tuhan


Senin, 20 Oktober 2008

Bermegah Dalam Kegagalan
Firman Hari Ini : Roma 5:1-5

Pertanyaan Perenungan:
1. Dalam hal apakah kita bisa bermegah / bersyukur? (ayat 3)
2. Mengapa? (ayat 3b-5)

Pengajaran:
Dari bacaan firman hari ini, kita diajar untuk bersyukur dan bermegah saat kita berada dalam kesengsaraan atau kesulitan dan kegagalan. Semua itu dimaksudkan untuk membawa kita kepada pengharapan yang total akan kasih karunia Tuhan dan juga untuk membentuk karakter ketekunan di dalam hidup kita.
Semua orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan. Kuncinya yaitu mereka tidak putus asa. Mereka tidak berhenti mencoba, tetapi terus berusaha. Kegagalan tidak membuat seseorang “gagal”, kecuali ia menyerah dan berhenti mencoba.
Tahukah Anda bahwa Walt Disney, pencipta dan pendiri Disneyland, pernah dikeluarkan dari pekerjaan karena kekurangan ide? Usahanya bangkrut beberapa kali sebelum ia membangun Disneyland.
Albert Einstein, orang yang paling jenius di dunia, mulai berbicara ketika berumur 4 tahun. Ia mulai dapat membaca ketika berumur 7 tahun. Gurunya di sekolah menilainya sebagai seorang anak yang lambat, tidak dapat bergaul, dan suka melamun. Ia juga pernah dikeluarkan dari Sekolah Politeknik Zurich.
Ketekunan adalah unsur yang penting untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan biasanya tidak terjadi seketika, tetapi melalui banyak proses kegagalan. Semakin kita tekun dan mau belajar dari kegagalan kita, semakin dekat kita kepada kesuksesan.

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda bersyukur untuk kesulitan dan kegagalan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup Anda?
Mari renungkan dan hafalkan Roma 8:28.


Selasa, 21 Oktober 2008

Terbuka Mengakui Kegagalan
Firman Hari Ini : Mazmur 57

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang Daud alami saat dia menulis Mazmur ini? (ayat 1)
Bagaimana sikap Daud? (ayat 3)
Apa yang Anda dapat teladani dari sikap Daud ini?

Pengajaran:
Pada saat menulis Mazmur 57 ini, Daud sedang mengalami titik terendah dalam hidupnya. Dari seorang pahlawan yang luar biasa, disanjung-sanjung, namun akhirnya menjadi buronan Raja Saul dan harus lari untuk bersembunyi ke dalam gua. Daud bersikap terbuka terutama kepada Tuhan dan menceritakan semua problemnya kepada Tuhan.
Salah satu cara yang baik untuk menghadapi kegagalan adalah dengan tidak berusaha untuk menyembunyikannya. Setiap orang pasti pernah melakukan satu atau dua kesalahan yang besar atau memalukan. Tendensi manusia adalah menyembunyikan atau merahasiakannya supaya ia tidak akan dipermalukan atau ditolak. Menyembunyikan “kegagalan yang memalukan” tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah beban hidup kita. Kita menjadi tegang dan merasa takut kalau orang mengetahui rahasia hidup dan kegagalan kita. Dengan demikian, kita akan semakin menekan dan menguburnya di dalam kehidupan kita. Ini bukan berarti bahwa kita perlu memberitahu kegagalan kita kepada setiap orang. Tetapi, hal terbaik yang dapat kita lakukan dalam menghadapi kegagalan adalah belajar untuk menerimanya dan bertumbuh dari kegagalan tersebut. Seorang yang dewasa adalah seorang yang dapat menerima kekurangan dan kegagalan hidupnya dan terus bersedia untuk maju. Contoh yang baik adalah Petrus yang menyangkali Tuhan Yesus tiga kali. Ia begitu menyesali perbuatannya, tetapi ia bangkit dan maju lagi. Ia lalu bertumbuh menjadi pelayan Tuhan yang setia dan berhasil.

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda terbuka kepada Tuhan saat berada dalam kegagalan yang memalukan?
Anda perlu untuk terbuka kepada pembina atau salah satu pemimpin tentang pergumulan ataupun kegagalan tsb. agar hidup Anda dipulihkan menjadi lebih baik.


Rabu, 22 Oktober 2008


Belajar Sesuatu Dari Kegagalan
Firman Hari Ini : Mazmur 37:23-33

Pertanyaan Perenungan:
Baca ulang ayat 23-24 dan renungkanlah sungguh-sungguh.
Apa yang Roh Kudus katakan melalui ayat-ayat ini ?

Pengajaran:

Seorang ahli ilmu pengetahuan yang terkenal pernah diwawancarai oleh wartawan dari sebuah surat kabar. Ia ditanya mengapa ia begitu yakin bahwa ia lebih kreatif daripada kebanyakan orang. Apa yang membuatnya berhasil? Ia menjawab bahwa menurut pendapatnya, semuanya itu bermula dari pengalamannya bersama ibunya ketika ia berumur 2 tahun. Pada waktu itu, ia berusaha untuk membuka botol susu tetapi botol tersebut malah terjatuh sehingga susunya tertumpah membanjiri dapur. Ketika ibunya masuk ke dapur, ibunya tidak marah tetapi berkata,”Robert, lihat kekacauan yang telah kau lakukan! Aku jarang melihat genangan susu sebanyak ini. Yah, semua sudah terjadi. Maukah engkau bermain sebentar dengan genangan susu ini sebelum kita membersihkannya?” Robert lalu bermain dengan susu yang tertumpah itu. Setelah beberapa menit, ibunya berkata,”Sekarang kita harus membersihkannya. Kita dapat memakai handuk, spons, atau sapu. Kamu suka yang mana?” Robert memilih spons dan mereka berdua membersihkan susu yang tertumpah itu. Ibunya kemudian berkata,”Kamu mengalami kegagalan dalam eksperimen membawa botol susu yang besar dengan kedua tanganmu yang kecil. Sekarang mari kita pergi ke kebun dan mengisi botol ini dengan air dan kamu dapat berlatih membawa botol yang besar ini tanpa terjatuh.” Robert kemudian belajar bahwa kalau ia memegang botol tersebut di dekat tutupnya, ia dapat membawanya tanpa terjatuh. Robert berkata bahwa pada saat itulah ia tahu bahwa ia tidak perlu takut membuat kegagalan. Sebaliknya, ia belajar bahwa kesalahan atau kegagalan adalah kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Bila eksperimen tidak berhasil, kita dapat belajar tentang sesuatu yang berharga daripadanya!

Penerapan Pribadi:
Kegagalan apa saja yang Anda sedang alami saat ini? Tuliskan satu per satu.
Temukanlah pelajaran yang berharga dari masing-masing kegagalan tsb.


Kamis, 23 Oktober 2008

Saat Pintu Tertutup
Firman Hari Ini : Wahyu 3: 7-13

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang seharusnya kita percayai tentang kesempatan untuk maju? (ayat 7)
Apa yang terjadi saat Tuhan sudah membuka pintu bagi kita? (ayat 8)

Pengajaran:
Tuhan tidak pernah menutup satu pintu tanpa membuka pintu yang lain. Tuhan tidak pernah menutup satu kesempatan tanpa membuka kesempatan yang lain. Mengapa Tuhan menutup pintu atau kesempatan? Seringkali Tuhan ingin menarik perhatian kita. Dia ingin agar kita memiliki prioritas yang benar. Bila kita menyimpang dari jalannya, kita tidak hanya menghancurkan hati Tuhan, tetapi juga menghancurkan hidup kita. Tuhan ingin mengarahkan kita pada kesempatan yang lebih besar. Kita biasanya ingin tinggal di tempat yang nyaman dan aman dan tidak menyukai perubahan. Memang semua perubahan mengandung risiko dan tantangan. Tuhan seringkali menutup satu pintu untuk memberikan kesempatan atau hal yang lebih baik kepada kita.
Oleh sebab itu, bila kita menemukan pintu di depan kita tertutup, jangan marah, protes atau tawar hati. Alexander Graham Bell berkata,”Kadangkala kita terpaku terlalu lama pada satu pintu yang tertutup, sehingga terlambat untuk melihat pintu yang terbuka.”

Penerapan Pribadi:
Apakah Anda sedang menghadapi pintu yang tertutup? Anda perlu bertanya kepada Bapa dan mengerti lebih dalam tentang rencanaNya buat Anda.
Renungkanlah Wahyu 3:7-8 terus-menerus sampai Anda mendapatkan pencerahan yang membuka pikiran Anda.


Jumat, 24 Oktober 2008

Berani Gagal
Firman Hari Ini : Mazmur 27:1-14

Pertanyaan Perenungan:
Mengapa kita tidak perlu takut? (ayat 1)
Dalam hal apakah kita harus tetap percaya? (ayat 3)

Pengajaran:
Penghalang pertama dan terbesar untuk mencapai kesuksesan adalah takut gagal. Ketakutan untuk gagal membuat kita tidak pernah mencoba.
Pada tahun 1966, Tom Fatjo membeli sebuah truk dan memulai perusahaan pembuangan sampah. Sepuluh tahun kemudian, ia membangun Browning-Ferris Industries, perusahaan sampah terbesar yang berpenghasilan 500 juta dolar ( kira-kira Rp. 5 Triliun). Dalam bukunya “With No Fear of Failure” ia berkata bahwa kita dapat mengubah rencana kita menjdi kesuksesan bila kita dapat mengalahkan penghalang yang pertama dan terbesar yaitu ketakutan untuk gagal.
Bagaimana kita dapat mengatasi perasaan takut gagal? Kita perlu memiliki kemauan yang kuat untuk mengalahkan ketakutan tsb. Kemauan yang kuat tsb. akan membuat kita bertindak. Lakukanlah apa yang Anda takuti dengan pertolongan Tuhan. Keberanian adalah melakukan apa yang kita takuti. Anda bisa memiliki keberanian jenis ini apabila Anda memusatkan pikiran kepada Tuhan. Katakanlah kepada diri sendiri ,“ Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Ingat, bahwa lebih baik kita mencoba dan gagal daripada kita tidak pernah mencoba karena takut gagal.

Penerapan Pribadi:
Apakah Anda orang yang takut gagal? Ijinkan Roh Kudus memeriksa hati Anda.
Serahkanlah seluruh hidup Anda termasuk semua ketakutan Anda kepada Tuhan Yesus. (1 Petrus 5:7)
Perkatakanlah dan hafalkanlah Mazmur 27:1 dan II Timotius 1:7 sampai kepercayaan Anda kepada Allah tumbuh.


Sabtu, 25 Oktober 2008

Terus Maju Bersama Tuhan
Firman Hari Ini : Ibrani 12:1-13

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi hidup ini? (ayat 1)
Siapa yang harus selalu menjadi fokus hidup kita? (ayat 2)

Pengajaran:
Dalam menghadapi hidup ini, kita pasti menemui banyak hambatan dan tantangan. Semua hambatan itu tujuannya adalah untuk melatih dan mendewasakan hidup rohani kita. Kita perlu menanggalkan beban dan dosa yang bisa menjadi penghalang buat hidup kita. Kita harus serahkan beban kekuatiran dan ketakutan kita untuk gagal kepada Tuhan Yesus dan terus berlari dengan anugerah dari Dia.
Abraham Lincoln adalah contoh seorang yang ulet dan pantang menyerah. Walaupun mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya, ia bangkit kembali dan tidak putus asa. Lihatlah catatan kegagalannya :
Tahun 1816 – Keluarganya diusir dari rumahnya. Ia harus bekerja.
1818 – Ibunya meninggal dunia.
1831 – Gagal dalam bisnis
1832 – Kalah dalam Dewan Perwakilan. Ia kehilangan pekerjaan. Ia ingin sekolah hukum, tetapi tidak diterima.
1833 – Meminjam uang untuk memulai bisnis dan bangkrut pada tahun yang
sama. Ia harus melunasi hutangnya selama 17 tahun.
1834 – Menang dalam Dewan Perwakilan.
1835 – Bertunangan, namun tunangannya meninggal dan ia patah hati.
1836 – Mengalami gangguan syaraf dan harus berbaring di tempat tidur selama 6 bulan.
1838 – Ingin menjadi Ketua Dewan Pembuat Undang-Undang, tetapi gagal.
1840 – Ingin menjadi anggota Dewan Pemilih Presiden, tetapi gagal.
1843 – Ingin menjadi anggota Kongres, tetapi gagal.
1846 – Berhasil menjadi anggota Kongres.
1848 – Gagal untuk dipilih kembali sebagai anggota Kongres.
1849 – Melamar pekerjaan sebagai Pegawai Negeri, tetapi ditolak.
1854 – Ingin menjadi anggota Senat , tetapi gagal.
1856 – Mencalonkan diri untuk menjadi Wakil Presiden, hanya mendapat kurang dari 100 suara
1858 – Ingin menjadi anggota Senat lagi, tetapi kalah.
1860 – Menjadi Presiden Amerika.
Satu kunci keberhasilannya yaitu ia tidak melihat kegagalan sebagai satu kejatuhan dan akhir dari segalanya. Lincoln berkata, “Jalan setapak itu melelahkan dan licin. Kakiku tergelincir, sehingga aku jatuh dan terlempar dari jalanku, tetapi aku pulih dan berkata pada diriku sendiri, “ Itu hanya suatu kesalahan bukan kejatuhan.’”

Penerapan Pribadi:
Beban apa yang selama ini merintangi kerohanian Anda?
Dosa apa yang selama ini merintangi kerohanian Anda?
Bagaimana caranya agar mata rohani Anda selalu tertuju kepada Yesus?
Mari renungkan dan hafalkan Ibrani 13: 5b-6.


Minggu, 26 Oktober 2008

Jangan Menyerah
Firman Hari Ini : Lukas 18:1-8

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang bisa kita pelajari dari sikap janda dalam kisah ini?
Apakah janji Tuhan dalam kisah ini? (ayat 7-8)

Pengajaran:
Dalam kisah ini, Tuhan sedang mengajarkan suatu prinsip yaitu kita tidak boleh menyerah dan harus terus menerus maju dengan disertai doa yang tekun. Memang seringkali keadaan seperti terbalik dari yang kita harapkan. Ini adalah suatu ujian terhadap iman kita. Setiap orang, terutama pada jaman sekarang, selalu menyukai hal-hal yang instan atau segera jadi. Demikian juga dalam mengikut Tuhan, seringkali kita menerapkan hal yang sama terhadap Tuhan dengan menginginkan sesuatu yang kita harapkan segera terjadi. Tetapi cara kerja Tuhan tidaklah demikian. Dia menyukai proses. Mengapa? Karena Tuhan ingin mendewasakan hidup rohani kita sehingga kita bertumbuh dewasa serupa Kristus.
Banyak orang berorientasi pada pencapaian atau hasil, tetapi Tuhan lebih fokus kepada pertumbuhan karakter kita. Oleh karena itu, apapun masalah dan kegagalan yang kita hadapi janganlah membawa kita makin jauh, tetapi justru membawa kita semakin intim dengan Tuhan dan bertumbuh. Tuhan telah memberikan Roh Kudus yang selalu siap menolong dan menopang kita dalam proses pendewasaan rohani kita (Yohanes 14:16).

Penerapan Pribadi:
Jika Anda sedang menghadapi masalah yang tak kunjung selesai, jangan putus asa. Roh Kudus selalu menyertai Anda. Tetaplah berdoa dan berseru kepada Bapa.
Mari renungkan, perkatakan dan hafalkan Yeremia 29:11.

No comments: