Saturday, May 2, 2009

Membangun Disiplin Diri

FOKUS KITA


Banyak orang ternyata kurang memiliki disiplin diri, sehingga mereka tidak mengalami hidup yang maksimal dan diberkati.

Apa itu disiplin diri? Disiplin diri adalah kemampuan untuk membuat diri sendiri dapat mengambil tindakan tanpa terpengaruh kondisi emosi. Bayangkan, apa yang bisa kita capai dengan cara mengikuti hal-hal sederhana yang memang seharusnya kita lakukan. Misalnya: tubuh kita kelebihan berat badan 20 kilogram dan ingin menurunkannya. Tanpa disiplin diri hal ini tak akan pernah tercapai. Sebaliknya, dengan disiplin diri yang cukup, hal itu pasti terlaksana. Puncak dari disiplin diri adalah saat kita dapat membuat sebuah keputusan secara sadar, dan selanjutnya keputusan itu mendorong kita untuk mengikutinya. Jika setiap orang memiliki disiplin diri, maka segala masalah ketidak-maksimalan, kekacauan, sikap acuh dan penundaan akan teratasi. Disiplin diri akan memacu setiap orang yang memilikinya untuk bertumbuh maksimal dalam hidupnya.

Membangun disiplin diri
Membangun atau melatih disiplin diri ibarat melatih otot. Semakin banyak/sering kita melatih otot, maka semakin kuatlah otot kita. Semakin jarang kita melatih otot, maka semakin lemahlah kita. Cara membangun disiplin diri bisa di-analogi-kan dengan cara pelatihan untuk membangun otot, artinya kita harus mulai mengangkat beban/melakukan latihan yang mencapai titik batas kekuatan kita. Kita harus memaksa otot kita sampai meregang, baru kemudian kita beristirahat.

Sama dengan metode di atas, kita membangun disiplin diri dengan mengalahkan tantangan yang hampir mencapai batas kekuatan kita. Ini bukan berarti kita mencoba sesuatu yang membuat kita jatuh setiap hari, tetapi hal itu juga berarti kita harus keluar dari zona kenyamanan kita. Kita tidak akan bertambah kuat dengan hanya mengangkat sesuatu yang terlalu berat atau terlalu ringan. Kita harus memulai dengan menyeimbangkan antara berat/tantangan yang masih ada dalam batas kekuatan kita, tetapi juga hampir mencapai batas kekuatan kita. Pelatihan ini disebut pelatihan gradual (progressive training), begitu kita sudah bisa mencapai suatu tahap tertentu, kita harus meningkatkan tantangan. Jika kita tetap mempertahankan berat yang sama, kita tidak akan menjadi lebih kuat. Demikian juga jika kita gagal menyelesaikan setiap tahap, kita juga tidak akan pernah membangun disiplin diri.

Membangun disiplin diri memerlukan proses latihal yang terus menerus, tidak dapat terjadi dalam waktu semalam saja. Tetapi, jika kita tidak pernah memulai proses itu, kita akan tetap berada di tingkat disiplin diri yang rendah.

Dahulu, saya malas bersaat teduh, tidak pernah saat teduh secara teratur. Padahal saya sudah tahu betapa pentingnya saat teduh bagi pertumbuhan rohani dan iman saya. Akhirnya saya mulai mencoba membangun disiplin saat teduh dengan belajar disiplin doa. Minimal ada 5 kali waktu saya berdoa, doa makan 3x ditambah doa sebelum tidur dan doa setelah bangun. Setelah saya rajin dan tidak pernah absen dalam doa. Kemudian saya tambah dengan mulai membaca renungan harian setiap hari. Jadi sekarang ada doa dan membaca renungan setiap hari. Disiplin doa sudah oke, tetapi membaca renungan setiap hari masih sering bolong. Saya pun mulai memaksa diri supaya setiap hari harus ada waktu/kesempatan untuk membaca renungan harian. Entah itu pagi atau siang atau sore atau malam. Akhirnya membaca renungan berhasil menjadi suatu disiplin yang rutin saya lakukan setiap hari. Kemudian saya diingatkan oleh mentor saya, bahwa waktu yang terbaik untuk saat teduh adalah di pagi hari (Mazmur 5:5; Markus 1:35). Maka saya mulai memaksa diri untuk bangun pagi dan bersaat teduh di pagi hari. Wah, disiplin yang satu ini sangat-sangat berat. Butuh waktu 3 bulan lebih untuk bisa berhasil bangun pagi (jam 5.30 pagi) dna bersaat teduh. Akhirnya saya berhasil dalam disiplin diri ini, bangun pagi jam 5.30 dan mendedikasikan waktu untuk bersaat teduh (berdoa dan merenungkan Firman Tuhan). Dalam School of Prayer, kita diajar untuk BBM (berdoa, berpuasa dan merenungkan Firman Tuhan). Berarti disiplin diri harus ditambah lagi: berpuasa paling tidak 2x seminggu bagi pemimpin dan 1x seminggu untuk jemaat. Dari semuanya itu, inilah puncak dari tantangan saya: berpuasa. Saya membangun disiplin diri dalam berpuasa membutuhan waktu selama 6 bulan. Akhirnya setelah melewati pelatihan-pelatihan dalam disiplin disi bersaat teduh, saya berhasil mejadikan diri saya memiliki disiplin diri dalam berdoa, berpuasa dan merenungkan Firman.

Hal yang terakhir dan hal yang terpenting dalam membangun disiplin diri adalah bahwa kita harus selalu libatkan Roh Kudus. Hanya dialah yang bisa memberikan “dunamos” (kekuatan yang mendobrak) bagi kita untuk bisa masuk dalam latihan disiplin diri.(jas)

SEPUTAR KITA

Single Meets Single

It’s not a serendipity when single meets single…

Pada haris Sabtu-Minggu, tanggal 25-26 April 2009 yang lalu, Krispen mengadakan retreat SMS (Singles Meets Single), sebuah ajang yang mempertemukan para single (lajang) pria dan wanita dari beberapa gereja di Surabaya (termasuk Krispen), untuk belajar bersama bagaimana menjadi single yang berkualitas.. Bertempat di Villa Sahabat, Trawas, sebanyak ± 45 orang single mengikuti acara ini.

Tujuan diadakannya SMS ini adalah menolong para single untuk membangun pribadi yang berkualitas sesuai firman Tuhan. Mengapa? Sebab, di masa kini ada banyak ditemui single-single yang memiliki pribadi & karakter yang kurang berkualitas. Contohnya: ada single yang pola pikirnya dipengaruhi pendapat dunia bahwa “berdua” lebih baik daripada seorang diri, sebab dia akan sering dilanda kesepian karena belum menemukan pasangan hidupnya. Ada juga single yang merasa bahwa dirinya kurang berharga karena belum punya “gandengan”, sehingga akhirnya putus asa dan sembarangan memilih pasangan hidup.

Latar belakang lain yang turut mencetuskan diadakannya SMS adalah melihat banyaknya single yang secara kualitas rohani sudah dewasa, namun memiliki beberapa kesulitan, seperti: kemampuan berkomunikasi dengan orang lain/lawan jenis, kurangnya perhatian terhadap penampilan diri, dan kurang luasnya lingkup pergaulan yang dimiliki.

Selain sesi-sesi yang menarik, retreat ini juga diselingi game-game menarik dan bermakna. Bertindak selaku pembicara sesi adalah Bp. Sentosa & Ibu Ayu, (Pembina remaja GKPB Masa Depan Cerah) serta Bp. Johan Ali Sugito (Pembina Pengayoman Pasangan Krispen).

Dalam sesi pertama yang berjudul “Am I The One?”, Ibu Ayu mengupas berbagai jenis konflik emosional seperti kepahitan, sakit hati, trauma masa lalu yang mengakibatkan kualitas pribadi seorang single menurun. Ibu Ayu juga membeberkan perbedaan mendasar tentang cara berpikir pria dan wanita untuk memfasilitasi para single supaya dapat mengenal pribadi lawan jenis dengan baik. Dengan demikian para single ini dapat membangun hubungan yang harmonis dengan pasangannya. Sesi ini ditutup dengan doa bagi kesembuhan batin para peserta.
Bp. Sentosa dalam sharing firman saat teduh pagi membagikan tentang kehidupan Daud yang melekat kepada Allah, sehingga Allah berkenan kepadanya. Demikian pula seorang single yang berkualitas haruslah memiliki sikap hati yang selalu rindu untuk dekat dengan Allah, mengerti isi hati dan rencanaNya bagi setiap single.

Sesi kedua dengan judul “How Can I Be The One” yang dibawakan oleh Bp. Johan mengajarkan tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan lawan jenis. Bapak Johan juga membeberkan cara serta cirri-ciri menjadi “the One”.

Sesi ketiga yang berjudul “How Can I find the One?” kembali dibawakan oleh Ibu Ayu. Untuk menemukan orang yang tepat, Ibu Ayu menyisipkan kebenaran tentang komitmen hubungan dan kriteria pasangan yang ideal, yaitu serasi dan sepadan. Selain kriteria utama, yaitu cinta Tuhan, Ibu Ayu juga menjelaskan bahwa peserta juga perlu mempertimbangkan perbedaan usia, sosial, latar belakang budaya, tingkat pendidikan, dsb. Hal itu bukan berarti bahwa pasangan yang terlihat tidak masuk kriteria di atas itu tidak baik. Selama masing-masing pihak sanggup menerima dan mengujinya serta mau mendengarkan kehendak Tuhan, hubungan dapat dijalin. (ditulis oleh: Krissilia Sandri H./IR Youth)

Sang Jerapah

INSPIRATIONAL STORY


Butuh waktu yang panjang untuk menyiapkan seekor jerapah hingga ia siap hidup mandiri di alamnya.

Saat lahir, seekor bayi jerapah harus jatuh dari kandungan induknya yang setinggi 3 meter dan biasanya mendarat pada bagian belakangnya. Dalam bebebrapa detik, ia akan berputar dan kakinya terlipat dibawah tubuhnya. Dengan posisi seperti ini, ia pertama kali melihat dunia. Kemudian, ia harus mengibaskan tubuhnya untuk membersihkan mata dan telinganya dari sisa air ketuban. Dan induk jerapah itu dengan kasar memperkenalkan anaknya kepada kehidupan hutan yang keras.

Dalam bukunya yang berisi gambaran tentang kehidupan di rimba, Garu Richmond bercerita tentang saat pertama kali seekor bayi jerapah belajar hidup di dalam rimba yang keras. Induk jerapah akan menundukkan lehernya untuk melihat bayinya. Kemudian, si induk jerapah melakukan suatu hal yang tidak dapat diterima akal sehat. Induk jerapah mengayunkan kakinya dan menendang atas tumit bayinya, supaya bayi jerapah itu berdiri. Bila si bayi belum juga berdiri, proses kekerasan ini akan terus diulangi. Selama tumit bayi jerapah masih lemah, induk jerapah akan menendangnya kembali untuk mendorong si bayi agar mencoba untuk berdiri. Akhirnya, si bayi pun dapat berdiri untuk pertama kalinya dengan kakinya yang lemah. Tidak berhenti sampai di situ, induk jerapah melakukan suatu hal yang luar biasa, yakni menendang bayinya hingga terjatuh kembali. Mengapa? Induk jerapah ingin mengajar bayinya, bagaimana ia harus bangkit kembali setelah terjatuh.

Di dalam rimba yang keras yang menjadi tempat tinggalnya, bayi jerapah harus dapat segera bangkit kembali setelah terjatuh, supaya tidak terpisah dari kelompoknya. Dengan demikian dia aman dari singa, harimau, dan serigala yang sering memburu bayi jerapah. Bila induk jerapah tidak mengajar bayinya untuk cepat bangun setelah ia terjatuh, bayinya akan menjadi mangsa binatang buas.

Sama halnya dengan pendidikan Kristus akan berlangsung terus menerus sampai kita diubah menjadi serupa denganNya.

Sumber: 50 Renungan yang membawa berkat, Metanoia Publishing

INFO KITA- 3 Mei 2009

Persembahan 26 April 2009

Perpuluhan: Rp. 8.435.000
Perpuluhan (transfer): Rp. 5.935.000
Diakonia: Rp. 577.000
Misi: Rp. 830.000
Rumah Kehidupan: Rp. 100.000


TELAH LAHIR

Faith Rephael, putra pertama anak pertama dari Bp. Ricky Krisnawan & Ibu Retno Wulan (Ibadah Raya Teen), pada hari Jumat, 24 April 2009.


SUSULAN DATA ULANG TAHUN JEMAAT

1 Mei Fei Fang (IR Family)
Bronggalan Sawah VI-a/74
60855994

2 Mei Iwan Saputra (IR Family)
Bronggalan Sawah VI-a/74
60910765


TEMU PJ & PA


Seluruh PJ & PA WAJIB hadir pada temu PJ & PA yang akan diadakan pada hari Kamis, 7 Mei 2009, pukul 19.00 WIB, bertempat di Ruang Hermon.


Ayo Berbagi Kesaksian!

Jika Anda memiliki pengalaman yang menarik bersama komsel dalam aksi berkati komunitas sekitar ataupun pengalaman pribadi bersama Tuhan, kirimkan cerita kesaksian Anda kepada redaksi Warta Kita bersama dokumentasi (foto-foto) kegiatan Anda.

Tulisan Anda dapat diserahkan langsung ke kantor sekretariat gereja pada jam kerja atau email ke: kristuspencipta@gmail.com

Tulisan Anda akan sangat memberkati dan menginspirasi sesama saudara seiman yang lainnya.

Penuntun Saat Teduh 4-10 Mei 2009

SIAP SEDIA Setiap Waktu
Sumber : E-4M Abbalove

Senin, 4 Mei 2009

KESIAPSEDIAAN
Firman hari ini: Yosua 24:1-28

Pertanyaan perenungan:
1. Untuk memiliki sikap hati yang siap sedia, bacalah dengan pelan-pelan ayat 1-14. Menurut Anda, mengapa Yosua mengumpulkan semua suku Israel?
2. Karena memiliki hati yang siap sedia, apa yang dibuat Yosua? (ayat 15b). Mengapa? (ayat 19-28).
3. Keputusan apa yang harus kita ambil sebagai umat Tuhan? (ayat 16-18). Apa komitmen Anda?

Pengajaran:
Pada suatu pelatihan militer yang berlangsung di pegunungan yang dingin, semua peserta berdiri berbaris untuk mendengarkan perintah komandan. Kemudian sang komandan berkata, “Regu Rajawali, galilah lubang persegi empat di depan saya. Siap laksanakan sekarang.” Dengan segera regu Rajawali mengambil semua peralatan dan dalam sekejap, lubang yang dimaksud selesai tergali. Mereka segera melaporkan bahwa lubang yang dimaksudkan telah digali. Lalu sang komandan memberi perintah berikutnya, “Perintah selanjutnya, segeralah tutup kembali lubang tadi.” “Haaa...???” teriak beberapa peserta dalam regu tersebut dalam hati. Namun karena taat, maka mereka melaksanakan perintah tersebut, sehingga lubang pun tertutup kembali. Ketika mereka kembali ke tempat masing-masing, sang komandan menjelaskan bahwa tujuan dari perintah tadi adalah melihat ketaatan mereka kepada perintah komandannya. Demikian pula dengan orang Kristen. Sebagai murid Kristus, kita harus mentaati Perintah Yesus komandan kita melalui seseorang/otoritas yang diberi wewenang untuk memimpin hidup kita. Renungan hari ini mengajarkan tentang kesiapsediaan kita untuk mentaati perintah Tuhan.

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda memiliki hati yang siap sedia untuk taat ? Tuliskan berkat-berkat yang Anda dapatkan dari saat teduh hari ini dan praktekkanlah.


Selasa, 5 Mei 2009
KESIAPSEDIAAN ADALAH SIKAP DASAR SEORANG MURID
Firman hari ini: Matius 16:21-28.

Pertanyaan Perenungan:
1. Sebelum Yesus menghardiknya, apa yang dilakukan oleh Petrus? (ayat 21-22). Lalu, apa reaksi Yesus? (ayat 23).
2. Apa perintah Yesus selanjutnya? (ayat 24). Mengapa? (ayat 25-27).

Pengajaran:
Mengapa kesiapsediaan merupakan sikap dasar seorang murid ? Karena murid harus selalu siap sedia untuk melakukan apapun yang diminta oleh gurunya. Itulah sebabnya, Yesus berkata kepada murid-murid yang sedang mengikutiNya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Aku,” (Matius 16:24). Minggu ini, kita belajar untuk memiliki sikap hati yang selalu siap sedia untuk melakukan apapun yang diinginkan oleh Yesus, Guru Besar kita.

Penerapan Pribadi:
Apa berkat, teguran atau perintah yang Tuhan berikan kepada Anda secara pribadi lewat renungan hari ini? Tulislah dan lakukanlah dengan setia.


Rabu, 6 Mei 2009
SIKAP SIAP SEDIA UNTUK MEMBERI DARIPADA MENERIMA
Firman hari ini: Matius 19:27-30.

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa sikap Petrus yang mewakili banyak orang Kristen yang suka menerima? (ayat 27).
2. Apa jawaban Yesus bagi orang yang suka memberi dari pada menerima? (ayat 28-29).
3. Jika Anda belum melakukannya, apa yang akan Anda lakukan?

Pengajaran:
Suatu sore, Frank mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah selatan menuju pusat kota Florida. Dia berada di jalan yang berbahaya, jalan dua arah yang sempit, yang tidak memungkinkan untuk mengendarai dengan cepat. Tetapi, dia sedang tergesa-gesa. Frank adalah seorang penulis, dan telah diberi kesempatan untuk mewawancarai orang-orang yang terkenal di Palm Beach. Dia sudah terlambat, tetapi dia berpikir bahwa dia masih bisa datang tepat waktu, jika dia mengendarai dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba dia melihat sebuah mobil diparkir di depan. Seorang wanita sedang panik melambaikan tangannya, Frank menurunkan kecepatan mobilnya dan melihat bahwa masalah mobil wanita itu hanyalah ban kempes dan ia mulai tancap gas lagi. Orang lain akan segera datang dan membantunya, katanya pada diri sendiri. Kemudian dia melihat melalui kaca spion betapa tua dan lemahnya wanita itu. Hari segera akan menjadi gelap. Jika satu mobil dari arah berlawanan berusaha menyalip mobil lainnya, dia bisa membayangkan akan terjadi tabrakan. Dengan enggan dia berhenti dan berlari ke arah mobil wanita itu. Sementara Frank sedang mengganti ban, seorang anggota polisi lalu lintas berhenti dan segera mengatur lalu-lintas. Ketika Frank telah selesai dan nyonya tua itu berangkat lagi, polisi tersebut berjalan menuju mobil Frank. "Berapa kecepatan Anda tadi?" tanyanya. "Kira-kira 65," jawab Frank, "Ada apa?" "Untung Anda berhenti," kata polisi. "Ada tikungan tajam di depan sana. Jika kamu mencoba melewatinya dengan ban seperti itu..." dia menunjuk ke ban kiri mobil Frank. "Lihat!" katanya. Frank melihat ban mobil tersebut sudah membengkak sebesar buah anggur, sedangkan ban luarnya sudah robek. "Mobilmu sudah pasti terbalik di selokan itu sekarang," kata polisi itu. Frank berterima kasih kepada Tuhan karena ia telah berhenti untuk menolong wanita tadi. Dia telah kehilangan suatu cerita, tetapi dia masih dapat hidup untuk menulis cerita-cerita lainnya. (Sumber: www.jawaban.com)

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda menjalani sikap hidup yang suka memberi? Tuliskanlah langkah-langkah praktis Anda.


Kamis, 7 Mei 2009
SIAP SEDIA BERARTI TIDAK MENCARI KEPENTINGAN DIRI SENDIRI
Firman hari ini: Filipi 2:1-11

Pertanyaan Perenungan:
1. Untuk memiliki hati yang tidak mencari kepentingan diri sendiri, apakah nasihat Paulus bagi kita? (ayat 1-4).
2. Bagaimanakah caranya supaya orang Kristen tidak mencari kepentingan diri sendiri? (ayat 5-8).
3. Upah apakah yang akan kita terima dari Tuhan? (ayat 9-11). Apa komitmen Anda?

Pengajaran:
Jauh sebelum orang terbang di udara, atau antariksa, banyak penulis imajinatif telah memikirkan cara-cara yang dapat dilakukan. Ada anak seorang pengacara bernama Jules Verne menghentikan studinya di bidang hukum karena berhasrat menuliskan ide-ide liarnya seolah-olah bisa terlaksana. Jules Verne menulis serangkaian kisah petualangan yang paling fantastis pada tahun 1863. Beberapa judul fiksinya yang terkenal antara lain: Lima minggu dalam sebuah balon; perjalanan ke pusat bumi; dari bumi menuju bulan; dua puluh ribu liga di bawah laut dan mengelilingi dunia dalam delapan puluh hari. Pada awalnya, ide-ide Jules Verne ini dianggap gila, tetapi justru tulisan fiksinya inilah yang menjadi peletak dasar bagi ilmu antariksa. Untuk menjadi pribadi yang siap sedia, maka kita harus meninggalkan kepentingan diri sendiri.
(Sumber buku: Dream Catcher: 10 kekuatan impian yang dituliskan, Metanoia 2008).

Penerapan Pribadi:
Tuliskanlah komitmen Anda untuk menjadi pribadi yang siap sedia, tidak mencari kepentingan sendiri dan berubahlah sesuai komitmen tersebut.


Jumat, 8 Mei 2009
SIAP SEDIA BERARTI KEHILANGAN HAK PRIBADI
Firman hari ini: Lukas 17:7-10

Pertanyaan perenungan:
1. Ketika mengajarkan tentang karakter siap sedia, apakah yang diajarkan oleh Yesus? (ayat 7-8).
2. Hal apakah yang dimiliki oleh sang majikan? (ayat 9). Sebagai murid Kristus, sikap siap sedia seperti apakah yang dituntut dari kita? (ayat 10).
3. Sudahkah Anda mengalami pengalaman siap sedia seperti ini? Mengapa?

Pengajaran:
Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin. "Apa kabar daun hijau!” Sapanya. Tersentak daun hijau menoleh, "O, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanyanya. "Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?" Tanya ulat kecil. "Tentu ... tentu. Mendekatlah kemari." Daun hijau berpikir, jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan berlubang-lubang, tapi tak apalah.” Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana sini, namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang, daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah, disapu orang dan dibakar.
Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya, yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan, yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah. Jangan lupa bahwa kita pernah menerima pengorbanan yang tiada taranya dari Yesus sehingga kita bisa diselamatkan seperti sekarang ini. (Anonim)

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda menjadi pelaku dari renungan ini? Tuliskanlah komitmen Anda.


Sabtu, 9 Mei 2009
SIAP SEDIA BERARTI TIDAK AKAN PERNAH MENOLEH KE BELAKANG LAGI
Firman hari ini: Filipi 3:1-16

Pertanyaan Perenungan:
1. Untuk menjadi seorang yang siap sedia, apa yang harus dilakukan Paulus? (ayat 7-8).
2. Tekad yang seperti apakah yang dapat kita tiru dan ikuti dari Paulus? (ayat 10-12).
3. Apa ciri seseorang yang tidak menoleh ke belakang? (ayat 13-14).

Pengajaran:
“ Hari ini adalah karunia, besok adalah misteri, kemarin adalah sejarah/pengalaman.“ Kata-kata bijak ini mengingatkan betapa pentingnya “hari ini” kita menggunakan sebaik-baiknya apa yang telah Tuhan sediakan, dan tidak menoleh lagi kepada apa yang telah menjadi hari kemarin. Dalam bacaan firman hari ini Paulus memberi contoh kepada kita untuk tidak berfokus lagi kepada masa lalu, tetapi mengejar apa yang menjadi tujuan hidup pada masa kini. Kesiapan kita untuk menjalani hari ini lebih utama daripada mengingat masa lalu.

Penerapan Pribadi:
Apakah masa lalu Anda masih menjadi pengganggu untuk Anda bisa maju? Tulislah komitmen Anda untuk mulai berfokus pada hari ini.


Minggu, 10 Mei 2009
SIAP SEDIA BERARTI SUKA DENGAR-DENGARAN AKAN TUHAN
Firman hari ini: Yesaya 50:4-11

Pertanyaan Perenungan:
1. Apakah yang dilakukan Tuhan kepada orang-orang percaya? (ayat 4a). Mengapa? (ayat 4b).
2. Kapankah Tuhan berbicara kepada kita? (ayat 4c). Bagaimanakah caranya? (ayat 5-6).
3. Bacalah ayat 7-9 dengan seksama dan dengarkanlah perintah Tuhan untuk Anda taati.

Pengajaran:
Pernahkah Anda berbicara kepada seseorang, namun ia tidak mau mendengarkan Anda? Atau Anda sedang menjelaskan sesuatu kepada teman, keluarga, bawahan, bos Anda dan ia tidak mau mendengar atau menaruh perhatian kepada Anda? Jika pernah, apa yang Anda rasakan di dalam hati Anda? Bagaimana jika Tuhan sedang berbicara sesuatu kepada Anda, tetapi Anda berusaha untuk tidak mau mendengarkan suara Tuhan? Ternyata, pada zaman nabi Yesaya pun orang-orang Israel berperilaku seperti itu. Namun, Yesaya berbeda dari orang lain. Setiap pagi ia mengijinkan Tuhan membuka telinganya untuk mendengar suara TUhan. Berkat dari ketaatan Yesaya adalah Tuhan selalu menolong dan membela Yesaya. Itulah telinga seorang murid. Sudahkah kita memiliki sikap hati yang dengar-dengaran akan suaraTuhan?

Penerapan Pribadi:
Tuliskanlah berkat-berkat yang Anda dapatkan dari firman Tuhan hari ini.

Saturday, April 25, 2009

Habis Mandi di Sungai, Kita Keliling Dunia!

SEPUTAR KITA

Sejalan dengan salah satu misi gereja untuk memberkati komunitas di sekitar kita, Minggu 19 April 2009 lalu, Komsel Diah dan Debby (Youth) bersama-sama menuju ke daerah pinggiran sungai Jembatan Merah Plaza (JMP). Di sana, mereka mengajak anak-anak kecil warga setempat untuk bermain bersama. Suasana kehidupan di sana sungguh sederhana. Rumah hanyalah sebuah bilik kecil (seukuran kamar mandi gereja) berdindingkan triplek yang berada persis di pinggir sungai. Komsel Diah dan Debby sempat dikejutkan ketika para anak tersebut memutuskan untuk mandi dulu sebelum mengikuti acara. ‘Mandi’ di sini artinya adalah terjun ‘berenang’ langsung di sungai yang berada persis di sebelah jalanan kecil tersebut.

Dipandu oleh Ria dan Memy, permainan sederhana seperti saling berkenalan dengan salam manca negara mampu mendekatkan kaum muda Krispen dengan anak-anak setempat yang hidupnya sangat sederhana tersebut. Dengan membaur dan bermain bersama, anak-anak diajak menirukan salam-salam dengan gerakan lucu, seperti menari Aloha untuk negara Hawaii, membungkukkan badan sambil berkata “Haik” ala orang Jepang, dan gaya menari ular ala orang India. Acara dilanjutkan dengan kisah tentang pengorbanan seorang sahabat yang disampaikan dengan interaktif oleh Memy menggunakan balon yang sudah dibentuk menyerupai anak anjing.

Terkahir, komsel Diah dan Debby memberikan paket sembako serta pakaian bekas layak pakai untuk 100 KK penghuni pemukiman pinngir sungai tersebut. Tak lupa balon-balon berbentuk hewan dan nasi bungkus dibagikan kepada 50 orang anak dan warga sekitar yang ikut bermain bersama.

Ayo, ambil bagian dalam Pelayanan Orang Percaya (POP). POP berdampak bagi komunitas! (vln)

LAPORAN KHUSUS

Laporan Penggunaan Janji Iman Misi (JIM)
Periode 1 Mei 2008 – 30 April 2009

Terima kasih kepada seluruh jemaat Krispen yang telah dengan setia mendukung kegerakan Misi Krispen selama periode 1 Mei 2008 – 30 April 2009. Berikut kami laporkan seluruh penggunaan dana misi tersebut

Donasi untuk PERSEKUTUAN GARIS DEPAN SURABAYA
Jumlah: Rp. 600.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Memperlengkapi para hamba Tuhan di 105 wilayah di Indonesia.
— Uang transport untuk 6.800 hamba Tuhan yang mengikuti fellowship tiap bulan. (@Rp.25.000)
— Mengadakan Train for Trainer untuk para pemimpin di setiap wilayah, yang bertujuan meningkatkan kwalitas kepemimpinan hamba Tuhan di desa.

Donasi untuk Pelayanan Bp. Suryanto (Porong)
Jumlah: Rp. 250.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Pelayanan penginjilan Door to Door terhadap orang FOKUS sekalipun mereka telah dilayani menerima Isa Almasih, masih tetap beribadah di masjid. Jumlah yang sudah bertobat 25KK.
— Membantu pelayanan persekutuan pemulung di gang Keputran (2 mg sekali setiap Jumat).
— Ketua Koordinator penjaga menara doa di Porong. Setiap hari jam 8-10.

Donasi untuk Pelayanan Bp. Nikodemus Lani (Kalbar)
Jumlah: Rp. 1.000.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Perkabaran Injil di daerah Kalbar. Saat ini tinggal 3 KK yang masih memiliki beban bagi orang FOKUS.
— Pelayanan Adopsi Nelayan dengan tujuan untuk memenangkan mereka bagi Yesus.
— Pelayanan pemulihan dan pelepasan di beberapa gereja di Kalbar.

Donasi untuk Pelayanan Bp. Ruland Letedera (Papua)
Jumlah: Rp. 1.000.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— PELAYANAN SEKOLAH, saat ini sudah memiliki sekitar 120 murid mulai dari TK sampai SD kelas IV.
— PELATIHAN PEMURIDAN, mendirikan Discipleship Training School(DTS), pelayanan untuk mendidik anak-anak papua dalam hal karakter. Saat ini sudah ada 16 Murid yang akan mengikuti angkatan ini.
— PELAYANAN KESEHATAN/KLINIK, Bersama dengan tim kesehatan dari Australia yang datang berkunjung beberapa kali di Papua. Sejauh ini telah berhasil merawat sekitar seribu orang lebih di beberapa kampung dalam kunjungan tim-tim tersebut.

Donasi untuk PESAT KALTIM
Jumlah: Rp. 500.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Memperlengkapi orang percaya agar setelah lulus siap melayani di daerah asalnya.
— Dana digunakan untuk membiayai penyuluhan bagi beberapa orang yang dikader menjadi hamba Tuhan di daerah Kalimantan Timur.

Donasi untuk YWAM (Youth with a Mission)
Jumlah: Rp. 500.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Operasional rumah singgah untuk memberikan les gratis bagi sekitar 40 anak jalanan di daerah Joyoboyo.
— Dana dipergunakan untuk kunjungan dan penginjilan di daerah kumuh serta membagikan makanan gratis setiap hari Sabtu untuk 150 anak.

Donasi untuk Rumah Kehidupan
Jumlah: Rp. 3.750.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Operasional pelayanan untuk ibu hamil di luar nikah dan anak-anak korban kehamilan di luar nikah.
— Untuk biaya hidup 17 anak dan ibu hamil yang tinggal di Rumah Kehidupan.

Donasi untuk Pelayanan Penjara-Rutan Medaeng
Jumlah: Rp. 1.000.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Pelayanan khotbah untuk para napi di Rutan Medaeng setiap hari Kamis minggu ke-3.
— Untuk pembelian sembako dan makanan bagi 100 napi yang diberikan pada waktu pelayanan ke Medaeng.

Donasi untuk Pelayanan Rumah Sakit
Jumlah: Rp. 100.000,-/bulan
Digunakan untuk:
— Kunjungan ke Rumah Sakit- rumah sakit di Surabaya setiap hari Kamis.
— Kunjungan rutin yang sering dilakukan adalah ke Adihusada, Siloam, Husada Utama.
— Dana digunakan untuk membeli makanan atau buah-buahan bagi pasien yang dikunjungi di Rumah Sakit.

Donasi untuk Pelayanan Les Gratis
Jumlah: Rp.9.300.000,-/tahun
Digunakan untuk:
— Pemberian apresiasi kenaikan kelas
— Perayaan Natal
— Taman gizi
— Penyuluhan bagi orang tua murid.

Donasi untuk Aksi Donor darah
Rp. 1.500.000,-/tahun
Digunakan untuk:
— Dana digunakan untuk konsumsi 50 orang pendonor dan 6 petugas PMI.
(kegiatan donor darah diadakan 2 kali dalam setahun @ 750.000,-)

Donasi untuk Mission Trip
Rp.8.250.000,-/tahun
— Pelayanan yang bertujuan untuk memperlengkapi tubuh Kristus, pemulihan dan penginjilan di daerah-daerah/ pelosok.
— Dana tahun 2009 digunakan untuk transportasi dan konsumsi 3 orang jemaat yang melayani di Meulaboh (Aceh) pada bulan Maret yang lalu.

INFO KITA - 26 April 2009


Persembahan 19 April 2009

Perpuluhan: Rp. 4.951.000
Perpuluhan (transfer): -
Diakonia: Rp. 221.000
Misi: Rp. 1.491.000
Healing Center: Rp. 50.000



TRAINING PEMBERDAYAAN PEMIMPIN

Seluruh Rakor, PJ, PA & PKS WAJIB hadir pada:
Rabu, 29 April 2009
Pukul 18.30-20.00 WIB
Di gedung gereja
Bersama: Bp. Yulius (Jambi)
Siapkan pertanyaan sebanyak-banyaknya
karena training ini disertai sesi tanya jawab.



TRAINING PELAYANAN KESEMBUHAN

Rakor, PJ, PA, PKS & jemaat yang terbeban melayani kesembuhan harap hadir dalam pelatihan pelayanan kesembuhan bersama Bp. Yulius (Jambi):
Rabu, 29 April 2009
Pukul 20.00-21.30 WIB
Di gedung gereja
Silakan mempersiapkan pertanyaan seputar pelayanan kesembuhan, karena acara ini disertai tanya jawab.


PERJAMUAN KUDUS

Mari siapkan hati untuk masuk dalam Perjamuan kudus yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 3 Mei 2009, di semua ibadah raya.


Ayo Berbagi Kesaksian!

Jika Anda memiliki pengalaman yang menarik bersama komsel dalam aksi berkati komunitas sekitar ataupun pengalaman pribadi bersama Tuhan, kirimkan cerita kesaksian Anda kepada redaksi Warta Kita bersama dokumentasi (foto-foto) kegiatan Anda.

Tulisan Anda dapat diserahkan langsung ke kantor sekretariat gereja pada jam kerja atau email ke: kristuspencipta@gmail.com

Tulisan Anda akan sangat memberkati dan menginspirasi sesama saudara seiman yang lainnya.


Hadirilah!

Ibadah Doa Malam
“River of Healing”


Kamis
30 April 2009
Pukul 19.00 WIB
Gedung Gereja GBI Kristus Pencipta

Pembicara: Bp. Yulius (Jambi)

Ajaklah keluarga, teman & VIP List Anda yang sedang sakit untuk mengalami lawatan kuasa Tuhan yang menyembuhkan.

Saturday, April 18, 2009

Penuntun Saat Teduh Pribadi 27 April-3 Mei 2009

Kebahagiaan yang Bapa Janjikan


SENIN, 27 APRIL 2009
MISKIN DIHADAPAN ALLAH
Firman Hari Ini : Matius 5 : 2-3

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia?
2. Mengapa mereka disebut berbahagia?

PENGAJARAN :
Khotbah Yesus di bukit dalam perikop ini selalu diawali dengan kata ‘berbahagialah’. Di dalam salah satu terjemahan bahasa Inggris dipakai kata ‘diberkatilah‘. Berbahagia adalah satu kata yang menjadi dambaan setiap manusia, namun kata itu bukan berarti menggambarkan keadaan yang selalu lancar atau tanpa masalah, tetapi suatu keadaan dimana kita selalu berada dalam rencana Allah yang penuh damai sejahtera dan sukacita, suatu keadaan yang merupakan manisfestasi kehadiran Allah dalam kehidupan kita
Orang yang berbahagia menurut Yesus adalah orang yang miskin di hadapan Allah. Miskin disini bukanlah orang yang kekurangan uang melainkan orang yang miskin secara roh, artinya orang itu sangat membutuhkan Tuhan dalam hidupnya. Dia merasakan suatu kekosongan dalam jiwanya, dia sadar bahwa hidupnya sangat jauh dari Tuhan , dia sadar bahwa tanpa Tuhan ia akan binasa, dia butuh Juru Selamat dan Tuhan dalam hidupnya. Orang itu akan mengundang Yesus masuk dalam kehidupannya, sehingga ia akan memiliki Kerajaan Sorga. Ia akan menjadi warga Kerajaan Sorga, artinya ia berhak menikmati hak-hak sebagai warga Kerajaan Sorga sekarang ini maupun di masa yang akan datang.

PENERAPAN PRIBADI :
Bagaimana keadaan jiwa/batin Anda saat ini? Apakah Anda merasakan suatu kekosongan? Apakah Anda merasa jauh sekali dari Tuhan? Bila ya, undanglah Yesus masuk dalam hatimu menjadi Tuhan dan Juru Selamatmu saat ini! Maka Anda akan mengalami ketenangan sejati!


SELASA, 28 APRIL 2009
DUKACITA ILAHI
Firman Hari Ini : Matius 5:4 ; Mazmur 32:1-5

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia? (Matius 5:4)
2. Bagaimana cara mendapat pengampunan dosa? (Mazmur 32:5)

PENGAJARAN :
Suatu hal yang terdengar ironis, ketika Yesus menyebut berbahagia orang yang berdukacita. Bagaimana menjelaskan bahwa orang yang sedang berdukacita tetapi bisa berbahagia? Dukacita disini berarti suatu sikap menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Ketika kita menyesali dosa-dosa kita, maka kita akan memohon pengampunan Tuhan. Saat itulah Tuhan akan mengampuni segala dosa kita, sehingga kita akan mendapat penghiburan Tuhan.
Banyak sekali orang yang mencari alasan pembenaran ketika mereka melakukan perbuatan dosa. Mereka mencari ‘kambing hitam’ untuk membenarkan perbuatan dosa mereka. Orang yang mencuri uang beralasan terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhannya, orang yang berbohong beralasan terpaksa berbohong daripada ‘malu’. Orang yang membalas dendam beralasan terpaksa membalas dendam karena ia telah disakiti begitu rupa. Sebagai orang beriman marilah kita menyadari bahwa dosa adalah dosa tanpa mencari alasan pembenaran. Dan yang lebih penting adalah sikap menyesali dosa-dosa dan meminta pengampunan dengan cara mengakuinya dihadapan Tuhan. Berdukacita juga berarti tidak mau ‘menikmati / bersenang-senang’ hidup dalam dosa, sehingga ia ingin segera bertobat dengan cara hidup benar. Amsal 28:13 berkata, “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa yang mengakui dan meninggalkannya akan disayangi.“

PENERAPAN PRIBADI :
- Adakah dosa-dosa yang belum Anda akui dan tinggalkan?
- Segeralah datang kepada Tuhan dengan sikap hati yang menyesali dosa-dosa Anda! Dan Anda akan mendapat penghiburan sejati dari Tuhan!


RABU, 29 APRIL 2009
LEMAH LEMBUT
Firman Hari Ini : Matius 5:5

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia?
2. Mengapa mereka disebut berbahagia?

PENGAJARAN :
Lemah lembut disini artinya adalah mau memberi diri dipimpin atau dikendalikan oleh Roh Kudus. Tidak semau gue. Orang yang lemah lembut selalu berkata: ‘Biarlah kehendak Tuhan yang terjadi‘ tidak pernah memaksakan kehendaknya sendiri. Seperti tanah liat ditangan tukang periuk, begitu juga hidup kita di tangan Tuhan. Apapun yang Tuhan inginkan biarlah terjadi dalam hidup kita. Janganlah kita mengeraskan hati namun kita harus selalu siap berubah sesuai kehendakNya. Dia berjanji kepada orang yang lemah lembut bahwa mereka akan memiliki bumi. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari, memiliki bumi diartikan ‘Allah akan memenuhi janjiNya‘. Bukankah ini menjadi kerinduan kita semua? Janji Tuhan selalu untuk kebaikan anak-anakNya. Dalam keadaan yang serba tidak menentu seperti ini, kita sangat membutuhkan ‘uluran’ tangan Tuhan untuk menolong kita, karena kemampuan kita sangatlah terbatas.

PENERAPAN PRIBADI :
Akhir-akhir ini, apakah yang Tuhan kehendaki untuk Anda lakukan? Maukah Anda menerima dan melakukan kehendak Tuhan tersebut ?

KAMIS, 30 APRIL 2009
LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN
Firman Hari Ini : Matius 5:6; Mazmur 119:97

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia? (Matius 5: 6)
2. Mengapa Daud merenungkan firman Tuhan sepanjang hari ? (Mazmur 119:97)

PENGAJARAN :
Makanan dan minuman menjadi sangat nikmat bila kita sedang lapar dan haus. Begitu juga ketika kita sungguh-sungguh merindukan firman Tuhan, maka firman Tuhan akan sungguh-sungguh memuaskan jiwa dan roh kita. Daud begitu merindukan firman Tuhan sehingga ia bangun pagi pagi untuk bisa menikmati keindahan janji-janji Tuhan (baca Mazmur 119:147-148)

Saat ini banyak orang percaya yang mengalami kekeringan rohani, sehingga mereka tidak bersemangat lagi beribadah dan melayani Tuhan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak pernah dipuaskan oleh kehadiran Tuhan melalui firmanNya. Banyak persoalan yang dapat diselesaikan ketika kita sungguh-sungguh berjumpa dengan kebenaran Tuhan. Kita akan mendapatkan ketenangan, kekuatan, sukacita dan hikmat ketika firman Tuhan itu menjadi ‘rhema’ (berbicara secara pribadi kepada kita).

Sesungguhnya firman Tuhan itu lebih indah dari pada emas dan lebih manis dari pada madu (baca Mazmur 19:8-11). Tuhan selalu rindu berbicara kepada anak-anakNya melalui firmanNya, maukah kita mendengarNya?

PENERAPAN PRIBADI :
Milikilah kerinduan yang sungguh-sungguh akan kebenaran Tuhan, maka Anda akan mengalami sukacita dan kesegaran rohani !


JUMAT, 1 MEI 2009
MURAH HATI
Firman Hari Ini : Matius 5:7 ; 18:21-35

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia? Mengapa mereka disebut berbahagia? (Matius 5:7)
2. Apa yang dilakukan raja terhadap hamba yang berhutang aepuluh ribu talenta? (Matius 18:27)

PENGAJARAN :
Murah hati disini berarti mudah untuk mengampuni. Hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta sebenarnya menggambarkan diri kita sendiri. Kita tidak mampu membayar segala ‘hutang’ dosa kita kepada ‘Raja segala Raja’ karena hutang itu terlalu besar, sehingga tidak mungkin terbayar namun kita mendapatkan pembebasan alias pengampunan. Seharusnya kita di hukum namun dibebaskan dari hukuman. Kalau kita mendapat perlakuan seperti itu, seharusnya kita juga memperlakukan orang yang bersalah kepada kita dengan perlakuan yang sama, yaitu membebaskan mereka dari konsekuensi perbuatan mereka atau mengampuni mereka, karena kesalahan yang mereka lakukan terhadap kita tidak sebanding dengan kesalahan yang kita buat kepada Tuhan. Kalau kita mau mengampuni sesama kita, maka Bapa yang di surga akan mengampuni kesalahan kita juga. Namun, bila kita tidak mau mengampuni kesalahan sesama kita, maka kita juga tidak akan diampuni oleh Bapa di surge. Aartinya, kita akan mendapatkan hukuman yang mengerikan.

Kita tidak akan terhindar dari ‘melukai dan dilukai’, karena kita dan sesama kita adalah orang-orang yang belum sempurna, sehingga masih terbuka kesempatan tersebut. Namun yang terpenting ialah kita dapat terus bermurah hati untuk mengampuni.

PENERAPAN PRIBADI :
Adakah orang-orang yang belum Anda ampuni kesalahannya?
Segeralah mengambil keputusan untuk mengampuni karena Anda juga akan mendapat pengampunan dari Tuhan dan sesama.


SABTU, 2 MEI 2009
SUCI HATI
Firman Hari Ini : Matius 5 : 8

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia ?
2. Mengapa mereka disebut berbahagia ?

PENGAJARAN :
Suci hati dalam salah satu terjemahan bahasa Inggris disebut ‘pure in heart‘, artinya hati yang murni, yang ada di dalam dan di luar sama, tidak memakai topeng, tidak ada yang di sembunyikan, perkataan dan perbuatannya selalu sama, menepati janji, bisa di percaya, memiliki integritas. Di keluarga bisa di percaya, di gereja bisa di percaya, di pekerjaan bisa di percaya, di sekolah bisa di percaya, di masyarakat bisa di percaya, di mana saja bisa di percaya.

Saat ini, sangat sulit untuk menemukan orang yang bisa di percaya. Sebagai anak Tuhan seharusnya kita menjadi jawaban bagi dunia yang sedang krisis kepercayaan ini, sehingga Bapa bisa di permuliakan. Tuhan berjanji orang yang suci hatinya akan melihat Tuhan, artinya dia akan melihat Tuhan bekerja dalam segala area kehidupannya. Tuhan akan membuat berhasil segala area kehidupannya

Yusuf adalah tokoh alkitab yang memiliki integritas / bisa di percaya, meskipun untuk sementara ia mengalami banyak kegagalan, namun ia tidak pernah keluar dari hidup berintegritas hingga akhirnya dia melihat janji Tuhan digenapi dalam hidupnya

PENERAPAN PRIBADI :
- Adakah hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah yang Anda sembunyikan?
- Apakah Anda sering berbohong?
- Marilah akui semuanya di hadapan Tuhan dan bertobat!


MINGGU, 3 MEI 2009
PEMBAWA DAMAI
Firman Hari Ini : Matius 5:9 ; Yesaya 52:7

PERTANYAAN PERENUNGAN :
1. Siapakah orang yang berbahagia? (Matius 5:9)
2. Apakah yang dimaksud dengan pembawa damai? (Yesaya 52:7)

PENGAJARAN :
Yang dimaksud dengan membawa damai disini berarti membawa berita keselamatan yang mendamaikan manusia dengan Allah, yang biasa disebut Injil. Kita yang sudah diselamatkan mempunyai tugas mulia untuk menyampaikan berita keselamatan itu kepada orang yang belum diselamatkan. Tidak banyak orang percaya yang sadar akan tugas mulia ini, dengan berbagai alasan mereka cenderung enggan melakukannya. Namun, Tuhan menyebut orang yang mau membawa berita damai ini dengan orang yang berbahagia.

Ada banyak orang di sekeliling kita yang belum di selamatkan, mereka menunggu pembawa damai- pembawa damai datang kepada mereka. Mulailah dengan memperlihatkan hidup Anda yang sudah di pulihkan dan bagikanlah kasih Bapa yang telah mengubah hidup Anda, maka mereka tidak akan mampu menolak berita damai tersebut. Jangan berkecil hati karena Tuhan senantiasa menyertai anak-anakNya di dalam membawa damai.

PENERAPAN PRIBADI :
Sudahkah Anda menjadi pembawa damai ? Mulailah dengan orang-orang yang ada disekitar Anda!

Lapar akan Firman Allah

FOKUS KITA

Joan Waste
Derby, Inggris
Tahun 1550-an


Pria tua yang compang-camping itu menatap ke atas, saat si wanita muda memasuki selnya. Sudah sepantasnya ia mengagumi kesetiaan wanita muda itu. Walaupun buta sepenuhnya, Joan Waste, wanita itu, dapat menemukan arahnya sendiri melalui jalan-jalan Derby, baik saat hujan maupun cerah. “Halo, John Hurt,” ia memanggil dengan ceria. Wanita itu mengulurkan sebuah buku kecil dan bertanya, “Tolong, apakah engkau dapat membacakannya untukku hari ini?”

“Pasal mana yang ingin kau dengar?” Orang tua itu menjawab sambil tersenyum. Terkunci di penjara karena berhutang, tanpa ada kunjungan dari seorangpun kecuali Joan, ia hanya mempunyai sedikit hal alin untuk dilakukan.

Walaupun Joan Waste terlahir buta, ia tidak pernah bermalas-malasan. Ketika masih kecil, ia sudah membantu ayahnya membuat tali. Kemudian, saat ia berusia dua belas, ia belajar untuk merajut kaus kaki dan lengan baju. Ia terus berlatih dan berlatih, hingga dia dapat merajut dengan amat baik.

Pada masa pemerintahan Raja Edward, gereja-gereja mulai menawarkan bacaan-bacaan dari Alkitab dalam bahasa Inggris dan bukan hanya dalam bahasa Latin. Joan pergi ke gereja setiap hari untuk mendengarkan Firman Allah, dan Firman itu mengubah hidupnya secara dramatis. Ia memiliki kerinduan yang besar untuk memahami Firman dan merekam dalam ingatannya. Walaupun ia buta dan tidak dapat membaca, dan Alkitab Perjanjian Baru sangat mahal harganya, ia memutuskan untuk memilikinya sebuah. Karena ia berasal dari keluarga miskin, dibutuhkan waktu yang lama baginya untuk menabung cukup banyak uang untuk membelinya.

Kemudian Joan harus menemukan seseorang yang akan membaca baginya. Itulah saatnya ia bertemu dengan John Hurt, yang setuju untuk membacakannya satu pasal sehari. Pada hari-hari di mana ia terllau sakit untuk membaca, Joan akan membayar orang lain untuk membaca baginya. Joan memiliki ingatan yang secara menakjubkan amat baik, dan ia menjadi amat kenal dengan Alkitab. Pada saat ia berusia dua puluh dua, ia dapat mengulangi banyak pasal di luar kepala.

Saat Ratu Mary naik tahta, hukum-hukum dan peraturan yang dibuat menyebabkan kepemilikan Alkitab dalam bahasa Inggris menjadi tidak sah. Joan dibawa menghadap uskup karena kepercayaannya, dituntut dengan tuduhan bidat (sekte penyesatan), dan ditempatkan di dalam penjara. Akhirnya, Joan berkata, “Aku tidak dapat menyangkal kebenaran. Aku memohon kepada kalian, tolong berhenti menyusahkan aku.” Setelah itu, ia tidak mengatakan apapun lagi.

Hukuman mati akhirnya diumumkan dan ia diserahkan kepada kepala polisi. Pada tanggal 1 Agustus 1556, ia dibawa ke tiang pancang. Di sana, ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berdiri. “Tolong berdoa bagiku,” ia meminta kepada semua orang yang menonton. Eksekutorpun mengikatnya ke tiang dan menyalakan api untuk membakarnya.

Joan menyimpan Firman Allah sebagai harta, menghadapi banyak kesulitan untuk menyimpannya dalam hatinya. Kebenaran-kebenaran yang ia dapati pada halam halaman-halaman Alkitab membawa kekuatan yang besar baginya.

Banyak orang Kristen pada hari ini memiliki akses yang mudah kepada Firman Allah, tetapi tidak pernah mengambil waktu untuk merenungkan dan mengingatnya serta membagikannya. Apakah Anda melakukannya?

Sumber: Jesus Freaks, dc Talk

Pengakuan Para Pemenang




























SEPUTAR KITA

Jumat, 10 April 2009 lalu, GBI Kristus Pencipta mengadakan Champion Commitment (CC), penutup dari rangkaian kelas SPK (Saya Pengikut Kristus) modul Pemenang, yang telah berlangsung selama 3 bulan. Dalam Ibadah Jumat Agung gabungan seluruh kelompok usia ini, sekitar 50 orang peserta SPK yang mengenakan atasan putih dan bawahan hitam mengucapkan komitmen pemenang, sebagai deklarasi hidup baru mereka. Berikut adalah beberapa kesaksian para pemenang tersebut!

Semenjak ikut SPK, saya menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Selain itu, lewat pelajaran-pelajaran SPK, pandangan saya tentang kehidupan jadi berbeda dan saya bisa lebih menghargai hidup ini. Pengalaman paling berkesan selama SPK adalah waktu mengikuti CG (Champion Gathering). Dari sesi pelepasan, saya banyak mendapat terobosan. (Sherly/Mahasiswi)

SPK banyak berpengaruh dalam hidup saya, terutama saat sesi Pemenuhan Roh Kudus di CG. Saya dibaptis roh kudus dan semakin rajin saat teduh. Saya juga jadi lebih rajin kuliah. (Robin, Mahasiswa)

Lewat sesi Hati Bapa, saya belajar mengampuni ayah saya sekalipun dia tidak bisa menerima saya apa adanya. Saya juga bisa lebih mengampuni orang-orang di sekeliling saya, jadi lebih sabar, dan memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. (Eva, Pelajar SMP)

Keluarga saya berantakan, Papa saya meninggalkan saya 3 tahun yang lalu. Namun lewat CG saya merasakan jamahan Bapa di Surga. Saya merasa ia berkata, “Kamu tidak pernah sendiri, aku selalu bersama denganmu.”Sekarang, saya jadi lebih taat terhadap pemimpin, saat teduh juga lebih konsisten. (Firda, Pelajar SMP)

Sejak kecil saya sudah kenal Tuhan, namun saya sempat meninggalkan Tuhan selama hampir 17 tahun. Semenjak saya ikut SPK, banyak sekali perubahan hidup yang saya alami. Saya bisa lepas dari kebiasaan buruk merokok, minum-minuman keras, dan juga berjudi. Materi tentang Kerajaan Allah adalah pelajaran yang paling berkesan bagi saya. Di sana saya menemukan banyak pandangan baru tentang kehidupan. Jika periode berikutnya ada SPK, saya sangat ingin menjadi pembina untuk membantu orang lain mengalami apa yang telah saya alami. (Tony Hartono, Sales)

Saya sangat luar biasa diberkati dari SPK Pemenang ini. Anak-anak bahkan suami saya juga turut dipulihkan. Sebelumnya saya telah putus asa dan lelah menghadapi masalah keluarga. Dulunya saya suka marah-marah menghadapi masalah ekonomi dan anak-anak yang tidak menurut. Namun sekarang, puji Tuhan! Anggota keluarga saya juga ikut mengalami jamahan Tuhan, keadaan finansial saya juga semakin membaik. Saya rindu menjadi pembina SPK Pemenang periode berikutnya agar semakin banyak orang mengenal Tuhan. (Trifosa, Ibu Rumah tangga)

Di SPK Pemenang ini saya memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pelajaran penting yang paling berkesan di hati saya adalah bahwa ketika Tuhan sudah menangkap/memanggil kita, maka tak seorangpun dalam lari dariNya. Bahkan ketika saya mengalami tantangan sebagai pengikut Kristus, Roh Kudus selalu memanggil saya untuk terus mendekat kepada Tuhan. (Nurlina Sesfa’o)

Apa yang Membuat Seorang Wanita menjadi Seorang Wanita?

DARI KITA UNTUK KITA

Dua bulan yang lalu, saya mengetahui bahwa ada benjolan yang ternyata adalah tumor jinak di salah satu bagian tubuh saya. Puji Tuhan, operasi pengangkatannya berlangsung dengan sukses. Namun semenjak itu, banyak orang di sekeliling saya yang mengingatkan saya untuk terus berhati-hati, karena sepertinya saya memiliki ‘bakat’ untuk terkena tumor, bahkan kanker. Saya yang awalnya tidak merasa khawatir jadi berpikir. Usia saya masih 20 tahun, sudah kena tumor jinak. Nah, besar sekali kemungkinan saya akan mengalami yang lebih buruk beberapa tahun ke depan. Saya jadi banyak membayangkan, bagaimana kira-kira reaksi saya ketika memang betul-betul mengalami penyakit yang membuat saya kehilangan organ-organ fisik yang menjadi ‘simbol’ seorang wanita.

Dalam kebimbangan tersebut, saya memutuskan untuk mengirim topik tersebut dalam sebuah forum diskusi. Ini adalah pendapat beberapa teman yang akhirnya membantu menyadarkan saya tentang apa sebenarnya yang membuat seorang wanita menjadi utuh.

“Bagi saya, ini bukan penjelasan filosofi... Secara medis, orang disebut pria/ wanita memang dibatasi pada hal-hal yang fisiologis (fisik). Secara sosial, tidak pernah ada yang bilang kalau wanita/pria itu dibatasi dengan hal-hal yang bersifat fisiologi, apalagi jika kita masuk dalam ranah teologi. Tuhan hanya bilang menciptakan pria dan wanita yang sesuai gambar dan rupa Tuhan. Saya pikir, ini bukan ranah fisik. Ini adalah ranah psikis. Bagaimana kita ngeliat diri kita sebagai ciptaan sempurna yang serupa dan segambar dengan Tuhan, bukan karena hal-hal yang fisiologis.gambar dan rupaNya. Dan menurut saya, masalah ini bukan semata ranah fisiologis.Ini adalah ranah psikis. Bagaimana kita melihat diri kita sebagai ciptaan sempurna yang serupa dan segambar dengan Tuhan, bukan karena hal-hal fisiologis.”

“Identitas kita sebagai pria atau wanita adalah pemberian pencipta kita, Tuhan. Dan tidak ada satu hal pun di dunia yang dapat mengambilnya dari kita. Apapun yang terjadi, wanita dalah seorang Wanita. Pria adalah seorang PRIA.”

Dua pendapat di atas membuat saya sadar. Ya, identitas saya bukan terbatas dari fisik saja. Identitas saya adalah pemberian Tuhan. Saya diciptakan serupa dan segambar denganNya. Ketika Tuhan menciptakan saya sebagai seorang wanita, apa pun yang saya hadapi, saya tetaplah seorang wanita. Saya menyadari, peristiwa ini adalah bagian dari proses pembelajaran tentang bagaimana saya memandang diri saya sebagai seorang pribadi yang utuh, sebagai seorang wanita yang utuh. Bagaimana dengan Anda? (vln)

Info Kita - 19 April 2009

TRAINING PEMBERDAYAAN PEMIMPIN

Seluruh Rakor, PJ, PA & PKS WAJIB hadir pada:
Rabu, 29 April 2009
Pukul 18.30-20.00 WIB
Di gedung gereja
Bersama: Bp. Yulius (Jambi)
Siapkan pertanyaan sebanyak-banyaknya
karena training ini disertai sesi tanya jawab.



TRAINING PELAYANAN KESEMBUHAN

Rakor, PJ, PA, PKS & jemaat yang terbeban melayani kesembuhan harap hadir dalam pelatihan pelayanan kesembuhan bersama Bp. Yulius (Jambi):
Rabu, 29 April 2009
Pukul 20.00-21.30 WIB
Di gedung gereja
Silakan mempersiapkan pertanyaan seputar pelayanan kesembuhan, karena acara ini disertai tanya jawab.



Hadirilah!

Ibadah Doa Malam
“River of Healing”

Kamis
30 April 2009
Pukul 19.00 WIB
Gedung Gereja GBI Kristus Pencipta

Pembicara: Bp. Yulius (Jambi)

Ajaklah keluarga, teman & VIP List Anda yang sedang sakit untuk mengalami lawatan kuasa Tuhan yang menyembuhkan.



Jangan lewatkan!

Festival Komsel Family


Minggu
26 April 2009
Pukul 08.00 WIB
Di Gedung Gereja KrisPen

Buktikan kedahsyatan kuasa persatuan!

Penuntun Saat Teduh Pribadi 20-26 April 2009

MELAYANI BERSAMA YESUS


Senin, 20 April 2009
Melayani Dengan Belas Kasihan
Firman Hari Ini : Matius 9: 35-38

Pertayaan Perenungan:
1. Bagaimanakah respon Tuhan Yesus saat melihat orang banyak yang dalam kebutuhan?
2. Apa yang Yesus lakukan bagi orang banyak itu?

Pengajaran:
Selama pelayananNya di muka bumi, Tuhan Yesus selalu melihat pelayanan yang Dia kerjakan sebagai kesempatan untuk menjawab kebutuhan. Tuhan Yesus tidak melihat itu sebagai suatu beban atau tugas, melainkan Dia mendasari pelayananNya dengan belas kasihan.

Seringkali di dalam kehidupan kita melakukan pelayanan sebagai suatu beban, atau tugas rutin yang harus diselesaikan karena merupakan suatu kewajiban. Akibatnya, kita kehilangan inti dari pelayanan, yaitu kasih. Marilah kita kembali melayani berdasarkan belas kasihan melihat kebutuhan yang ada di sekeliling kita, dan bukan sebagai suatu rutinitas atau kewajiban.

Penerapan Pribadi:
Apa langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan belas kasihan Anda terhadap orang lain yang membutuhkan?


Selasa, 21 April 2009
Melayani Dengan Kasih
Firman Hari ini: Matius 9:1-8

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang Yesus lakukan terhadap orang lumpuh tersebut? (ayat 6)
2. Bagaimana respon orang banyak? (ayat 8)

Pengajaran:
Di dalam seluruh pelayanan Tuhan Yesus, Ia selalu menunjukkan kebesaran kuasa Allah yang luar biasa, sehingga menarik banyak orang percaya kepadaNya dan memuliakan Allah. Dan Tuhan Yesus sendiri di dalam Yohanes 14:12 berjanji bahwa kita (orang percaya) dapat melakukan apa yang Yesus lakukan, bahkan yang lebih besar dari yang telah Ia lakukan, asal kita percaya.

Roh Kudus telah dicurahkan bagi kita, supaya kita dapat melayani dengan kuasa yang luar biasa. Dunia sangat membutuhkan demonstrasi kuasa Allah secara nyata untuk menjawab kebutuhan hidup mereka dan membawa mereka kepada Tuhan Yesus. Sebagai orang percaya, mari kita belajar melayani mereka dengan kuasa Allah yang luar biasa yang telah ada dalam kita oleh Roh Kudus. Bagian kita hanyalah mau melangkah dengan iman dan terus belajar menggunakan kuasa yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita.

Penerapan Pribadi:
Sudahkah Anda setia menggunakan kuasa dan karunia yang sudah Tuhan berikan untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan? Mari teladani apa yang Yesus telah kerjakan selama di bumi.


Rabu, 22 April 2009
Melayani Dengan Kerendahan Hati
Firman Hari Ini : Yohanes 13:1-20

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang Yesus lakukan dalam kisah ini?
2. Teladan apa yang dapat kita pelajari?

Pengajaran:
Salah satu prinsip pelayanan yang ditekankan oleh Tuhan Yesus adalah kerendahan hati; karena bila kita tidak rendah hati, maka kuasa Allah tidak bisa bekerja dengan leluasa.

Kerendahan hati meliputi sikap untuk siap tidak dipuji, siap untuk tidak mendapatkan posisi apapun, dan siap untuk berubah bila ditegur. Kita perlu terus belajar untuk rendah hati, karena saat kita merendahkan hati, maka kuasaNya akan mengalir dengan sempurna di dalam hidup kita. Kita harus selalu ingat bahwa sebesar apapun pelayanan kita, itu adalah suatu kepercayaan yang Tuhan berikan dan bukan milik kita sendiri, sehingga kita tidak punya alasan untuk meninggikan diri.

Penerapan Pribadi:
Berkat apa yang Anda dapatkan secara pribadi melalui kebenaran firman yang Tuhan ajarkan hari ini? Catatlah dan lakukanlah!


Kamis, 23 April 2009
Melayani Dengan Setia
Firman Hari Ini : Matius 26:30-35

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang terjadi pada Petrus?
2. Peringatan apa yang saudara dapatkan dari Firman hari ini?

Pengajaran:
Apa yang terjadi pada Petrus hendaklah menjadi suatu peringatan bagi kita supaya kita terus setia mengikut Yesus sampai akhir. Bersyukurlah Petrus karena ia mendapat kesempatan kedua untuk bertobat dan melayani Tuhan dengan lebih baik. Dan kita tahu bahwa Petrus akhirnya mati sebagai martir yang luar biasa.

Memulai pelayanan bukan hal yang terlalu sulit. Tetapi, untuk mempertahankan kualitas dan hati kita dalam melayani Tuhan adalah suatu hal yang harus benar-benar diperjuangkan dan dipergumulkan dengan sungguh lewat persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan. Banyak orang kehilangan antusiasme dalam melayani Tuhan setelah sekian lama melayani karena mereka tidak menjaga hati. Oleh karena itu kita harus menjaga supaya api Roh Kudus yang telah Tuhan berikan bagi kita terus berkobar sampai akhir.

Penerapan Pribadi:
Masihkah Anda antusias dalam melayani Tuhan? Bila antusiasme Anda mulai kendor, mari datang kepada Tuhan dan mintalah kepada saudara seiman atau pembina Anda untuk mendoakan.


Jumat, 24 April 2009
Melayani Dengan Hikmat
Firman Hari Ini : Matius 22:15-22

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang Yesus ajarkan bagi kita melalui kisah ini?
2. Mari renungkan Pengkotbah 10:10

Pengajaran:
Melalui kisah yang kita baca hari ini, kita mengetahui bahwa dalam pelayananNya Tuhan Yesus selalu disertai dengan hikmat yang luar biasa, sehingga para lawannya tidak bisa menjatuhkan Dia.

Kita juga perlu belajar untuk melayani dengan bergantung kepada hikmat Tuhan yang kita peroleh melalui Roh Kudus yang ada di dalam kita (Yohanes14:26). Kita tidak boleh melayani dengan berdasarkan atau bersandar kepada pengalaman kita di masa lalu, karena untuk setiap situasi ada hal-hal yang berbeda yang Tuhan mau kerjakan lewat hidup kita. Dalam setiap pelayanan kita harus selalu berdoa dan bertanya kepada Roh Kudus agar Dia mengajar dan menuntun kita. Dengan demikian, pelayanan yang kita kerjakan benar-benar efektif dan menjawab kebutuhan.

Penerapan Pribadi:
1. Sudahkah Anda selalu bergantung pada pimpinan Roh Kudus dalam setiap pelayanan Anda?
2. Bagikan kepada 1-2 orang saudara seiman tentang pengalaman Anda dalam melayani dengan pimpinan dan hikmat dari Roh Kudus.


Sabtu, 25 April 2009
Melayani Dengan Penuh Perhatian
Firman Hari Ini : Lukas 8:40-56

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa yang terjadi di tengah kerumunan orang banyak? (ayat 43-44)
2. Apa jawab Petrus? Mari renungkan ayat 46

Pengajaran:
Dalam kisah ini kita bisa belajar bahwa Tuhan Yesus melayani dengan penuh perhatian. Di tengah kerumunan orang banyak, Yesus tahu bahwa ada seseorang yang menjamah jubahNya dengan suatu kebutuhan akan kesembuhan. Tuhan Yesus bisa saja mengabaikan jamahan tangan wanita tersebut seperti reaksi Petrus yang mengatakan bahwa waktu itu terlalu banyak orang, tidak perlu tahulah yang mana orang yang sedang membutuhkan Yesus.

Kita perlu bersyukur karena Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berorientasi pada pribadi kita. Dia penuh perhatian pada kebutuhan seseorang, Dia tidak berorientasi pada jumlah dan tidak berorientasi pada massa. Mari kita belajar untuk melayani seperti Yesus, yaitu bahwa setiap jiwa itu sangat berharga dan peduli akan kebutuhan pribadi mereka.

Penerapan Pribadi:
Apakah Anda terlalu sibuk hari-hari ini sehingga tidak dapat memberi perhatian yang baik kepada kebutuhan seseorang yang tidak bisa kita layani dengan baik?


Minggu, 26 April 2009
Melayani Dengan Ketaatan
Firman Hari Ini : Yohanes 5:19-47

Pertanyaan Perenungan:
1. Bagaimanakah Yesus mengerjakan pelayananNya? (ayat 19)
2. Mari renungkan Filipi 2:8.

Pengajaran:
Salah satu teladan Tuhan Yesus yang luar biasa dalam pelayananNya adalah ketaatan total kepada Bapa. Tuhan Yesus melakukan dengan tepat apa yang telah ditugaskan dan dikehendaki oleh Bapa. Meskipun sangat tidak enak dan menderita karena pada akhirnya Dia harus mati disalibkan, Tuhan Yesus memilih untuk tetap taat.

Dalam kehidupan kita harus belajar untuk taat pada pimpinan Roh Kudus, meskipun itu bertentangan dengan ego dan kenyamanan kita. Kita harus belajar untuk mau mendengar dan melaksanakan apa yang Tuhan suruh di hati kita, seperti untuk memberi sejumlah uang kepada suatu kebutuhan, mengunjungi orang yang sakit, mendoakan seseorang yang sedang dalam kesulitan dan masih banyak lagi yang Tuhan ingin kita kerjakan bagi kemuliaan namaNya. Taat memang mengandung konsekuensi untuk memikul salib dan menyangkal diri, yaitu kita harus siap mengorbankan kenyamanan diri. Namun, selalu ada kemuliaan dan berkat di balik salib.

Penerapan Pribadi:
Adakah suara tuntunan Roh Kudus untuk melayani / memberkati seseorang yang belum Anda taati? Jangan menunda untuk taat pada panggilanNya! Lakukan sekarang!

Saturday, April 11, 2009

Utusan Kristus

FOKUS KITA

Peristiwa yang terjadi di sekitar kita dari waktu ke waktu semakin jahat dan mengerikan. Berita tentang tindak kejahatan yang semakin merajalela, keputusasaan hidup yang berujung pada aksi bunuh diri menjadi seperti makanan kita sehari-hari.biasa kita dengar. Semua itu terjadi akibat tekanan hidup yang semakin berat. Dunia dimana kita hidup tidak lagi menjadi tempat yang aman. Bahkan, sebagian orang Kristen ada yang berpikir dan berharap sebaiknya Tuhan cepat datang, supaya penderitaan cepat selesai.

Semua yang terjadi di akhir jaman ini sudah terlebih dulu Tuhan peringatkan melalui FirmanNya, bahwa hari-hari ini akan semakin jahat, manusia hidup menuruti hawa nafsunya. Sebagai anak Tuhan yang telah diajarkan kebenaran firman tidak sepatutnya bersikap masa bodoh, tidak peduli terhadap kondisi yang semakin kacau balau ini dan hanya mementingkan keselamatannya sendiri. Sebab, keselamatan dari Tuhan bukan sekedar untuk menyelamatkan manusia dari maut saja, tetapi supaya setiap orang yang percaya bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan.

Mengenal Tuhan, berarti juga mengenal hatiNya. Hati Tuhan adalah supaya jiwa-jiwa yang terhilang diselamatkan. Keberadaan kita, orang percaya di dunia ini adalah sebagai utusan Tuhan untuk memberitakan kabar keselamatan dari Tuhan ini kepada mereka yang terhilang, seperti yang difirmankanNya: “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia” (Yohanes 17:18)

Kita adalah surat Kristus yang terbuka, dimana setiap orang bisa melihat perbuatan atau perkataan kita. Apakah semua hal dalam hidup kita mencerminkan karakter Kristus, mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga setiap orang yang melihatnya mengalami kasih Tuhan dan bertobat? Atau sebaliknya malah terhanyut dalam arus dunia yang semakin dipenuhi hawa nafsu, sehingga justru menjadi batu sandungan untuk orang lain? Tuhan menempatkan kita di keluarga yang belum kenal Tuhan, karena Dia rindu agar kita membawa mereka kepada Kristus. Begitu juga dengan jiwa-jiwa yang terhilang sekeliling kita. Di manapun kita berada, kita adalah utusan-utusanNya.

Firman Tuhan dalam 1 Timotius 4:12 berkata, “Janganlah ada seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12). Inilah yang Tuhan rindukan dari setiap kita orang percaya, yakni supaya setiap orang yang berada di sekeliling kita melihat kasih Yesus dalam hidup kita. Biarlah perkataan kita adalah perkataan yang membangun, yang penuh kasih, yang memberikan semangat dan kekuatan kepada mereka yang lemah dan sedang berputus asa. Biarlah mereka yang belum percaya terjamah oleh perbuatan baik kita yang berasal dari hati yang tulus dan penuh kasih.

Menjadi utusan Kristus tidaklah sulit. Kita bisa memulainya dengan melakukan hal-hal baik yang kecil, namun kita lakukan dengan konsisten. Mungkin itu senyuman dan sapaan selamat pagi, atau kata-kata lembut bernada menguatkan yang bisa memberikan sukacita bagi mereka yang sedang bersusah hati.

Mari kita mulai untuk memberi perhatian lebih kepada keluarga, tetangga, teman, sahabat yang belum mengenal Yesus. Mari kita mulai berdoa syafaat bagi mereka agar hati mereka lemah lembut ketika kita berbicara. Mari kita kunjungi orang sakit dan mendoakan mereka. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita dapat berjumpa dengan mereka yang belum kenal Tuhan. Mungkin saja hari ini adalah hari terakhir kita bertemu dengan mereka.

Yesus telah mati bagi kita semua agar tidak binasa. Kebangkitan Yesus memberikan jaminan bahwa Dia memberikan kuasaNya untuk kita dapat menggenapi kerinduan hatiNya. Hidup kita bukanlah milik kita lagi, tetapi milik Kristus. Beritakanlah kabar baik ini kepada setiap orang yang belum percaya kepada Kristus. Jika kita mengasihi Yesus, berarti kita juga mengasihi hatiNya, yaitu jiwa-jiwa yang belum diselamatkan.(rs)

Doa yang Tidak Akan Ditolak Tuhan

SEPUTAR KITA

Doa malam “Moment of Restoration” KrisPen pada hari Rabu, 1 April 2009 yang lalu berlangsung khidmat. Dimulai pada pukul 19.00 WIB, sebanyak 100 orang jemaat yang hadir menikmati hadirat Tuhan melalui pujian & penyembahan.

Dalam firman yang disampaikan oleh Bapak Nanang Handoyo, selaku kelua pelaksana doa malam, jemaat dibukakan kebenaran mengenai doa yang tidak akan ditolak oleh Tuhan.

Ada tiga hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya supaya doanya tidak ditolak oleh Tuhan, yaitu:

1. Memiliki keinginan yang selaras dengan kehendak Tuhan
Tidak semua keinginan kita selaras dengan kehendak Tuhan. Karena itu, jika kita ingin supaya doa kita dikabulkan oleh Tuhan, maka keinginan yang kita doakan harus selaras dengan kehendak Tuhan.

2. Memiliki Iman yang utuh
Jika kita memiliki keinginan yang selaras dengan kehendak Tuhan, maka selanjutnya kita harus memiliki iman yang utuh, tidak ragu-ragu, untuk mendapatkan apa yang kita doakan atau imani, seperti iman Abram dalam Kejadian 15:6. Iman Abram membuat Allah memperhitungkan itu sebagai kebenaran, sehingga ia mendapatkan apa yang telah Tuhan janjikan.

3. Melakukan langkah iman
Setelah menyelaraskan keinginan kita dengan kehendak Tuhan serta memiliki iman yang utuh kepadaNya, maka kita harus melakukan langkah atau tindakan yang sesuai dengan apa yang kita doakan serta imani (Yakobus 2:22-23). Misalnya, jika kita berdoa dan beriman tentang kesembuhan, maka kita juga harus hidup seolah-olah kesembuhan itu sudah terjadi dalam hidup kita.

Dalam ibadah yang didukung oleh doa para para prajurit doa ini, banyak jemaat yang hadir mengaku bahwa mereka mengalami jamahan Tuhan dari awal penyembahan sampai akhir acara.

Kerinduan kami Tim pendoa semakin banyak mukjijat dinyatakan lagi pada doa malam berikutnya sehingga menjadi tanda heran bagi orang-orang yang disekitar kita. Melalui kesaksian-kesaksian yang ada iman jemaat semakin dikuatkan dan bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Testimoni…

Beberapa hari ini saya mengalami kesulitan keuangan, karena saya baru saja keluar dari pekerjaan. Meskipun telah mendengar khotbah kalau janji Tuhan akan nyata, tetapi saya masih saja merasa kuatir dan tertekan dengan kondisi saya sampai tidak ada sukacita lagi. Tetapi setelah didoakan, tiba-tiba saya bisa merasakan ada kelegaan tersendiri. Saya pegang janji Tuhan, kalau masalah saya ini hanya sesaat saja dan Tuhan akan nyatakan janjiNya kepada saya. Meskipun belum terjadi, tetapi saya mau terus memiliki iman yang utuh, supaya janjiNya benar-benar dinyatakan dalam hidup saya. (Ibu Indah S./IR Family)

Beberapa waktu yang lalu saya menderita gejala bronkhitis sampai tergantung dengan obat supaya nafas saya bisa lancar. Saya juga tidak berani minum es karena takut mengalami sesak nafas. Tetapi, sewaktu mengikuti SPK, doa malam bulan lalu, dan doa malam hari ini, saya mulai membangkitkan iman bahwa saya pasti mengalami kesembuhan. Karena penyakit saya adalah jenis penyakit yang sembuhnya melalui proses, maka saya terus melatih iman dengan berdoa dan confess firman. Hasilnya, sekarang saya mulai tidak tergantung dengan obat lagi. Saya membeli obat hanya sebatas untuk berjaga-jaga saja. Saya juga sudah tidak sesak lagi kalau minum es. Meskipun saya tidak maju untuk didoakan ketika ada tantangan altar call, tetapi saya percaya Tuhan sudah menyembuhkan sakit saya. (Bp. Endro/IR Family)

Saya datang ke doa malam dalam keadaan sakit tenggorokan dan flu berat sampai hidung hampir tersumbat. Setelah didoakan, tenggorokan saya tidak lagi sakit dan flu sudah mulai berkurang. (Elly/IR Youth)

Apakah Anda Mempercayai Paskah?

INSPIRATIONAL STORY

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa, tinggal di San Antonio. Ia memiliki kebiasaan memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang. "Hallo, nama saya Edith Burns. Apakah Anda mempercayai Paskah?" demikian ia selalu bertanya. Selanjutnya, ia akan menjelaskan arti Paskah pada orang yang ditemuinya, dan melalui dia banyak orang percaya.

Suatu ketika laporan laboratorium mengatakan bahwa Edith terkena kanker, dan tidak akan bertahan hidup lebih lama. Namun, semua orang di tempat dia dirawat kagum padanya kecuali Phyllis Cross, kepala perawat. Suatu pagi, dua perawat yang seharusnya menjaga Edith berhalangan masuk. Phyllis Cross terpaksa menggantikan mereka. Ketika dia masuk kamar Edith, Edith memberikan senyum lebar dan berkata,
"Phyllis, Tuhan mengasihimu, dan aku telah berdoa bagimu."
"Hentikan saja doamu karena tidak ada gunanya bagiku," jawab Phyllis.
Sesudah peristiwa itu, setiap kali Phyllis Cross melintasi ruangannya ,Edith selalu berkata, "Tuhan mengasihimu, Phyllis. Saya juga mengasihimu, saya berdoa bagimu."

Suatu hari Phyllis Cross seperti ditarik magnet masuk ke ruangan Edith. Edith segera menyambutnya,
"Saya sangat senang kamu mau datang, sebab Tuhan telah berkata kepadaku bahwa ini merupakan hari khususmu."
"Edith, kamu bertanya pada setiap orang disini, apakah Anda mempercayai Paskah. Tetapi kamu tidak pernah menanyakannya padaku."
"Phyllis, sebenarnya saya ingin, tapi Tuhan berkata padaku untuk menunggu sampai kamu meminta, dan sekarang kamu telah memintanya." Edith Burns lalu mengambil Alkitabnya. Ia bercerita dengan Phyllis Cross mengenai Paskah, mulai dari kematian sampai kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Hari itu Phyllis Cross berdoa dan mengundang Yesus kristus masuk dalam hatinya. Pada hari Minggu Paskah, Phyllis Cross datang ke rumah sakit. Dia ingin mengunjungi Edith, memberikan bunga Lili, serta mengucapkan selamat Paskah. Namun, ia terlambat. Edith telah berbaring tak bernyawa. Alkitab bersampul hitam ada di pangkuannya. Tangan kirinya ada di atas Yohanes 14:2 "Di rumah Bapa-ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya tempat di mana Aku berada kamu pun berada."
Tangan kanannya ada di atas Wahyu 21:4 : "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Ada senyum manis di wajahnya. Phyllis Cross menatap tubuh Edith, dan mengangkat wajahnya ke atas. Air mata mengalir di pipinya, dan dia berkata, "Selamat Paskah, Edith!" Phyllis Cross meninggalkan Edith dan berjalan keluar. Saat bertemu dengan dua siswa perawat, ia berkata, "Hai, nama saya Phyllis Cross. Apakah kamu percaya pada Paskah?" (vln/ internet)

INFO KITA - 12 April 2009


Hadirilah!
PASKAH KAUM WANITA

Rabu
15 April 2009
Pukul 16.00 WIB
Di Gedung Gereja Krispen
Pembicara: Bp. Hendra



Pelayanan Penjara

Ayo libatkan diri Anda untuk melayani para napi di Rutan Medaeng yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2009.
Berangkat bersama-sama dari gereja pada pukul 07.30 WIB.


Apresiasi & Evaluasi Tim SPK Pemenang


Seluruh Tim Pelaksana, Pengajar, Supervisor & Pembina SPK Pemenang WAJIB hadir dalam evaluasi bersama dan acara ramah-tamah yang akan diselenggarakan pada:

Hari : Kamis
Tanggal : 16 April 2009
Waktu : Pukul 19.00 WIB
Tempat : Gedung Gereja

Mengingat padatnya acara ini, harap Saudara hadir tepat waktu!


Training Pemberdayaan Pemimpin

Seluruh PJ, PA & PKS WAJIB hadir dalam pelatihan kepemimpinan bersama Bp. Yulius (Jambi), yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 29 April 2009, pukul 18.30-20.00 WIB, di gedung gereja.

NB: Silakan mempersiapkan pertanyaan seputar masalah kepemimpinan sebanyak-banyaknya, karena acara ini disertai sesi tanya jawab.


Training Pelayanan Kesembuhan

Seluruh PJ, PA & PKS, serta jemaat yang terbeban melayani kesembuhan harap hadir dalam pelatihan pelayanan kesembuhan bersama Bp. Yulius (Jambi), yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 29 April 2009, pukul 20.00-21.30 WIB, di gedung gereja.

NB: Silakan mempersiapkan pertanyaan seputar pelayanan kesembuhan, karena acara ini disertai sesi tanya jawab.


2 hari lagi!
School of Prayer (SOP)

14 April – 9 Juni 2009
(Setiap Hari Selasa)
Pukul 19.00 WIB
Di Gedung Gereja KrisPen

Jika Anda rindu memiliki kehidupan rohani yang kuat dalam doa, firman & puasa, dan terbeban melayani sebagai pendoa,
jangan lewatkan pendidikan dan pelatihan yang akan membawa terobosan besar dalam hidup Anda ini.

Segera hubungi:
- Family: Ibu Lani Tanjung (031-70143505)
- Youth: Merry (031-71803304)
- Teen: Setyarini (031-71607989)



Hadirilah!

Ibadah Doa Malam
“River of Healing”

(Sungai Kesembuhan)

Kamis
30 April 2009
Pukul 19.00 WIB
Gedung Gereja KrisPen

Pembicara: Bp. Yulius (Jambi)

Ajaklah keluarga, teman dan VIP List Anda yang sedang sakit untuk mengalami lawatan kuasa Tuhan yang menyembuhkan.

Penuntun Saat Teduh Pribadi 13-19 April 2009

Persenjatai Diri Anda!
Anda berada dalam zona perang rohani



Senin, 13 April 2009
IKAT PINGGANG KEBENARAN

Firman Hari ini: Amsal 11:18-21

Pertanyaan Perenungan:
Siapakah orang yang mendapatkan pahala, menuju hidup, jalannya dikenan Tuhan dan diselamatkan? (Amsal 11:18-21)
Apakah yang dilakukan orang fasik? (Amsal 11:18-21)

Pengajaran:
Firman Tuhan di dalam Efesus 6:14 mengatakan, “ Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran…” Jaman ini adalah jaman di mana kebenaran yang sejati mulai dikaburkan. Bahkan kebenaran dan ketidakbenaran diputarbalikkan. Setiap orang (khususnya yang belum diselamatkan) menciptakan kebenaran bagi diri sendiri. Mereka berusaha mencari keuntungan bagi diri sendiri dengan cara mengorbankan kebenaran. Ada orang yang bahkan rela menutup mulut demi ketidakbenaran.
Kebenaran yang sejati berasal dari Allah. Ikat pinggang kebenaran memiliki pengertian bahwa kebenaran Allah sudah seharusnya melekat (seperti sabuk) dalam diri setiap orang percaya. Jadi kita bukan saja dikatakan sebagai “orang benar”, tetapi kita juga harus melakukan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Patokan kebenaran kita adalah Firman Allah dan bukan dari yang lain, apalagi kebenaran yang kita buat sendiri. Jika Firman Allah mengatakan “Ya” maka katakan “Ya”, dan katakan “Tidak”, jika Firman Allah mengatakan “Tidak.” Kita harus berdiri atas kebenaran Firman Allah.
Allah memberkati orang yang benar (Mazmur 5:13) dan mataNya tertuju kepada mereka (Mazmur 34:16). Berbahagialah orang yang melakukan kebenaran. Ia akan mendapatkan pahala dan jalannya dikenan Allah, bahkan keturunannya akan diselamatkan.

Penerapan pribadi:
1. Masih adakah ketidakbenaran yang Anda lakukan? Bertobatlah dan akui kesalahan itu di hadapan Allah!
2. Buat komitmen untuk menyatakan kebenaran kepada setiap orang yang Anda temui!


Selasa, 14 April 2009
BAJU ZIRAH KEADILAN

Firman Hari ini: Amsal 16: 8; 21: 3, 15

Pertanyaan Perenungan:
Apakah yang dikenan oleh Allah daripada sebuah korban? (Amsal 21:3)
Menurut Anda, apa yang dimaksud dalam Amsal 16:8 dan 21: 3,15?

Pengajaran:
Hari-hari ini keadilan sangat mudah dipermainkan oleh orang-orang yang hanya ingin mengenyangkan perut mereka. Mereka lebih mengutamakan uang yang akan didapatkan, daripada menegakkan keadilan. Mereka membuat alasan dengan mengatakan: “Saat ini krisis ekonomi, wajar jika kita licik dan kompromi dengan ketidakadilan.” Setiap hari orang dengan mudahnya melakukan korupsi dan mengambil uang yang bukan haknya. Begitu banyak institusi pemerintah yang lebih membela orang kaya daripada orang benar.
Efesus 6:14 mengatakan, “ Jadi berdirilah tegap …. Berbajuzirahkan keadilan.” Sekarang waktunya “Baju zirah keadilan” kita gunakan untuk menegakkan kebenaran, baik di kantor, kampus, toko atau di mana pun kita berada. Orang-orang yang berbuat tidak adil terhadap sesamanya tidak akan pernah merasakan damai sejahtera, sebab mereka akan selalu merasa tidak aman. Tetapi, orang yang melakukan keadilan dan kebenaran akan diperkenan oleh Allah. Jika Anda seorang pemimpin, berlakulah adil terhadap bawahan Anda. Jika Anda seorang pedagang, maka berlakulah adil dan jujur terhadap para pembeli. Sebagai orang percaya, kita harus berani berkata benar kepada yang lain. Di mana ada kebenaran, maka keadilan terjadi.
Allah lebih menyukai orang yang melakukan kebenaran dan keadilan daripada korban. Paulus mengatakan bahwa orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (1 Korintus 6:9). Jika ada di antara Anda yang diperlakukan secara tidak adil, jangan berkecil hati. Ingat! Allah kita adalah Allah yang adil. Ia akan menyatakan keadilanNya terhadap semua orang dan Ia akan membela orang benar.

Penerapan pribadi:
Apakah Anda sudah berlaku adil kepada semua orang?
Jika belum, buat keputusan dan mintalah hikmat kepada Allah supaya Anda dapat mempraktekkan keadilan secara praktis setiap hari!


Rabu, 15 April 2009
KASUT KERELAAN UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

Firman Hari ini: Mazmur 51:9-15

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang diinginkan Daud dari Allah selain pengampunan? (Mazmur 51:14b)
Untuk apakah Daud meminta hal tersebut di atas? (Mazmur 51:15)

Pengajaran:
Pemberitaan Injil adalah salah satu tugas penting dalam kekristenan. Kabar sukacita yang dari Allah harus diberitakan ke seluruh dunia. Firman Allah dalam Efesus 6:15 menyatakan bahwa kita harus memakai kasut kerelaan untuk memberitakan Injil. Wow! Meski jarang disinggung dalam topik pemberitaan Injil, kebenaran tersebut ingin memberikan kepada kita suatu dasar yang tidak dapat dipisahkan dalam pemberitaan Injil damai sejahtera.
Semua hal yang kita lakukan harus didasarkan pada kerelaan hati. Daud sudah menjadi teladan bagi kita. Ia meminta kepada Tuhan roh yang rela supaya ia dapat mengajarkan jalan-jalan Tuhan kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, sehingga pada akhirnya mereka berbalik pada Tuhan. Tugas memberitakan Injil tidak pernah dipaksakan kepada setiap orang percaya. Hal ini menuntut kerelaan hati. Kita rela melakukan pemberitaan Injil damai sejahtera bukan karena motivasi-motivasi yang salah atau karena terpaksa, tetapi karena kita mengasihi Allah.
Orang yang melakukan dengan kerelaan hati tidak mengharapkan balasan. Allah berkenan kepada setiap orang yang rela melakukan kehendakNya. Mari ubah pemikiran kita selama ini bahwa pemberitaan Injil karena dipaksa pemimpin. Lakukan pemberitaan dengan “kasut kerelaan,” maka kita akan bersukacita melakukan apapun untuk Tuhan.

Penerapan pribadi:
Masih adakah ketidakrelaan dalam diri Anda untuk melakukan pemberitaan Injil? Bertobatlah, dan lakukan pemberitaan Injil karena kasih kepada Allah, sebab Dia telah merelakan Yesus Kristus yang sangat dikasihiNya untuk menebus hidup Anda.


Kamis, 16 April 2009
PERISAI IMAN
Firman Hari ini: 1 Petrus 5:1-11

Pertanyaan Perenungan:
Apa yang sedang dilakukan oleh si iblis? (1 Petrus 5:8)
Apa yang Firman Allah perintahkan bagi kita? (1 Petrus 5:9)

Pengajaran:
Jangan pernah memandang remeh iblis, musuh kita. Ia memiliki gelar BSD—bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Ia akan terus berusaha menjatuhkan anak-anak Tuhan dan mencari lebih banyak manusia untuk menjadi pengikutnya. Usahanya adalah selalu ingin mematahkan iman orang percaya sehingga berbalik dari Allah.
Firman Tuhan dalam Efesus 6:11 berkata, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis,” dan pakailah perisai iman (Efesus 6:16), supaya dapat memadamkan panah api si jahat. Iman yang kita miliki dapat menghalangi tipu daya yang terus-menerus dilontarkan oleh iblis.
Banyak orang percaya jatuh imannya bahkan mundur, karena tidak memiliki iman yang kuat, sehingga menjadi celah bagi iblis untuk bisa menyerang mereka.
Kita harus mempertahankan iman di hadapan semua lawan kita. Terus perkuat iman kita dengan membangun keintiman dengan Allah dan merenungkan FirmanNya siang dan malam. Jangan buka celah bagi iblis. Sedikit saja kita membuka celah, maka iblis akan meluncurkan panahnya yang dapat membuat kita jatuh. Kita justru harus melawannya dengan iman yang teguh. Allah yang memberi kita kekuatan untuk menaklukkan si jahat. Mungkin ada banyak prinsip dunia yang digunakan iblis untuk meruntuhkan iman orang percaya, tetapi ada kabar gembira untuk kita yaitu: kita hanya mempertahankan iman dan Allah yang berperang bagi kita. Jika kita yang berperang maka kita tidak akan sanggup. Jika Allah di pihak kita siapa yang dapat melawan kita?

Penerapan pribadi:
“Panah” apa yang saat ini sedang dilepaskan oleh si jahat kepada Anda?
Pertahankan iman dan terus perkatakan Firman Allah sampai panah si jahat benar-benar dilumpuhkan !


Jumat, 17 April 2009
KETOPONG KESELAMATAN
Firman Hari ini: Roma 1:18-32

Pertanyaan Perenungan:
Mulai dari manakah kejahatan yang timbul dalam diri manusia? (Roma 1:21b; 28)
Kejahatan apa saja yang dapat dilakukan oleh manusia di hadapan Allah? (Roma 1:22-32)

Pengajaran:
Firman Tuhan hari ini memberitahu kita, bahwa pikiran manusia memiliki peranan yang penting dalam menjalankan seluruh anggota tubuh yang lain. Menurut ilmu biologi, semua perintah berasal dari kepala manusia. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam Roma 1:18-32, bahwa segala kejahatan yang dilakukan oleh manusia berawal dari pikirannya. Pikiran yang jahat akan mengakibatkan perbuatan yang jahat, sehingga membuahkan dosa di hadapan Allah.
“…terimalah ketopong keselamatan…” (Efesus 6:17). Ketopong biasanya dipakai di kepala untuk melindungi dari benda apa pun. Setiap prajurit yang berperang sudah seharusnya menggunakan pelindung kepala, sebab kepala adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sangat penting dan harus dilindungi. Ketopong keselamatan adalah prinsip Firman Allah atau kebenaran yang berasal dari Allah. Memakai “ketopong keselamatan” artinya menjaga pikiran kita dari segala kejahatan yang ada dengan memikirkan hanya kebenaran Firman Allah saja.
Pertempuran yang terjadi dalam diri manusia sering terjadi di pikiran. Jika pikiran kita tidak dipenuhi Firman Allah, maka si jahat akan menyerang kita dengan mudah melalui pikiran. Contohnya adalah kekuatiran. Kekuatiran akan masa depan diawali dari pikiran yang salah mengenai masa depan dan iblis akan selalu melepaskan panah tipu daya ke dalam pikiran kita. Panah iblis tidak akan pernah dapat menembus pikiran yang penuh dengan kebenaran Firman Allah. Selamatkan pikiran kita dari si jahat, supaya kita dapat mengalami hidup yang berkemenangan setiap hari.

Penerapan pribadi:
Apakah Anda sudah menjaga pikiran dari serangan si jahat?
Pikiran apa yang selama ini sering membuat Anda jatuh dalam dosa? Bertobatlah dan pakailah ketopong keselamatan Anda setiap waktu.


Sabtu, 18 April 2009
PEDANG ROH-FIRMAN ALLAH

Firman Hari ini: Lukas 4:1-13

Pertanyaan Perenungan:
Sebutkan 3 pencobaan yang iblis lakukan kepada Yesus? (Lukas 4:1-12)
Apa yang Yesus lakukan untuk mengalahkan pencobaan dari iblis? (Lukas 4:1-12)

Pengajaran:
Efesus 6:17 mengatakan bahwa pedang Roh adalah firman Allah. Pedang adalah senjata perlawanan yang digunakan oleh para prajurit pada jaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, untuk menaklukkan musuh. Dalam Perjanjian Baru, Yesus memperkenalkan satu jenis pedang yang lebih tajam dan lebih berkuasa dari pedang apapun yang ada di dunia, yaitu Firman Allah sebagi pedang roh. Ibrani 4:12 berkata bahwa Firman Allah itu hidup, kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua yang dapat membedakan pertimbangan dan pikiran, bahkan memisahkan roh dan jiwa. Wow! Dahsyat sekali kuasa pedang roh Firman Allah ini. Yesus sendiri telah memberikan contoh dan sekaligus bukti kedahsyatan Firman Allah sebagai pedang rohani. Ketika melawan pencobaan dari iblis, Ia menggunakan Firman Allah. Caranya adalah dengan memperkatakan Firman itu dengan keyakinan iman yang penuh. Sebab, memperkatakan Firman tanpa iman, tidak ada kuasanya.
Firman Allah berguna untuk melawan dan mengalahkan segala serangan serta tipu daya si jahat. Oleh karena itu, kita harus memperkatakan Firman ketika ada serangan dari iblis. Firman Allah bukan sekedar kalimat mati, tetapi Firman itu benar-benar hidup, kuat dan berkuasa dampaknya bila kita ucapkan. Oleh karena itu, kita perlu menghafalkan dan memenuhi pikiran kita dengan Firman Allah, supaya kita yakin untuk memperkatakannya ketika diperlukan. Dan pada akhirnya kita dapat meraih kemenangan ketika melawan si jahat.

Penerapan pribadi:
Apakah memperkatakan Firman Allah sudah menjadi gaya hidup Anda?
Hafalkan minimal 1 ayat Firman Allah dalam 1 hari dan perkatakan dengan penuh iman!


Minggu, 19 April 2009
BERDOA DALAM ROH
Firman Hari ini: Efesus 6:10-20

Pertanyaan Perenungan:
Kapan saja kita harus berdoa di dalam Roh? (Ay. 18)
Untuk siapa kita berjaga-jaga dalam doa kita? (Ay. 18)

Pengajaran:
Peperangan orang Kristen melawan kekuatan iblis menuntut kesungguhan dalam doa, yaitu dengan berdoa di dalam Roh setiap waktu dengan permohonan yang tak putus-putus untuk segala orang kudus. Doa tidak boleh dipandang sekedar ‘senjata yang lain’, tetapi sebagai bagian dari peperangan itu sendiri, di mana kemenangan diperoleh bagi diri sendiri dan orang lain dengan bekerja sama dengan Allah. Gagal berdoa dengan rajin dengan permohonan yang tak putus-putus dalam segala situasi, berarti menyerah kepada musuh. Kita juga harus berdoa untuk setiap orang kudus. Orang kudus adalah sesama kita yang seiman, baik pemimpin, teman komsel, dll. Kita berkewajiban untuk menjaga sesama kita melalui doa, supaya mereka tidak kalah atau pun jatuh dalam pertempuran melawan si iblis.
Peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan roh-roh jahat di udara. Jadi, kita harus berdoa dengan serius dalam segala situasi. Doa yang kita naikkan ke takhta Allah memiliki dampak yang sangat luar biasa. Doa juga membuat kita terus-menerus berkomunikasi dengan Allah. Komunikasi atau dialog dengan Tuhan membuat kita mengerti apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Dalam doa, Tuhan akan memberikan pernyataan atau penglihatan supaya kita dapat mengerti apa yang sedang dan akan terjadi. Tidak berdoa, tidak ada kuasa. Sedikit berdoa, sedikit kuasa. Banyak berdoa, banyak kuasa.

Penerapan pribadi:
Pikirkan minimal 1 orang sesama kita dan buatlah komitmen untuk mendoakannya setiap hari!
Lakukan berdoa dalam Roh secara terus-menerus!