Thursday, August 2, 2007

BERKAT TUHAN MELALUI THCL
Lewat THCL TUHAN mengajar saya untuk memprioritaskan dan mengandalkan TUHAN di atas semua keinginan saya. Selama ini saya hidup banyak mengandalkan kekuatan saya sendiri dalam mencapai semua keinginan saya, akibatnya hanya kegagalan dan kelelahan yang saya dapatkan, khususnya dalam studi saya. Sebelumnya, saya merasa bahwa keberhasilan studi bisa saya dapatkan hanya melalui hasil usaha keras saya sendiri. Saya lupa bahwa segala hikmat dan pengetahuan berasal dari TUHAN, dan keberhasilan datangnya dari TUHAN yang diberikanNYA kepada saya. Demi mengejar keberhasilan studi saya, saya hanya berfokus pada cara dan usaha untuk mendapatkannya, akibatnya saya gagal dalam ujian. Tetapi, lewat pembaharuan pikiran dan penyembahan terus-menerus kepada TUHAN, TUHAN singkapkan kepada saya, bahwa keinginan saya dan sikap mengandalkan diri sendiri yang selama ini saya lakukan secara tidak sadar menjadi berhala bagi saya sehingga lupa memposisikan Tuhan sebagai yang terutama di dalam pikiran saya. Ketika saya mulai memposisikan Tuhan sebagai yang terutama di dalam pikiran saya dan melibatkanNYA dalam segala usaha saya, puji TUHAN!!! DIA membuat saya mampu dan berhasil dalam ujian studi saya.(Rut/Youth)

Firman TUHAN lewat THCL menyingkapkan banyak dosa yang selama ini tidak saya sadari. Dulu saya adalah orang yang egois, sombong dan serakah. Sebagai pelajar teladan, sering kali saya sombong dengan kepandaian saya. Di kelas, saya seringkali menonjolkan diri bahwa sayalah yang terpandai dan saya selalu berusaha bergerak lebih cepat dari semua teman saya untuk membuktikan bahwa sayalah yang terbaik. Saat saya merasa sudah ”memenangkan pertandingan”, saya menjadi cuek dan tidak peduli pada orang lain. Tapi, pada waktu THCL, ketika saya belajar sungguh-sungguh intim dengan TUHAN, TUHAN menunjukkan karakter buruk saya yang selama ini telah menjadi dosa yang keji di hadapan TUHAN, yaitu kesombongan saya, yang itu berarti saya telah ”menyaingi” TUHAN. Saya sangat malu dengan dosa saya itu. TUHAN menegur saya untuk bertobat dan membuang semuanya, dan belajar rendah hati. Sekarang saya belajar untuk membawa TUHAN dalam setiap hal dalam hidup saya karena TUHAN adalah sumber dan penguasa hidup saya.(Lynda/Teen)

Sebelum kegerakan THCL diadakan kehidupan rohani saya tidak baik. Saya sulit merasakan hadirat Tuhan dan mengalami jamahannya jika berada di rumah. Saya hanya bisa mengalami Tuhan ketika di gereja saja. Akibatnya, saya lebih banyak tidak saat teduh. Waktu THCL putaran pertama diadakan, jujur saja saya malas melakukannya. Selain saya ketinggalan memulainya, saya pikir THCL pasti sama saja dengan metode yang dulu-dulu, sehingga saya hanya melakukan THCL selama minggu pertama saja. Tetapi, ketika gereja mengadakan gerakan THCL putaran kedua tanggal 3 Juli 2007, saya sepakat dan antusias mengikutinya, salah satu alasannya adalah karena saya ingin mendapatkan berkat Tuhan, yaitu lulus sidang skripsi. Selama THCL saya rutin saat teduh, saya banyak confess firman Tuhan, terutama Mazmur 23, dan di rumah saya belajar menyembah Tuhan. Puji Tuhan. Kuasa firman Tuhan memperbaharui pikiran saya sehingga saya bisa merasakan hadirat dan mengalami jamahan Tuhan ketika berada di rumah. Saya mulai bisa memandang dan berkata positif terhadap situasi di sekitar saya. Ketika tanggal 11 Juli 2007 saya akan menghadapi sidang skripsi, hati saya terus gelisah memikirkannya. Tuhan ingatkan saya Mazmur 23 dan saya pun terus memperkatakannya, sehingga ada ketenangan saat saya maju sidang. Saya sempat tertekan lagi setelah sidang berakhir, karena dosen penguji saya bilang kalau topik skripsi saya kurang menarik. Tetapi, sahabat saya, Ria, menguatkan saya. Sampai akhirnya saya belajar menyerahkan segala hasil skripsi kepada Bapa sebagai sahabat saya. Saya terus berdoa, belajar mengandalkan Bapa dan memperbaharui pikiran dengan hal-hal positif. Kira-kira 1,5 jam kemudian saya dipanggil dan dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan serta tanpa revisi. Saya percaya ini semua karena campur tangan Tuhan. (Fenny/Pembina J’CC)

No comments: