Sebuah Journal Online Kristen yang rindu menginspirasikan pada banyak kehidupan tentang KASIH BAPA & kebenaran FIRMAN-NYA. Sebuah media berbagi berkat dan kesaksian yang saling menguatkan.
Komunitas Sejati: Tempat di Mana Aku Bertumbuh Ervina Angels, Youth, Komsel Oscar
Sejak pertengahan 2006 saya mulai bergabung di komsel, namun saya masih belum memutuskan untuk mau tertanam, karena masih berjemaat di gereja lain. Bagi saya, komsel hanyalah aktivitas rohani ‘tambahan’ dalam keseharian saya. Salah satu terobosan utama saya alami ketika mengikuti SPK Pemenang pada awal tahun 2009 ini. Di sana saya benar-benar mengalami kasih Bapa yang sebenarnya. Saya bisa berkomunikasi selayaknya anak dan Bapa. Saat itu saya menyadari, saya bisa mengalami banyak hal dan bertumbuh sampai sejauh itu karena saya berada di mana. Di situlah saya memutuskan untuk betul-betul memilih tertanam di mana. Saya berdoa dan menyerahkan pergumulan itu kepada Tuhan, yang saya tahu, saya sangat mengasihi Tuhan dan rindu melayaniNya. Selanjutnya terserah Tuhan. Pada akhirnya, saya belajar untuk berani melangkah, yang mungkin memang membutuhkan ‘pengorbanan.’ Saya memutuskan untuk tertanam di KrisPen, termasuk di komselnya. Setelah memutuskan tertanam, banyak perubahan yang saya alami. Saya menjadi lebih mudah terbuka, padahal dulu saya orang yang sangat tertutup, bahkan dengan teman dekat sekalipun (padahal keterbukaan adalah awal dari suatu pemulihan). Selain itu, saya juga belajar untuk melayani, yaitu dengan menjadi pembina di komsel. Dari berbagi hidup dengan orang lain, saya juga banyak bertumbuh.
Komsel: Keluargaku, Kebutuhanku Christo, Youth, Komsel Oscar
Saya pertama kali ikut komsel sekitar bulan November 2008. Awalnya saya agak antipati dengan komsel, karena sebelumnya juga pernah ikut komsel di gereja lain dan atmosfernya tidak begitu menyenangkan. Namun, di komsel Ko Oscar, begitu pertama kali datang, suasanya langsung hangat dan berbeda. Saya jadi bisa merasa nyaman. Berikutnya, setelah setelah SPK Pemenang saya semakin mengerti kebenaran. Dan komsel juga tidak hanya sekedar menjadi komunitas tempat berkumpul atau ramai-ramai dengan teman, tapi juga sudah seperti kebutuhan bagi saya. Di komsel lah saya bisa berbagi hidup, dikuatkan, menguatkan, dan juga dekat satu sama lain. Di komsel saya merasakan apa itu keterbukaan dan juga kekeluargaan. Sekarang, saya juga mulai belajar melayani, dengan menjadi pembina. Di sini saya belajar hal baru lagi, tidak hidup untuk diri sendiri, melainkan mulai peduli dengan orang lain. (vln)
Perpuluhan: Rp. 16.687.500 Perpuluhan (transfer): Rp. 7.070.000 Diakonia: Rp. 947.500 Misi: Rp. 4.362.500 Investasi Iman Healing Center: Rp. 30.000 Untuk Rumah Kehidupan: Rp. 100.000 Donasi untuk Korban Gempa: Rp. 5.627.000
INVESTASI IMAN ESC 2009
Bagi peserta ESC 2009 lalu yang telah berkomitmen untuk memberikan Investasi Iman harap segera merealisasikan komitmennya. Realisasi dapat dilakukan dengan memasukkan kontribusi Sdr. ke dalam amplop persembahan dan menuliskan keterangan di slip persembahan, pos Lain2: Realisasi Investasi Iman ESC 2009. Terima kasih atas perhatian dan realisasi investasi iman Sdr.
DATA ULANG TAHUN JEMAAT
Bagi seluruh jemaat KrisPen yang data ulang tahunnya belum tercantum dalam Warta Kita setiap akhir bulan (sesuai bulan kelahiran masing-masing), harap segera memberitahukannya kepada Sdr. Bayu atau Sdri. Lia di 031-3823490, pada jam kerja sekretariat gereja.
FOTO SERTIFIKAT BAPTISAN AIR
Bagi Saudara peserta SPK Pemenang yang telah dibaptiskan air, harap segera menyerahkan pasfoto berwarna ukuran 3x4 (2 lembar) untuk keperluan pembuatan sertifikat baptisan air.
Menjaga Ketertiban Ibadah Raya
Kami sangat menghargai kesediaan Bapak/Ibu untuk menjaga putra-putri Bapak/Ibu supaya tidak mengganggu kelancaran ibadah raya. Kami menyarankan Bapak/Ibu untuk mengikutsertakan putra-putrinya dalam ibadah gereja anak Jesus’ Children Church (JCC) yang diselenggarakan setiap hari Minggu, pukul 08.00 WIB, supaya mereka mengalami pertumbuhan rohani.
Keterbukaan adalah Awal dari Pemulihan Testimoni peserta Champion Gathering (CG) SPK Pemenang, KrisPen Hall, 3-4 Oktober 2009
“Saya tidak sadar mengalami kepahitan, sampai tiba-tiba seorang Pembina datang mendoakan saya. Dan itu seperti Tuhan sendiri yang berkata dan membukakan kepada saya apa yang sebenarnya menjadi akar kepahtan saya. Ketika saya sadar dan melepaskan pengampunan, saya merasakan kelegaan yang luar biasa. Tuhan benar-benar mengenal saya lebih dari yang saya sadari. Tuhan sungguh luar biasa baik.” (Silvana Boediono, wirausaha)
“Aku ikut CG karena ingin sekali mengalami jamahan Tuhan, karena sebelum ikut CG aku belum pernah tahu rasanya dijamah oleh kasih Tuhan. Sejak kecil aku tidak pernah merasakan dipeluk oleh seorang bapa. Saat dilayani pelepasan, aku benar-benar menyesali semua dosaku, mulai dari kecanduan rokok, mabuk-mabukan dan narkoba. Aku sangat menyesal. Terima kasih Tuhan, kini aku adalah manusia baru, karena aku anak Tuhan. (Petrus, karyawan)
“Sebelumnya saya mempunyai kepahitan dan ketakutan karena melihat papa saya mabuk. Peristiwa itu ternyata membuat hati saya terluka. Saya kaget ketika Pembina saya mendoakan hal tersebut karena saya sendiri hampir lupa akan kejadian itu. Tapi, hari ini saya telah dipulihkan. Tuhan mengerti hati saya bahkan yang tersembunyi sekalipun, lebih dari siapapun.” (Shindy, pelajar)
“Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Itulah yang saya alami saat mengikuti CG. Tuhan memulihkan hubungan saya dengan adik saya. Kami belajar untuk terbuka dan saling mengampuni serta melupakan semua masalah yang pernah terjadi. Saya dilepaskan dari semua ikatan dosa yang selama ini iblis pakai untuk mengintimidasi saya terus yang membuat saya merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Terakhir, Tuhan mengaruniakan bahasa roh yang selama ini saya rindukan.” (Ika, staf swasta)
“Dari kecil saya terlahir sebagai seorang Kristen, namun tak pernah sedikitpun saya mengalami Tuhan, bahkan saya terikat dengan penyembahan berhala dan berpaling dari Tuhan. Waktu dilayani pelepasan, saya dibebaskan dari segala dosa yang saya lakukan dan kuasa okultisme yang dulu mengikat saya. Saya merasakan kelegaan dan kebebasan yang luar biasa. Saya merasakan lawatan Tuhan dan pencurahan Roh Kudus yang luar biasa dalam diri saya, sehingga lidah saya berkata-kata dalam bahasa Roh tanpa bisa dihentikan. Pada sesi terakhir saya didoakan untuk mendapat mujijat kesembuhan atas segala penyakit yang berdiam dalam diri saya. Saya merasakan Roh Kudus bekerja dan saya percaya bahwa Tuhan telah menyembuhkan saya dan saya sudah sembuh.” (Joan, Staf Swasta)
“Sebelum ikut CG saya memendam kepahitan terhadap ayah saya, walaupun ayah saya sudah meninggal dunia. Di CG saya benar-benar dipulihkan dari kepahitan terhadap ayah saya dan saya dapat melepaskan pengampunan kepada ayah saya. Dan rasa sakit hati saya pada suami saya yang sudah lama saya pendam sudah saya bereskan. Puji Tuhan, sekarang hati saya merasa damai sekali. Begitu pula dengan dosa perjudian dan persekutuan dengan kuasa gelap yang dulu sering saya lakukan sudah diputuskan. Sekarang saya sudah dibebaskan dari roh-roh jahat itu.” (Sri Wahyuni, ibu rumah tangga)
Sejak kelas 3 SD saya sangat membenci papa karena punya teman wanita lain. Saya sangat kecewa samapi pada hari saya ikut CG. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah saat sesi Hati Bapa Surgawi. Saat didoakan saya merasa Bapa Surgawi memeluk saya dengan penuh kasih, sehingga saya merasa dikuatkan. Sayapun dapat mengampuni bapa jasmaniku, walaupun sulit.” (Ervin Reynaldi/Pelajar)
“Di CG, saya merasa benar-benar habis ‘dikuras’, baik semua masa lalu, dosa, pikiran saya yang sia-sia, keraguan dan kekuatiran saya. Sebelumnya saya sangat ragu akan karunia bahasa Roh. Saya pikir tidak semua orang dikaruniai Tuhan bahasa Roh, dan saya merasa bahwa saya adalah salah satu yang tidak dikaruniai. Tapi tidak saya sangka, isi hati saya ‘dikuras’ lebih lagi oleh Tuhan, sampai akhirnya saya dipenuhi Roh Kudus. Tidak hanya mulut saya yang bergetar karena berbahasa Roh, tapi seluruh tubuh saya juga dijamah Roh Kudus.” (Guntoro Rusli, Wirausaha)
Gempa kembali mengguncang nusantara. Masihkan kita tega berdiam diri? Orang yang dipenuhi kasih Kristus pasti tidak akan tinggal diam, melainkan memberikan segenap apa yang ada pada dirinya untuk menjawab jeritan bangsa yang sedang berduka.
1. Bencana Alam
a. Supaya pemerintah sigap dalam memenuhi kebutuhan pada korban gempa (pengadaan air bersih, sarana MCK, obat-obatan, pangan, sandang & papan) dan segera memperbaiki sarana infrastruktur di daerah yang terkena gempa.
b. Supaya pemerintah jujur dalam menyalurkan dana bantuan yang sudah masuk untuk kepentingan korban bencana dan menolong korban bencana dengan adil, tidak memihak satu golongan/ras tertentu.
2. Pemerintahan
a. Agar Tim KPK yang baru dibentuk dapat berfungsi dengan maksimal, tegas dan berintegritas dalam menindak pelaku korupsi serta menyelesaikan kasusnya sampai tuntas.
b. Supaya gereja-gereja di Indonesia berfungsi nyata menjawab kebutuhan bangsa sehingga kasih Tuhan benar-benar nyata dirasakan oleh Indonesia dan umat Tuhan diberikan kekuatan dalam mempertahankan imannya di tengah kesukaran serta penganiayaan yang berbungkus iming-iming pemenuhan kebutuhan hidup.
HARI KEGERAKAN DOA
Seluruh pemimpin dan jemaat KrisPen diundang untuk hadir dalam hari kegerakan doa yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Selasa Tanggal : 13 Oktober 2009 Waktu : Pukul 19.00 WIB – selesai Tempat : Gedung Gereja Jangan lupa!
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia,
Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,
bahkan sampai mati di kayu salib. ”
-Filipi 2:5-8-
Senin, 12 Oktober 2009
PIKIRAN SEORANG HAMBA
Firman hari ini: Filipi 2:1-11; Matius 20:26-28
Pengajaran:
Inti dari ajaran Paulus dalam Filipi 2:1-11 adalah melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Yesus ketika ada di bumi. Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk melayani dan bukan dilayani (Maitus 20:26-28). Jadi kalau Yesus melayani, maka Ia juga memiliki pikiran atau prinsip hidup seorang pelayan yaitu seorang hamba. Baiklah kita menaruh pikiran dan perasaan seorang hamba sama seperti yang Yesus miliki selama Ia melayani di bumi.
Banyak orang menganggap diri seorang hamba, tetapi dalam pikirannya tidak ada nilai-nilai seorang hamba. Pada akhirnya akan terlihat dari gaya hidupnya sehari-hari. Apa yang terlihat dari gaya hidup atau karakter seseorang mencerminkan apa yang ada dalam pikirannya. Mari kita memiliki prinsip hamba dalam pikiran kita yang sama seperti Kristus maka kita akan dapat melayani satu dengan yang lain. Lebih terhormat yang melayani daripada yang dilayani.
Selasa, 13 Oktober 2009
PIKIRAN YANG BENAR
Firman hari ini: Filipi 4:2-9
Pengajaran:
Ternyata penjara tidak mengubah pikiran Paulus. Keadaan apapun yang Paulus alami tidak akan mengubah pikirannya yang selalu bersukacita dan selalu positif (baca: benar). Dalam ayat ini Paulus menekankan supaya kita mendapatkan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal. Bagaimana kita dapat memiliki kedamaian tersebut? Kuncinya adalah berdoa (Ay.6). Tetapi tidak cukup hanya berdoa. Dalam ayat 8-9 mengatakan bahwa kita harus berpikir yang benar. Jika pikiran sudah benar seperti yang dikatakan dalam ayat 8, maka kita akan berbuat benar. Pada saat kita berdoa kita mendapatkan damai sejahtera, maka pada gilirannya kita berpikir dan berbuat yang benar maka kedamaian itu menyelubungi hidup kita secara sempurna. Tidak hanya kedamaian, Ia juga menyertai kita (Ay.9).
Mari lakukan prinsip ini setiap hari dalam hidup kita, maka Allah akan melakukan bagian-Nya. Hidup dalam doa, miliki pikiran yang benar, maka menghasilkan perbuatan yang benar. Hidup kita akan diberkati senantiasa.
Rabu, 14 Oktober 2009
LOGIKA TERBALIK YESUS?
Firman hari ini: Lukas 6:27-36
Pengajaran:
Apakah Yesus memiliki logika terbalik? Ya. Logika di sini adalah pemikiran atau prinsip ajaran Yesus. Yesus memiliki logika yang terbalik, jika dibandingkan dengan logika manusia. Sejak kejatuhan manusia pertama Adam & Hawa ke dalam dosa, manusia sudah kehilangan gambar Allah atau teladan Allah. Manusia penuh dengan pengetahuan, baik yang positif maupun negatif, sehingga pada akhirnya menjadi tabiat manusia. Karena hal inilah, prinsip manusia umumnya berbeda dengan prinsip Allah.
Ajaran Yesus dalam Lukas 6:27-36 memberikan suasana yang baru dalam pemikiran manusia (pemikiran manusia sebelumnya adalah kebalikan dari pengajaran dalam ayat ini). Inilah pikiran Yesus yang harus kita miliki sebagai orang percaya. Ajaran Yesus berlandaskan kasih. Inilah pikiran kasih dalam versi Allah. Sudahkah kita memiliki pemikiran ini? Jika kita setuju dan memiliki pemikiran ini, pada gilirannya adalah praktekkan pemikiran tersebut dalam hidup sehari-hari. Kita sedang meniru Bapa kita di Sorga supaya hidup kita maksimal di dalam Dia.
Kamis, 15 Oktober 2009
PIKIRAN YANG EGOIS
Firman hari ini: Kisah Para Rasul 1:1-11; Matius 28:19-20
Pengajaran:
Mesias bagi orang Israel adalah Sang Juruselamat untuk Israel. Jika kita perhatikan dalam ayat 6, murid-murid Yesus (termasuk orang-orang yang berkumpul dengan mereka) meminta suatu penggenapan yang didambakan mulai jaman Perjanjian Lama, yaitu pemulihan bangsa Israel alias pembebasan Israel dari penjajahan dari bangsa lain. Mereka ingin merdeka serta menikmati kemerdekaan yang Yesus berikan bagi bangsa mereka, dan pada akhirnya tidak peduli dengan bangsa lain yang belum mengenal Allah.
Tujuan Mesias Sang juruselamat adalah penyelamatan seluruh umat manusia, tidak terbatas pada bangsa Israel saja. Oleh karena itu, Yesus memerintahkan kepada orang-orang yang menjadi saksi kenaikan-Nya ke sorga seperti yang tertulis dalam Matius 28:119-20. Apakah kita memiliki pikiran yang egois, hanya menyelamatkan diri sendiri dan tidak peduli dengan tetangga, keluarga, teman bisnis, teman sekolah, dll? Jika kita rindu terjadi pemulihan segala sesuatu seperti yang dirindukan para murid, maka kita harus melakukan bagian kita dahulu, yaitu Amanat agung. Kita harus peduli dengan orang yang belum menerima keselamatan dari Yesus.
Jumat, 16 Oktober 2009
PIKIRAN YANG DEWASA ROHANI
Firman hari ini: Markus 6:1-6a; Roma 12:1-2
Pengajaran:
Pikiran yang dewasa rohani tidak tergantung pada latar belakang keluarga, usia, status, jabatan, dll. Hikmat Allah tidak terbatas pada orang-orang yang telah lama menjadi seorang Kristen atau yang lulus dari sekolah Alkitab. Pikiran yang dewasa rohani adalah cara berpikir seperti Kristus atau cara berpikir Allah. Pikiran tersebut tidak muncul dengan tiba-tiba, tetapi dengan proses. Proses tersebut adalah melalui saat teduh (hubungan intim dengan Bapa) dan pembacaan serta perenungan Firman Allah yang terus-menerus.
Pikiran yang dewasa rohani membuat kita menjadi dewasa pribadi secara utuh. Janganlah kita mempertimbangkan status, usia atau latar belakang, ketika kita ada di dalam Allah. Terus penuhi pikiran dengan prinsip-prinsip kebenaran Firman Allah dan praktekkan, maka kita akan terus bertumbuh. Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup dan berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kita tahu mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. (Roma 12:1-2).
Sabtu, 17 Oktober 2009
PIKIRAN DUNIAWI
Firman hari ini: Kolose 2:20-3:1-17
Pengajaran:
Jangan memikirkan perkara-perkara di bumi yang hanya memuaskan hidup duniawi. Perkara-perkara di bumi adalah perkara yang berhubungan dengan aturan-aturan agamawi yang tidak membangun, ajaran-ajaran manusia yang memiliki motivasi yang salah dan perbuatan-perbuatan daging yang tertulis dalam Kolose 3:5-9. Jika kita hanya terfokus pada hal-hal di bumi, maka kita tidak akan pernah bertumbuh. Kita tidak akan pernah mengetahui kehendak Allah yang sebenarnya.
Pikirkanlah perkara yang di atas, yaitu perkara-perkara rohani, Firman Allah atau karunia Roh dan segala sesuatu yang perlu untuk kehidupan yang suci. Inilah inti kehidupan kekristenan. Jangan penuhi pikiran kita dengan hal-hal yang bersifat tidak kekal atau sementara. Bawa pikiran Kerajaan Allah dalam hidup kita dan tularkan kepada orang-orang di sekitar kita. Apakah masih ada pikiran duniawi? Tanggalkan itu semua. Alihkan pada perkara yang di atas, maka akan berdampak secara luar biasa kepada seluruh aspek kehidupan kita.
Minggu, 18 Oktober 2009
STOP DAN PIKIRKANLAH!!
Firman hari ini: Mazmur 143:1-12
Pengajaran:
“Masalah lagi, masalah lagi. Yang satu belum selesai muncul masalah baru. Duh...capek jadi orang Kristen,” demikian perkataan seorang Kristen yang sedang mengeluh.
Mari kita adakan waktu untuk berpikir atau merenung sejenak tentang perbuatan Tuhan di masa lampau. Sama seperti Daud yang sedang menghadapi masalah. Di tengah keluahnnya, ia masih sempat memikirka perbuatan tangan Tuhan di masa lampau (Ay. 5). Inilah yang membuat Daud tetap menjadi orang yang kuat dalam menghadapi masalah. Setelah kita mengingat perbuatan tangan-Nya di masa lalu, setelah itu sembah Tuhan, puji Dia, tinggikan Dia di atas segala seuatu maka Kerajaan Allah turun dan memerintah hidup kita. Bagaimana dengan masalah kita? “Gampang. Beres. Serahkan pada-Ku,” kata Tuhan. Bangkitkan semangat kita dengan cara memikirkan pekerjaan Tuhan di masa lalu dalam hidup kita. Lihat Tuhan yang lebih besar dan jangan lihat masalah kita yang besar. Tunggu waktu Tuhan dan siap-siaplah menerima pada waktu yang telah Ia tentukan.
Waktu itu, saya baru pulang dari ministry trip bersama teman-teman komsel di Mojokerto. (kisah selengkapnya dapat dibaca di rubrik lain di warta edisi ini). Kondisi saya begitu baik, bersemangat, dan tidak merasa lelah (meskipun secara fisik masih agak flu). Setelah mengantar beberapa teman pulang, saya langsung menuju rumah salah seorang teman saya yang lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang dalam masa tenggat waktu. Walaupun aktivitas saya begitu padat malam itu, saya optimis bisa menyelesaikannya. Dan yang terpenting, saya merasa kondisi saya sangat baik. Lebih tepatnya saya bersemangat.
Aku Sedih, Lelah, dan Tidak Tahu
Minggu, 27 September 2009 19:06
“Aku baru saja tiba di rumah, dari rumah temanku. Dan kamu tahu apa yang kurasakan sekarang? Aku tidak merasa baik sama sekali. Bukan sekedar karena aku lelah dan masih flu. Barusan aku mengalami beberapa kejadian yang membuatku sangat sedih. Dan lelah. Dan maaf aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Karena aku sama sekali sedang tidak ingin ngobrol.”
Itu adalah pesan balasan yang saya kirim kepada PKS saya ketika dia menanyakan bagaimana kabar kami semua (6 orang anggota komsel yang mengikuti ministry trip), 3 jam sepulang dari ministry trip. Saya, yang sebelumnya dalam suasana jiwa dan rohani yang begitu berapi-api (fisik mungkin kurang sehat), hanya dalam 3 jam, dapat berbalik 180 derajat. Selama 3 jam itu terjadi begitu banyak masalah ‘kecil’ dari berbagai pihak. Mulai dari anggota keluarga hingga teman kerja. Dan semua masalah itu seakan-akan menyoroti setiap celah ‘kesalahan’ yang telah saya lakukan, meskipun sebenarnya saya merasa betul-betul telah melakukan yang terbaik dan berkorban untuk mereka. Dalam 3 jam, saya secara total seakan-akan tidak mengerti apa yang harus saya perbuat, bahkan pikirkan. Karena saya seperti tidak mengenali diri saya lagi.
Aku Tidak Kehilangan Satu Hal
Minggu, 27 September 2009 21:07
“Aku tidak membawa CDMAku karena aku sedang keluar, mencari tempat fotokopi. Kamu tahu? Sambil menyetir aku mendengarkan video Father’s Love Letter. Aku memutarnya dua kali, dan aku menangis berkali-kali karena Ia menjamah aku. Aku sudah lebih baik sekarang.”
Sekitar pukul 20:30, saya seperti mengalami titik terendah dalam hidup ini. Saya bukan kehilangan materi, anggota tubuh, atau orang yang saya sayangi. Tetapi, saya merasa kehilangan diri saya. Saya yang biasanya sangat suka ngobrol ketika ada masalah menjadi betul-betul diam. Karena merasa butuh menenangkan diri sendirian, saya memutuskan untuk keluar rumah sebentar. Kebetulan saya juga harus fotokopi sebuah buku materi kuliah. Selanjutnya, seperti pesan balasan yang saya kirimkan ke PKS saya di atas, ketika ia berusaha menghubungi saya. Di perjalanan, saya iseng memutar sebuah video klip rohani melalui ponsel saya. Karena pandangan saya harus tetap tertuju ke depan, saya hanya mendengarkan suaranya. Dan dua kalimat pertamanya yang diambil dari Mazmur 139:1-2, langsung bekerja menjamah saya.
My Child… (Anak-Ku…) You may not know Me, (Kamu mungkin tidak mengenali Aku)but I know everything about you. (Tapi aku mengetahui segalanya tentang dirimu) I know when you sit down and when you rise up. (Aku mengetahui jika kamu duduk atau berdiri)
Ia menjamah saya dengan kasihNya. KasihNya yang menerima saya apa adanya. Satu hal yang betul-betul saya sadari. Meskipun orang di seluruh dunia, bahkan saya sendiri tidak mampu mengenali diri saya. Saya tidak pernah kehilangan Yesus. Dia mengerti segalanya tentang saya. Dan sesungguhnya, itu cukup. Setelah momen itu, saya merasa jauh lebih baik. Saya bisa berbagi tentang masalah saya dengan PKS (hanya beberapa menit setelah itu). Dan saya bisa berkemenangan atas setiap tuduhan dan tipu daya iblis. Lebih jauh lagi, saya dibawa mengerti bahwa akar dari beberapa permasalahan dengan keluarga tersebut adalah area masa lalu yang tidak pernah saya sadari sebelumnya, bahkan ketika telah mengalami pemulihan berkali-kali tentang keluarga.
Terima kasih Bapa untuk momen di mana aku kehilangan diriku. Karena di situ aku mengerti satu hal berharga. Tidak ada yang bisa kuandalkan selain diriMu. (vln)
Anak-Ku… Engkau mungkin tidak mengenal Aku, tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu… (Maz. 139:1) Aku tahu kalau engkau duduk atau berdiri… (Maz. 139:2) Aku mengerti segala jalanmu… (Maz. 139:3) Setiap helai rambut kepalamu, terhitung semuanya… (Mat. 10:29-31) Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupa-Ku… (Kej. 1:26-27) Di dalam-Ku engkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada… (Kis. 17:28) Sebab engkau ini adalah keturunan-Ku… (Kis. 17:28) Aku mengenal engkau sejak sebelum engkau ada dalam kandungan… (Yer. 1:4-5) Aku memilih engkau dari semula sebelum Aku menciptakan segalanya… (Ef. 1:11-12) Engkau ada bukan karena suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam kitab-Ku… (Maz. 139:15-16) Aku telah menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran dan di mana engkau akan hidup… (Kis.17:26) Kejadianmu dahsyat dan ajaib… (Kis. 139:14) Karena Aku menenun engkau dalam kandungan ibumu… (Maz. 139:13) dan mengeluarkan engkau pada hari engkau dilahirkan… (Maz. 71:6) Seringkali Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal Aku… (Yoh. 8:41-44) Aku tidak berada di tempat jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna… (1 Yoh. 4:16) Dan adalah kerinduan-Ku untuk mengaruniakan Kasih-Ku untukmu… (1 Yoh. 3:1) Semua itu karena engkau adalah anak-Ku dan Aku adalah Bapamu… (1 Yoh. 3:1) Aku memberikan lebih dari yang dapat diberikan bapamu yang di dunia… (Mat. 7:11) Karena Akulah Bapamu di Surga yang adalah sempurna… (Mat. 5:48) Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna engkau terima dari tangan-Ku… (Yak. 1:17) Karena Akulah pemeliharamu dan Aku memberi semua yang engkau perlukan… (Mat. 6:31-33) Rancangan-Ku yang diberikan kepadamu adalah hari depan yang penuh harapan… (Yer. 29:11) Karena Aku mengasihi engkau dengan Kasih yang kekal… (Yer. 31:3) Pikiran-Ku terhadap engkau tidak terhitung seperti pasir di tepi pantai… (Maz. 139:17-18) Dan Aku bergirang karena engkau dengan sukacita dan sorak-sorai… (Zef. 3:17) Aku tidak pernah berhenti berbuat baik kepadamu… (Yer. 32:40) Karena engkaulah harta kesayangan-Ku… (Kel. 19:5) Aku merindukan untuk mengokohkan engkau dengan segenap hati-Ku dan jiwa-Ku… (Yer. 32:41) Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang ajaib… (Yer. 33:3) Jika engkau mencari Aku dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan Aku… (Ul. 4:29) Bergembiralah karena Aku, maka Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu… (Maz. 37:4) Karena Akulah yang mengerjakan di dalammu kemauan itu… (Fil. 2:13) Aku dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang engkau pikirkan… (Ef. 3:20) Karena Akulah yang menganugerahkan penghiburan abadi kepadamu… (2 Tes. 2:16-17) Akulah juga Bapa yang menghiburmu dalam segala penderitaanmu… (2 Kor. 1:3-4) Ketika engkau patah hati, Aku berada dekat kepadamu… (Maz. 34:19) Seperti seorang gembala menggembalakan dombanya, Aku membawa engkau dekat ke hati-Ku… (Yes. 40:11) Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu… (Wah. 21:3-4) Dan Aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita di atas bumi… (Why. 21:3-4) Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi engkau seperti Aku mengasihi putra-Ku, Yesus… (Yoh. 17:23) Karena di dalam Yesus, Kasih-Ku kepadamu dinyatakan… (Yoh. 17:26) Dialah gambar wujud dari keberadaan-Ku… (Ibrani 1:3) Ia datang untuk menyatakan bahwa Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu… (Rm. 8:31) Dan untuk memberitahumu bahwa aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu… (2 Kor. 5:18-19) Yesus mati supaya engkau dan Aku dapat diperdamaikan… (2 Kor. 5:18-19) Kematian-Nya adalah pernyataan terbesar dari kasihKu untukmu… (1 Yoh. 4:10) Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya Aku mendapat kasihmu… (Rm. 8:31-32) Jika engkau menerima anugrah Anak-Ku Yesus, engkau juga menerima Aku… (1 Yoh. 2:23) Dan tidak lagi ada yang akan memisahkan engkau dari kasih-Ku… (Rm. 8:38-39) Kembalilah dan Aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Surga… (Luk. 15:7) Selamanya Aku adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa… (Ef. 3:14-15) PertanyaanKu adalah… Maukah engkau menjadi Anak-ku?… (Yoh. 1:12-13) Aku menanti-nanti untukmu… (Luk. 15:11-32) Kasih-Ku untukmu, Bapamu yang Mengasihimu
Mari bersyukur atas perlindungan Tuhan bagi Indonesia selama masa liburan panjang yang baru saja usai. Namun, hendaknya kita tidak menjadi lengah, lemah ataupun berhenti berdoa bagi bangsa kita. Terlebih, di waktu yang cukup krusial bagi pemerintah kita saat ini, maupun kondisi yang masih memprihatinkan di banyak pelosok nusantara.
Doakan:
1. Tuhan memberikan hikmat dan ketegasan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dalam memilih para menteri di kabinetnya, supaya para menteri yang terpilih adalah orang-orang yang bersih, berintegritas dan cakap di bidangnya, sehingga membawa kesejahteraan bagi Indonesia.
2. Agar Pemerintah bijaksana dalam mengeluarkan anggaran untuk pelantikan anggota DPR di bulan Oktober ini (3 milyar cukup, tetapi dianggarkan 7 milyar).
3. Supaya gereja-gereja di seluruh Indonesia bangkit melakukan fungsinya secara nyata sebagai bapa rohani dan berani berinvestasi untuk memberikan pertolongan bagi jiwa-jiwa, sehingga kasih dan kebaikan Tuhan benar-benar dirasakan oleh mereka.
4. Supaya anak-anak Tuhan yang ada di pelosok nusantara benar-benar mengalami perjumpaan ilahi dengan Tuhan dalam keseharian hidup mereka, sehingga ketika kesukaran/penganiayaan datang iman mereka tidak goyah dan tidak terpengaruh oleh beragam penyesatan yang berbungkus iming-iming pemenuhan kebutuhan hidup.
HARI KEGERAKAN DOA
Seluruh pemimpin dan jemaat KrisPen diundang untuk hadir dalam hari kegerakan doa yang akan disellenggarakan pada: Hari : Selasa Tanggal : 13 Oktober 2009 Waktu : Pukul 19.00 WIB – selesai Pembicara : Bp. John Kahuluge Bersama kita membuka hati untuk menerima wawasan kebangsaan dan berdoa bagi pemulihan Indonesia!
Komunikasi Dalam Kasih “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” -Yohanes 13:34-
Senin, 5 Oktober 2009 Penghancur Hubungan: Ketiadaan Komunikasi Firman hari ini: Kejadian 3:1-24
Pengajaran: Ketika pertama kali menciptakan manusia, Tuhan menciptakan manusia itu, Adam, segambar dan serupa Dia (Kejadian 1:26). Mengapa Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa denganNya? Agar manusia sebagai ciptaan Allah yang tertinggi dapat berkomunikasi dengan Allah. Mengapa perlu berkomunikasi? Agar manusia dapat mengerti isi hati dan tujuan Allah. Ketika manusia berdosa, untuk pertama kalinya komunikasi di antara manusia dan manusia terputus (Kejadian 3:7). Manusia tidak mau terbuka lagi satu dengan yang lain seperti sebelumnya, saling menutup diri dan berprasangka. Hal kedua, komunikasi manusia dengan Allah terputus (Kejadian 3:8). Ditulis dalam ayat itu, manusia mulai “bersembunyi”. Tidak mau bertemu dengan Allah seperti sebelumnya. Akibat dari problem komunikasi ini, sesama manusia mulai masuk dalam berbagai konflik, karena saling salah paham dan tidak bisa mengerti satu samag lain. Minggu ini kita akan belajar komunikasi yang sehat, sehingga hubungan kasih di antara keluarga, jemaat, rekan-rekan sepelayanan, para pemimpin bisa semakin dibangun. Dasar Firman Tuhan yang paling jelas untuk kita membangun komunikasi adalah dua hukum yang terutama: kasihilah Tuhan Allah dan kasihilah sesamamu manusia.
Selasa, 6 Oktober 2009 Hati nurani yang murni Firman hari ini: Mazmur 51, Filipi 4:8-9 Pengajaran: Allah memberikan manusia sebuah alat untuk mengetahui atau membedakan sesuatu itu baik atau jahat, yaitu: hati nurani. Hati nurani ini harus selalu dijaga, karena sumber kehidupan kita berasal dari dalam hati (Amsal 4:23), artinya perkataan, sikap serta perbuatan kita, baik atau jahat, dimulai dari hati kita. Bagaimana kita menjaga kebersihan hati nurani? Satu, mengakui dosa, bertobat sungguh-sungguh serta melakukan pemberesan supaya kemurnian hati kita tidak ternoda. Dua, mengisi hati nurani kita dengan Firman Allah dan memegang hal-hal yang baik dalam hidup kita (Filipi 4:8-9). Firman Tuhan adalah sebuah alat peneguh (tolak ukur) dari hati nurani, sehingga kita yakin akan apa yang baik dan apa yang tidak baik. Hati nurani yang murni penting dalam membangun komunikasi yang sehat. Setiap perkataan, nasehat, bahkan teguran yang keluar dari hati nurani yang murni selalu bermanfaat membangun, membawa pertobatan serta perubahan bagi orang yang mendengarnya. Contoh yang kita baca adalah doa pengakuan dosa raja Daud, ketika ia mendengar teguran nabi Natan tentang kejahatannya dengan Betsyeba, ia dengan segera bertobat dan menyesali semua dosanya, sehingga Allah mengampuninya. Hati nurani yang bersih membuat apa yang kita sampaikan diterima orang lain tanpa prasangka atau asumsi dan maksud kita bisa diterima dengan kasih.
Rabu, 7 Oktober 2009 Jahatnya Asumsi Firman hari ini: Kejadian 45:1-15
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap benar, tetapi tanpa dasar kebenaran. Asumsi dapat menimbulkan kesalahpahaman atau salah mengerti. Akibat terburuk dari orang yang berasumsi adalah ia tersesat dalam pengertian, berprasangka dan akhirnya menghakimi orang yang dia asumsikan. Jangan sampai kita berasumsi terhadap segala sesuatu tanpa kita mengerti jelas apa yang terjadi. Kita seringkali berasumsi tentang orang lain, menganggap orang lain seperti yang kita pikirkan, padahal belum tentu seperti itu kebenarannya. Firman yang kita baca hari ini menceritakan asumsi saudara-saudara Yusuf ketika bertemu dan mengetahui bahwa penguasa Mesir itu adalah Yusuf adik mereka. Mereka berpikir bahwa Yusuf pasti akan marah dan membalas perbuatan jahat mereka kepada Yusuf di masa remaja. Nyatanya asumsi mereka salah. Ternyata Tuhan sudah mengubah hati Yusuf menjadi penuh kasih dan pengampunan. Jika kita adalah orang-orang yang punya asumsi terhadap orang lain, mari kita selesaikan. Caranya adalah dengan mendatangi orang itu dan belajar untuk terbuka. Mintalah maaf karena mungkin kita sudah berasumsi terhadapnya, tanyakanlah apa yang ingin kita ketahui dengan baik. Jika kita mau datang kepada orang lain dan menyelesaikan segala asumsi kita, maka hubungan/komunikasi kita akan menjadi indah dan penuh kasih. Jangan biarkan hati kita dipenuhi asumsi yang dapat merusak hubungan/komunikasi kita dengan orang lain.
Kamis, 8 Oktober 2009 Melihat Yang Terbaik dalam Diri Orang Lain Firman hari ini: 1 Samuel 16:1-13
Dalam membangun komunikasi yang sehat, kita harus berusaha dan belajar untuk melihat yang terbaik dari orang lain. Mengapa demikian? Sebab, jika kita selalu berpusat kepada kelemahan, keburukan, kesalahan dan kegagalan orang lain, maka kita akan sulit sekali melihat kebaikan serta potensi-potensi baik dalam diri orang lain. Kita sendiri juga akan sulit berkomunikasi atau menjalin hubungan dengan orang tersebut, karena hati kita sudah merasa tidak aman, penuh dengan prasangka dan curiga. Terkadang kita sulit untuk melihat yang terbaik dalam diri orang lain karena kita pernah mengalami trauma atau konflik yang belum terselesaikan dengan orang tersebut, sehingga kita menaham diri untuk tidak membangun hubungan dengannya. Padahal, bisa jadi ternyata orang itu sudah Tuhan ubahkan dan ia dipakai Tuhan untuk memberkati hidup kita. Jika kita memiliki trauma atau konflik yang belum dibereskan, mari segera bereskan. Jangan biarkan akar pahit merusak hubungan dan komunikasi kita dengan sesama. Mari kita belajar tidak melihat kelemahan-kelemahan orang, sehingga menutupi potensi-potensi yang baik dari orang lain.
Jumat, 9 Oktober 2009 Mendengarkan dengan Hati Fiman hari ini: Amsal 18:2,13
Pengajaran: Tuhan memberi pemahaman kepada Francis dari Asisi untuk belajar mengerti orang lain terlebih dulu, sebelum meminta orang lain mengerti dirinya. Inilah prinsip dasar komunikasi yang efektif dengan orang lain. Bacaan Firman hari ini menulis: "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya." (Amsal 18:13). Ini berarti kita diminta untuk lebih banyak mendengarkan, daripada kita berbicara. Dalam bukunya Arthur Robertson, The Language of Effective Listening, ditulis: “Kemampuan komunikasi yang utama bukan berbicara, tetapi mendengarkan, dan hal ini yang akan memberi kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi kita.” Kita kadang terlalu banyak bicara, dan ini justru tidak membuat kita mengerti dan memahami. Ada contoh yang menarik dalam kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42). Marta adalah orang yang sibuk dengan pelayanan, dia orang yang aktif (saya kira dalam keaktifan dan pelayanannya, dia juga sibuk berbicara) sedangkan Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan pekataanNya. Ketika Marta mengeluh atas sikap Maria yang tidak membantunya, Tuhan Yesus berkata: “Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Artinya: mari kita belajar diam, belajar mendengarkan, belajar mengerti dan memahami orang lain, maka kita akan bisa mendapatkan bagian yang terbaik, atau dalam konteks renungan kita minggu ini: kita akan bisa berkomunikasi dengan lebih baik lagi.
Sabtu, 10 Oktober 2009 Katakanlah Sejujurnya! Firman hari ini: Markus 12:13-17
Pengajaran: Kejujuran adalah faktor yang penting dalam komunikasi. Mengapa? Ketika kita tidak jujur dan berpura-pura dalam perkataan kita, orang lain akan bisa merasakan dan ia akan menganggap kita main-main dengan perkataan kita. Dalam sebuah komunikasi yang penting, ketidakjujuran bisa menimbulkan konflik, integritas kita diragukan. Jadi, mari jaga integritas kita dalam berkomunikasi dengan selalu berkata jujur. Untuk berkata jujur, kita perlu mengerti situasi dan waktu yang tepat, sebab kejujuran yang disampaikan tanpa berhikmat melihat situasi dan waktu yang tepat justru akan membuat orang lain terluka. Contoh, dalam hubungan keluarga, seringkali saya harus belajar bersabar untuk tidak langsung mengatakan semuanya kepada istri saya. Ini bukan karena saya tidak jujur, namun saya sedang menunggu waktu yang tepat untuk saya bicara. Bersabar untuk tidak ngomong memang tidak mudah, tetapi hasilnya akan baik. Jadi, mari kita katakan dengan sebenarnya dengan tetap memakai hikmat Tuhan. Bagaimana meminta hikmat dari Tuhan? Kita bisa berdoa, minta Tuhan menyingkapkan kapan waktunya kita berbicara dengan jujur atau minta pendapat konselor/hamba Tuhan.
Minggu, 11 Oktober 2009 Yang Terbesar di antaranya: Kasih Firman hari ini: Efesus 4:25-32
Pengajaran: Dalam Efesus 4:29 ditulis bahwa perkataan yang kita sampaikan kepada orang lain memiliki satu tujuan, yaitu: orang yang mendengarnya beroleh kasih karunia. Sejenak mari kita cek, apakah orang yang mendengar perkataan kita memperoleh kasih karunia atau justru perlu kasih karunia untuk dapat mendengar perkataan kita (karena perkataan kita justru menjatuhkan, melemahkan dan membuat orang lain marah). Ini seperti kisah seekor landak, yang kulitnya berbulu tajam siap menyerang dan menyakiti siapa saja di sekitarnya. Semasa SMA, saya pernah punya seorang teman wanita yang cantik dan pintar, namun tidak ada satupun pria yang tertarik untuk bersahabat atau membangun hubungan dengannya, karena perkataannya seringkali “nylekit” atau menyakiti orang lain. Yang menyedihkan, dia tidak sadar bahwa kata-katanya membuat orang lain marah. Mari kita introspeksi, sudahkah kata-kata kita membangun orang lain dalam kasih? Sudahkan kita sungguh-sungguh menasehati dan menegur saudara kita yang salah atas dasar kasih, ataukah atas dasar memuaskan ego, standar dan karena kita sudah ‘muak’ atas kelakuannya yang menyebalkan? Tuhan minta kita mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri (Markus 12:31), baik dalam sikap, perbuatan dan perkataan kita. Jika prinsip kasih ini kita terapkan, maka kita akan berhasil dalam menjalin komunikasi dan hubungan secara sehat.
22 September 2009 Ny. Soh Liet Hiong Ibu dari Ibu Tabita Melyananingsih dan mertua dari Bp. Andik Poerwadi (Ibadah Raya Youth)
25 September 2009 Ny. Dewi Wulandari Ibu dari Bp. Ivan Setiawan dan mertua dari Ibu Lilyana Sutjahjo (Ibadah Raya Family)
SUSULAN DATA ULANG TAHUN JEMAAT
6 Oktober 2009
Setyarini (PA Teen)
Jl. Kalikepiting Jaya VII/27a. 031-71607989
TEMU PKS SELURUH USIA
Seluruh PJ, PA & PKS WAJIB hadir pada pertemuan bersama yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2009, pukul 19.00 WIB di gedung ibadah. NB: Jangan lupa membawa buku PKS & absensi komsel.
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur 23:1-6)
“Bagaimanakah aku dapat melalui hari-hari tersulit yang membentang di depanku? Dari manakah datang pertolonganku dan bagaimana aku dapat meluputkan diriku dari bahaya bahkan maut yang mengancam hidupku?”
Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu sedang bermain di benak Anda saat ini, namun ingatlah janji-janji Allah, percayai itu dan imani bahwa Ia adalah Gembala yang akan memelihara kita. Ia menuntun dan memberi makan umatNya, bahkan kadang-kadang dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, seperti yang pernah dialami oleh John Craig.
John Craig lahir di Skotlandia pada tahun 1512, belajar di Universitas St. Andrews dan kemudian melayani Tuhan. Karena usahanya untuk semakin mengenal Kristus, ia akhirnya ditangkap dan dibawa sebagai tawanan ke Roma. Bukan hanya sebagai tawanan, ia bahkan dijatuhi hukuman mati. Malam itu, tahun 1559, sementara menantikan eksekusi yang akan dijalaninya pada keesokan harinya, Craig mendengar berita bahwa Paus Paulus IV meninggal. Sudah menjadi kebiasaan bahwa jika Paus meninggal, maka penjara-penjara di Roma akan dibuka dan tahanan dibebaskan untuk sementara. Craig melihat itu sebagai kesempatan untuk membebaskan diri, sehingga ia melarikan diri kesebuah penginapan di pinggir kota. Para prajurit tidak tinggal diam, mereka mengejar dan pemimpin pasukan berhasil menangkapnya. Pemimpin pasukan itu menatap lama wajah Craig, kemudian berkata: “Kamu ingat ketika menolong seorang serdadu yang terluka di Bologna dulu? Sayalah serdadu itu. Ini saatnya saya membalas budi baikmu, jadi sekarang kau bebas,” katanya. Pemimpin pasukan itu memberikan sejumlah uang kepada Craig dan menunjukkan kepadanya jalan untuk melarikan diri. Untuk menghindari jalan umum, Craig mengambil jalan memutar dan dengan uang yang diberikan oleh pemimpin pasukan itu, ia membeli makanan. Ketika sendirian di hutan dengan kantong yang sudah kosong dan semangat yang patah, Craig merenung. Tiba-tiba ia mendengar bunyi langkah mendekatinya. Ia menjadi takut, tetapi saat melihat kebelakang ternyata ada seekor anjing membawa dompet di mulutnya dan mengibas-ngibaskan ekornya. Craig takut jebakan sehingga ia mengusir anjing tersebut, tetapi anjing itu bersikeras mengibaskan ekornya dan meninggalkan dompet itu di pangkuannya. Dengan uang tersebut ia bisa tiba di Austria, dan setelah Kaisar Maximilian mendengar khotbahnya, ia memberikan perlindungan kepadanya. Craig memberitakan Injil sampai ajal menjemputnya di usia 88 tahun.
Pemeliharaan Tuhan selalu terbukti dan Ia akan memakai berbagai cara untuk menolong anak-anakNya. Gembala yang baik itu tidak akan membiarkan domba-dombaNya terlantar. Apakah yang membuat Anda kuatir saat ini? Ketika keadaan menjadi sulit, Ia ada untuk menolong kita. Sebuah kalimat bijak ini hendaknya menguatkan kita: “Keajaiban terjadi ketika kuasa Allah bertemu dengan iman kita.” Mari buka mata iman kita lebar-lebar, pegang teguh janji-janjiNya, bertekunlah dalam pengharapan dan setialah melakukan bagian kita. Dia adalah gembala yang baik, yang tahu persis untuk memberikan apa yang dibutuhkan dan dirindukan kita, domba-domba kesayanganNya tepat pada waktunya. (l@/internet)
Saya mengenal sebuah keluarga yang diguncang oleh ketidaksetiaan sang suami. Dia pergi dengan wanita lain hampir secepat tinta di atas surat pernikahannya mengering. Sang istri dapat mengendus ketidaksetiaannya. Kekecewaan pun menyelinap dalam hatinya. Dia mulai mencurigai setiap tindak tanduk suaminya.
Karena sang suami tidak mau disalahkan –sekalipun dia memang bersalah–, dia menyerang sang istri dengan kata-katanya yang tajam dan hal itu menyakiti hati istrinya lebih lagi. Saat kekecewaannya memuncak, sang istri menjadi tawar hati dan tak punya semangat hidup. Suatu kali, dia meminum obat dalam dosis sangat banyak dengan harapan dapat meninggalkan dunia dan tidak lagi dirongrong kekecewaan yang mendalam. Namun Tuhan memiliki sebuah rencana lain. Dia segera ditemukan, dibawa ke rumah sakit terdekat dan para dokter berhasil menyelamatkan nyawanya. Dia masih mengasihi suaminya dengan sepenuh hati saat ini sekalipun sang suami masih belum menunjukkan perubahan yang sangat berarti selama 32 tahun pernikahan mereka. Sekalipun begitu, sang istri terus membawa korban ucapan syukurnya kepada Penulis hidupnya. Dia belajar untuk mengenal Cinta Sejatinya, mempercayai rancangan Bapa-Nya, hidup dalam kasih karunia-Nya hari demi hari, mengasihi tanpa syarat, dan bersyukur dalam segala keadaan.
Bagi saya, dia adalah potret kasih sejati di dunia yang rusak ini. Seorang pahlawan bagi saya. Ya, dia memiliki kekurangan, tetapi pada akhirnya, dia akan menjadi seperti permata yang berkilauan.
Dalam hidup kita sehari-hari mungkin kita tidak mengalami apa yang dialami sang istri dalam keluarga itu, namun kekecewaan bukanlah barang baru bagi kita. Kita kecewa oleh banyak hal yang tidak sesuai harapan kita.
Kekecewaan yang saya hadapi beberapa waktu yang lalu membuat saya tergoda untuk mundur dari pelayanan. Saya berpikir saya akan tetap berfungsi sekalipun tanpa jabatan apapun dalam gereja, dan saya bukan orang yang gagal. Akan tetapi, lewat cuplikan film Passion of the Christ Tuhan menguatkan saya, bahwa Dia tidak berhenti sekalipun Dia sangat kesakitan. Sekalipun orang-orang –yang untuk mereka Ia rela mati– mengejek bahkan menghinaNya, Ia tetap berjalan tersaruk-saruk menuju Golgota dan tetap mengasihi mereka. Saya sangat tertempelak. Apa yang saya alami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dialamiNya. Saya belum mengasihi orang lain seperti diri saya sendiri. Yesus sanggup karena kasihNya. KasihNyalah yang memampukan saya untuk terus maju –dengan berjalan ataupun merangkak– mengasihi orang lain tanpa syarat, menerima mereka apa adanya, menolong mereka tanpa lelah.
Kasih adalah… Saat engkau tahu pasanganmu tidak setia Namun engkau masih mengasihinya dan tidak meninggalkannya
Kasih adalah… Saat engkau merasa engkau tidak dapat berjalan lagi Namun engkau tetap berjalan maju demi kebaikan seseorang
Kasih adalah… Saat seseorang mengecewakan engkau Namun engkau masih mempercayainya
Kasih adalah… Saat seseorang tak dapat memberimu apapun Namun engkau menerima dia apa adanya
Kasih adalah… Saat engkau mengetahui kekurangan seseorang Namun engkau tetap mendukung dan memberkati dia
Kasih adalah… Saat engkau tahu seseorang berjalan ke arah yang salah Dan engkau memberitahu dia jalan yang benar
Kasih adalah… Saat seseorang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri Dan engkau memberikan hal itu kepadanya
Kasih adalah… Saat aku melihatmu tersenyum Dan aku tersenyum bersamamu
Kasih adalah… Saat engkau menangis Dan aku turut menangis bersamamu
Kasih adalah… Bersukacita dan menanggung beban bersama-sama Tahu bahwa kita satu Tubuh Diciptakan untuk menjadi satu Dan bersama-sama kita mempermuliakan nama Tuhan Di generasi kita (dra)
Perpuluhan: Rp. 14.985.400 Diakonia: Rp. 636.000 Misi: Rp. 2.521.000 Investasi Iman Healing Center: Rp. 150.000 Untuk Rumah Kehidupan: Rp. 50.000
INVESTASI IMAN ESC 2009
Bagi peserta ESC 2009 lalu yang telah berkomitmen untuk memberikan Investasi Iman harap segera merealisasikan komitmennya. Realisasi dapat dilakukan dengan memasukkan kontribusi Sdr. ke dalam amplop persembahan dan menuliskan keterangan di slip persembahan, pos Lain2: Realisasi Investasi Iman ESC 2009. Terima kasih atas perhatian dan realisasi investasi iman Sdr.
DATA ULANG TAHUN JEMAAT
Bagi seluruh jemaat KrisPen yang data ulang tahunnya belum tercantum dalam Warta Kita setiap akhir bulan (sesuai bulan kelahiran masing-masing), harap segera memberitahukannya kepada Sdr. Bayu atau Sdri. Lia di 031-3823490, pada jam kerja sekretariat gereja.
LIBUR IBADAH KAUM WANITA
Ibadah Kaum Wanita pada hari Rabu, 30 September 2009 LIBUR. Ibadah Kaum Wanita akan dimulai kembali pada hari Rabu, 7 Okteber 2009. Harap diperhatikan!
TRAINING PEMBINA CHAMPION GATHERING (CG)
Seluruh PJ, PA, PKS, Supervisor & Pembina SPK Pemenang WAJIB mengikuti pelatihan dan doa bersama Pembina CG yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2009, pukul 19.00 WIB di Gedung Ibadah Krispen.
IBADAH RAYA GABUNGAN
Sehubungan dengan pelaksanaan Champion Gathering SPK Pemenang, maka Ibadah Raya Family, Youth & Teen pada hari Minggu, 4 Oktober 2009 DIGABUNG pada pukul 08.00 WIB.
TEMU PKS SELURUH USIA
Seluruh PJ, PA & PKS WAJIB hadir pada pertemuan bersama yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2009, pukul 19.00 WIB di gedung ibadah. NB: Jangan lupa membawa buku PKS & absensi komsel.
CHAMPION GATHERING SPK PEMENANG
Seluruh peserta SPK Pemenang WAJIB mengikuti Champion Gathering pada hari: - Sabtu, 3 Oktober 2009, pukul 17.00 WIB – selesai, di ruang ibadah. - Minggu, 4 Oktober 2009, pukul 10.30 WIB – selesai, di ruang ibadah. Perhatian! PA & PKS WAJIB mengikutsertakan peserta SPK Pemenang angkatan sebelumnya (anggota komselnya) yang belum mengikuti Champion Gathering, dengan mendaftarkan mereka kepada: Sdri. Lois (031-3823490) pada jam kerja sekretarian gereja.
Rahasia Keintiman “Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu.” -Yakobus 4:8a-
Senin, 21 September 2009 Arti keintiman (1) Firman hari ini: 2 Korintus 6:16-18
Pengajaran: Setiap orang percaya merindukan lawatan Tuhan saat mereka beribadah atau bersekutu dengan Tuhan. Ini adalah sesuatu yangbaik. Namun, sesungguhnya Tuhan merindukan lebih dari itu, bukan sekedar lawatan atau kunjungan singkat, melainkan Ia ingin diam dan hidup bersama-sama dengan setiap orang percaya. Sama dengan ketika kita berkunjung ke rumah sahabat kita, dengan senang hati Ia menerima, menjamu dan bercengkerama, namun ada saatnya kita pulang ke rumah kita, kunjungan itu bersifat sementara, sehingga keintimannyapun sementara. Sebaliknya, tinggal itu sifatnya tetap. Dan Alalh ingin tinggal bersama-sama dengan kita. Dia ingin senantiasa menjadi Allah dan Bapa kita. Inilah maksud Tuhan menebus hidup kita. Keluaran 29:46 berkata, “Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah Tuhan, Allah mereka.” Tuhan ingin kita mengerti maksud sesungguhnya dari karyaNya menebus hidup kita dari perbudakan dosa, yaitu bahwa Ia ingin diam/tinggal diantara kita, Ia ingin senantiasa dekat dengan umat tebusanNya. Sungguh hal yang luar biasa. Bagaimana seorang Pencipta mencari dan mendekati ciptaanNya yang telah memberontak kepadaNya. Maukah kita mengerti dan meresponinya?
Selasa, 22 September 2009 Arti Keintiman (2) Firman hari ini: Mazmur 63:1-9
Pengajaran: Keintiman dapat diartikan adanya dua pihak yang menjalin hubungan secara pribadi dan mendalam sehingga tercipta suatu kesatuan jiwa. Renungan kemarin mengajar kita bahwa Tuhan sebagai Pribadi yang mulia telah berinisiatif menjalin hubungan yang intim dengan manusia, hari ini giliran manusia meresponi kerinduan Tuhan. Daud berkata jiwanya haus akan Tuhan, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Inilah gambaran kerinduan yang mendalam akan Tuhan. Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda rindukan hari-hari ini? Seberapa dalam kerinduan Anda kepada Tuhan? Seringkali sepulang dari ibadah atau komsel kita diingatkan kembali pentingnya merindukan Tuhan dan kita meresponinya dengan baik, bahkan kita membuat komitmen untuk dekat denganNya. Namun, kerapkali pula kerinduan itu semakin pupus setelah beberapa hari. Daud memberikan resep kepada kita bahwa bukan hanya jiwanya yang haus kepada Tuhan, namun tubuhnya juga rindu kepada Tuhan, artinya jiwa dan tubuhnya bekerja bersama-sama untuk rindu dan datang kepada Tuhan. Kita perlu mendisiplin tubuh kita untuk terus mendekat kepadaNya di dalam doa, firman, komsel dan ibadah raya. Kita perlu ‘memerintahkan’ tubuh kita untuk mengikuti kerinduan jiwa kita untuk datang kepadaNya. Karena Tuhan berfirman: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Markus 14:38)
Rabu, 23 September 2009 Mendapatkan Tuntunan Firman hari ini: Mazmur 32:8-9 Pengajaran: Ciri-ciri kuda yang tidak berakal adalah garang, sulit didekati, apalagi dikendalikan. Dibutuhkan tali dan kekang untuk membuatnya menurut. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang yang garang, sulit didekati dan dikendalikan, sehingga Tuhan perlu memakai cara-cara yang ‘menyakitkan’ untuk membuat kita lembut dan mudah dipimpin. Dia ingin kita menjadi orang yang terus mendekat kepadaNya dengan kesadaran/kerinduan sendiri tanpa adanya paksaan yang menyakitkan. Alasannya sangat jelas karena Ia hendak menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Dalam hidup ini kita sangat memerlukan tuntunan Tuhan dalam mengambil setiap keputusan, khususnya keputusan-keputusan besar yang berdampak jangka panjang dan luas (berdampak kepada orang-orang di sekeliling kita). Kita perlu mendekatkan diri secara total agar tuntunanNya jelas bagi kita. Tuntunan Tuhan bisa berupa firman yang kita baca dan renungkan; atau impresi-impresi dalam hati kita ketika kita berdoa; atau peneguhan-peneguhan dari saudara seiman dan sebagainya. Tuntunan Tuhanlah yang membuat hidup kita menjadi berhasil dan menjadi berkat bagi orang lain.
Kamis, 24 September 2009 Ketenangan Firman hari ini: Mazmur 62:1-9
Pengajaran: Yang membuat kita tenang bukanlah harta, pangkat atau kemampuan kita, karena itu semua bisa sirna dalam sekejap bila Tuhan menghendakinya, tetapi hanya dekat Tuhan saja kita tenang. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Karena Tuhan menjadi tempat perlindungan bagi kita (ayat 9). Salah satu kebutuhan terbesar manusia adalah rasa aman. Tidak adanya rasa aman membuat kita tidak tenang, seperti Daud yang terus menerus dikejar musuh sehingga ia merasa terancam nyawanya. Namun, di tengah ketakutannya ia menemukan rahasia ketenangan yaitu ketika ia dekat dengan Tuhannya. Hari-hari ini apakah yang membuat Anda tidak tenang, takut, gelisah atau kuatir? Janganlah mencoba mengatasinya dengan kekuatan sendiri atau orang lain karena Anda akan mengalami kegagalan. Tetapi, mendekatlah kepada Tuhan, sebab Ia berjanji, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yohanes 14:27). Ia juga berfirman: ”Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu” (Keluaran 33:14). Janji-janjiNya akan memberikan kekuatan baru kepada kita.
Jumat, 25 September 2009 Keserupaan Firman hari ini: Keluaran 34:27-35 Pengajaran: Sesuatu yang luar biasa terjadi ketika Musa bersama-sama dengan Tuhan selama empat puluh hari empat puluh malam. Kulit mukanya menjadi bercahaya. Penyebabnya jelas, yaitu karena Musa telah berbicara dengan Tuhan. Musa mendapatkan kemuliaan Tuhan setelah ia bersekutu secara intim dengan Tuhan. Musa memiliki keserupaan dengan Tuhan. Musa adalah orang yang sangat lembut hatinya (Bilangan 12:3). Sifat ini adalah sifat Tuhan sendiri (Matius 11:29). Semakin kita intim dengan Tuhan, semakin pula kita diubahkan serupa denganNya. Kita akan menjadi serupa dengan siapa kita bergaul, sebab itu firman Tuhan berkata: “Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33). Jika Anda memiliki sifat-sifat atau kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan Anda ingin berubah, cara yang efektif adalah dengan mendekat kepada Tuhan, maka Anda akan diubahkan semakin serupa dengan Dia. Banyaklah berdoa, merenungkan firman Tuhan dan berpuasa, maka Anda akan mengalami perubahan-perubahan menuju keserupaan dengan Tuhan, sehingga orang-orang di sekeliling Anda akan diberkati dengan keberadaan Anda.
Sabtu, 26 September 2009 Pemulihan Firman hari ini: Lukas 15:11-24
Pengajaran: Dengan jelas kita melihat bahwa anak bungsu yang meninggalkan dan tinggal jauh dari bapanya mengalami keterpurukan yang amat sangat. Tidak ada suatu keberhasilan apapun ketika seseorang meninggalkan Bapa Surgawinya, yang ada hanyalah kemalangan dan penderitaan. Sebab beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.” (Yeremia 17:5-6). Namun, ketika si bungsu mulai menyadari keterpurukannya dan mengambil keputusan untuk kembali ke rumah bapanya, serta mengakui dosanya, maka bapanya menerimanya dengan penuh kerinduan dan sukacita. Dan apa yang menjadi hak anak bungsu itu diberikan/dikembalikan lagi. Bahkan, lebih daripada itu, bapanya mengadakan pesta tanda sukacita. Inilah yang disebut pemulihan! Dari keadaan yang terpuruk diubah menjadi serba kelimpahan. Hal itu terjadi ketika seseorang menyadari keadaannya yang jauh dari Tuhan dan memutuskan kembali tinggal dan diam bersama BapaNya dengan segenap hati. Di dalam keintiman dengan Bapa ada pemulihan. Maukah Anda mengalami pemulihan? Maka, kembalilah kepadaNya.
Minggu, 27 September 2009 Ketahanan (Endurance) Firman hari ini: Yesaya 40:27-31
Pengajaran: Kerap kali kita lesu atau bosan dalam mengikuti atau melayani Tuhan. Hal ini dikarenakan persoalan hidup yang semakin berat, sehingga konsentrasi/fokus kita cenderung kepada masalah dan bukan kepada Tuhan yang sanggup menyelesaikan masalah kita. Kita mulai berpikir dan mengatakan bahwa hidup kita tidak diperhatikan oleh Tuhan (ayat 27), sehingga semakin hari semangat kita semakin sirna dalam mengiring Tuhan. Sesungguhnya, Tuhan memberikan kekuatan baru kepada orang-orang yang menanti-nantikanNya, sehingga mereka akan tetap bersemangat meskipun persoalan datang. Mereka akan tetap berjalan, bahkan berlari tanpa letih atau lesu sedikitpun, rohnya tetap menyala-nyala dalam mengikuti atau melayani Tuhan. Persoalan tidak akan berhenti dalam hidup ini, artinya persoalan yang satu selesai, persoalan yang lain muncul. Namun, itu tidak seharusnya membuat kita semakin kehilangan semangat dan kekuatan, karena firman Tuhan berkata: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu” (Yesaya 30:15) dan “Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion” (Mazmur 84:8).
"Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu,” -Lukas 12:32-
Senin 21 September 2009 ALLAH BERANI BERSUMPAH AGAR MEYAKINKAN UMATNYA Firman hari ini: Ibrani 6:9-20
Pengajaran: Allah yang kita sembah adalah Allah yang menciptakan langit, bumi, alam raya dan segala yang ada di dalamnya. Allah menjadikan segala sesuatu dengan firman-Nya. Karena Allah adalah pencipta, maka Ia tidak perlu bersumpah. Namun, di dalam Alkitab kita menemukan bahwa Allah bersumpah kepada umat pilihan-Nya setelah Ia memberikan janji-janji kepada mereka. Mengapa Allah bersumpah? Apakah karena Allah kurang meyakinkan? Atau Allah tidak lebih besar kuasa-Nya dari ilah-ilah lain? Tidak demikian. Tujuan Allah bersumpah adalah untuk meyakinkan orang percaya, bahwa janji Tuhan pasti ditepati! Pernahkah Allah berjanji pada Anda? Jika ya, yakinkah anda bahwa janji-Nya akan digenapi dalam hidup anda? Tulislah pada buku harian anda tentang janji-janji Tuhan dalam hidup anda, dan catatlah apa yang sudah Allah kerjakan dalam hidup Anda.
Selasa 22 September 2009 YESUS ADALAH SANG GEMBALA YANG PALING MEYAKINKAN Firman hari ini: Yohanes 21:15-19
Pengajaran: Ketika Yesus berkata, “Akulah gambala yang baik,” maka Ia menghidupi perkataan-Nya. Ia rela menyerahkan nyawa-Nya sebagai penebus dosa bagi orang-orang yang percaya kepada Dia. Ketika Petrus yang adalah murid Yesus menyangkal Yesus sebagai gurunya, Yesus tetap meyakinkan Petrus bahwa Ia masih mengasihinya. Kata Yesus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?... gembalakanlah domba-dombaKu.” Ini adalah pernyataan meyakinkan yang diberikan oleh Yesus kepada Petrus agar Petrus tidak merasa tertolak. Berapa kalikah Anda pernah gagal seperti Petrus, tetapi Yesus masih mempercayai Anda? Yakinlah bahwa Dia tidak pernah menolak Anda, karena Dia adalah gembala yang baik. Peganglah janji-Nya dalam hidup Anda dan bangkitlah mendekat kepada Dia.
Rabu, 23 September 2009 DANIEL ADALAH PRIBADI YANG SANGAT MEYAKINKAN Firman hari ini: Daniel 1:1-21
Pengajaran: Salah satu tokoh terkenal di dalam Alkitab adalah nabi Daniel. Ia menduduki jabatan-jabatan penting selama beberapa raja-raja Babel memerintah dalam kerajaannya. Raja berganti raja, tetapi Daniel tetap mendapatkan jabatan penting dalam pemerintahan mereka. Apakah yang membuat Daniel bisa disegani seperti itu? Karena nabi Daniel adalah pribadi yang sangat meyakinkan dalam kehidupan kesehariannya dengan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita menjadi pribadi yang meyakinkan dalam keseharian kita, sehubungan dengan identitas kita sebagai anak Tuhan? Mari kita membuat komitmen untuk menjadi pribadi yang meyakinkan di mana pun kita berada.
Kamis, 24 September 2009 PAULUS YANG MEYAKINKAN TENTANG BERITA YANG DIBAWANYA Firman hari ini: Roma 1:16-17
Pengajaran: Pernahkah Anda tidak yakin dengan apa yang ingin sampaikan kepada seseorang? Seperti apakah keyakinan, Anda bila Anda diminta untuk mempresentasikan keyakinan iman Anda? Jika Anda masih ragu, maka renungan firman Tuhan hari ini akan memberikan semangat dan kasih karunia bagi Anda untuk berani meyakinkan orang lain tentang apa yang ingin Anda sampaikan. Karena keteguhan hati Paulus untuk memberitakan kabar baik yang ia yakini sebagai kekuatan yang dahsyat dapat memberi semangat baru kepada Anda untuk tetap teguh berjuang bagi kemuliaan Allah.
Jumat, 25 September 2009 PRIBADI YANG MEYAKINKAN TIDAK PERNAH TAKUT TERHADAP APAPUN Firman hari ini: Lukas 12:22-34
Pengajaran: Pernahkah Anda ragu atau tidak yakin dalam menjalani hidupmu? Yesus memberikan janji yang menguatkan kepada kita bahwa kita tidak perlu takut. Yesus berkata, "Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu,”(Lukas 12:32). Situasi apapun yang sedang terjadi dalam hidupmu, yakinlah Tuhan selalu tahu yang terbaik buat anak-anak-Nya.
Sabtu, 26 September 2009 MEMILIKI KEYAKINAN YANG TEGUH DAN TIDAK BIMBANG Firman hari ini: Roma 14:13-23
Pengajaran: Chuck Pierce menulis, “Bernubuat adalah menyampaikan pikiran serta isi hati Allah seperti yang disingkapkan oleh Roh Kudus. Nubuatan adalah curahan hati dan sifat alam Allah,” (Sumber: buku: Ketika Allah berbicara, penerbit Shofar Media Ministry). Tetapi, banyak orang yang masih hidup di dalam kebimbangan setelah mendengarkan/menerima sebuah nubuatan atas hidup pribadi mereka. Mengapa demikian? Karena mereka tidak yakin sepenuhnya atas janji Tuhan dalam hidup mereka. Pada saat hati seseorang dipenuhi dengan kebimbangan, maka iblis akan mengambil manfaat besar dari nubuatan yang tidak dimengerti/dipahami dan menghancurkan korbannya. Itulah sebabnya, Paulus berkata, “Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan,” (Roma 14:22). Jadi, kita harus memiliki keyakinan yang teguh atas apa yang Tuhan janjikan dan tetap memegangnya sampai janji itu tergenapi.
Minggu, 27 September 2009 ESTER MEMILIKI PENAMPILAN YANG MEYAKINKAN DI HADAPAN AHASYWEROS Firman hari ini: Ester 2:1-18
Pengajaran: Apakah yang akan dilakukan oleh seorang gadis ketika mengikuti kontes ratu kecantikan dunia? Mereka akan melakukan apa saja supaya penampilan mereka bisa meyakinkan para juri. Hal ini bisa dilakukan oleh Ester untuk meyakinkan raja Ahasyweros, tetapi Ester justru tidak melakukannya. Dikatakan, “Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia,”(Ester 2:15). Ester tidak gegabah dalam hal menggunakan fasilitas yang ada, tetapi justru penampilannya malah meyakinkan sekali sehingga ia terpilih menjadi ratu menggantikan ratu Wasti yang telah dibuang. Semuanya ini mengajarkan hal yang penting bahwa penampilan dari seseorang yang mengandalkan Tuhan pasti sangat meyakinkan sekali.
Ada yang unik dari perayaan HUT salah satu stasiun televisi swasta tanah air satu bulan yang lalu. Salah satu pengisi acara megah malam itu adalah Ramli, seorang pemuda remaja yang biasa mengamen di jalanan dengan biolanya. Untuk ukuran pengamen jalanan cilik, permainan biolanya cukup terampil. Apalagi pengamen dengan menggunakan biola amat langka ditemui. Dia punya cita-cita bahwa permainan biolanya tidak hanya berhenti diperdengarkan di jalanan semata, melainkan ke tingkat yang lebih tinggi. Cita-citanya menjadi nyata manakala stasiun televisi tersebut mendaulatnya sebagai salah satu pengisi acara perayaan HUT-nya yang sangat spektakuler.
Menariknya, di atas pentas Ramli disandingkan dengan pemain biola senior bin kesohor di Indonesia, Idris Sardi, memainkan lagu One Day in Your Life-nya almarhum Michael Jackson. Sangat menakjubkan melihat kolaborasi mereka. Kesederhanaan permainan si pengamen cilik disempurnakan oleh kepiawaian sang maestro. Bisa jadi kala itu Ramli gugup dalam pertunjukan perdananya di pentas yang dihadiri para pesohor negeri. Namun nyatanya dia tenang-tenang saja, melakukan bagiannya yang terbaik dan percaya kepada partner-nya yang lebih “ahli” untuk menyempurnakan permainan biolanya. Hasilnya, terciptalah suatu simfoni musik yang indah. Seringkali kita takut untuk memenuhi perintah/panggilan Tuhan. Takut gagal, takut ditolak, takut tidak mampu melakukan dengan sempurna. Kita mengijinkan trauma masa lalu, kepahitan dan kekecewaan menghentikan langkah kita. Kita hanya diam, tidak melakukan apa-apa. Kita hanya menunggu datangnya mujijat dan perubahan, tanpa melakukan satu langkah kecilpun untuk melakukan perubahan. Parahnya lagi, kita menjadi iri, menggerutu dan menghakimi manakala melihat orang lain mau bertindak untuk melakukan perubahan yang masih belum sempurna.
Ketika Tuhan menyuruh kita untuk berbuat sesuatu bagiNya, Dia sudah tahu besarnya kemampuan kita, apa kelemahan kita, dimana batas kesanggupan kita. Bahkan, Dia sudah menyediakan jalan keluar untuk mengantisipasi setiap masalah dan tantangan yang membentang di depan kita sebelum kita menyadari adanya masalah tersebut. Lebih luar biasa lagi, Dia berjuang bersama-sama kita, memberikan kasih karuniaNya untuk menopang kita melewati penderitaan karena namaNya, dan terus berdoa bagi kita. Jadi, mengapa kita harus berhenti berlari memenuhi perintahNya? Mengapa kita menjadi tawar hati untuk berdoa bagi keselamatan keluarga dan orang-orang yang terhilang di sekitar kita? Mengapa kita berhenti memberitakan keselamatan kepada mereka yang belum bertobat hanya karena takut? Ada Tuhan yang menyempurnakan setiap langkah kecil kita. Justru dalam keterbatasan kita, kuasaNya menjadi sempurna dan Dialah yang ditinggikan dalam hidup kita. (l@)
Tantangan bagi seorang ibu rumah tangga adalah mengatur pendapatan keluarga dengan biaya yang dibutuhkan keluarga. Fungsi seorang wanita salah satunya yaitu rajin mengatur rumah tangga. Wanita membutuhkan firman Tuhan sebagai dasar untuk memperoleh hikmat mengatur keuangan keluarga. Bagaimana cara mengatasinya agar hal ini dapat berjalan dengan baik?
1. Catat setiap pemasukan & pengeluaran. Dalam Filipi 4:11 Paulus menekankan kata “belajar” yang menunjukkan bahwa ada proses belajar yang harus kita lewati sehingga dapat mengatur keuangan dengan baik. Mulailah dari cara yang sederhana, yaitu menulis jumlah penghasilan yang kita terima, baik penghasilan tetap ataupun tidak tetap.
2. Mencukupkan Diri. Kata “mencukupkan diri” mengajak kita untuk memiliki sikap cukup dalam segala keadaan, tidak membandingkan diri dengan orang lain. Setelah mengetahui berapa uang yang masuk setiap bulannya, kita perlu mencatat kebutuhan pokok setiap bulan. Dalam 1 Timotius 6:8, Rasul Paulus menyebutkan ada 2 macam kebutuhan pokok, yaitu: makanan dan pakaian. Anda harus berani membedakan yang pokok dengan yang tidak pokok, misalnya: jika Anda tidak sanggup, sebaiknya tidak membeli vitamin-vitamin yang mahal.
3. Memberi. Dalam menyusun keuangan keluarga yang harus kita utamakan adalah milik Tuhan, yaitu perpuluhan, setelah itu menyusun kebutuhan pokok, lalu menyisihkan memberi untuk orang lain, kemudian rencana menabung. Mengapa kita harus memberi? Lukas 12:15 menyatakan bahwa menabung itu tidak pernah ada cukupnya, tetapi Tuhan mengajarkan supaya kita belajar menabur untuk orang lain juga.
4. Disiplin mengatur keuangan. Caranya adalah dengan mencari hikmat Tuhan saat hendak merencanakan untuk membeli sesuatu, atau mencari saran orang lain. Juga bisa dengan jalan menghindari membeli barang yang tidak direncanakan. Hal ini akan membantu kita untuk mengekang pengeluaran yang tidak diperlukan.