Tuesday, July 17, 2007

SEPUTAR KITA

BERKAT TUHAN MELALUI THCL

Memiliki konflik dengan saudara yang belum tuntas terselesaikan dan saat teduh banyak bolong membuat hidup saya tidak dipimpin oleh Roh Kudus. Saya termasuk tipe orang yang tidak bisa mengampuni dengan cepat. Mungkin saja saya sudah berkata mengampuni, tetapi saya masih sulit untuk melupakan kesalahan orang dan kejadian yang tidak mengenakkan itu. Pikiran saya sering mengingat-ingat masa lalu sehingga konflik tersebut selalu memenuhi pikiran saya terus yang akhirnya membuat saya sulit untuk berdoa. Puji Tuhan waktu saya melakukan THCL hari ke 9 pada putaran I (membersihkan bait Allah dari berhala imajinasai), Tuhan menjamah hati saya. Pikiran saya dicelikkan dan diperbaharui oleh firman Tuhan bahwa sebelum menghadap Dia, kita harus membereskan dulu hati kita supaya jamahan Tuhan nyata atas hidup kita. Akhirnya saya dapat mengampuni dan melupakan konflik tersebut seratus persen sehingga saya lebih mudah masuk dalam hadiratNya. Ada damai sejahtera Allah yang saya rasakan dan hidup saya semakin diperbarui dari hari ke sehari.(Bapak Sukani/Family)

Tidak kebetulan setelah saya THCL hari ke 44 yaitu berfokus kepada orang yang memerlukan pertolongan, saudara saya bertengkar hingga rumah tangganya di ambang kehancuran karena sulit untuk didamaikan. Saya tidak punya apa-apa untuk menolong saudara saya, kecuali doa, karena secara materi saudara saya lebih berada daripada saya. Saya belajar taat pada perintah Tuhan yang menyuruh saya untuk mengajak keluarga saudara berdoa. Puji Tuhan! Tuhan menjamah mereka. Saya membagikan kepada bagaimana saya membentuk mezbah keluarga dan mendorong mereka untuk melakukan hal yang sama. Keluarga saudara saya pun mau membentuk mezbah keluarga seperti yang keluarga saya lakukan. Setelah melakukan firman Tuhan, saya merasakan damai sejahtera, sukacita dan ingin lebih lagi melayani Tuhan serta intim dengan Bapa agar saya bisa terus mendengarkan suaraNya dan melakukan perintahNya sehingga bisa menyenangkan hati Tuhan. Berbuat baik tidak selalu hanya dengan memberi uang, tetapi kita bisa meluangkan waktu untuk bersaksi menceritakan apa yang pernah kita alami bersama Tuhan.(Ibu Lana/Family)

No comments: