Thursday, August 2, 2007

EDITORIAL

Dipimpin kepada Kebenaran
Siapa sih yang mau melakukan kesalahan? Setiap kita, normalnya, pasti ingin melakukan segala sesuatu tidak hanya dengan baik, tetapi juga benar. Masalahnya hikmat manusia terbatas, sehingga orang yang paling pandai pun pernah melakukan kesalahan. Tetapi, hikmat yang dari Tuhan tidak terbatas, sehingga orang yang menurut dunia paling podoh sekalipun, sanggup melakukan perkara besar & benar. Lihat saja, Nuh. Karena kerendahan hatinya yang mau taat pada firman Tuhan serta hikmat dari Tuhan (melalui mimpi), dia, manusia biasa (bukan ahli pembuat kapal) bisa membuat bahtera dengan ukuran yang tepat dan bahan yang cukup kuat sehingga tidak hancur oleh banjir badai selama 40 hari. Bandingkan dengan Titanic, kapal super mewah di jamannya. Sekalipun dibuat oleh seorang ahli kapal yang jenius, akhirnya menenggelamkan ribuan orang, yang secara teknis karena menyerempet gunung es dan karena kesombongan hati si pembuat kapal yang berkata, ”bahkan Tuhan pun tidak dapat menenggelamkan kapalku.”

Roh Kudus, adalah Roh ALLAH yang selalu memimpin kita kepada KEBENARAN. Bagaimana Roh Kudus membawa kita kepada kebenaran? Ketika merenungkan ini, saya teringat ketika melakukan perjalanan bersama teman saya, Grace, guna survey lokasi untuk mission trip tahun lalu. Sekalipun telah diberi alamat yang lengkap, nama dan jenis kendaraan yang bisa kami tumpangi untuk mencapai daerah itu, tetapi tetap saja sulit bagi kami berdua untuk menemukan tempat yang ”baru” itu. Bahkan, kami bisa disesatkan oleh informasi yang salah di tengah jalan. Waktu itu yang kami lakukan adalah meminta contact-person kami di daerah itu menjemput dan menyertai kami menumpang kendaraan sampai ke tempat tujuan.

Tujuan kita adalah menjadi serupa Kristus. Roh Kudus adalah ”contact-person” kita yang tahu betul seperti apa Kristus, kehendak Kristus, cara bertumbuh serupa Kristus. Jika ingin menjadi serupa Kristus, cara terbaik dan yang paling benar adalah membawa Roh Kudus di dalam kendaraan kehidupan kita dan membiarkan Dia memimpin jalan kita. Pasti sampai tujuan.

No comments: