Saturday, December 19, 2009

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 21-27 Desember 2009

Mendengarkan: bukan hanya dengan telinga,

tetapi juga dengan HATI

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

-Yakobus 1:19-

Senin, 21 Desember 2009

Setiap Orang Butuh Didengarkan

Firman hari ini: Matius 22:34-40

Pengajaran:

Kebutuhan ‘didengarkan’ termasuk kebutuhan afeksi (dicintai, diperhatikan). Seseorang yang tidak terpenuhi kebutuhan ini −apalagi jika dia masih kecil (umur 3-8 tahun)− akan merasakan kekosongan dalam hatinya. Hal ini akan membuatnya sangat haus akan kasih sayang dari orang lain dan dalam kasus yang umum dia suka mencari perhatian.

Helen Keller adalah seorang anak cacat yang mengalami kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. Helen bertumbuh menjadi anak yang liar, tidak dapat diajar dan pemberontak. Suatu saat ia mendapat seorang guru dan suster yang merawatnya, namanya Anne Sullivan. Anne mencurahkan kasih sayang yang besar dan terutama dia berusaha mendengarkan Helen. Akhirnya, di bawah perawatan Anne, Helen sembuh dan dapat hidup normal. Kisah Helen melegenda karena hidupnya yang menjadi contoh dan teladan bagi orang cacat agar tidak menyerah dan selalu berusaha. Mari kita belajar mengasihi sesama kita dengan belajar menjadi orang yang sabar dan mau mendengarkan mereka. Terutama kepada keluarga kita (suami, istri atau anak kita). Hanya dengan tekad mau mendengarkan mereka, sekalipun itu tidak mudah, pasti akan mendatangkan kebaikan dan sukacita.

Selasa, 22 Desember 2009

Lambat Berkata-Kata

Firman hari ini: Yakobus 1:19-27

Pengajaran:

Firman Tuhan hari ini mengajar kita agar lambat dalam berkata-kata, tetapi cepat dalam mendengar. Mengapa Yakobus mengajar demikian? Rupanya sering terjadi orang lebih banyak berbicara daripada mendengar. Hal ini sering menimbulkan kekeliruan, bahkan konflik.

Demikian juga dalam hidup kita, ada orang yang lebih sering berbicara daripada mendengar, akhirnya menimbulkan salah paham. Saya pernah mengalaminya. Seringkali saya lebih sering berbicara daripada mendengarkan. Suatu saat dalam pelayanan saya bertemu dengan seorang ibu yang hendak konseling. Dia baru bercerita 5 menit, tentang suaminya yang meninggalkan dia dan anak-anaknya. Belum selesai ia berbicara, saya sudah menjawab, “Yah, yang penting ibu tetap kuat dan jangan menyalahkan Tuhan. Saya percaya apa yang terjadi ini adalah seijin Tuhan untuk membuat ibu semakin bergantung kepadaNya.” Akhirnya saya doakan. Selesai berdoa, ibu itu berbicara: “Tapi, yang ingin saya ceritakan bukan itu, saya ini cuma mau bersyukur dan bercerita kepada pak pendeta bahwa suami saya sudah kembali pulang.” Saya hanya bisa melongo. Hari itu saya belajar, untuk lebih banyak mendengarkan daripada berkata-kata.

Rabu, 23 Desember 2009

Pasang Telinga Baik-Baik

Firman hari ini: Amsal 5:13; 12:15

Pengajaran:

Bagaimana kita belajar? Ada 3 pintu belajar yang utama: lewat mendengarkan (auditori), lewat melihat (visual) dan lewat melakukan/meraba (kinestetik). Hari ini Firman Tuhan mengajar kita untuk belajar mendengarkan, supaya kita menjadi lebih pandai dan bijak. Apa itu kebijaksanaan? Apa artinya menjadi orang yang bijaksana? Kebijaksanaan adalah penggunaan yang tepat dari pengetahuan; pilihan yang tepat untuk hasil yang terbaik; dan cara yang terbaik untuk mencapai hasil. Orang yang bijaksana adalah: orang yang pandai dan dengan tepat bisa menggunakan kepandaiannya untuk mencapai suatu hasil yang terbaik dari hidupnya. Bagaimana kita menjadi pandai dan bijak? Dengan belajar kepada orang-orang yang lebih pandai dan lebih berhikmat dari kita, contoh: Firman Tuhan, guru kita, hamba Tuhan, profesor, dan lain-lain. Tuhan ingin agar anak-anakNya menjadi orang-orang yang pandai dan bijaksana, supaya kita juga berhasil dalam hidup. Ada juga orang bodoh yang berhasil dalam hidup, tetapi itu hanya semata-mata keberuntungan dan tidak akan bertahan lama.

Mari kita belajar menjadi orang yang pandai dan bijaksana dengan cara banyak mendengar dan memasang teling baik-baik, sehingga banyak hal yang bisa kita dapatkan dan itu akan menambah kompetensi (keahlian kita) dan membuat kita menjadi orang yang berhasil.

Kamis, 24 Desember 2009

Tidak Cukup Mulut, Perlu Hati!

Firman hari ini: 1 Samuel 16:1:13

Pengajaran:

Tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7). Dari ayat ini Firman Tuhan menulis bahwa hati adalah ukuran Tuhan dalam menilai seseorang. Demikian juga seharusnya kita selalu menjadikan hati sebagai ukuran dalam menilai maupun memahami orang lain. Mengapa hati? Karena hati adalah sumber segala sesuatu dalam hidup kita, termasuk ketika kita membangun hubungan dengan orang lain. Hati yang bagaimana? Hati yang tulus dan murni. Setiap orang bisa dengan mudah mengetahui atau merasakan hal-hal yang “tersembunyi” di balik perkataan kita. Jadi mari kita belajar untuk mengatakan sesuatu dengan tulus. Ketulusan ini penting, karena orang akan cenderung menghargai & mempercayai orang yang tulus. Hati yang tulus dan murni akan membantu kita dalam membuat keputusan serta pertimbangan yang bijaksana, sehingga dapat memberikan nasehat atau masukan yang bijaksana kepada orang lain pula.

Mari kita jadikan perkataan yang keluar dari mulut kita benar-benar juga keluar dari hati tulus kita. Sehingga orang-yang mendengar perkataan kita akan benar-benar bisa diberkati dengan ketulusan dan kejujuran kita.

Jumat, 25 Desember 2009

Perkataan yang Tepat di Waktu yang Tepat

Firman hari ini: Efesus 4:20-29

Pengajaran:

Mari renungkan: apakah orang yang mendengarkan perkataan kita memperoleh kasih karunia Allah atau orang yang mendengarkan kita perlu kasih karunia? Keduanya mempunyai arti yang berbeda. Pertama: berarti erkataan kita memberikan kasih karunia (kelegaan, sukacita, kelepasan) untuk orang yang mendengarnya. Kedua: berarti orang yang mendengarkan kita perlu kasih karunia berlimpah-limpah karena kata-kata kita justru menyakiti, menghakimi atau menjatuhkan orang yang mendengarkan? Efesus 4:29 berbunyi, “…, pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu…” Artinya kita harus memakai perkataan yang baik atau mendatangkan kasih karunia dan membangun orang lain. Tak lupa kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Contoh waktu yang tidak tepat adalah mengatakan sesuatu pada waktu kita sedang marah.

Suatu saat dalam kondisi marah besar saya mengatakan kepada anak saya, kamu itu “goblok”. Setelah kemarahan saya reda, saya baru sadar telah mengatakan hal yang tidak membangun anak saya. Segera saya minta maaf kepada anak saya dan menarik ucapan saya, setelah itu saya mendoakannya. Anehnya, ketika saya berkata goblok, justru anak saya semakin berontak. Sebaliknya, saat saya meminta maaf dan mendoakannya, raut wajahnya langsung berubah. Dia menjadi lembut dan bisa menerima masukkan dari saya. Satu hal yang saya pelajari dari kejadian ini adalah: jangan mengatakan sesuatu ketika kita sedang emosi, jika kita tidak ingin mengatakan sesuatu yang akan kita sesali. Mari perkatakan hal-hal yang baik untuk membangun dan di waktu yang tepat.

Sabtu, 26 Desember 2009

Dengarkan yang "Tidak Terkatakan"

Firman hari ini: Lukas 7:11-17

Pengajaran:

Orang tidak selalu dapat menyampaikan maksud hatinya secara lugas lewat kata-kata. Bahkan, kadang apa yang disampaikan berbeda dengan apa yang sesungguhnya dia ingin katakan alias perasaan yang sesungguhnya malah tidak tersampaikan melalui kata-kata yang diucapkan. Karena itu, jika kita mau mendengarkan dengan utuh sebuah pesan, maka kita juga perlu belajar memahami pikiran dan perasaan orang lain di balik kata-katanya. Contoh: seorang ibu yang bisa mengerti maksud dari bayinya ketika menangis, padahal bayinya belum bisa berkata-kata. Ia bisa merasakan kepedihan bayinya.

Lukas 7:13 menceritakan Yesus tergerak hatinya oleh belas kasihan dan akhirnya menolong janda yang ditinggal mati oleh anak tunggalnya. Yesus mengajar kita untuk tidak harus selalu mendengar setiap kata-kata orang lain, tapi juga belajar mendengarkan jauh ke dalam perasaannya dengan bahasa kasih. Dengan begitu kita akan dapat memberi pertolongan atau jawaban yang sesuai dengan kebutuhannya yang sebenarnya. Mari belajar untuk memiliki belas kasihan kepada orang yang susah dan menderita, maka kita akan dapat mendengarkan kebutuhan mereka yang “tak terkatakan” dan menjadi jawaban bagi mereka.

Minggu, 27 Desember 2009

Power of Question

Firman hari ini: Matius 16:13-20

Pengajaran:

Yesus bertanya kepad murid-muridNya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”, tidak cukup itu, Ia bertanya lagi dalam ayat yang ke 15: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”. Saya percaya ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting karena diulangi sampai dua kali dalam sebuah kesempatan yang sama. Yesus ingin tahu sejauh mana pengenalan murid-muridNya akan Dia. Tuhan memberikan kita mulut juga untuk bertanya, agar kita bisa memperoleh informasi yang kita inginkan dan butuhkan. Tahukah Anda, bahwa bertanya itu sangat penting? Sampai-sampai muncul sebuah peribahasa: “Malu bertanya, sesat di jalan”. Lawan kata dari sikap bertanya ini adalah asumsi. Asumsi adalah sebuah sikap yang tidak mau bertanya walaupun tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Akibat dari asumsi, banyak kesimpulan yang keliru dan pengertian kita salah. Bahkan asumsi bisa mengakibatkan konflik. Ada dua keuntungan dari bertanya: Satu, kita tidak salah jalan/salah mengerti. Dua, orang yang bertanya akan mengerti juga jika kita ini mengerti apa yang diinstruksikan kepada kita.

Yesus perlu bertanya kepada murid-muridNya, menurut mereka siapakah Dia. Tujuannya agar Yesus tahu isi hati serta pikiran mereka dan supaya murid-muridNya juga tahu bahwa mereka mengerti siapakah pribadi gurunya. Mari kita belajar untuk menjadi orang yang mau bertanya, terutama jika kita tidak mengerti, agar kita tidak keliru memahami orang lain.

Monday, December 14, 2009

Berlayar di Tengah Badai

FOKUS KITA


Markus 4: 37-39
...Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"...

Badai Kehidupan
Perasaan takut, panik, dan tertekan karena dibebani masalah dan berbagai kekhawatiran sering mendera manusia. Ada banyak hal yang membebani pikiran dan membuat manusia tertekan. Dalam situasi demikian mudah sekali manusia mengalami ketakutan yang luar biasa, apalagi ketika kelangsungan kehidupannya mulai terancam. Pada saat-saat demikian akan muncul kepanikan, berlari dan mencari pertolongan ke sana kemari, apa pun jalan untuk keluar dari masalah. Pada saat yang sama akan muncul juga perasaan mengasihani diri sendiri, menyesali segala peristiwa yang telah dialami.

Betulkah Yesus Tidur?
Pada saat kecewa, sedih, atau takut, justru seolah-olah manusia merasa sendiri. Yesus seakan-akan tertidur dan tidak peduli. Dia begitu jauh. Mengapa doa yang dinaikkan siang dan malam tak didengar-Nya? Mengapa wajah-Nya tetap terselubung dan suara-Nya tidak terdengar? Di manakah Tuhan saat saya membutuhkan? Bila sudah seperti ini, manusia merasakan bahwa segala sesuatu begitu buruk dan seakan-akan akan hilang dan habis lenyap walaupun sesungguhnya tidak demikian.
Ungkapan murid-murid Yesus, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kami binasa?" bernada keluhan, protes dan seruan meminta pertolongan, seakan-akan Yesus yang harus bertanggung jawab atas masalah mereka. Dan seruan ini begitu mendesak dan segera, tidak bisa ditunda lagi.

Ubah Ketakutan (Fear) Menjadi Iman (Faith)
Pada Markus 4:39 disebutkan bahwa Yesus bangun dan menghardik angin lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Jawaban Yesus atas seruan dan teriakan mereka adalah hardikan yang singkat, keras, dan tajam ke pada angin dan danau, "Diam! Tenanglah!"
Yesus mampu mengubah dan memerintahkan badai yang besar (great storm) menjadi suatu kedamaian yang besar (great calm) dengan hanya menggunakan beberapa patah kata saja. Jika murid-murid mengerti bahwa mereka berada di tengah danau bersama dengan seseorang yang memiliki kuasa yang demikian besar, mereka akan menyadari bahwa ketakutan yang begitu luar biasa (great fear) sebenarnya sama sekali tidak perlu. Dalam bagian ini, murid-murid menunjukkan bahwa mereka harus terus bertumbuh dalam iman percaya mereka (great faith) sehingga mereka menjadi teguh dan kuat dan dipertajam dalam berbagai tantangan hidup yang keras.

Seperti inilah Allah bekerja dalam kehidupan manusia -menguji iman pada awalnya dan pada akhirnya menyediakan diri sebagai jawaban atas masalah manusia- secara berulang-ulang.
Marilah kita mengingat bahwa ketakutan dan kekhawatiran dapat diatasi dengan iman percaya kepada Tuhan yang mampu meredakan topan dan badai. Seperti kata-kata Louisa May Allcot: "I am not afraid of storms, for I'm learning how to sail my ship" (Aku tidak takut dengan badai, karena aku sedang belajar berlayar)

Sumber: www.onejohnfive.com

Kegerakan Doa Kita

Berdoa bagi Indonesia

1. Supaya Tuhan memberi KPK keberanian & ketegasan untuk memperjuangkan hak-haknya dalam mengatur tata cara pemberantasan kasus-kasus korupsi yang justru banyak terhalang oleh oknum pejabat Negara sendiri.

2. Supaya Tuhan menyertai KPK, Polri & Kejaksanaan dalam mengusut kasus Bank Century sehingga segala kecurangan-kecurangan yang terjadi dibongkar tuntas dan para oknum pejabat yang terlibat ditindak dengan tegas.

3. Supaya Tuhan memberikan hikmat & keberanian kepada Presiden dalam mengambil keputusan supaya tidak terjadi ketidakpuasan pada rakyat yang dapat mengarah kepada kerusuhan.

4. Supaya gereja2 memaknai Natal dengan banyak melakukan kegiatan-kegiatan praktis yang berdampak bagi lingkungan sekitar supaya orang-orang bisa merasakan kasih Tuhan.

Komsel Hengky: Menjalin Hubungan Lewat Kunjungan

KOMSEL KITA

Sejak Ibadah raya Teen berdiri, pria bernama lengkap Pantow Hendrik Kokoy, yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Hengky ini menjadi salah satu PKS Teen. Meskipun sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangatnya dalam menggembalakan komsel yang berisi para remaja yang sudah lulus sekolah dan bekerja ini. Komsel yang terbentuk pada tahun 2006 ini semula hanya beranggotakan 10 orang saja, tetapi berkat ketekunannya dalam menggembalakan orang-orang yang Tuhan percayakan dalam hidupnya, kini jumlah anggotanya menjadi ± 15 orang.

Satu-satunya komsel di Teen yang banyak berisi dengan orang-orang yang sudah bekerja menjadi tantangan tersendiri di komsel ini. Terkadang anggota komsel mengalami kesulitan dalam menyesuaikan waktu mereka dengan jadwal komsel. Kadang beberapa anggota tidak dapat hadir di komsel karena terbentur lembur di tempat kerja. Untuk menyiasati hal ini, sosok pemimpin yang lahir di Menado ini selalu menyempatkan waktu untuk melakukan kunjungan pada anggota yang tidak bisa hadir di komsel. Dengan demikian ada hubungan yang terus terjalin antar anggota. Tidak lupa juga anggota komsel yang lainnya pun diajak turut serta melakukan kunjungan tersebut.

Pada tanggal 26 November 2009 yang lalu, komsel ini mengadakan refreshing dengan komsel Kristanto dan komsel Ery. Mereka bertanding sepak bola. Terlihat di sana kerjasama tim yang kompak di dalam komsel Hengky.

Anggota komsel Hengky banyak yang sudah terlibat dalam berbagai pelayanan di gereja, dan rata-rata mereka sudah mengikuti program-program pemuridan yang gereja telah adakan. Selain dari itu semua mereka juga rajin datang pada Ibadah raya di Teen. Untuk ke depannya Bapak Hengky ingin agar komsel ini terus berkembang dan menjadi komsel profesi di kelompok usia Teen.

Menjadi Siapakah Dirimu di Tengah Badai?

INSPIRATIONAL STORY

Menjadi KARANG-LAH
Sebab ia kan kukuh menghalangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Sebab ia kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi PAUS-LAH
Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung samudra.
Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.

Menjadi POHON-LAH
Sebab iakan hujamkan akar yang kuat untuk menopang
Sebab ia kan berikan tempat berlindung dengan rindang akan daun-daunnya.

Menjadi MELATI-LAH
Sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan
Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar

Menjadi ELANG-LAH
Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya
Sebab ia harus manjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.

Menjadi KUPU-KUPU-LAH, meski itu tak mudah pula....
Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini
Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan
hingga kemudian tiba saat untuk keluar.

Menjadi Siapakah Dirimu di tengah Badai? (vln)

INFO KITA - 13 Desember 2009


Persembahan 6 Desember 2009

Perpuluhan: Rp. 24.994.100
Perpuluhan (transfer): Rp. 5.227.000
Diakonia: Rp. 483.000
Misi: Rp. 4.138.000
Untuk Renovasi: Rp.11.700.000
Untuk Pers. Garis Depan: Rp. 200.000
Investasi Iman Healing Center: Rp. 30.000
Buah Sulung: Rp. 500.000



DONASI UNTUK RENOVASI!

Jemaat yang terkasih,
mari donasikan sebagian uang kita untuk mendukung renovasi gedung gereja kita.
Dengan demikian pelayanan kita kepada jiwa-jiwa akan semakin maksimal dengan adanya gedung baru tersebut.


TELAH MENIKAH!

Oscar Budi Prasetia (PKS Youth) dengan Paulina Wijaya (IR Family) pada hari Minggu, 6 Desember 2009.


TELAH MENINGGAL DUNIA!

Bp. Harwijanto Budiono, ayah dari Ibu Silvana Budiono (IR Youth) dan ayah mertua dari Bp. Siek Candra Sindunata (IR Youth) pada hari Senin, 7 Desember 2009.


LIBUR IBADAH RAYA

1. Ibadah Raya Anak Jesus’ Children Church (J’CC)
Hari Minggu, tanggal 20, 27 Desember 2009 & 3 Januari 2010 LIBUR.
Para orang tua yang putra/putrinya beribadah di J’CC harap memperhatikan pengumuman ini!

2. Ibadah Kaum Wanita
Hari Rabu, tanggal 23 & 30 Desember 2009 LIBUR.
Ibadah Kaum Wanita dimulai kembali pada hari Rabu, 6 Januari 2010.
Harap diperhatikan!

3. Ibadah Raya Family & Ibadah Raya Youth
Hari Minggu, tanggal 27 Desember 2009 LIBUR!
Harap diperhatikan!


PERUBAHAN JADWAL IBADAH RAYA TEEN

Sehubungan dengan Ibadah Natal Youth, maka Ibadah Raya Teen pada hari Minggu, 20 Desember 2009 DIMAJUKAN pada pukul 11.00 WIB.
Harap Diperhatikan!


IBADAH PENUTUPAN TAHUN

Seluruh jemaat diundang untuk menghadiri ibadah penutupan tahun 2009
pada hari Kamis, 31 Desember 2009, pukul 22.00 WIB.
Ibadah akan disertai dengan Perjamuan Kudus. Mari siapkan hati!


IBADAH RAYA DIGABUNG

Ibadah Raya Family, Youth & Teen pada hari Minggu, 3 Januari 2010
DIGABUNG pada pukul 08.00 WIB.
Harap diperhatikan perubahan penting ini!


PERJAMUAN KUDUS

Siapkan hati kita untuk masuk dalam Perjamuan Kudus pada hari Minggu, 10 Januari 2009, diseluruh ibadah raya.


-------------------------------------------------------------------------


IBADAH NATAL KAUM WANITA

Hadirilah! Natal kaum Wanita “Tetap Kuat di Akhir Jaman”, yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Desember 2009, pukul 16.00 WIB, di Gedung Gereja KrisPen, bersama Ibu Yolanda.


J’CC Christmas Celebration
“Anak Raja”

Sabtu
19 Desember 2009
Pukul 16.00 WIB
Di Gedung Gereja

Pembicara: Ibu Anna Tandian
Dimeriahkan dengan: drama, tari & film
Turut mengundang: para orang tua anak J’CC

Ajaklah anak Anda, keponakan dan anak teman Anda sebanyak-banyaknya!


IBADAH NATAL FAMILY

Jangan lewatkan!
Ibadah Natal Family pada hari Jumat, 25 Desember 2009, pukul 08.00 WIB.
Mari siapkan hati kita untuk menerima pesan Tuhan yang akan mengubah hidup kita untuk membawa dampak bagi dunia sekitar kita.


Teen’s Christmas Celebration
“ONE WAY”

Day : Sunday
Date : 27th December 2009
Time : 08.00 am
Place : Krispen Hall

Speaker: Mr. Indra
Special performance: drama & dance

Don’t miss it, guys!

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 14-20 Desember 2009

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu
dan dalam kesucianmu.”
-1 Timotius 4:12-


Senin, 14 Desember 2009
SIAPA YANG BELUM DISEBUT?
Firman hari ini: 1 Timotius 2:1-7

Pengajaran:
Doa yang kita naikkan kepada Tuhan seringkali hanya untuk diri sendiri. Tetapi Tuhan berfirman, “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang”. Kita kadang tidak benar-benar ingat bahwa masih ada orang-orang yang ada di dekat kita setiap hari, yaitu keluarga. Adakah nama papa, mama, kakak, adik, paman, kakek, dll dalam doa kita? Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa bagi mereka juga. Terutama bagi mereka yang sangat butuh untuk didoakan.
Ada sebuah kisah tentang seorang gadis kecil. Setelah berdoa bagi orang-orang yang dikenalnya, seluruh kerabat dan hewan piaraannya, seorang gadis kecil menambahkan isi doanya demikian: “Allah yang terkasih, jagalah juga diriMu sendiri. Apabila terjadi sesuatu padaMu, kami semua akan repot!” Tuhan tidak akan terlalu repot mejawab setiap doa yang kita panjatkan untuk orang lain dan tidak akan terjadi apa-apa dengan Tuhan sebab Ia tidak berubah. Yesus sudah memberi teladan dalam Injil Yohanes 17 yaitu berdoa untuk murid-muridNya dan untuk orang lain juga. Jika Yesus berdoa untuk orang lain, sepatutnya kita pun melakukannya. (Kathy Collard Miller, Embun Bagi Jiwa)


Selasa, 15 Desember 2009
JANGAN HANYA MELIHAT KELEMAHAN!
Firman hari ini: Kejadian 45:1-28

Pengajaran:
Yusuf mengampuni saudara-saudaranya. Walaupun Yusuf sempat bertindak negatif kepada mereka (kejadian 42), tetapi ia memiliki hati yang lembut saat menghadapi keluarganya sendiri. Ia tetap menerima mereka dan mengatakan bahwa Allah yang membuat segala seuatu yang terjadi dalam hidupnya. Yusuf tidak lihat perbuatan mereka. Tetapi justru menolong dan memberkati keluarganya sendiri.
Berapa banyak dari anggota keluarga kita yang mengecewakan? Tidak ada keluarga yang sempurna, jadi jangan terus-menerus melihat kelemahan mereka. Sebaliknya berkati keluarga kita, doakan mereka, kuatkan yang lemah. Untuk inilah kita ada di tengah-tengah keluarga. Kehadiran kita harus membawa berkat. Ampuni yang telah mengecewakan sebab Tuhan telah mengampuni kita. Lihat kelebihan dari keluarga kita, maka itu akan menjadi kekuatan sebuah keluarga dan jangan lupa… hadirkan Allah di dalam keluarga kita. Biarlah Ia tinggal dalam keluarga kita.


Rabu, 16 Desember 2009
SUASANA YANG BERBEDA
Firman hari ini: Matius 5:13-16

Pengajaran:
Seorang ibu ingin membantu anak-anaknya untuk mengembangkan sikap penghargaan kepada diri sendiri. Bila ia mendengar mereka meremehkan diri (“Saya bodoh,” “Saya jelek,” “Saya tidak dapat melakukan apa pun dengan benar”), ia akan memberi isyarat dan dengan berat hati mereka mengganti kata-kata itu menjadi kata-kata positif.
Keesokan hari, ia terlambat bangun dan harus cepat-cepat persiapan serta menyuruh anak-anaknya juga mempersiapkan diri untuk sekolah. Sambil berias si ibu langsung menggerutu: “Bodoh sekali saya! Saya tak pantas diberi tanggung jawab. Mengapa saya bisa ceroboh...” lalu anak bungusnya datang dan memegang wajahnya dan berkata: “Mama cantik, mama pintar, mama berbakat, mama dapat melakukan apapun yang mama pikirkan dan kami menyayangi mama.”
Lakukan suasana yang berbeda dalam keluarga seperti anak tersebut. Kita akan selalu disoroti dalam kelaurga, baik sebagai anak ataupun orang tua. Tindakan kita akan membawa pengaruh. Mari bawa pengaruh yang positif dan berbeda dari biasanya, maka keluarga kita akan diberkati. (Kathy Collard Miller, Embun Bagi Jiwa)


Kamis, 17 Desember 2009
TINDAKAN NYATA
Firman hari ini: Matius 25:31-46

Pengajaran:
Seorang pastor diantar untuk meninjau suatu bagian dari pabrik mobil di Detroit oleh seorang mandor. Di antara para pekerja terdapat seorang anggota paroki dari pastor itu, namanya John. Mengetahui bahwa John adalah seorang tukang yang terampil, pastor itu berkata: “Saya menduga bahwa John adalah salah satu pekerja Anda yang terbaik.”
“Maaf, saya tidak berpendapat demikian,” jawab mandor itu. “Memang benar, dia bisa menjadi salah satu yang terbaik, tetapi John selalu berdiri dan berbicara tentang agamanya justru di saat dia harus menangani mesinnya. Sebenarnya, dia seorang rekan yang baik dan juga seorang yang baik bila ia bekerja, tetapi dia masih harus belajar bahwa bila ia menangani mesin maka agamanya harus tampak dari jari-jari tangannya dan bukan dari mulutnya saja.” (Frank Mihalic, 1500 Ceritera Bermakna)



Jumat, 18 Desember 2009
DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI
Firman hari ini: Lukas 19:1-10

Pengajaran:
Kita diberkati bukan tanpa tujuan. Tujuan kita diberkati adalah untuk menyalurkan berkat. Kita sering berkata: “B’rikanku tanganMu ‘tuk melakukan tugasku...” Ini berarti harus siap memberkati sesama kita yang lain dengan apa yang kita miliki sekarang. Hukumnya adalah semakin kita diberkati semakin gencar juga kita untuk memberkati.
Tuhan tidak pernah hitung-hitungan. Jika kita berkata segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan, maka kita harus siap di segala keadaan, jika tiba-tiba Tuhan berkata: “Berikan mobilmu untuk orang itu...” atau “Berikan tabunganmu untuk hambaKu di pedalaman Papua...” Kita harus berkata: “Siap...segera dilaksanakan.” Dengan memberkati orang lain, mereka akan mengetahui siapa yang kita sembah dan milik siapakah kita. Jangan jemu-jemu berbuat baik. Lakukan selama kita bisa melakukannya. Yang penting nama Tuhan yang semakin besar dan kita semakin kecil. Belajar dari Zakheus yang memberi banyak karena sudah diberkati Tuhan Yesus. Bahkan orang-orang yang dulu ia peras akan diganti 4 kali lipat. Berkat Zakheus adalah kedatangan Yesus ke rumahnya (sebab biasanya orang-orang menjauhinya). Zakheus telah diselamatkan Tuhan.



Sabtu, 19 Desember 2009
TUNDUK BUKAN BERARTI KALAH
Firman hari ini: 1 Petrus 2:11-17

Pengajaran:
Setiap kita pasti punya otoritas atau pemimpin. Kita harus tunduk kepada mereka, sebab itu adalah perintah Tuhan. Di pekerjaan ada pimpinan, di sekolah ada guru atau dosen dan kita harus menghormati mereka dalam ketundukkan. Di rumah ada orang tua yang juga harus kita hormati. Tunduk adalah bukti kita memberkati orang tersebut. Ketundukkan juga berarti memberi. Jadi, kita tidak perlu memberontak dan melawan otoritas.
Tunduk bukan berarti kalah. Sama seperti mengalah bukan berarti kalah. Melalui ketundukan akan membuktikan integritas kita di hadapan pemimpin, guru, dosen, pembina, dll. Kemenangan kita terbukti ketika kita berhasil menundukkan ego kita di hadapan otoritas dan kita akan diberkati oleh Tuhan. Jika kita bisa tunduk kepada manusia yang terlihat, maka ada jaminan bahwa kita bisa tunduk kepada Allah yang tidak terlihat.


Minggu, 20 Desember 2009
KATA-KATA YANG HARUM
Firman hari ini: Amsal 15:1-2, 4; 16:24; 1 Timotius 4:12

Pengajaran:
Jangan meremehkan kuasa perkataan! Perkataan bisa memberi kehidupan atau kematian. Perkataan bisa membawa berkat atau kutuk. Perkataan bisa membangun atau merusak. Perkataan bisa berguna, tetapi perkataan bisa juga sia-sia. Perkataan kita akan membangun citra diri yang baik atau sebaliknya akan menciptakan citra diri yang buruk. Simaklah apa yang ditemukan oleh penginjil Bill Glass. Ia berkata bahwa 90 persen dari penghuni penjara pernah mendengar dari orang tua mereka kalimat yang bunyinya seperti ini, "Kamu akan dimasukkan ke penjara."
Citra diri seseorang akan terbentuk dari banyak faktor. Namun demikian, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi citra diri seseorang adalah lewat perkataan. Mengetahui kebenaran ini, hendaknya kita mulai berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Berpikirlah sepuluh kali atau bahkan seratus kali sebelum kita mengucapkan sesuatu. Jangan pernah mengucapkan sesuatu sampai kita yakin bahwa bahwa apa yang kita katakan adalah sesuatu yang bersifat membangun dan positif.
Perlihatkan perkataan-perkataan seperti apa yang Anda terima, dan saya akan tunjukkan seperti apa citra diri Anda yang sebenarnya. Berikan kata-kata yang harum dan membangun untuk sesamamu. (Anonim, Sumber internet)

Sunday, December 6, 2009

I Kissed My Burdens Goodbye (Selamat Tinggal, Beban)

FOKUS KITA


Malam itu saya bermimpi melihat seseorang dari masa lalu saya melambai kepada saya sambil tersenyum. Orang ini telah menyakiti saya sedemikian rupa dan begitu juga sebaliknya. Terakhir kali saya melihat dia dan mendengar kabar tentangnya, kesan yang ditinggalkannya kepada saya dan keluarga saya tidak begitu baik. Saya berpikir mimpi itu berarti bahwa dia sudah memaafkan saya.


Beberapa hari terakhir, entah mengapa saya sering sekali membicarakan masa lalu saya dengan seorang sahabat saya. Sampai-sampai saya berpikir saya seperti penghisap debu, bedanya yang saya hisap adalah emosi sahabat saya (paling tidak itu yang saya rasakan). Seolah-olah saya kembali menjadi seperti dahulu sebelum mengenal Yesus.


Hari itu saya merenungankan kisah Yusuf. Saya begitu terkesan membaca ucapannya kepada para saudaranya. Dia telah benar-benar melihat masa lalunya dari kacamata kekekalan. Dia berhasil melihat rencana Allah di balik semua penderitaannya di masa lalu.


Hari yang sama, saya sadar bahwa saya masih menyesali masa lalu saya dan keputusan-keputusan ceroboh yang telah saya ambil. Saya mengirim beberapa pesan kepada sahabat saya. Saya katakan bahwa saya tidak akan membicarakan masa lalu saya lagi. Karena ternyata saya masih menyesalinya. Dan ketika membaca kisah Yusuf pagi ini, saya merasa malu. Dia tidak menyesali masa lalunya, malahan dia bisa melihat berkat tersembunyi di balik itu. Jadi, saya harus memberikan penyesalan saya kepada Bapa. Menukarkannya hari lepas hari dengan penerimaan dan kasih Bapa yang tanpa syarat.


Mazmur 139:14 memiliki arti baru bagi saya. Sebelum hari itu, saya berpikir ayat itu ditujukan kepada anak-anak yang masih dalam kandungan dan yang baru lahir saja. Namun hari itu, Tuhan membuka pikiran saya bahwa ayat itu terus berlaku selama masa hidup saya. Kejadian saya dahsyat dan ajaib karena Tuhan masih bekerja dalam saya dan terus membentuk saya. Ia tidak hanya di masa lalu, namun juga di masa sekarang… terutama di masa sekarang ini. Dan jiwa saya benar-benar (baru) menyadarinya saat pemulihan demi pemulihan saya rasakan terus terjadi dalam diri saya dan membentuk saya menjadi makin serupa dengan gambar-Nya.


Masih di hari yang sama, saya membaca blog sahabat saya. Dia menulis tentang seseorang yang harus berpisah dengan sahabatnya yang bernama Masa Lalu. Orang ini melepaskan pengampunan untuk dirinya sendiri dengan cara berdamai dengan Masa Lalu. Dengan begitu dia bisa merenda kenangan yang baru dengan dua orang sahabatnya yang lain, yaitu Masa Kini dan Masa Depan, dan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dengan Masa Lalu.


Saat saya membaca itu, saya teringat mimpi saya beberapa malam sebelumnya. Ya, saya harus berdamai dengan masa lalu saya, berdamai dengan diri saya sendiri. Saya merasa lebih mudah untuk berdamai dengan orang lain ketimbang dengan diri saya sendiri. Saya perlu terus menerus mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak menoleh ke belakang dan terus melangkah maju. Selama ini masa lalu telah menghambat saya tanpa saya sadari. Saya merasa sudah dipulihkan dan dilepaskan dari masa lalu, namun tanpa saya sadari saya masih membawanya. Dan itu membebani bahkan sampai menghambat saya untuk melangkah. Saya perlu berdamai dengan masa lalu.


Bagi saya berdamai dengan masa lalu dan diri saya sendiri berarti:

1. Menerima keadaan saya apa adanya dan terus menerus berpaut pada kasih karunia Tuhan.

2. Lebih memilih untuk memikirkan apa kata Tuhan ketimbang apa kata diri saya sendiri.

3. Mencari tahu apa kehendak Tuhan lewat masa lalu saya.

4. Tidak lagi menoleh ke belakang, melainkan menatap ke depan… kepada Yesus dan rencana-rencana-Nya bagi saya.


Ibrani 12.1-2 berkata,”Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.


Beban saya adalah masa lalu saya. Apa beban Anda? Apa yang menghambat laju Anda dalam perlombaan yang diwajibkan itu? Sudahkah Anda menanggalkannya atau masih Anda bawa kemana-mana? Sudahkah Anda berlomba dengan mata yang tertuju kepada Yesus? Ataukah Anda berlomba dengan menoleh ke belakang? (dra)

Liputan Festival Komsel Family & Youth ‘Take Us Out’

Mari Melangkah Keluar dengan Komunitas Sejati


SEPUTAR KITA


Ada yang berbeda dengan ibadah pagi GBI Kristus Pencipta pada hari Minggu, 29 November 2009 kemarin. Pelatarannya dipenuhi dengan tenda-tenda anti sinar matahari, para jemaat terlihat berkerumun dalam kelompok dengan dandanan matching (baca: kompak), dan hey... mereka mengenakan topeng! Ada apa ya memangnya?


Kemeriahan itu adalah bagian dari suasana Festival Komsel gabungan Kelompok Usia Family dan Youth. Total, 17 komsel bersama-sama beribadah dengan dresscode kompak masing-masing dengan menyiapkan topeng spesial. Beberapa tampak begitu bersemangat mempersiapkan acara ini.


Tampak dari atribut-atribut tambahan yang dikenakan. Ada yang khusus membuat ‘seragam’ komsel, aksesoris ‘blangkon’, bahkan selempang ala Miss Universe.


Acara bertema ‘Take Us Out’ ini semakin meriah dengan game-game seru antar komsel, seperti Take Us Sing dan Take Him Out. Pada games pertama, komsel Family digabung dengan komsel Youth. Setiap komsel gabungan tersebut harus menyanyikan penggalan lagu yang mengandung kata kunci yang diberikan. Komsel Novi berhasil memenangkan game ini. Oya, setelah itu, setiap komsel juga menunjukkan aksi kreatif slogan dan topeng mereka. Ternyata, komsel Family tidak kalah seru dengan komsel Youth, lho!


Selanjutnya pada game kedua, dari hasil presentasi promotor tiap komsel, dipilihlah 3 pasang perwakilan komsel. Satu pasang terdiri dari perwakilan komsel keluarga dan komsel Youth. Masing-masing pasangan mendapat tantangan yang susah, yaitu memberitakan Injil kepada orang dengan latar belakang unik, yaitu: mantan pendeta (diperankan oleh Ibu Hanna Ongkosoetrisno, yang masih penatua Krispen, bukan mantan), seorang transgender (diperankan dengan sangat apik oleh Samuel Sanjaya-PKS Youth), dan seorang paranormal (diperankan oleh Ibu Chintya-Komsel Iwan EP). Dan game terakhir ini dimenangkan oleh pasangan Bp. Paulus Nonawi (PKS Family) dan Lucy (komsel Christo-Youth). Tidak lupa, saat-saat yang ditungu-tunggu adalah pengumuman pemenang slogan dan topeng terbaik. Slogan terbaik diraih oleh Komsel Bp. Suprijadi (Family), sedangkan topeng terbaik diraih Komsel Khatrin (Youth).

Festival Komsel kali ini mengajak setiap komsel untuk bergerak keluar, menunjukkan pada dunia bahwa sebuah komunitas sejati adalah kasih sejati yang mampu membawa dampak bagi sekelilingnya. (vln)

Info Kita - 6 Desember 2009

Persembahan 29 November 2009

Perpuluhan

Perpuluhan (transfer)

Diakonia

Misi

Untuk Rumah Kehidupan

Untuk Renovasi

Investasi Iman Healing Center

Untuk Pelayanan

: Rp. 10.739.300

: Rp. 1.087.500

: Rp. 445.000

: Rp. 1.420.000

: Rp. 100.000

: Rp. 1.135.000

: Rp. 250.000

: Rp. 300.000


DONASI UNTUK RENOVASI!

Jemaat yang terkasih,

mari donasikan sebagian uang kita untuk mendukung renovasi gedung gereja kita.

Dengan demikian pelayanan kita kepada jiwa-jiwa akan semakin maksimal dengan adanya gedung baru tersebut.


TEMU PKS SELURUH USIA

Seluruh PJ, PA & PKS WAJIB hadir dalam pertemuan yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 10 Desember 2009, pukul 19.00 WIB, di gedung gereja.

NB: harap membawa buku pegangan PKS & absensi komsel.


NATAL KAUM WANITA

Hadirilah! Natal kaum Wanita yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Desember 2009, pukul 16.00 WIB, di KisPen Hall, bersama Ibu Yolanda.


LIBUR IBADAH KAUM WANITA

Ibadah Kaum Wanita hari Rabu, tanggal 23 & 30 Desember 2009 LIBUR. Ibadah Kaum Wanita akan dimulai kembali pada hari Rabu, 6 Januari 2010. Harap diperhatikan!


Teen’s Christmas Celebration

ONE WAY

Day : Sunday

Date : 27th December 2009

Time : 08.00 am

Place : Krispen Hall

Speaker: Mr. Indra

Special appearance: drama & dance

Don’t miss it, guys!

PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 7-13 Desember 2009

Lakukan!

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat,

supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."

-1 Petrus 5:6-

sumber: e-4M abbalove

Senin, 7 Desember 2009

Elia Taat akan Suara Tuhan

Firman hari ini: 1 Raja-raja 17:1-6

Pengajaran:

Elia, pelayan Tuhan dari Tisbe-Gilead adalah seorang yang sangat taat akan suara Tuhan. Ketika Tuhan menyuruhnya untuk pergi ke tepi sungai Kerit, Alkitab menegaskan bahwa, “Lalu ia pergi dan melakukan seperti firman Tuhan.” Tidak ada pertanyaan yang diajukan oleh Elia kepada Tuhan tentang: Mengapa ia harus pergi ke tepi sungai Kerit? Bagaimana mungkin burung gagak dapat memberikan makanan kepada Elia? Apa yang harus ia lakukan selama di sana? Namun kita hanya menemukan bahwa semua Firman Tuhan yang datang kepada Elia pasti dilakukannya. Dalam buku 'Menjadi Sahabat Tuhan' yang diterbitkan oleh Light Publishing, Charles Spurgeon menuliskan kata-kata yang indah tentang Elia. Katanya, “Jika Anda membaca kehidupan Elia, Anda akan melihat bahwa kapan pun Elia melangkah, itu telah didahului oleh, 'Datanglah firman TUHAN kepada Elia.' Ia tidak pernah bertindak dari dirinya sendiri; Allah ada di belakangnya.” Persekutuan Elia dengan Tuhan sangat intim sehingga hal ini membuat Elia yakin atas apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah hal yang terbaik, itulah sebabnya ia taat.

Buah dari keintiman Elia dengan Tuhan adalah kepekaan dan ketaatan Elia akan suara Tuhan. Ketika ia taat, Tuhan yang menjaga dan memelihara hidupnya. Apakah Anda juga membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan, sehingga membuahkan kepekaan dan ketaatan Anda kepada Tuhan? Semua mukjizat kuasa doa Elia berawal dari keintiman Elia dengan Allah.

Selasa, 8 Desember 2009

Bertindak dengan Iman Menghasilkan Mujizat Setiap Hari

Firman hari ini: I Raja-raja 17:7-16

Pengajaran:

Sungai Kerit telah kering sebab hujan tidak turun, Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sarfat. Tidak ada kata mustahil dalam diri Elia, setiap tindakannya selalu ia sertai dengan iman bahwa Tuhan selalu menyertai dia. Tuhan membuktikan kepada Elia bahwa Ia selalu menjaga hidup Elia. Bahkan Elia juga yang menguatkan iman janda di Sarfat, bahwa tidak ada yang mustahil, jikalau kita mentaati Firman Tuhan. Dan hasilnya ada mukjizat setiap hari di rumah janda tersebut.

Setiap mukjizat yang terjadi diawali dengan tindakan iman. Rindukah Anda mengalami pengalaman dari Tuhan seperti yang dialami oleh Elia? Mulailah bertindak hari ini dengan iman.

Rabu, 9 Desember 2009

Berserulah Kepada Tuhan!

Firman hari ini: I Raja-raja 17:17-24

Pengajaran:

Apakah yang akan menjadi respon Anda pertama kali ketika masalah datang menerpa hidup Anda? Apakah Anda menyalahkan pihak lain? Mencoba mencari jalan keluar sendiri? Atau menghubungi orang lain untuk mencari penyelesaiannya? Apakah Anda datang kepada Tuhan? Elia adalah nabi yang kemunculannya tidak diketahui asal usulnya, namun siapapun mengakui Elia sebagai nabi Allah yang rendah hati. Kemana pun Elia bergerak, mukjizat-mukjizat dari Tuhan selalu menyertai hidupnya. Namun, ada satu kejadian yang membuat Elia dituduh menjadi penyebab kematian anak perempuan dari pemilik rumah yang ia tumpangi. Respon pertama Elia ketika mendapat tuduhan tersebut adalah: ia berseru kepada Tuhan! Biasakanlah diri Anda untuk melakukan seperti yang Elia lakukan saat menghadapi masalah, yaitu mencari Tuhan terlebih dulu!

Kamis, 10 Desember 2009

Duel “The Master”

Firman hari ini: I Raja-raja 18:20-40

Pengajaran:

Elia membuat pertunjukan spektakuler di gunung Karmel. Ia menantang 450 nabi Baal untuk bertaruh. Syaratnya adalah “Allah yang menjawab dengan api, Dialah Allah.” Pertempuran ini terjadi karena hati bangsa Israel bercabang, yakni tidak lagi menyembah Tuhan sebagai Allahnya. Selesai Elia berdoa, api Tuhan menyambar habis korban bakaran yang telah disiapkan Elia. Elia memenangkan pertempuran tersebut. Pertarungan ini membuahkan hasil yang luar biasa, yaitu seluruh rakyat Israel mengaku bahwa Tuhan adalah Allah yang hidup. Ketika nama Tuhan dipertaruhkan, maka Tuhan akan bertindak untuk membela nama dan kehormatanNya. Jika kita sebagai orang Kristen dapat meniru hidup Elia, maka banyak mukjizat pasti terjadi. Rindukah Anda untuk dipakai oleh Allah demi membantuNya menyelamatkan bangsa-bangsa?

Jumat, 11 Desember 2009

Elia Memegang Janji Allah

Firman hari ini: I Raja-raja 18:41-46.

Pengajaran:

Kekeringan yang melanda bangsa Israel selama 3 tahun terjadi karena nubuatan Elia. Tetapi, Elia tidak pernah sekali pun mengeluh tentang kekeringan yang terjadi, sebab ia tahu bahwa Allah pasti menjawab doanya. Ia tetap memegang janji Allah bahwa Allah akan menurunkan hujan ke atas bumi jika Elia berdoa.

Hal yang sering kita lakukan adalah meragukan janji-janji Allah bahwa Ia akan menepati janji-Nya! Namun pelajaran yang penting bagi kita di sini adalah ketika Elia berpegang pada janji Allah dan berdoa, maka Allah menggenapi janji-janjiNya. Apa yang menjadi penghalang janji Allah tergenapi bagi hidup Anda? Tetaplah memegang janji itu, karena Allah tidak akan pernah ingkar janji. Ia pasti menepati apa yang sudah dijanjikannya kepada kita. Belajarlah memegang perjanjian itu, sebab waktu yang akan mengujinya.

Sabtu, 12 Desember 2009

Elia Terjatuh ke Dalam Sikap Terlalu Berbelas Kasihan kepada Diri Sendiri

Firman hari ini: I Raja-raja 19:1-8

Pengajaran:

Awas! Selalu ada bahaya di balik kemenangan besar. Elia memenangkan suatu pertempuran rohani yang paling dahsyat dalam sejarah di atas gunung Karmel, ketika Allah menjawab doanya dengan api dari langit. Tetapi, ketakutan bahwa ia akan kehilangan nyawa telah membuat sang pahlawan ini tenggelam dalam perasaan belas kasihan terhadap diri sendiri. Elia tidak takut terhadap ancaman ratusan nabi Baal termasuk raja Ahab, tetapi ia ketakutan terhadap ancaman satu orang, yakni Izebel. Kita selalu mengagungkan sang pahlawan ini, tetapi rasul Yakobus berkata bahwa, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya,”(Yakobus 5:17-18). Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, sehingga ia bisa takut akan kehilangan nyawa. Namun, Allah adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan Elia. Ia juga tidak akan pernah meninggalkan kita.

Minggu, 13 Desember 2009

HIDUP DALAM KOMUNITAS

Firman hari ini: 1 Raja-raja 19:19-21

Pengajaran:

Hidup dalam komunitas berarti hidup dalam kasih, karena di sana ada hubungan saling menguatkan dan menjadi bagian hidup orang lain, jika tidak demikian kita menarik diri dan berfokus pada diri sendiri. Elia adalah nabi yang luar biasa, namun demikian Tuhan tetap memberikan kepada Elia seorang teman dekat, seorang yang mengasihi Elia dan mengerti dia dengan baik untuk melayani dan menguatkannya. Dialah Elisa sang penerus Elia.

Hidup berbagi membuat kita tidak berfokus pada diri sendiri. Tuhan mengutus Elisa untuk menjadi orang yang dapat berbagi dengan Elia. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda telah berbagi hidup dengan orang lain? Berbagi hidup dengan orang lain berarti belajar untuk tidak berfokus pada diri sendiri.