Saturday, November 28, 2009

INFO KITA - 28 November 2009

Persembahan 22 November 2009

Perpuluhan

Perpuluhan (transfer)

Diakonia

Misi

Untuk Rumah Kehidupan

Untuk Renovasi

: Rp. 10.811.000

: Rp. -

: Rp. 155.000

: Rp. 1.500.000

: Rp. 200.000

: Rp. 40.000

Ralat Info Persembahan

Redaksi mohon maaf atas kekeliruan penulisan info persembahan 8 November 2009 yang tertulis pada warta edisi dua minggu yang lalu, 15 November 2009. Info persembahan 8 November 2009 yang benar adalah sebagai berikut:

Perpuluhan

Diakonia

Misi

Investasi Iman Healing Center

Realisasi Investasi Iman ESC

Untuk Rumah Kehidupan

: Rp. 17.619.000

: Rp. 488.000

: Rp. 3.138.000

: Rp. 205.000

: Rp. 80.000

: Rp. 100.000

PERJAMUAN KUDUS

Mari siapkan hati kita untuk masuk dalam Perjamuan Kudus yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2009, di seluruh ibadah raya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berdoa bagi Indonesia

1. Supaya Polri & Kejaksaan Agung mempercepat penyelesaian kasus Bibit & Chandra, juga kasus Bank Century.

2. Supaya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) benar-benar bersih dan jujur dalam menyelenggarakan Pilwali 2010, sehingga tidak ada kecurangan ataupun rekayasa untuk memenangkan calon tertentu.

3. Supaya Tuhan menyertai dan mengurapi persiapan aksi Natal sekota tanggal 11 Desember 2009, sehingga memberi dampak yang positif bagi warga Surabaya.

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 30 November – 5 Desember 2009

“Menjaga Keintiman dengan Allah”

Sumber: e-4M abbalove

“Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang,”(Mazmur 141:2).

Senin, 30 November 2009

Doa adalah Sarana untuk Menjaga Keintiman dengan Allah

Firman hari ini: Mazmur 141:1-10

Pengajaran:

Pada suatu sore yang dingin, tampak sebuah upacara ritual diadakan di bawah pohon Beringin besar di kampung Tuahela, Kupang Timur, pulau Timor. Seorang kakek bernama So'i Isa memimpin upacara korban persembahan kepada Bi Tiumnoni (dewi kesuburan dan dewi pelindung) yang datang dari Laut Selatan, Selat Timor. Ketika darah babi dan darah ayam di teteskan di atas tugu batu, mulut So'i Isa mulai berkomat-kamit, entah apa yang diucapkannya. Tiba-tiba tubuhnya terpelanting ke tanah dan bergoncang tanpa henti, dengan ucapan-ucapan asing yang tidak dimengerti oleh mereka yang hadir. Lalu, ia berdiri mengangkat tangan memberkati mereka yang hadir, dan berkata, “Dengan darah kedua korban tadi, maka hubungan kita dengan Bi Tiumnoni tetap terpelihara,” disambut tepuk tangan hadirin. Upacara ini berlangsung terus-menerus untuk berhubungan dengan ilah mereka. Jika para penyembah berhala saja dapat melakukan doa terus-menerus untuk menjaga keintiman mereka dengan allahnya, mengapa orang Kristen tidak melakukannya? Mari, kita membangun persekutuan kita dengan Bapa melalui doa-doa kita.

Selasa, 1 Desember 2009

Yesus menjaga Keintiman dengan Allah Bapa Melalui Doa

Firman hari ini: Markus 1:35-39

Pengajaran:

Apa yang Anda lakukan ketika pagi hari datang? Sibuk menyiapkan kerjaan hari ini? Sibuk mengurus rumah tangga? Atau sibuk membaca koran? Bacaan Firman Tuhan hari ini berbicara tentang teladan yang diberikan Yesus bagi kita, bagaimana aktifitasNya saat pagi datang. Alkitab menegaskan bahwa pagi-pagi benar Ia berdoa. Dan setelah Ia berjumpa dengan Bapa, barulah Ia melanjutkan aktifitas yang lain. Bagaimana dengan Anda?

Rabu, 2 Desember 2009

Musa Menjaga Keintiman dengan Allah Melalui Doa

Firman hari ini: Keluaran 33:1-23

Pengajaran:

Dalam Keluaran 33, digambarkan bagaimana Musa membangun keintiman dengan Allah seperti seorang teman. Setiap percakapan yang dilakukan Musa dengan Tuhan layaknya dua orang yang sedang bercakap-cakap berhadapan muka, bahkan Musa membangun kemah pertemuan, khusus untuk ia berbincang-bincang dengan Tuhan. Untuk itu dalam sejarah yang tertulis di Alkitab tidak ada orang yang seperti Musa berbicara kepada Tuhan. Rindukah kita membangun persekutuan kita dengan Allah seperti Musa yang selalu bersekutu dengan Allah? Mari bangun persekutuan yang intim dengan Allah mulai hari ini.

Kamis, 3 Desember 2009

Daud Menjaga Keintiman dengan Allah Melalui Doanya

Firman hari ini: II Samuel 7:18-29

Pengajaran:

Apa yang akan Anda lakukan setelah mendengar suara (pesan) Tuhan khusus untuk hidup Anda? Apakah Anda akan menangis karena terharu? Atau Anda akan menolak dan berkata bahwa Anda tidak layak untuk rencana Tuhan tersebut? Banyak reaksi yang diungkapkan kepada Tuhan, termasuk apa yang dilakukan oleh Daud.

Ketika Nabi Natan memberitahukan bahwa salah seorang anak kandungnya yang akan duduk di atas tahtanya adalah anak yang memiliki hubungan istimewa dengan Allah, Allah menjadi Bapanya (Tuhan berfirman kepada Daud, “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku,”−II Samuel 7:12-14a), respon Daud adalah BERDOA.

Jumat, 4 Desember 2009

Paulus Menjaga Keintiman dengan Allah Melalui Doa & Ketaatan

Firman hari ini: Kisah Para Rasul 22:1-22

Pengajaran:

Hal apakah yang Anda alami ketika Anda pertama kali bertobat dan lahir baru? Tentu rasa haus dan lapar akan hadirat Tuhan. Lalu, apakah yang Anda dapatkan dari Allah? Kasih mula-mula. Kasih mula-mula dari Allah adalah Kasih Agape, yakni Kasih Allah yang rela berkorban dan siap memberi apapun yang dimiliki kepada yang lain.

Sebelum bertobat, Paulus adalah sang teroris terbesar di zaman dulu. Tetapi, ketika Yesus menghentikan Paulus di tengah jalan ke Damsyik dan mengubah hidupnya lewat tanda supranatural, Paulus berubah fokus. Ia berdoa dan berpuasa untuk mengenal rencana Allah yang lebih besar lagi atas hidupnya. Itulah sebabnya, sekalipun berada di dalam penganiayaan Paulus masih tekun berdoa. Mari, melalui saat teduh hari ini, kita mendapatkan semangat ilahi untuk tekun berdoa sekalipun berada di masa sukar.

Sabtu, 5 Desember 2009

Doa Melakukan Jauh Lebih dari Apa yang Kita Pikirkan atau Doakan

Firman hari ini: Efesus 3:14-21

Pengajaran:

Jikal kita membaca buku-buku yang mengisahkan tentang rasul iman Smith Wigglesworth, maka kita dapat meng-amin-kan kuasa doa dan firman Allah. Smith tidak pernah bersekolah di sekolah resmi, ia hanya dilatih untuk bisa membaca oleh isterinya, Polly. Namun, setelah ia bertobat dan penuh dengan Roh Kudus, isi kotbahnya sangat dalam sekali menyentuh ke dalam roh, sehingga kita pun ingin berubah dan mengalami kedalaman roh seperti dirinya. Dari manakah Smith memperoleh semua hikmat tersebut? Melalui kesetiaannya dalam berdoa yang dilakukan setiap 15 menit setiap hari. Kemampuan Smith dalam menjelaskan kuasa firman Allah lebih luar biasa dari seseorang yang bergelar doktor dari universitas. Rindukah Anda mendapatkan jawaban doa yang dahsyat? Mulailah sekarang dan jangan tunda lagi rencana dan komitmen Anda.

Minggu, 6 Desember 2009

Selain Intim dengan Allah, Doa Menyingkapkan Rencana Allah bagi Kita

Bacaan Firman Tuhan hari ini: Efesus 1:15-23

Pengajaran:

Suatu kali seorang pelancong tersesat di dalam hutan rimba karena tidak mengetahui jalan keluar untuk kembali ke kampung. Hutan rimba yang gelap tersebut terkenal akan binatang buasnya. Dalam keadaan tersesat itu, datanglah seorang tua yang sudah bertahun-tahun hidup di dalam hutan untuk menyapa sang pelancong dengan ramah. Setelah menanyakan kesusahan yang dialami oleh sang pelancong, si bapak tua ini menuntun sang pelancong dan membawanya ke jalan yang benar. Ketika ia melihat terang matahari setelah berada di luar rimba, ia menangis dengan bertelut di depan si tua yang telah menolongnya untuk melihat terang.

Demikian pula dengan orang-orang Kristen. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk menerangi mata hati kita untuk dapat melihat kemuliaan Allah yang sangat dahsyat yang tersedia bagi kita. Mari, temukan pencerahan baru dari Allah melalui doa Anda hari ini.

Saturday, November 21, 2009

ATURAN: Bukan untuk Mengekang, tetapi Menjadi Maksimal dengan Benar

FOKUS KITA

Ada dua ekor burung bersuara indah yang tinggal di sangkar yang bagus. Pemiliknya sangat menyayangi mereka. Untuk mereka, sang pemilik selalu memberikan yang terbaik. Ia memberi mereka makanan berkualitas secara teratur dan tepat waktu. Ia bahkan memberi mereka air minum dari mata air pegunungan terbaik. Ia selalu rajin memandikan mereka, bahkan ia rutin melatih mereka bernyanyi dan selalu menantang mereka untuk mengeluarkan potensi terbaik dari suara mereka. Setiap pagi ia membawa mereka berjemur menikmati hangatnya mentari pagi, saat dingin melanda ia tak lupa menyelimuti mereka supaya hangat. Di musim perlombaan tiba, sang pemilik selalu mengikutsertakan mereka dalam lomba suara burung terbaik. Karena selalu dirawat dan dilatih sedemikian baiknya, maka mereka selalu keluar menjadi juara lomba tersebut. Banyak penggemar burung yang mengagumi mereka, banyak burung lainnya yang iri akan keindahan suara serta warna bulu mereka yang selalu terawat dan pemilik merekapun dibuat bangga karenanya. Suatu hari kedua burung tersebut terlibat dalam sebuah pembicaraan.

“Aku bosan hidup di dalam sangkar. Aku mau bebas!” Keluh burung A.

“Kenapa bosan? Bukankan pemilik kita sangat sayang pada kita? Kita bahkan tidak perlu bingung mencari makan. Dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Dia merawat dan menjaga kita dengan baik. Dia melatih kita bernyanyi, sehingga kita mampu mengeluarkan suara-suara terbaik kita dan selalu menjadi juara. Burung-burung lainnya bahkan iri melihat kita.” Kata burung B.

“Ah, kau tak tahu apa-apa. Tahukan kau, di luar sana ada banyak keindahan yang bisa dan patut dinikmati. Dan aku mau menikmatinya. Aku mau terbang bebas kemanapun aku mau. Aku mau melakukan apa saja semauku. Toh, di luar sana aku juga masih bisa bernyanyi. Lagipula, aku benci menjelang saat lomba pemilik kita selalu menutup sangkar kita dengan kain hitam selama beberapa waktu lamanya.” Bela burung A.

“Jangan. Alam bebas sangatlah ganas. Ada banyak bahaya mengintaimu, burung pemangsa dan para pemburu. Tidak ada orang yang akan menjaga dan melatihmu bernyanyi. Kau kan juga tahu, maksud pemilk kita menutup sangkar kita dengan kain hitam menjelang perlombaan adalah supaya kita bisa konsentrasi dengan suara kita sendiri dan tidak terpengaruh oleh suara-suara burung yang lainnya.” Demikian nasehat burung B.

“Ah, aku tidak peduli. Aku sudah kenyang dengan semua ini. Aku mau bebas melalukan apa yang aku ingini. Aku tahu caranya menjaga diri. Kalau kau tidak mau ikut denganku, aku takkan memaksa.” Tukas burung A sengit sambil berusaha membuka pintu sangkarnya.
“Jangan… jangan pergi.” Tangis burung B ketika melihat sahabatnya itu akhirnya keluar dari sangkar dan terbang bebas kea lam luas.

Beberapa waktu kemudian, burung A asyik terbang bebas di cakrawala, pergi kemana saja dia suka. Saat itulah terlihat olehnya burung pemangsa datang mengejarnya. Susah payah ia meloloskan diri, hingga akhirnya… “Dorrrr”, ia terjatuh dan mati oleh peluru senapan pemburu yang menembus jantungnya. Ia tidak dapat lagi menikmati dunia yang selalu dia idamkan, bahkan ia tak dapat bernyanyi lagi untuk selama-lamanya.

Aturan. Betapa sering kita membencinya. Betapa sering kita mencobai diri untuk memberontak darinya, sekalipun kita tahu bahwa aturan itu baik dan bermanfaat bagi kita, sekalipun kita sering meremehkan dan tidak dapat melihat atau merasakan kebaikannya secara langsung manakala aturan itu kita taati.

Aturan. Dibuat untuk dilanggar. Begitu guyonan yang sering kita dengar. Guyonan… tetapi secara sadar kita toh melanggarnya juga. Mengapa sulit sekali bagi kita untuk ‘berdamai’ dengan aturan? “Aturan mengekang kebebasan hak!” Begitu teriak kita. “Aturan mematikan kreatifitas.” Begitu keluh kita. “Aturan dibuat hanya untuk menguntungkan sang pembuat aturan.” Begitu tuduh kita.

Maka… tak jarang kita justru menantang kebenaran. Tahu begitu banyak peraturan kebenaran justru membuat kita ‘pandai’ memutarbalikkannya, mencari rasa aman, pembelaan dan pembenaran pribadi dari sana-sini… hanya untuk meloloskan ambisi dan meneguhkan keinginan pribadi yang bercirikan dosa. Dalam hati kita tahu bahwa yang sedang kita lakukan adalah salah dan dosa. Roh Tuhan menggeliat tidak tenang dalam nurani kita. Toh, kita masih mencari kesempatan, kita bernegosiasi… dan berkompromi dengan kenikmatan dosa. Mempertaruhkan integritas, tidak merasa punya tanggung jawab moral kepada generasinya. Lari dari otoritas… berontak terhadap Tuhan.

Kalau begitu, apa bedanya kita dengan orang dunia yang tidak mengenal Tuhan? Masihkah terang kita bercahaya benderang? Masih beranikah kita berdiri tegak dan menyebut diri MURID SEJATI? Masihkah Tuhan adalah Tuhan atas seluruh hidup kita? Mari bertobat! Berikan diri untuk tunduk dan taat kepada kebenaran dengan rela serta penuh sukacita. Nikmati berkat terbaik dan termanis dibalik ketaatan. Betapapun dibencinya aturan, aturan bukanlah untuk mengekang, tetapi justru menantang kita untuk dapat menjadi pribadi yang maksimal dalam tujuanNya dengan cara yang benar!(l@)

Ujian Ketaatan Seorang Murid Sejati

KISAH KITA



Memang seringkali terasa tidak mengenakkan hidup dalam nilai-nilai kebenaran, karena ruang gerak kita tidaka bisa bebas sekehendak hati kita. Tetapi, justru nilai-niai tersebut sesungguhnya menjagai kita supaya kita dapat hidup dipenuhi damai sejahtera dan sukacita. Inilah yang saya alami ketika saya mau hidup sesuai dengan nilai-nilai Firman Tuhan.

Semasa sekolah dan kuliah, mencontek dan memberi contekan adalah hal yang wajar bagi murid. Dulu saya pernah sampai dibenci oleh teman-teman karena tidak mau memberi contekan, tetapi setelah saya jelaskan mereka bisa mengerti dan malah akhirnya kami bisa menjadi teman baik. Pengalaman lain dalam hal berpegang pada nilai-nilai Firman Tuhan saya alami ketika bekerja di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, tepatnya di sebuah perusahaan elektronik, bagian inventory spare part dimana saya melakukan pembelian lokal. Waktu itu teman saya menganjurkan membuat nota palsu dengan harga yang dinaikkan, sehingga kelebihan uangnya bisa masuk ke kantong kami (hal ini biasa dilakukan oleh karyawan yang terdahulu. Kalau dipikir, memang enak bisa mendapatkan pemasukan tambahan, tetapi hati nurani saya berkata itu sama saja dengan menipu dan merugikan perusahaan, jadi saya memutuskan untuk tidak melakukannya. Dalam membangun hubungan dengan lawan jenis, tunduk dan taat pada aturan atau nilai-nilai Firman Tuhan juga merupakan tantangan berat. Saya mengalaminya ketika ada seorang yang dulu menjadi teladan hidup saya memberikan nasehat nilai-niai yang sangat berbeda dengan apa yang pernah diajarkan ke saya waktu lalu. Dulu dia menasehati saya agar tidak eksklusif dalam membangun hubungan, namun sekarang yang dinasehatkan bertolak belakang. Puji Tuhan, Tuhan memampukan saya untuk tetap setia pada aturan Tuhan. Ada satu statement yang saya dapat dari sahabat saya: Ujian terbesar ketundukan dan ketaatan hati seorang murid sejati adalah ketika dia berurusan dalam hal pasangan hidup.

Bila tidak ada aturan atau nilai kebenaran Firman Tuhan yang kita pegang di hati, maka dengan mudah kita bisa terbawa pada nilai-nilai dunia yang mendatangkan ketidaktenangan dan kehancuran. Ketika saya berpegang pada nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan yang saya punya, orang berkata saya aneh, tetapi saya belajar tidak goyah. Hasilnya, saya hidup dalam damai sejahtera dan sukacita. Integritas sangat dibutuhkan dalam kondisi jaman sekarang ini.(Lilik Megawati/Pengawas Area Youth)

Saya Belajar

INSPIRATIONAL STORY


Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mengasihi saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya kasihi…

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya…

Saya belajar, bahwa seorang sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik…

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu memperhatikan saya…

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mengasihi saya…

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya…
dan untuk itu saya harus memaafkannya…

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain…
kalau tidak ingin dikuasai perasaan bersalah terus-menerus…

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tetapi saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan…

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tetapi terkadang dari sudut pandang yang berbeda…

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,
tetapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya…

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan. Kecuali, saya ingin sakit hati…

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya…

Saya belajar, bahwa saya mempunyai hak untuk marah,
tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis…

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya kasihi…

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari kehidupan saya…

Selamat belajar!!!

Terjemahan dari: People Asia Magazine

KEKUATANKU

Sepanjang tahun 2006 saya mengalami yang namanya krisis saat teduh. Sedikit demi sedikit jam doa saya berkurang sampai akhirnya satu hari, dua hari, tiga hari atau lebih tidak bisa saat teduh. Dulu awal saya menjadi orang yang lahir baru saya di minta untuk saat teduh tidak kurang dari 1 jam dan harus setiap hari. Pertama saya mengomel dengan pembina saya didalam hati karena saya termasuk orang yang sulit mengungkapkan perasaan.

Ketika di beri tanggung jawab, roh saya kuat dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan. Hari berganti hari, pembina saya berganti juga. Tanpa terasa apa saja pemberontakan di hati yang saya simpan banyak membuahkan suatu hasil yang tidak baik. Contohnya dalam kehidupan doa, saya mulai sedikit demi sedikit berbohong kepada pembina saya setiap kali dia menanyakan saat teduh. Kalau tidak ditanya itu suatu keberuntungan menurut saya. Bahkan saya bisa mengalihkan topik tersebut ke topik yang lain sehingga dia lupa kalau sebenarnya yang dia perlukan adalah jawaban bagaimana saat teduh saya.

Di tahun 2007, saya masih mampu menjalankan tugas pelayanan dengan doa yang jarang-jarang saya lakukan. Meskipun saya tahu kebenaran pentingnya saat teduh tetapi saya tidak menyadarinya dan sering memakai kekuatan sendiri sehingga lupa kalau manusia mempunyai keterbatasan. Pembina bisa saja kita bohongi tetapi kita tidak bisa membohongi diri kita sendiri dan Tuhan. Kita akan lemah jika tidak bersama Tuhan dalam menjalankan segala aktivitas kita. karena kekuatan kita tidak ada tidak yang lain hanyalah dengan saat teduh

Di tahun 2008, mulailah saya merasakan dampaknya saat teduh. Meskipun orang-orang di sekeliling banyak yang memuji apa yang saya kerjakan baik. Tetapi dalam hati kecil saya menangis karena sedikit demi sedikit merasa tidak mampu mengerjakan kegiatan saya. Saya merasakan kekuatan saya mulai habis. Saya tampil baik di luarnya saja tetapi di dalam sebenarnya tidak. Hal ini terlihat ketika saya mengalami kegagalan dalam pekerjaan yang tidak beres atau hasil yang tidak memuaskan menurut penilaian saya. Saya mulai ingin berlari menjauhi yang namanya pekerjaan dan orang-orang yang berkaitan. Saya mulai kehilangan pondasi. Sampai suatu titik saya memutuskan untuk mulai membangun kehidupan doa yang lebih baik lagi seperti dulu. Saya juga berpikir untuk tidak mau jatuh lagi dalam hal doa. Karena penurunan lebih mudah dilakukan daripada peningkatan. Ternyata Tuhan baik apa yang menjadi kerinduan saya dalam hati dilihat dan didengarkannya. Lalu bergabunglah saya didiklat doa. Memang setelah ikut, jam doa saya tidak bisa langsung kembali seperti dahulu, tetapi sedikit demi sedikit saya berusaha untuk meningkatkannya meskipun susah.

Di tahun 2009, tanpa saya mengerti Tuhan banyak memberi saya kesempatan untuk tidur bersama pemimpin atau pelayan Tuhan yang konsisten dalam hal saat teduh. Ada badai atau tidak, mereka tetap mengutamakan Tuhan lebih dari segalanya sebelum memulai aktivitasnya. Pertama kali saya menginap dirumah salah seorang PA, dan melihat dia berdoa. Saya tidak tergerak untuk ikut berdoa. Saya tetap tidur dan berpikir biar saja dia kan pemimpin sedangkan saya kan bukan. Sampai saya merasa tidak aman dengan pemimpin-pemimpin yang lain karena saya menganggap diri saya tidak selevel dalam segi rohani. Tapi Tuhan terus mengerjakan hal tersebut sampai saya di buat kagum olehNYA dan semakin menggugah hati untuk terus maju dan tidak patah semangat dalam mengupayakan peningkatan kualitas saat teduh saya. Sampai suatu ketika saya bertemu dengan orang yang bukan pemimpin, tetapi salah satu pendoa syafaat. Yang membuat saya kagum adalah meskipun dia seorang perempuan dan sudah berumur tetapi setiap pagi pukul 4 dia mengikuti doa fajar. Ketika saya pergi jalan kaki bersamanya pada pukul 4 jalanan masih sepi. Dalam hati saya berbicara dia adalah orang yang benar-benar mencintai Tuhan, kalau tidak dia tidak akan bela-belain begitu untuk berdoa kepada Tuhan. Sampai ada juga yang mengirim artikel berupa kuesioner tentang doa lewat internet buat saya yang menceritakan seberapa besar cintamu terhadap Tuhan salah satunya bisa diukur dengan seberapa lamanya kita berdoa. Ketika saya berdoa karena saya tidak mengerti dan bertanya-tanya kepada Tuhan tentang semua yang kualami ini, akhirnya saya mendapatkan poinnya bahwa Tuhan mau aku menyenangkan hatiNya lewat doaku bukan semua pelayananku. Tuhan akan memberi kekuatan kepadaku dalam mengerjakan apa saja yang aku kerjakan kalau aku mencariNYA terlebih dahulu. Karena itulah letak kekuatanku. Sehingga hidupku akan berdampak dan memberkati banyak orang di sekelilingku. Seberapa besar cinta kita kepada Tuhan?. Seberapa besar hidup kita menjadi berkat bagi sekeliling?. Itu semua dapat kita jawab dengan seberapa banyak waktu yang selama ini kita luangkan untuk bercakap-cakap dengan Tuhan.

Persekutuan dengan Allah akan menjadi sumber kekuatan. Itulah mengapa waktu-waktu sendirian bersama Tuhan sangatlah penting bagi kehidupan setiap orang ketimbang waktu kita dengan sesama. Seperti Raja Daud yang mampu memegang tampuk kepemimpinannya dibawah kepemimpinan dan kuasa Allah. Tanpa bergaul dekat dengan Allah, kita tidak akan pernah mengenal Dia dengan segala pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan-Nya. Lewat persekutuan pribadi kita yang terus-menerus dan sungguh-sungguh bersama Tuhanlah, kita akan diubahkan hari demi hari untuk menjadi sama seperti Kristus. Ketahuilah, Allah mencari orang yang sungguh-sungguh memprioritaskan waktunya untuk bersekutu intim dengan-Nya, dimana Ia akan mengarahkan kuasaNya, bimbinganNYa, serta hikmatNya untuk mengubah dunia ini melalui diri dan hidup kita. Rindukah kita?

Surabaya Bangkit!

(Liputan Pawai Doa & Berkati Surabaya)


SEKITAR KITA

Minggu, 15 November 2009, tak kurang dari 1.500 orang yang berasal dari perwakilan ratusan gereja se-Surabaya mengadakan pawai perdamaian dengan berjalan kaki, untuk memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2009 lalu. Tak mau ketinggalan, Krispen pun turut mengambil bagian dengan mengutus 15 orang pendoa, 12 orang jemaat berkostum petani yang membawa sayur, buah dan padi serta 10 orang penari dalam pawai ini. Bahkan, Penatua Hanna Ongkosoetrisno pun ikut ‘turun ke jalan’.

Adapun pawai ini merupakan aksi gerakan doa dan berkati kota Surabaya. Menurut salah seorang panitia pawai ini bertujuan untuk mendoakan Surabaya, mengadakan perubahan dimana kota Surabaya yang banyak kekerasan menjadi kota yang penuh kelembutan, menjadi kota persatuan. Seolah memahami maksud hati umatNya yang rindu memberkati kota tercinta, pada hari itu, sejak pagi hingga berakhirnya pawai Tuhan menyelubungi langitNya (yang biasanya selalu cerah, panas membakar) dengan mendung yang sejuk.

Hadirnya Eddy Gunawan Santoso (Calon Wali Kota Surabaya), Baktiono (Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya), Arif Affandi (Wakil Wali Kota Surabaya) dalam pawai tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah kota demi terwujudnya kota Surabaya yang aman dan damai. Adalah kemurahan Tuhan sehingga pawai ini mendapat ijin yang cepat dari pemerintah.

Pawai dibuka dengan sambutan oleh Walikota Surabaya, Bambang DH., dan dilanjutkan dengan penyerahan peta kota Surabaya, pelepasan beberapa balon dan burung merpati untuk kedamaian dari 4 kutub (utara, selatan, timur, dan barat) sebagai simbol bahwa gereja Tuhan mau menjaga kota dengan berdoa di 4 kutub tersebut.

Arak-arakan massa bergerak secara profetis dimulai dari Tugu Pahlawan Surabaya, melewati jalan-jalan protokol dan berakhir di halaman Balai Kota Surabaya. Tampak dalam pawai barisan pendoa, pelajar, pembawa banner “Surabaya bangkitlah”, pembawa peta Surabaya, pembawa mahkota dan tamborin, barisan penari, barisan becak, barisan petani buah dan sayuran, barisan profesi, barisan drum band, dll.

Rute pawai memiliki 6 pemberhentian, dari Tugu Pahlawan menuju Kebonrojo, Gubenuran, Kramat Gantung, Gemblongan, Hotel Majapahit, Grahadi, DPRD Kota Surabaya, Taman Surya, Pemkot Surabaya. Di tempat pemberhentian ini peserta pawai berdoa buat pemerintahan dan tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Di setiap pemberhentian peserta pawai membagikan kepada masyarakat sekitar apa yang dibawa (permen, buah-buahan, sayur-sayuran, roti, minuman), menyuguhkan tari-tarian, menyeru-nyerukan dengan lantang tulisan yang tercetak di papan-papan plakat yang diusung (Surabaya damai… Surabaya bersih… Surabaya Aman…)

Pukul 17.30 WIB arak-arakan massa berkumpul di Balai kota. Pawai diakhiri dengan semua peserta membuat lingkaran dengan bergandengan tangan berdoa bersama untuk Surabaya dengan penumpangan tangan di atas peta Surabaya. Diiringi dengan tari-tarian, peserta bergilir berdoa secara profetis dan menyerukan berbagai macam kata-kata yang membangun (positif) untuk kota Surabaya. Doa bersama ini adalah sebuah tindakan iman untuk menyerahkan Surabaya ke tangan Tuhan (seperti Raja Daud yang membawa tabut Tuhan)

Menutup acara, Yusuf Sutrisno, Wakil Ketua II Panitia Penyelenggara menerangkan kerinduan gereja Tuhan, “Kami ingin membangkitkan semangat perjuangan dalam diri anak-anak muda untuk membangun kota Surabaya lebih baik”. Selanjutnya, Wakil Walikota Arif Affandi meneguhkan dengan berkata, “Perjuangan untuk kedamaian kota Surabaya memang bukan tanggung jawab pemerintah kota saja, tetapi tanggung jawab kita bersama.”

Sebagai gereja Tuhan, sudah tidak sepatutnya lagi kita bertanya apa yang dapat diberikan pemerintah kota Surabaya kepada kita, tetapi ini saatnya kita bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat kita berikan kepada Surabaya dan bangkit menjawab kebutuhan kota tercinta. (mr)

INFO KITA - 22 November 2009

Persembahan 15 November 2009

Perpuluhan: Rp. 9.052.500
Perpuluhan (transfer): Rp. 11.451.000
Diakonia: Rp. 132.500
Misi: Rp. 1.657.500
Untuk Rumah Kehidupan: Rp. 100.000



PULANG KE RUMAH BAPA

Ibu Debora Sri Sunarmi (IR Family), istri dari Bp. Suparto, orang tua dari Ibu Penda Ismayawati & Ibu Astuti serta ibu mertua dari Bp. Yohanes Suwignyo, pada hari Senin, 16 November 2009.


IBADAH RAYA KOMSEL GABUNGAN
FAMILY & YOUTH


Ibadah Raya Family & Youth pada hari Minggu, 29 November 2009 DIGABUNG pada pukul 08.00 WIB.
Dresscode: seragam per komsel & memakai topeng.

Kegerakan Doa Kita

Berdoa bagi Indonesia

1. Agar presiden diberi hikmat dan ketegasan dalam menyelesaikan kasus Bank Century dan rekayasa kriminalisasi terhadap KPK.

2. Agar DPR benar-benar berfungsi terutama dalam mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintahan supaya kepentingan rakyat mendapat prioritas.

3. Supaya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) benar-benar bersih dan jujur dalam menyelenggarakan Pilwali 2010, sehingga tidak ada kecurangan/rekayasa untuk memenangkan calon tertentu.

4. Supaya gereja-gereja Tuhan di Indonesia bersatu, berdoa dan melakukan tindakan nyata untuk menjawab kebutuhan bangsa.

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 23-29 November 2009

“Dahsyatnya Doa!”

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan,
sangat besar kuasanya,”
-Yakobus 5:16b-

Sumber: e-4M abbalove

Senin, 23 November 2009
Kuasa Doa Membutakan Mata Musuh
Firman hari ini: II Raja-raja 6:8-23

Pengajaran:
Apa yang akan Anda lakukan jika berada dalam situasi sulit? Siapakah yang akan Anda andalkan ketika tidak ada seorang pun yang dapat menolong? Jika Anda berada dalam situasi yang dialami oleh nabi Elisa dan Gehazi bujangnya, maka Anda akan mengetahui jawabannya. Doa… itulah jawabannya. Pada suatu pagi, Gehazi bangun dari tidur dengan mata yang masih merah, namun penuh ketakutan karena ada sepasukan tentara besar sedang mengepung mereka, Gehazi langsung berteriak ketakutan, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"(II Raja-raja 6:15). Tetapi nabi Elisa yang mengandalkan Tuhan melalui doa dan iman berkata pada bujangnya, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka," (ayat 16). Lalu, Elisa berdoa, “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat," (ayat 17). Maka TUHAN pun membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. Apa yang menjadi masalah Anda hari ini? Berserulah kepada Tuhan dan lihatlah dengan mata iman Anda bahwa bala tentara Tuhan berada di sekeliling Anda.


Selasa, 24 November 2009
Doa Jemaat Mula-Mula Menggoncangkan Tempat Mereka Berdoa
Firman hari ini: Kisah Para Rasul 4:23-31

Pengajaran:
Owen Murphy menulis sebuah buku yang sangat menakjubkan tentang kuasa doa, “Bila Allah Melangkah Turun Dari Sorga.” Di dalam buku itu dikisahkan tentang doa seorang anak muda yang menantang Tuhan dengan doanya, “Tuhan, Engkau adalah Allah yang memegang Perjanjian. Engkau berjanji untuk mengirimkan hujan ke atas tanah yang kering. Saya haus akan hujan RohMu untuk memuaskan jiwa yang dahaga ini. Sebelum saya duduk, namaMu dipertaruhkan ya Tuhan. Jawablah saya.” Ketika ia duduk, lawatan Allah datang seperti angin besar yang melanda tempat di mana mereka berdoa. Orang-orang yang mabuk, mereka yang ada di meja perjudian, di bar-bar, di gedung-gedung bioskop, bertobat dari dosanya dan dengan airmata bercucuran berlutut memohon ampun pada Tuhan. Dalam waktu yang singkat, puluhan ribu orang bertobat dan memenuhi tempat-tempat kebaktian dan ruang-ruang doa. Dari situ penginjilan mengalir ke tempat terpencil di seluruh dunia.
Rindukah tempat dimana Anda berada saat berdoa juga mengalami kuasa doa? Tuliskan apa yang Anda dapatkan dari pencerahan Tuhan tentang kuasa doa ini! Alami tempat dimana Anda berdoa (di rumah, di kantor, di kampus, di sekolah, di lingkungan Anda) mengalami kegoncangan akibat kedahsyatan doa.


Rabu, 25 November 2009
Doa Petrus Menyembuhkan Eneas dan Membangkitkan Dorkas
Firman hari ini: Kisah Para Rasul 9:32-43

Pengajaran:
Dalam buku “Secangkir Sup bagi jiwa Anda 3,” Timotius Adi Tan mengutip kata-kata terakhir dari orang-orang yang sudah hampir meninggal dunia. “Saya tidak percaya ada sorga dan neraka, tetapi sekarang saya percaya, namun itu sudah terlambat,” demikian kata Thomas Scott. Sedangkan Mao Tze Tung berkata, ”Saya mau bertemu dengan Allah.” Berbeda dengan kata-kata John A. Lyth yang sudah menyerahkan dirinya kepada Yesus, “Apakah ini yang disebut kematian? Ini jauh lebih indah daripada kehidupan! Katakan kepada semua orang bahwa aku mati dengan penuh kebahagiaan dalam Yesus.” Namun pengalaman seperti itu tidak terjadi pada Dorkas, sebab ketika Dorkas meninggal dunia, justru Simon Petrus berdoa dan membangkitkan dia dari kematian. Mengapa? Karena ada kuasa di dalam doa.


Kamis, 26 November 2009
Roti yang Berlipat Ganda Karena Kuasa doa & Firman Tuhan
Firman hari ini: II Raja-raja 4:42-44

Pengajaran:
Kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan manusia sepanjang sejarah dunia. Ketika seseorang berdoa dan menerima firman Tuhan, maka ketaatan akan menghasilkan mukjizat Tuhan. Salah satu mukjizat yang menakjubkan terjadi adalah Tuhan melipatgandakan dua puluh roti jelai untuk memberi makan seratus orang lebih. Ketika Elisa menyuruh bujangnya untuk menghidangkan dua puluh roti jelai kepada seratusan tamu yang hadir di rumah Elisa, maka bujangnya heran. Karena kaget dan heran, bujang itu berkata, "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" (II Raja-raja 4:43). Tetapi, karena ketaatan bujang tersebut menghasilkan berkat berlimpah: ada roti yang tersisa bagi mereka. Jikalau Anda ingin mengalami kuasa Allah, maka berdoalah. Sebab kuasa doa dan firman Allah akan menghasilkan mukjizat yang dahsyat.


Jumat, 27 November 2009
Nabi Samuel Lahir Karena Doa Hana
Firman hari ini: I Samuel 1:1-28

Pengajaran:
Beban berat apakah yang seringkali dialami oleh seorang wanita mandul? Penderitaan batin. Mengapa? Karena kitab suci menjelaskan kepada kita tentang bagaimana penderitaan batin yang dialami Hana. Di dalam penderitaan batinnya yang dalam, Hana berdoa, "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya,"(I Samuel 1:11). Sungguh-sungguh heran, Hana berdoa dengan mulut yang komat-kamit sehingga imam Eli menganggap Hana sudah gila. Namun Hana menjawab, "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama." (I Samuel 1:15-16). Hasil doa Hana adalah kelahiran nabi Samuel. Bagaimana dengan Anda? Rindukah Anda mengalami jawaban doa yang dahsyat tanpa mengucapkan kata-kata doa yang indah?


Sabtu, 28 November 2009
Gempa Bumi Terjadi Karena Kuasa Doa Paulus & Silas
Firman hari ini: Kisah Para Rasul 16:19-40

Pengajaran:
Pernahkah Anda merasakan gempa bumi? Jika Anda belum pernah mengalaminya, maka renungkanlah sebentar gempa bumi yang pernah terjadi di negeri kita baru-baru ini. Ketika terjadi gempa pada hari itu, semua penghuni hotel-hotel adan apartemen-apartemen bertingkat berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Bahkan ada yang turun dengan handuk yang masih melilit di badan, karena tidak sempat mengambil barang apapun. Sebab gedung apartemennya bergoyang dengan kencang selama beberapa menit, sehingga semua penghuni pada ketakutan. Nah... gempa bumi yang sama pun pernah terjadi pada malam hari di penjara di mana Paulus dan Silas sedang berada dengan kaki yang terbelenggu dalam pasungan yang kuat. Mengapa terjadi gempa? Karena kuasa doa Paulus dan Silas. Saat mereka memuji dan menyembah Tuhan dengan suara yang kedengaran kepada semua tahanan yang lain, terjadi gempa yang telah membuat pintu-pintu penjara terbuka dan semua belenggu terlepas. Itulah kuasa doa. Apa yang menjadi belenggu Anda hari ini, maukah Anda melihat kuasa doa?


Minggu, 29 November 2009
Usia Raja Hizkia Bertambah 15 Tahun Karena Kuasa Doa
Firman hari ini: II Raja-raja 20:1-10

Pengajaran:
Pada masa ini, banyak berita melalui berbagai media yang menawarkan tentang apakah yang harus kita lakukan untuk memperpanjang usia kita. Dan semua orang berlomba-lomba untuk menjalaninya. Tetapi ada satu kisah di dalam Alkitab tentang doa raja Hizkia yang usianya diperpanjang 15 tahun gara-gara ia berdoa kepada Tuhan. Lalu, Tuhan berfirman kepada Hizkia demikian, “Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau,” (II Rja-raja 20:5-6). Itulah kuasa doa. Ketika kabar kematian diberikan kepada Hizkia bahwa ia akan meninggal, tetapi doa yang dinaikkan kepada Allah justru dijawab oleh Allah dengan menambahkan umur panjang kepada Hizkia. Bagaimana dengan kuasa doamu?
Sudah sadarkah Anda bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang dahsyat dan ajaib bahkan dapat melakukan perkara-perkara yang mustahil. Rindukah Anda menerima pencerahan Tuhan tentang kuasa yang dilimpahkannya kepada semua orang percaya? Buatlah komitmen untuk mengalaminya sekarang.

Saturday, November 14, 2009

Menemukan Kemurahan Tuhan Dalam HadiratNya

FOKUS KITA


Pilih salah satu: Sang Raja atau Kerajaannya? Istana atau HadiratNya?

Dalam penyamarannya karena statusnya sebagai orang yang sangat termasyhur, Raja Salomo jatuh cinta pada seorang gembala tak bernama yang dijuluki “gadis Sulam”. Beberapa puisi paling romantis pernah tertulis dari pena orang yang paling bijaksana yang pernah hidup di dunia ini−ia menulis Kidung Agung tentang ketertarikannya yang tak terhingga pada gadis petani ini! Mengapa Salomo, seorang penguasa terkenal yang memiliki seribu istri menjadi begitu terkesan oleh seorang rakyat jelata yang miskin?

Alasannya sama dengan alasan Raja Ahasyweros yang jatuh cinta pada Ester. Bayangkan, bagaimana seorang gadis Yahudi di negeri buangan bisa memenangkan hati penguasa Persia yang berlimpah kekayaan? Apa yang dimilikinya atau apa yang dapat diberikan oleh seorang gadis yatim piatu yang miskin kepada raja yang memiliki segalanya… dan berhasil mendapatkan segala kemurahan raja? Ya, Ester memang cantik, tetapi ratusan bahkan ribuan pesaingnyapun tak kalah cantik parasnya, bahkan banyak dari mereka adalah putri-putri pejabat atau berasal dari kalangan bangsawan yang ‘terhormat’. Apa yang membuat Ester menonjol diantara sekian banyak gadis cantik lainnya sehingga raja berkenan kepadanya, melimpahinya kasih sayang, mengenakan mahkota ratu ke kepalanya serta mengabulkan segala permintaannya? Bagaimanapun, dengan cara tertentu Tuhan telah menandai dan menetapkan Ester sehingga ia menonjol dari antara semua perempuan cantik yang ada dalam harem Persia yang maha luas itu. Tuhan mempersiapkan dan memperlengkapi Ester untuk melembutkan dan memenangkan hati diktator terkuat dalam jamannya.

Mungkin kedua penguasa ini terpesona bahwa seorang gadis muda yang cantik jatuh cinta pada dirinya, bukan pada kuasa, kekayaan dan otoritasnya sebagai raja besar. Banyaknya musuh dalam selimut dan upaya-upaya busuk yang dirancangkan atas seorang raja telah membuat para penguasa kehilangan kepercayaan bahwa orang dapat atau akan mencintai mereka untuk sesuatu hal yang lain−pribadinya, bukan demi keuntungan pribadi dan kenaikan pangkat. Walaupun Ester akhirnya juga memperoleh kedudukan, kekayaan dan kuasa karena menikah dengan raja, namun kualitas hatinyalah yang membawanya menjadi kesayangan di hati raja. Inilah yang menggerakkan sang Raja untuk memberikan segala kemurahan yang diminta Ester… karena raja mengasihinya. Untuk memikat orang seperti raja Ahasyweros dibutuhkan lebih dari sekedar kecantikan lahiriah. Ia bisa saja menjadikan Ester salah satu selirnya, namun ada sesuatu dalam diri Ester yang membuatnya mau memberikan komitmennya.

Alkitab mencatat bahwa Ester menuruti saran Hegai−sida-sida yang mengenal pribadi raja Ahasyweros, sifatnya, kebutuhannya, apa yang disukainya dan yang yang tidak disukainya, keinginan dan harapannya−untuk tidak meminta apapun selain yang dianjurkan Hegai. Sebagai sida-sida yang mengenal hati raja, tentu Hegai mengarahkan Ester untuk memusatkan perhatiannya kepada sang raja, hatinya dan kehendaknya, bukan keinginan pribadi Ester. Inilah yang membuat Ester berbeda dari para pesaingnya sehingga mendapatkan hati raja sepenuhnya.

Meskipun kita tidak akan pernah menyebut Tuhan sebagai pribadi yang suka meragukan kebenaran tentang pernyataan atau sikap kita penyembahNya, namun melalui kisah Ester kita dapat mengetahui bahwa Tuhan merindukan lebih banyak penyembahNya yang, seperti Ester, berfokus pada kehendak Raja daripada berkat sang Raja. Tuhan rindu setiap kita lebih mencintai Dia sang Pemberi daripada pemberianNya. Apalagi, Tuhan telah jatuh cinta kepada kita, mengasihi kita terlebih dulu. Tanpa kita minta pun, adalah kerinduanNya untuk memberkati dan memenuhi segala kebutuhan kita. Kalau begitu, mengapa kita masih saja sering egois… datang kepadaNya, merayu dan memaksaNya memenuhi semua keinginan kita, tanpa mempedulikan apa yang menjadi isi hati dan kehendakNya? Kita tidak menuruti tuntunan Roh Kudus (Hegai kita) yang mengenal Raja kita?

Kemurahan yang sejati mengalir keluar dari hati Sang Raja karena kasih sayangNya kepada penyembahNya. Janganlah kita buru-buru bangga jika Tuhan memenuhi keinginan kita yang egosentris karena kita memaksaNya. Justru harusnya kita malu bersikap sebagai “pengemis rohani” seperti itu. Mari cintai Raja kita, haus dan lapar akan hadiratNya setiap waktu. Istana dan kerajaan (berkat) akan mengikuti kita.(l@)

Referensi: “Ester”, karya Charles Swindoll, “Hadassah” & “Finding Favor with the King” karya Tommy Tenney

Berkat-Nya Atau Pribadi-Nya

INSPIRATIONAL STORY

Seorang ayah setiap pulang dari luar kota atau berpergian dari jauh, sering membawakan hadiah berupa mainan kepada anaknya yang masih kecil. Dia ingin melalui pemberian tersebut, anaknya akan dekat dengannya. Itulah cara yang paling sederhana dilakukannya untuk melepas rindu. Namun, ada waktunya ia cukup sedih ketika mainan yang ia berikan tersebut justru menjauhkan dirinya dari anaknya. Ternyata anaknya sekarang justru lebih asyik dengan mainan yang dia berikan, daripada dengan dia yang memberikan mainan tersebut.

Terkadang itu juga merupakan gambaran kita dengan Tuhan. Begitu sering Tuhan memberkati kita dan memberikan yang terbaik kepada kita dengan tujuan agar kita dekat denganNya. Nyatanya yang terjadi tidak seperti itu, kita sekarang lebih asyik dengan berkat yang Dia berikan sehingga kita hampir-hampir tidak memiliki waktu untuk Sang Pemberi berkat. Jika kita yang adalah bapa di dunia saja pasti kecewa melihat reaksi anak kita yang seperti itu, demikian juga hati Bapa ketika melihat berkat yang Dia beri justru menjauhkan kita dari-Nya. Orang tua pasti akan lebih kecewa lagi jika ternyata anaknya tidak pernah rindu dengan dia, tetapi "rindu" dengan mainan atau oleh-oleh yang dibawanya. Demikian juga kita bisa membayangkan hati Bapa di Surga saat kita tidak pernah merindukan Pribadi-Nya, tetapi hanya merindukan berkat-berkatNya.

Sesungguhnya tidak ada yang paling menyenangkan Tuhan di saat kita selalu rindu untuk berjumpa, bersekutu dan menjalin keintiman dengan-Nya. Mari menjadi anak-anak Tuhan yang dewasa, yang merindukan pribadiNya lebih dari berkat-berkatNya.(sumber: renungan harian kita)

The Beauty of Divine Encounter (Indahnya Perjumpaan Ilahi)



KISAH KITA

Saya mengalami perjumpaan dengan kuasa Tuhan dalam komsel saat kami saling mendoakan setelah sharing. Saat itu seorang teman sedang memiliki masalah dan saya merasakan bahwa Tuhan menaruh suatu perkataan dan kesan khusus tentang teman ini. Saya mengujinya dengan firman Tuhan dan ketika saya merasa damai sejahtera, saya sampaikan perkataan Tuhan. Saya konfirmasikan kepada yang bersangkutan dan hasilnya dia merasa diberkati dengan doa saya. Praise The Lord. (Ferry Wirawan/PKS Teen)

Saat menjalani hari-hari saya pernah mengalami masa-masa yang menjenuhkan dan membosankan. Terlebih saat menghadapi tugas di sekolah yang begitu menumpuk dan juga beberapa tugas di rumah yang juga harus diselesaikan. Rasanya tidak pernah habis dan begitu menekan saya. Tapi saya sangat bersyukur karena saya berada di dalam komunitas yang mendukung saya. Orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekeliling saya (baik di rumah, komsel dan gereja) selalu mendukung saya ketika saya dalam kondisi yang kacau. Mereka selalu mengingatkan saya bahwa Tuhan akan memberi kekuatan dalam apapun yang saya lakukan. Dengan adanya mereka, saya semakin dikuatkan bahwa Tuhan juga bekerja bukan hanya saat saya sendirian, tapi juga saat berada dalam komunitas saya pun mengalami kasih dan kuasa Tuhan. Mari bersama-sama alami kuasa Tuhan dalam komunitas! (Novi Sugiarto/PKS Youth)

Komsel Bapak Agus Muljono – Ibu Febe Krisnaningati: Bersama-sama kita miliki KTM!

KOMSEL KITA

Sekilas pasangan PKS Family, Bapak Agus Muljono dan Ibu Febe Krisnaningati ini tampak tenang. Namun begitu bercerita tentang kondisi komselnya, keduanya langsung bersemangat, penuh antusiasme. Ini mencerminkan suasana komselnya yang juga demikian. Salah satu komsel kelompok usia Family yang jumlah anggotanya 20 orang ini memang sangat bersemangat dan kompak. “Ini keluarga kecil kita yang solid,” ungkap Pak Agus.

Salah satu hal yang membuat komsel ini menjadi sangat solid adalah keberadaan motto komsel yang ujung-ujungnya menjadi visi pribadi komsel ini. “Ini motto buatan kami sendiri. Namanya KTM, kependekan dari Kesatuan Hati, Tumbuh Bersama, dan Melayani Jiwa-Jiwa.” Motto tersebut sangat mencerminkan fokus utama komsel mereka, yaitu mempererat hubungan dengan Tuhan serta tumbuh bersama saudara seiman. Motto itu terus dikumandangkan dan akhirnya dihidupi oleh setiap anggotanya.



Faktor lain yang menjadi tonggak semangat komsel ini adalah keterlibatan mayoritas anggotanya dalam melayani. Cukup banyak anggota komsel ini yang terlibat dalam pelayanan doa dan rumah sakit. “Sebagian besar anggota komsel sudah terlibat pelayanan. Jadi mereka juga aktif memberi, tidak hanya menerima. Mungkin karena itu juga komsel ini jadi hidup,” tambah Ibu Febe.

Sebagai PKS, Pak Agus dan Ibu Febe juga tidak henti-hentinya memotivasi para anggotanya untuk memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. “Saat teduh dan hubungan dengan Tuhan itu jadi topik pertama dan wajib di komsel deh. Karena pada prinsipnya, jika kita bergairah dengan Tuhan, itu akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari kita, termasuk dalam hubungan dengan saudara seiman,” jelas Pak Agus. Dan ternyata hal ini terbukti! Hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi landasan yang baik bagi hubungan antar anggota dalam komsel tersebut.

Pada pertemuan komsel beberapa minggu lalu, Pak Agus sempat menanyakan pendapat para anggotanya selama berada di komsel. Hasilnya, semuanya memberikan jawaban positif. “Rata-rata semuanya menantikan hari Jumat. Semuanya antusias dan berani berkorban.” Salah satu kisah menarik adalah komitmen serta pengorbanan yang diambil salah seorang anggota komselnya untuk mengikuti ibadah raya. “Pak Yudi dan Ibu Sri itu anggota yang cukup baru, tapi keduanya berani berkorban tidak berjualan di pasar demi mengikuti ibadah hari Minggu. Padahal penjualan di pasar kan justru ramai-ramainya ketika hari Minggu pagi. Dan sampai hari ini Tuhan terus memelihara mereka dengan berkat yang luar biasa.” Tidak heran dengan jumlah dan semangat seperti itu, komsel ini siap bermultiplikasi pada awalwal Desember 2009 nanti, dengan calon PKS baru Bapak Endro Sumartono dan Ibu Riska Dwi Sukmawati. (vln)

Give a Real Thanks! (Liputan Acara THX PeMuJi)

SEPUTAR KITA

Setelah dipublikasikan berkali-kali lewat klip dengan audio khas –ketika kita biasanya nonton bioskop-, THX, acara spesial persembahan oleh Divisi PeMuJi untuk Divisi PeMuJi ini akhirnya terselenggara juga pada hari Rabu, 4 November 2009 lalu. Bertempat di Gedung Ibadah GBI Krispen, sejak pukul 18.30 WIB, beberapa anggota pemuji sudah tampak berdatangan. Tim PeMuJi yang melayani juga sudah tampak bersiap dengan dresscode serba hitam. Di bagian kiri depan ruang ibadah terlihat tabung-tabung berwarna-warni yang terjejer rapi. Beberapa pemimpin gereja juga terlihat menghadiri acara ini. Memang apa sih acara THX ini?

THX merupakan kependekan dari Thanks, yang artinya Terima Kasih. Persis seperti namanya, acara ini memang diadakan untuk memberikan apresiasi kepada para pemuji yang telah melayani selama ini. Acara diawali dengan makan malam bersama yang dilanjutkan sesi pujian penyembahan yang dipimpin oleh trio Ibu Mevy Eunice K., Ibu Kristina, dan Sdr. Josua Chrisnan. Selanjutnya, Penatua Hanna Ongkosoetrisno menyampaikan hal penting tentang menyatakan rasa terima kasih, apresiasi, serta encourage (dukungan) secara langsung dan rutin. Impartasi tersebut ditutup dengan praktek langsung para anggota pemuji untuk saling memberikan apresiasi dan dukungan bagi saudara-saudaranya yang lain.

Berikutnya, berturut-turut, para Pemimpin Jemaat mulai dari Family (Bapak Harun Imam Santoso), Youth (Bapak Tommy Kwok), Teen (Bapak Pantow Hendrik Kokoy), serta Divisi Doa (Ibu Ruth Salmah) menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pemuji mewakili divisi mereka masing-masing. Ucapan terima kasih tidak berhenti dari para pemimpin saja. Setiap anggota pemuji juga mendapatkan kenang-kenangan yang personal. Tabung-tabung berwarna-warni yang tersusun rapi dari awal tersebut ternyata adalah handuk dengan bordir nama masing-masing anggota, yang khusus diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masing-masing pemuji. Acara diakhiri dengan impartasi singkat dari para pemimpin Pemuji, Bapak Christian Gunawan Widjaja, Bapak Rudy Muljanto, serta pengenalan tim Equipper, yaitu tim yang akan memperlengkapi divisi pemuji.

Tentunya budaya saling mendukung dan berterima kasih tidak hanya berhenti pada satu momentum ini saja. Ini hanyalah awal! Keep on giving THX!

INFO KITA 15 November 2009


Persembahan 8 November 2009

Perpuluhan: Rp. 17.619.000
Diakonia: Rp. 488.000
Misi: Rp. 3.138.000
Investasi Iman Healing Center: Rp. 205.000
Realisasi Investasi Iman ESC: Rp. 80.000
Untuk Rumah Kehidupan: Rp. 100.000



TELAH LAHIR!

Sheena Lynne, putri kedua anak kedua dari Bp. Yohanes Yulianto (Koordinator Departemen Pemuridan) & Ibu Finley Ivana (Ketua Kelas SPK Pemenang), pada hari Kamis, 5 November 2009.

IBADAH KAUM WANITA

Ibadah Kaum Wanita pada hari Rabu, 18 November 2009 DIGANTI menjadi hari Selasa, 17 November 2009, pukul 16.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Hong. Kita akan berangkat bersama-sama dari gereja pada pukul 15.45 WIB.

Kegerakan Doa Kita

Berdoa bagi Indonesia

1. Agar Presiden bertindak tegas, adil dan transparan dalam menyelesaikan kasus rekayasa kriminalisasi terhadap KPK.

2. Agar Presiden penuh integritas tidak menyelewengkan anggaran rakyat kecil untuk kenaikan gaji para pejabat (presiden, menteri & anggota DPR).

3. Agar Tuhan mengacaukan usaha-usaha kelompok radikal yang memaksakan pemberlakukan peraturan-peraturan daerah berbasis syariah demi menjadikan Indonesia sebagai Negara agama.

4. Agar Tuhan campur tangan pada parpol-parpol yang akan mengajukan calonnya untuk mengikuti Pemilihan Walikota yang akan diadakan 2010, sehingga orang yang akan terpilih adalah orang yang takut akan Tuhan dan berfokus pada kesejahteraan rakyat secara merata.

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 16-22 November 2009

“Kemenangan Orang Percaya”

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
-Filipi: 4:13-


SENIN, 16 NOVEMBER 2009
DITENTUKAN SEBAGAI PEMENANG

Firman Hari Ini : Roma 8:31-39

Pengajaran :
Ketakutan iblis terbesar adalah ketika orang percaya mempunyai keyakinan iman bahwa mereka adalah orang-orang yang ditentukan untuk menjadi pemenang-pemenang dalam kehidupan ini. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada suatu keadaan apapun atau kekuatan manapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Ini merupakan jaminan yang luar biasa bagi setiap orang percaya untuk melewati keadaan atau situasi apapun yang sedang dan akan di hadapinya.
Seseorang dikatakan sebagai pemenang bila ia mempunyai lawan peperangan, masuk dalam peperangan dan ia berhasil mengalahkan lawan peperangan tersebut. Siapakah yang menjadi lawan peperangan Anda hari-hari ini? Apakah diri sendiri, orang lain (kata-kata, sikap atau perbuatannya) atau situasi tertentu? Kehidupan itu bak sebuah peperangan, artinya keadaan tidak selalu lancar dan menyenangkan. Ada saat-saat dimana orang percaya harus berjuang melawan setiap keadaan dengan tekun dan pantang menyerah. Ada pengorbanan-pengorbanan yang perlu dilakukan agar dapat meraih kemenangan. Jangan menyerah! karena Anda ditentukan menjadi pemenang, bukan pecundang atau orang yang lari saat menghadapi peperangan. Ingatlah selalu bahwa Allah yang perkasa ada di pihak kita. Mazmur 60:14 berkata, “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.“



SELASA, 17 NOVEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS KETAKUTAN
Firman Hari Ini : Bilangan 13:16-33

Pengajaran :
Minggu lalu, pada tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Harapannya adalah agar bangsa ini bisa mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan. Dan lebih dari itu agar kita bisa memiliki semangat kepahlawanan juga, seperti Kaleb, tokoh Alkitab yang kita baca hari ini. Yang dapat kita pelajari dari kehidupan Kaleb adalah semangatnya dalam meraih kemenangan mampu mengalahkan ketakutannya. Saya yakin bahwa Kaleb adalah manusia biasa yang memiliki ketakutan sama dengan sepuluh pengintai yang lain, namun ia mampu mengatasi ketakutannya karena ia memiliki roh yang berbeda (Bilangan 14:24 NIV). Roh yang berbeda disini adalah Roh Allah sendiri yang menyertainya, sehingga ia dapat melihat bangsa Kanaan yang kuat-kuat itu seperti belalang yang akan dengan mudah di kalahkannya.
Ketakutan apa yang menghadang Anda hari-hari ini? Mari kita melihat dengan roh yang berbeda, yaitu roh yang telah dikuasai oleh Roh Kudus yang akan mengingatkan semua janji-janji Allah dalam kehidupan kita. Janji Allah tidak berubah, demikian juga Ia yang berjanji. Untuk itu mari miliki semangat pemenang, yang tidak pernah takut terhadap apapun yang menghalangi kita untuk meraih janji-janji Allah. Yosua 1:9 berkata, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi.”


RABU, 18 NOVEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS SAKIT HATI
Firman Hari Ini : Kejadian 45:1-8

Pengajaran :
Sakit hati yang di alami oleh Yusuf sebenarnya berat sekali. Pertama, karena ia diperlakukan sebagai orang yang tidak punya hak−yaitu dijual sebagai budak, padahal ia adalah anak yang di sayang dan tidak melakukan kejahatan apapun. Kedua, orang-orang yang menyakitinya adalah keluarganya sendiri. Namun dengan kasih karunia yang Allah berikan ia memutuskan mengampuni kakak-kakaknya, mengapa? Karena ia melihat bahwa perlakuan kakak-kakaknya termasuk dalam ‘skenario’ Allah. Tanpa ia dijual kepada pegawai istana Firaun, ia tidak akan sampai ke istana Firaun. Belum cukup di situ, ia harus di fitnah sehingga harus mendekam di penjara. Yusuf melihat bahwa kejadian-kejadian yang menyakitkan itu semua justru membawanya pada penggenapan janji Tuhan, yaitu menjadi seorang penguasa. Kemenangan Yusuf atas sakit hatinya membawa ia menikmati janji Allah yang luar biasa dalam hidupnya.
Perlakuan atau kata-kata siapa yang menyakitkan Anda hari-hari ini atau selama ini? Anda bisa menang atas semua itu bila Anda melihat bahwa semua kejadian tersebut membawa pada penggenapan rencana Allah, kuncinya adalah: beresponlah yang benar, yaitu mengampuni seperti Tuhan sudah mengampuni Anda, karena tidak ada kejadian yang kebetulan dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Roma 8:28 berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. “



KAMIS, 19 NOVEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS GODAAN DOSA
Firman Hari Ini: Kejadian 39:1-12

Pengajaran:
Pelajaran kedua yang bisa kita dapatkan dari kehidupan Yusuf adalah bagaimana ia bisa menang atas godaan dosa perzinahan. Dia mengatakan bagaimana mungkin ia berbuat jahat terhadap tuannya, padahal tuannya sudah berbuat baik kepadanya. Ketika godaan dosa datang, marilah kita berpikir, siapakah yang akan kita rugikan atau sakiti bila kita berbuat dosa? Pertama, apakah keluarga atau teman-teman dekat kita? Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya orang-orang yang menderita akibat dosa yang kita lakukan? Kedua, Yusuf menyadari kalau ia menggubris keinginan isteri Potifar, maka ia berbuat dosa terhadap Allah dan ia memutuskan untuk tidak menyakiti hati Allah dengan perbuatannya. Biarlah ini menjadi pertimbangan yang sungguh-sungguh bagi orang percaya bila menghadapi godaan dosa, sehingga dapat luput dari jebakan dosa yang akan menghancurkan. Tindakan Yusuf selain mempertimbangkan akibat-akibatnya adalah lari. Melarikan diri alias tidak kompromi adalah cara yang jitu untuk menang atas godaan dosa. Tidak perlu mempertimbangkan untung ruginya dalam berbuat dosa, karena pasti rugi. Efesus 4:27 berkata, “… dan janganlah beri kesempatan kepada iblis “


JUMAT, 20 NOVEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS KESOMBONGAN
Firman Hari Ini: I Samuel 18:5-18

Pengajaran:
Daud selalu berhasil dalam medan pertempuran, oleh sebab itu Saul mengangkatnya sebagai panglima tentara. Suatu hari seusai pertempuran, para perempuan menyanyi memuji-muji kehebatan Daud dibandingkan Saul, hal ini tentu bisa membuat Daud menjadi tinggi hati, apalagi dia pernah diurapi nabi Samuel untuk menjadi raja Isarel. Tetapi luar biasa, ternyata Daud tetap rendah hati. Apa tandanya? Pertama, dia tetap melayani Saul dengan memainkan kecapinya setiap hari (ayat 10). Kedua, dia tidak memberontak ketika ‘diturunkan’ menjadi kepala atas pasukan seribu (ayat 13) Ketiga, dia mengaku tidak layak untuk menjadi menantu raja (ayat 18). Sikap hati yang tidak sombong inilah yang menjadi daya tarik Tuhan untuk selalu menyertai Daud. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tetap rendah hati ketika apa yang Anda kerjakan berhasil dengan baik? Apakah Anda tetap mau mengerjakan hal yang sepele ketika Anda telah memiliki posisi yang penting? Apakah Anda tetap tunduk pada otoritas ketika mengalami ‘direndahkan’? Daud tahu benar rahasia mencapai puncak dan bagaimana mempertahankannya. Amsal 22:4 berkata, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.“


SABTU, 21 NOPEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS PENDERITAAN
Firman Hari Ini : Ayub 1:1-22

Pengajaran :
Saya belum bisa membayangkan kesedihan yang dialami Ayub ketika dalam waktu satu hari semua anak-anaknya mati dan semua harta bendanya ludes. Penderitaan itu terasa semakin berat ketika dia mulai merenungkan hidupnya yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, namun diijinkan Tuhan mengalami penderitaan yang begitu hebat. Di manakah Tuhan?
Sebuah kemenangan atas penderitaan dimulai saat seseorang yang sedang mengalami penderitaan sujud menyembah kepada Tuhannya. Ini menandakan bahwa ia mempercayai Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam hidupnya. Ketika ia tidak memberontak dan menyalahkan Tuhan, tetapi menyadari hakekat kehidupan yaitu lahir dengan telanjang dan mati tidak membawa apa-apa, maka ia dapat mengatakan ‘terpujilah Tuhan’. Sebuah sikap dan pengakuan yang membuat kita kagum dan bersyukur pada Tuhan bahwa ada ciptaan Tuhan yang mampu menunjukkan kemenangan atas penderitaan. Ayo kita praktekkan I Tesalonika 5:16-18, “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu “


MINGGU, 22 NOPEMBER 2009
KEMENANGAN ATAS KEGAGALAN MASA LALU
Firman Hari Ini : Markus 14:66-72 ; Kisah 3:1-10

Pengajaran :
Setiap orang pernah gagal, akan tetapi kegagalan tersebut tidak seharusnya memberikan pengaruh buruk kepada masa depan seseorang. Petrus sebagai orang yang pernah gagal di masa lalu menunjukkan kepada kita bahwa hidupnya justru berubah total sebagai orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan di pakai Tuhan secara luar biasa. Mengapa hal ini bisa terjadi? Satu, Petrus selalu ingat akan permintaan Tuhan Yesus kepadanya untuk menggembalakan domba-dombaNya. Inilah yang memberikan kekuatan kepada Petrus, bahwa ia masih dipercaya oleh Tuhan untuk menjadi kawan sekerjaNya. Dua, Petrus yakin bahwa Tuhannya tetap menerimanya meskipun ia telah mengkianatiNya, sebab Dia mau mati untuk semua orang berdosa termasuk untuk dirinya.
Apakah Anda masih dibayangi oleh kegagalan masa lalu, sehingga Anda tidak memiliki keyakinan untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang? Ingatlah selalu akan visi atau rencana Tuhan yang luar biasa, yang telah dibuat dan diberikan kepada Anda. Biarkan mata rohani Anda melihat hal tersebut. Selain itu, Ia telah mengampuni segala dosa Anda, bahkan mau melupakannya. Sebab itu lupakan kegagalan masa lalu dan lihatlah Tuhan sedang menanti Anda untuk menggenapi rencanaNya yang indah hari ini dan seterusnya. Ingatlah Filipi 3:13b, “… tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku “

Saturday, November 7, 2009

TRUTH ENCOUNTER

FOKUS KITA


Di dunia ini ada banyak kebenaran yang kita temukan. Tetapi, kebenaran yang ada di dunia seringkali berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Jaman sekarang disebut jaman postmodernisme, yaitu di mana kebenaran menjadi relatif. Kebenaran dilihat dari sudut pandang masing-masing orang. Jika yang satu mengatakan benar, belum tentu yang lain mengatakan benar.

Sebagai orang percaya kita memiliki kebenaran yang pasti (absolut) dan tidak dapat diubah. Kebenaran sejati yang datangnya dari Tuhan. Kebenaran tersebut sudah tertulis di dalam Alkitab. Alkitab adalah benar dan tidak ada kesalahan. Jadi, patokan kebenaran kita haruslah Tuhan dan Firman-Nya. Setiap kita membutuhkan kebenaran, sebab kebenaran itulah yang memerdekakan kita, yaitu kebenaran yang membuat kita mengerti kenyataan hidup dan fakta yang terjadi serta kita alami dalam hidup sehari-hari.

Perjumpaan dengan kebenaran (Truth Encounter) artinya kita menerima kebenaran Tuhan baik melalui pembacaan Alkitab, membaca buku rohani, mendengar khotbah, atau mendengar suara Tuhan melalui pendengaran rohani kita. Perjumpaan dengan kebenaran tidak hanya berarti mendapatkan pernyataan kebenaran, tetapi pernyataan tersebut membuat kita mengerti dan sampai benar-benar mengalaminya dalam praktek kehidupan sehari-hari.

Perjumpaan melalui pembacaan Alkitab. Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam mengukur kebenaran. Jadi cara kita membaca Alkitab haruslah tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga mengerti dan mempraktekkannya. Bagaimana kita dapat berjumpa dengan kebenaran hingga kebenaran tersebut memerdekakan hidup kita?

1. Menemukan kebenaran.
Menemukan kebenaran dapat dilakukan dengan membaca Alkitab atau buku-buku rohani, mendengar Firman melalui khotbah atau yang lain. Pastikan bahwa kita memahami kebenaran tersebut dengan baik dan benar. Renungkan dengan baik dan minta pertolongan Tuhan untuk dapat memahami kebenaran tersebut. Baca buku-buku rohani yang berkualitas, yang dapat membantu kita untuk memahami kebenaran Firman Allah. Dengarkan khotbah dengan serius, catat pencerahan yang Tuhan berikan supaya dapat diingat. Dengarkan suara Tuhan dalam doa atau ketika sedang melakukan aktivitas. Firman Tuhan akan berbicara secara khusus kepada kita.

2. Perkatakan kebenaran tersebut sampai terdengar telinga secara berulang-ulang.
Ini adalah teknik artikulasi sugestif, yaitu mengulang kata-kata yang kita ucapkan sampai kita mendengar dan akhirnya menguasai pikiran kita. Kebenaran adalah pernyataan yang positif. Contoh, jika kita sedang mengalami masalah maka baca dan renungkan Filipi 4:13, maka perkatakan berulang-ulang: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Memperkatakan kebenaran (Firman Tuhan) yang adalah positif secara berulang-ulang akan menggeser pikiran negatif keluar dari pikiran kita. Pastikan pikiran kita dimerdekakan terlebih dahulu. Pada tahap ini, masih pikiran kita saja yang dimerdekakan.

3. Praktekkan kebenaran yang kita dapatkan dalam hidup sehari-hari.
Sebab Firman Tuhan menuntut kita sampai kita melakukan Firman-Nya. Ini akan membuktikan bahwa Firman-Nya adalah benar dan amin. Apakah Firman Tuhan masih berlaku untuk masa sekarang? Ya. Firman-Nya selalu bisa diterapkan di sepanjang jaman dan tetap penuh kuasa. Inilah tahap Firman yang memerdekakan kita sampai tuntas.

Hauslah akan kebenaran Tuhan. Cari, dapatkan kebenaran tersebut dan praktekkan. Maka kebenaran Tuhan akan memerdekakan kita.(you)