Saturday, November 7, 2009
PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 9-15 November 2009
(Berdiri Sebagai Perantara)
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,
bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,
supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,
yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”
-1 Petrus 2:9-
Senin, 9 November 2009
KITA ADALAH UTUSAN-NYA
Firman hari ini: Matius 10:16-33; 1 Petrus 2:9-10
Pengajaran:
Tuhan mengutus kita kepada dunia yang belum mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Oleh karena itu kita membawa pesan-pesan yang Tuhan ajarkan kepada kita untuk disampaikan kepada orang-orang tersebut.
Kita diutus bukan berarti kita sendirian. Kita diutus bersama kuasa Allah, yaitu Roh Kudus yang akan memberi kemampuan kepada kita untuk menjalankan tugas yang mulia. Kita sedang berdiri di antara dunia yang terhilang dengan Allah. Sama seperti kita dulu terpisah dengan Allah, tetapi karena kita menerima anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus, maka kita kembali kepada-Nya. Yesus sudah memberikan sedikit gambaran dunia yang disebut “serigala” yaitu tentang orang-orang yang ada di antara kita, yang belum mengenal Yesus dan bisa saja tiba-tiba orang-orang tersebut menganiaya kita karena nama-Nya. Tetapi Yesus mengatakan: “Jangan takut.” Sebab kita adalah imamat rajani, umat kepunyaan Allah. Dengan kata lain, barangsiapa yang menganiaya umat Allah, maka mereka juga sedang menganiaya Allah. Lakukan saja tugas kita sebagai utusan Allah dengan setia dan biar Allah melakukan bagian-Nya.
Selasa, 10 November 2009
NEGOSIASI DENGAN ALLAH
Firman hari ini: Keluaran 32:1-35
Pengajaran:
Apakah Allah plin-plan terhadap rencana-Nya? Allah tidak pernah menjadi plin-plan dalam segala situasi. Ketika bangsa Israel berbuat kesalahan dan seharusnya Allah membinasakan mereka, tetapi karena Musa membela bangsanya di hadapan Allah, maka Ia tidak melakukannya. Allah memutuskan untuk membatalkan amarah-Nya karena ada satu orang yang “bernegosiasi” (tawar-menawar) dengan Allah.
Negosiasi dengan Allah harus memiliki satu alasan yang kuat dan harus sepakat dengan Allah. Alasan utama adalah kasih. Allah ingin membuktikan kebesaran kasih-Nya kepada semua orang melalui amarah dan pengampunan. Ia tidak mau ada manusia yang dibinasakan. Dengan demikian masih ada kesempatan untuk kita membela orang tua, saudara, teman, guru atau tetangga kita yang belum mengenal Yesus di hadapan Allah, yaitu dengan cara berdoa dan menyaksikan kasih Allah kepada mereka. Mengapa kita harus melakukannya? Ya, sebelum Allah membinasakan mereka, maka yang kita lakukan adalah menjangkau mereka. Masih adakah yang Anda bela di hadapan Allah? Jangan putus asa. Tidak selamanya Allah menunjukkan amarah-Nya kepada orang-orang yang belum menerima Kristus, tetapi selama-lamanya Ia menunjukkan kasih-Nya kepada kita semua.
Rabu, 11 November 2009
BERDIRI UNTUK INDONESIA
Firman hari ini: Yehezkiel 22:1-31
Pengajaran:
Allah mencari orang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri Indonesia. Gempa bumi, teroris, perang antar suku, penyembahan kepada Nyi Roro Kidul dan berhala lain, perampokan dan berbagai kejadian yang lain sedang terjadi di bangsa kita. Saat ini Allah dengan teropong-Nya sedang berfokus kepada bangsa Indonesia dan Ia ingin menemukan “tembok” atau orang-orang yang mau berdiri di Indonesia serta membawa Indonesia kembali kepada Allah.
Kita berdiri di antara bangsa Indonesia dan Allah. Kita harus memebela Indonesia di hadapan Allah. Kita lahir & hidup di Indonesia karena satu tujuan yaitu menghadirkan kerajaan Allah di Indonesia. Tegakkan kebenaran Allah di Indonesia & berdoa untuk Indonesia. Jangan kita lari dari Indonesia kepada bangsa lain & hidup di negara lain, karena jika kita melakukannya maka kita sedang lari dari panggilan Allah, walaupun ada pepatah mengatakan: “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri.” Mari kita lakukan sesuatu untuk bangsa kita melalui tindakan nyata. Berdoa di hadapan Allah untuk bangsa tercinta. Nyatakan bahwa kita peduli dengan bangsa kita sendiri. Tuhan akan memberi kekuatan dan hikmat-Nya supaya kita dapat melakukan kehendak-Nya.
Kamis, 12 November 2009
SAMPAIKAN PESAN KEBENARAN ALLAH
Firman hari ini: 2 Timotius 2:14-26; 3:10-17
Pengajaran:
Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasehat kepada putranya, "Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahluk jelek, hitam dan jahat. Maka, kamu belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari." Sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.
Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orang tuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orang tua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.
Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.
Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. "Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satupun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan."
Jumat, 13 November 2009
KATAKAN KEPADA MEREKA
Firman hari ini: Lukas 24:36-49
Pengajaran:
Saat D.L. Moody menghadiri sebuah konferensi di Indianapolis tentang penginjilan massa, ia lebih daripada sekadar berbicara tentang hal itu. Ia meminta seorang teman, yang adalah pemusik berbakat, untuk menemuinya di sebuah persimpangan jalan pukul 6 sore. Temannya itu berdiri di atas sebuah kotak dan menyanyikan sebuah lagu. Saat orang banyak berkumpul, Moody berbicara singkat lalu mengundang mereka untuk mengikutinya ke sebuah gedung pertemuan di dekat situ. Tak lama kemudian gedung pertemuan itu dipenuhi orang-orang yang lapar secara rohani, dan ia berkhotbah kepada mereka. Saat peserta konferensi mulai berdatangan, Moody berhenti berkhotbah dan berkata, "Sekarang kita harus bubar, karena saudara-saudara peserta konferensi hendak mendiskusikan topik, 'Bagaimana menjangkau massa'."
Saat ini diperkirakan hanya 10% dari populasi dunia sebanyak 6,3 miliar merupakan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Dan lebih dari 25 persen yang tidak pernah sekali pun mendengar tentang kasih Yesus. Sebagai murid-murid-Nya zaman ini, marilah kita tak hanya membicarakan tentang kebutuhan itu, tetapi berdoa dan pergilah –(Anne Cetas-Internet)
Sabtu, 14 November 2009
LILIN YANG TAK PERNAH PADAM
Firman hari ini: Matius 5:13-16
Pengajaran:
Seorang ayah suatu ketika berkata kepada ketiga orang anaknya, “Penuhi gudang dengan uang sepuluh ribu rupiah ini!” anak yang sulung lalu membeli jerami dan dimasukkan ke dalam gudang dan ternyata gudang itu belum juga penuh, padahal uangnya sudah habis. Anak kedua membeli balon, dan ternyata belum juga bisa memenuhi gudang. Anak yang bungsu hanya memakai uang itu sebesar Rp 1.000 dan mengembalikan sisanya. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya sang ayah dengan bingung kepada si bungsu. Ternyata si anak bungsu hanya membeli beberapa batang lilin. Ketika lilin itu dinyalakan, cahayanya pun memenuhi dan menyinari kegelapan gudang.
Kita membawa terang Allah di mana pun kita berada. Terang itu bisa berupa kata-kata yang memberkati atau tindakan kita yang mencerminkan karakter Kristus. Setiap orang di sekitar kita pasti akan melihat cahaya-Nya dalam hidup kita. (Timotius Adi Tan, Secangkir Sup Bagi Jiwa Anda)
Minggu, 15 November 2009
MENYEBARKAN BENIH
Firman hari ini: Mazmur 126:1-6
Pengajaran:
HL. Gee menceritakan pengalamannya tentang benih yang menuai hasil. Ada seseorang bapak tua yang kesepian bernama Thomas. Dia hidup lebih lama dari teman-temannya, sehingga hampir tidak ada orang yang mengenalinya. Ketika Thomas meninggal, Gee merasa bahwa tidak ada orang yang menghadiri pemakamannya. Pada akhirnya Gee mengambil keputusan untuk datang ke pemakaman Thomas. Ketika Gee mengantar jenazah Thomas ke pemakaman, ada seorang tentara yang menunggu di pintu gerbang pemakaman. Tentara itu juga ikut menghadiri upacara pemakaman Thomas. Setelah upacara selesai, tentara itu memberikan hormat kepada Thomas, seperti layaknya penghormatan yang diberikan kepada seorang raja. Ketika pulang, Gee dan tentara itu berjalan bersama. Angin bertiup menyingkapkan pangkat dari tentara itu. Ternyata ia adalah seorang brigadir jenderal. Jenderal tersebut berkata kepada Gee: “Mungkin kamu heran kenapa saya ada di sini. Beberapa tahun lalu, Thomas adalah guru sekolah minggu saya. Saya sangat berhutang kepada Thomas dan hari ini saya harus memberi penghormatan yang terakhir kepadanya.” (Frank Mihalic, 1500 ceritera Bermakna)
Sunday, November 1, 2009
Everyday is A Gift (Setiap Hari adalah Hadiah)
FOKUS KITA
“Hal menarik apa yang terjadi hari ini?”
..............................................................................................................................
Silahkan, Anda boleh mengisi titik-titik di atas sesuai dengan kondisi yang sedang Anda alami ketika membaca artikel ini secara singkat. Entah itu hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, teman, pekerjaan, studi, atau kehidupan sehari-hari.
Jebakan Rutinitas
‘Tidak ada yang menarik.’ ‘Sama saja seperti biasanya.’
Jika ada di antara kita yang mulai mengisikan jawaban-jawaban serupa itu, berhati-hatilah. Karena jika demikian, kita sedang berada di dalam sebuah jebakan bernama: rutinitas! Bangun tidur, menyiapkan keperluan sehari-hari, ke tempat kerja atau studi, menyelesaikan tugas-tugas, pulang rumah, tidur, balik lagi seperti awal. Lama-kelamaan kita hanya seperti mesin atau robot yang diprogram untuk melakukan segala aktivitas hanya karena terbiasa dan terasa biasa. Bahkan untuk hal-hal yang sifatnya rohani seperti, membaca firman, berdoa, berpuasa. Jika pada akhirnya yang kita lakukan hanya karena terbiasa, berarti kita sedang berada dalam jebakan yang sama.
Baru Setiap Hari
Ratapan 3: 22-23
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaanMu.
Kabar baiknya. Kasih setia dan rahmat Tuhan mengalir dalam kehidupan kita bukan hanya sekedar sebuah rutinitas, tetapi SELALU BARU setiap pagi! Selalu baru, berarti selalu berbeda, dan tidak akan menjadi biasa yang mebosankan. Karena itu, mari mulai hari kita bersama denganNya, bukan sekedar kebiasaan. Namun dengan pola pikir yang baru, karena kasihNya yang baru menyertai kita akan membuat hari-hari kita terasa berharga! Mari bersiap menghadapi waktu-waktu luar biasa yang akan kita alami. Mari memaknai segala aktivitas dengan berpikir bahwa segala sesuatu yang ada di hidup kita adalah berharga.
1 Hari: Hadiah Penuh Makna
Salah satu langkah awal untuk menjadikan setiap hari menjadi spesial adalah dengan : BERSYUKUR. Bersyukur untuk keajaiban kita bisa bangun, duduk, berdiri, berjalan. Membuka mata, menggerakkan tangan, dengan sistem tubuh yang masih bekerja. Bersyukur untuk kesempatan kita boleh menempuh studi, bersyukur untuk keluarga yang ada buat kia, bersyukur untuk pekerjaan yang boleh kita jalani. Bersyukur untuk masalah yang kita hadapi karena itu kesempatan untuk mengalami kekuatan Tuhan dalam hidup kita.
Bagikan Hadiah Itu
Sebuah hadiah tentu akan lebih berharga jika dibagi bersama dengan orang lain. Terlalu lama menyimpan hal-hal baik untuk diri sendiri juga akan membuat kita ‘kekenyangan’ dan tidak sehat. Mari kita bagikan senyuman, sapaan, semangat kerja, inisiatif, motivasi, dan perhatian yang baru kepada orang-orang di sekeliling kita. Maka tidak akan ada lagi yang namanya hari-hari membosankan. Tidak akan ada lagi hari-hari yang biasa. Karena setiap hari adalah hadiah, yang penuh kejutan, baru, dan berharga. Sama seperti Kasih SetiaNya. (vln)
Komsel Kristanto (Teen): Ketika 20 Anak Muda Bergerak Bersama
KOMSEL KITA
Bayangkan, apa yang terjadi jika sekitar 20 pemuda berkumpul bersama?
“Ramai banget pastinya,” ungkap Kristanto, salah seorang PKS komsel Teen tentang suasana komsel setiap minggunya. Dengan total jumlah anggota 22 orang dan kehadiran rata-rata 18 orang per minggunya, komsel yang semua anggotanya pria ini selalu diwarnai kehebohan. Ragam usia antar anggotanya tidak mengurangi kekompakan yang terbentuk. “Mayoritas anggota komsel duduk di bangku SMP dan SMA, tapi yang SD juga ada. Tapi, semuanya tetap bisa membaur dengan kompak. Biasanya Si Angga yang biang ramai. Ada juga Si Willy yang bagian buat gerakan-gerakan kreatif ketika pujian penyembahan,” terang pria yang akrab disapa “Kris” ini.
Dengan kondisi komsel yang sekarang terlihat begitu hidup dan bersemangat, mungkin banyak orang yang tidak mengerti bahwa dulunya komsel ini telah mengalami berbagai perjalanan suka dan duka. “Komsel ini sudah ada kurang lebih 3 tahun. Sempat merger dengan komsel lain, dan akhirnya bisa kembali berdiri lagi. Pertumbuhan yang terjadi juga melalui proses setahap demi setahap.” Menurut Kris, setiap anggota lama-kelamaan ikut aktif juga mencari jiwa. Saling mengajak teman, lalu dilanjutkan dengan acara besuk bersama. Akhirnya terkumpul begitu banyak jiwa. “Kita biasanya selalu memanfaatkan event yang ada sebagi kesempatan mengajak jiwa. Tidak lupa, mereka di follow up setelahnya.”
Ke depannya, komsel ini berencana akan melakukan multiplikasi. “Harapannya sih tahun depan ya, doakan saja,” ungkap pria berusia 21 tahun ini mantap. Sekarang, komsel ini juga sudah memulai pertemuan tim inti rutin untuk lebih membangun komsel bersama, dan mencetak pemimpin-pemimpin yang baru. Ya, mari kita doakan, agar pemuda-pemuda di komsel ini bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang luar biasa! (vln)
Setiap hari adalah anugerah…
KISAH KITA
Daud Juli S, Pelajar
“Ketika saya mengawali hari-hari dengan Firman Tuhan, keseharian saya terasa berbeda. Di sekolah, jika bertemu dengan teman-teman yang biasanya suka mengolok-olok, saya jadi belajar untuk terus mengampuni. Dan tidak membalas. Sedangkan dulu, ketika ada teman yang berbuat seperti itu, saya mudah emosi. Bahkan pernah berujung menjadi pertengkaran.”
Lisa Juliana, Guru
“Kalo hari-hari ini aku banyak mengalami ujian dalam hal kesabaran menghadapi anak-anak di sekolah. Selama 4 tahun mengajar, ini baru pertama kalinya aku menghadapi anak-anak yang unik dan spesial seperti ini. Dan betul-betul butuh kesabaran ekstra untuk bisa menghadapi mereka dengan tetap sabar. Dan, berrsyukur juga kasih karunia dari Tuhan selalu cukup untuk aku. Dan hingga sekarang, aku juga masih terus berusaha belajar sabar.”
HAPPY BIRTHDAY - November
Selamat ulang tahun…
Keterangan:
F (Ibadah Raya Family)
Y (Ibadah Raya Youth)
T (Ibadah Raya Teen)
| 2 Nov 4 Nov 4 Nov 5 Nov 6 Nov 7 Nov 7 Nov 8 Nov 9 Nov 9 Nov 10 Nov 10 Nov 10 Nov 11 Nov 12 Nov 13 Nov 14 Nov 17 Nov 19 Nov 20 Nov 20 Nov 24 Nov 24 Nov 28 Nov 28 Nov 29 Nov | Liswati Siagian (F) Kristian Hartono (F) Susan Yuwana (Y) Lilik Supini (F) Tumiran (F) Ignatius Yohanes S (Y) Penda Ismayawati (F) Josua Chrisnan (Y) Singgih Irawan (Y) Hendra Prabowo (F) Iman Kencana (F) Rut Trisia (F) Gebby Mayasari (Y) Hadi Puspita (F) Elliawaty (F) Mardiono (F) Yohanes Adi K (T) Lie Mei Yin (F) Hendry Sanjaya (Y) Jhon David Boby T E. (T) Lisa Kusnadi (Y) Siti Sundari Santoso (F) LK Miliani Susanto (Y) Henry Tandiono (Y) | Mulyorejo Indah 1/10 Kamboja Ngemplak I / 12 A Babatan Pantai Barat 4/23 Kaliwaron 4/43 Kaliwaron IV / 37 Karang Menjangan 8/38 Dharmahusada Utara I / 37 Bulak Cumpat Barat V / 14 Mojoarum 7/28 Karang Menur Timur 21 Babatan Pantai VII / 4 Mojoarum VI/15 L Ngagel Wasana VIII/21 Kalikepiting VIII/27 Ngagel Wasana 1/33 Kaliwaron ABC 2/44 Dukuh Setro IIIA/32 Kalikepiting 47 Kapas Madya IG/14 Pacar Kembang Vc/14 Ngagel Madya VI/45 Kalijudan IV/ 14 Sutorejo Prima Selatan 2/15 PE-2 Kaliwaron V/18 Mojoarum II/20 Ngagel Jaya Tengah VIII/22 | 0815540418181 - 60578077 - - 5036422 5939022 - 0818415911 71089890 3821120 5942770 5021231 - 0818303208 5912882 - - 3729571 3819461 71022169 - 08175278822 5937703 77606869 5020315 |
Berilah perhatian kepada Saudara/I kita yang berulang tahun di ,bulan November ini!
INFO KITA - 1 Nopember 2009
Persembahan 25 Oktober 2009
| Perpuluhan Perpuluhan (transfer) Diakonia Misi Untuk Rumah Kehidupan NN | : Rp. 3.946.000 : Rp. 365.000 : Rp. 330.000 : Rp. 2.150.000 : Rp. 200.000 : Rp. 500.000 |
KEGERAKAN DOA & DOA MALAM
Seluruh pemimpin dan jemaat diundang hadir dalam malam Kegerakan Doa yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Selasa
Tanggal :
Pukul : 19.00 – 22.00 WIB
Tempat : Gedung Gereja
Pembicara : Bp. John Kahuluge
Mari siapkan hati kita untuk menerima impartasi serta perkembangan wawasan kebangsaan
TEMU PKS SELURUH USIA
Seluruh PJ, PA & PKS WAJIB hadir dalam pertemuan bersama pada hari Kamis,
NB: Jangan lupa membawa form absensi komsel dan buku pegangan PKS.
INVESTASI IMAN ESC 2009
Bagi peserta ESC 2009 lalu yang telah berkomitmen untuk memberikan Investasi Iman harap segera merealisasikan komitmennya. Realisasi dapat dilakukan dengan memasukkan kontribusi Sdr. ke dalam amplop persembahan dan menuliskan keterangan di slip persembahan, pos Lain2: Realisasi Investasi Iman ESC 2009.
Terima kasih atas perhatian dan realisasi investasi iman Sdr.
MENJAGA KETERTIBAN IBADAH RAYA
Kami sangat menghargai kesediaan Bapak/Ibu untuk menjaga putra-putri Bapak/Ibu supaya tidak mengganggu kelancaran ibadah raya.
Kami menyarankan Bapak/Ibu untuk mengikutsertakan putra-putrinya dalam ibadah gereja anak Jesus’ Children Church (JCC) yang diselenggarakan setiap hari Minggu, pukul 08.00 WIB, supaya mereka mengalami pertumbuhan rohani.
Berdoa bagi Indonesia
KEGERAKAN DOA KITA
1. Supaya Presiden berhikmat & bijaksana dalam membuat kebijakan mengenai anggaran Negara sehubungan dengan rencana kenaikan gaji para menteri yang masih baru bertugas.
2. Agar Tuhan berperkara mengacaukan rencana & strategi kelompok-kelompok radikal yang berusaha memberlakukan perda-perda yang diskriminatif, untuk menjadikan
3. Agar Tuhan menghancurkan pornografi yang sangat merusak generasi muda bangsa ini lewat media
PENUNTUN SAAT TEDUH PRIBADI 2-8 November 2009
“Keramahtamahan”
“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang,
sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya
telah menjamu malaikat-malaikat,”
-Ibrani 13:2-
Sumber: e-4M abbalove
Senin,
Keramahtamahan adalah Sikap Dasar Seorang Kristen
Bacaan Firman Tuhan hari ini: Ibrani 13:1-6
Pengajaran:
Sejak kejatuhan Adam ke dalam dosa di
Berpikirlah sejenak bahwa orang yang Anda layani dengan ramah tersebut adalah Malaikat Tuhan seperti yang dilakukan oleh Abraham? Jika ya, apakah yang akan Anda lakukan? Praktekkan dalam setiap keputusan Anda untuk memiliki sikap keramahtamahan bagi semua
Selasa,
Buah Manis Keramahtamahan
Firman hari ini: Yosua 2:1-24
Pengajaran:
Rahab, seorang pengusaha penginapan dan juga seorang pelacur pada zaman Yosua. Walaupun demikian, ia sangat berjasa atas berhasilnya bangsa
Rabu,
Keramahtamahan Yonatan Tetap Terkenang Setelah Ia Mati
Firman hari ini: II Samuel 1:17-27
Pengajaran:
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Namun, sejauh mana nama yang ditinggalkan membawa harum bagi yang ditinggalkannya, sehingga mempunyai kenangan khusus di dalam hati orang lain? Daud dalam nyanyian dukanya ketika ia mengetahui bahwa Yonatan, teman akrabnya telah meninggal di dalam
Mari doakan juga orang-orang Kristen yang masih bersikap kasar kepada orang lain dan tidak mencerminkan karakter Kristus.
Kamis,
Anda Gemar Menyendiri?
Awas,
Firman hari ini: Pengkhotbah 4:7-16
Pengajaran:
Di dalam hidup, kita semua membutuhkan orang lain untuk saling menolong dalam berinteraksi. Jika Anda adalah orang yang hidupnya suka menyendiri, maka berhati-hatilah dengan sikap kesendirian tersebut. Salomo berkata, ”Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!,” (Pengkhotbah
Jumat,
Akibat Buruk dari Karakter yang Tidak Ramah
Firman hari ini: II Tawarikh 10:1-19
Pengajaran:
Hati-hati jika Anda bersikap tidak ramah terhadap orang lain. Ketika kita tidak ramah terhadap yang lain, maka kita sedang menaburkan suatu benih buruk yang akan kita tuai pada suatu hari nanti. Contoh nyata dari sikap yang tidak ramah ini terjadi pada Raja Rehabeam, anak Salomo. Orang-orang telah menasihati raja muda ini untuk bersikap ramah terhadap rakyatnya, namun ia menolak. Akibatnya, kerajaannya yang besar itu pun pecah menjadi dua. Suatu saat Rehabeam meminta nasihat dari tua-tua yang mendampingi Salomo ayahnya, untuk memerintah dengan adil, lalu jawab para tua-tua tersebut kepadanya, "Jika engkau mau berlaku ramah terhadap rakyat itu, mau menyenangkan mereka dan mengatakan kata-kata yang baik kepada mereka, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu,"(II Tawarikh 10:7). Sudahkah Anda belajar dari pengalaman Rehabeam ini?
Sabtu,
Mau Hidup Tenteram? Berlaku Ramahlah Kepada Tuhan
Firman hari ini: Ayub 22:1-30
Pengajaran:
Banyak orang melakukan apa saja agar memperoleh ketenteraman dalam hidup mereka. Namun, jika dirunut kembali, maka orang yang tenteram adalah orang yang hidup benar di hadapan Tuhan. Salah salah satu cara untuk memperoleh ketentreaman di dalam hidup kita di dalam dunia ini adalah dengan bersikap ramah terhadap Tuhan, Allah kita. Hal ini tertulis dalam kitab Ayub, yang menyatakan bahwa, ”Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan,”(Ayub
Minggu,
Malaikat Saja Berlaku Ramah, Mengapa Anda Tidak?
Firman hari ini: Zakharia 1:7-17
Pengajaran:

