Tuesday, February 12, 2008

PRESBITORIAL

Murid Kristus yang Membawa Pemulihan

Suatu kali saya pernah mengikuti pelayanan di desa terpencil di daerah Palu, Sulawesi Tengah. Kami dua belas orang dibagi menjadi 2 kelompok dan diutus pergi ke dua desa yang berlainan. Di sana saya pertama kali belajar berkhotbah di hadapan kurang lebih 70 orang yang terdiri dari orang tua, anak muda dan anak-anak kecil. Besoknya lagi ada salah satu anggota jemaat gereja setempat meminta saya untuk mendoakan seorang bapak yang sudah lama tidak dapat bekerja karena mederita sakit di persendiannya. Saya dan beberapa teman pun pergi untuk mendoakan bapak tersebut. Ketika berdoa, tiba-tiba Tuhan bukakan kepada saya bahwa bapak itu memiliki kepahitan terhadap istrinya. Saya pun memanggil istrinya dan meminta mereka berdua melakukan pemberesan. Mereka pun saling memaafkan. Hari itu mujijat Tuhan pun terjadi! Selesai berdoa persendian bapak tersebut tidak sakit lagi.

Saya percaya kita semua dipanggil menjadi murid Kristus. Salah satu ciri murid Kristus yang sejati adalah membawa pemulihan dimanapun dia berada. Sudahkah kita membawa pemulihan di keluarga kita? Di sekolah dan di tempat kerja kita? Membawa dampak di lingkungan kita?

Mari kita membawa pemulihan dimanapun kita berada. Saya percaya Tuhan menyertai kita dan pemulihan itu pasti terjadi.

Pantow Hendrik Kokoy
Pemimpin Jemaat Teen

FOKUS KITA

Digerakkan Belas Kasih

Kehidupan kekristenan sebenarnya bukanlah kehidupan yang sulit, melainkan mustahil! Coba renungkan: Tuhan memerintahkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun membalas kejahatan dengan kebaikan. Mendoakan dan memberkati musuh kita. Mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. Mengampuni orang yang berbuat dosa kepada kita sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Itu semua tidak hanya dinyatakan hanya dalam kata-kata saja, tetapi pikiran, perkataan, sikap hati serta tindakan kita harus sama dengan apa yang kita nyatakan ke ”luar”. Secara akal manusia mustahil, bukan? Kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kitalah yang memampukan kita melakukan itu semua.

Demikian pula, kehidupan yang senantiasa mengalirkan kasih dan kuasa Tuhan kepada sesama juga tidak mudah dilakukan. Mengingat manusia memiliki kecenderungan untuk hidup memuaskan keinginan dan kenyamanannya sendiri (egosentris). Jadi, bagaimana kita bisa keluar dari kecenderungan manusia yang egosentris dan memiliki gaya hidup yang senantiasa mengalirkan kasih dan kuasa Tuhan kepada sesama? Memiliki hati yang dipenuhi oleh belas kasih! Sebab, hati yang penuh belas kasih adalah motor penggerak manusia untuk mengalirkan kasih dan kuasa Tuhan yang mendatangkan mujijat bagi sesama. Alkitab juga menuliskan bahwa belas kasihlah yang menggerakkan hati Yesus untuk mengalirkan kasih dan kuasaNya bagi manusia (Mat. 9:36; 14:14; 15:32; 20:34).

Bagaimana memiliki hati yang dipenuhi oleh belas kasih sampai melimpah dan mengalirkan kasih kepada sesama? Sewaktu bertemu wanita Samaria Yesus berkata, ”tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh. 4:14).

Ini berarti sebelum kasih dan kuasa Tuhan memancar serta mengalir melalui hidup kita, kita perlu ”meminum” (mengalami) kasih dan kuasa Allah terlebih dulu. Kasih dan kuasa Allah akan memulihkan dan memperbarui hati kita. Hati yang telah pulih dan diperbarui oleh kasih Tuhan akan mampu merasakan dan mengalami isi hati Tuhan, yaitu belas kasih untuk jiwa-jiwa. Saat kita membuka hati terhadap isi hati Tuhan, Tuhan siap memenuhi hati kita dengan belas kasih untuk jiwa-jiwa sampai melimpah. Saat hati kita melimpah oleh belas kasih, maka kita akan bergerak mengalirkan kasih dan kuasa Tuhan kepada sesama.

Agar belas kasih untuk jiwa-jiwa tidak padam dalam hidup kita, kita perlu waspada terhadap musuh utama hati yang penuh belas kasih. Luka, kebencian, dendam, kekecewaan, amarah, kesombongan, kenyamanan diri dan sikap yang suka menunda waktu untuk berbuat baik. Ingatlah selalu akan kasih Tuhan yang telah menebus dan memulihkan kita dan hiduplah sebagai orang yang telah mengalami kasih dan kuasa Tuhan dengan mengalirkan kasih dan kuasaNya kepada orang lain. (l@)

SEPUTAR KITA

Doa yang Mendatangkan Kuasa

Kita semua pasti rindu supaya doa-doa kita dikabulkan Tuhan. Jika kita rindu supaya doa-doa kita dikabulkan oleh Bapa di Surga, maka kita harus berdoa sesuai dengan kehendakNya. Apa saja kehendak Tuhan bagi hidup kita? Kehendak Tuhan dapat kita ketahui melalui firmanNya yang tertulis dalam Alkitab. Di dalam Alkitab ada banyak janji dan berkat yang Dia sediakan bagi setiap kita.

Bagaimana kita bisa mengalami kuasa firman Tuhan dalam doa-doa kita? Firman Tuhan ibarat sebilah pedang. Kita tidak akan pernah tahu seberapa tajam atau kuatnya sebilah pedang sampai kita menggunakannya. Demikian pula firman Tuhan. Jika kita ingin mengalami kuasa firman, maka kita harus menggunakannya dalam doa-doa kita. Tuhan berjanji, bahwa firman yang Dia katakan tidak akan kembali sia-sia, tetapi ia akan berhasil melakukan apa yang Tuhan kehendaki/firmankan (Yesaya 55:11).

Jika kita berdoa dengan menggunakan (memperkatakan) ayat-ayat firman Allah dalam doa kita, berarti kita sedang berdoa sesuai dengan kedendakNya. Oleh karena itu, kita bisa yakin bahwa Tuhan telah mengabulkan doa kita (1 Yohanes 5:14-15), seperti yang telah dialami oleh keluarga Bapak Pantow Hendrik Kokoy/Hengky (PJ Teen) dan Ibu Eri Susanti (PKS Teen) berikut ini.

Melalui buku ”Doa yang Mendatangkan Kuasa” yang berisi kumpulan ayat-ayat firman Tuhan dalam Alkitab, yang telah diterbitkan oleh KrisPen (sekarang telah menginjak cetakan keempat), Bp. Hengky dan Ibu Eri telah mempraktekkan doa firman yang mendatangkan mujijat Tuhan dalam kehidupan mereka.

Mujijat Kuasa Firman

(kesaksian Bp. Pantow Hendrik Kokoy-Pemimpin Jemaat Teen menggunakan Buku Doa yang Mendatangkan Kuasa)

Buku “Doa yang Mendatangkan Kuasa” memang benar-benar buku yang luar biasa. Buku ini membantu kami, suami istri untuk praktek memperkatakan firman Tuhan dalam hidup kami. Saya pribadi sering menggunakannya untuk berdoa setiap malam.

Ketika istri saya mengandung anak kami yang pertama, Raphaela, akhir tahun 2006 lalu, setiap hari bahkan terkadang pagi dan malam (juga istri saya sering mendoakan pada siang hari) secara kontinyu kami berdoa untuk anak kami yang ada dalam kandungan selama sembilan bulan. Kami mendoakan “Pertumbuhan Janin dalam Kandungan” dan “Firman untuk Bayi dalam Kandungan”.

Dampaknya dapat kami rasakan saat ini. Anak kami tidak rewel saat diajak pergi kemana saja. Bahkan ketika kami mengajak anak kami ke gereja ia tidak menangis, bahkan ia menikmati saat pujian dan penyembahan dinaikkan. Anak kami juga mudah bergaul dan beradaptasi dengan orang lain atau situasi yang berbeda-beda. Pertumbuhan jaringan otot dan tulang anak kami pun begitu luar biasa. Di usianya yang hampir genap 7 bulan pada tanggal 29 Januari nanti, ia sudah bisa duduk di tempat tidur tanpa dibantu atau ditopang. Luar biasa firman Tuhan kita Yesus Kristus. Semua yang terjadi pada anak kami saat ini dikarenakan sejak dalam kandungan kami telah memperkatakan firman Tuhan kepadanya. Saya pribadi mengajak semua jemaat supaya menggunakan buku “Doa yang Mendatangkan Kuasa” untuk menolong kita belajar memperkatakan firman Tuhan dalam doa-doa kita. Jika keluarga kami telah mengalami hal yang luar biasa melalui kuasa doa firman, saya percaya saudara juga akan mengalami dampak yang luar biasa sebab doa orang benar, bila dengan yakin didoakan besar kuasanya.


(kesaksian Ibu Eri Susanti-PKS Teen menggunakan Buku Doa yang Mendatangkan Kuasa)

Melalui doa firman yang saya perkatakan setiap hari, saya mengalami dampak yang luar biasa dalam kehidupan saya dan keluarga. Apalagi ketika saya dan suami praktek doa firman untuk anak kami, Raphaela yang masih bayi. Pada umumnya bayi seringkali rewel di malam hari sehingga tidak jarang menyulitkan orang tua. Bagi bayi, sering kali keadaan dibalik, malam diganti siang, siang diganti malam. Kalau siang bayi tidur, kalau malam dia bangun dan rewel. Puji Tuhan ketika saya memperkatakan firman kepada anak saya, dia tidak rewel. Dia tidur pada malam hari dengan tenang dan pagi/siang hari dia bangun seperti anak-anak normalnya.

Ketika saya mulai mendoakan “Kemakmuran dalam Keuangan” tahun 2006 lalu, Tuhan menyatakan mujijatNya dalam persiapan pernikahan saya. Kebutuhan pernikahan kami sangat banyak. Tabungan kami tak mampu mencukupi kebutuhan biaya pernikahan. Namun, Tuhan cukupkan seluruh biaya sehingga kami tidak kekurangan. Begitu pula ketika saya dan suami menyiapkan dana untuk melahirkan putrid kami, Raphaela. FirmanNya bekerja dengan luar biasa. Waktu itu kami bingung karena biaya yang sudah kami persiapkan sebelumnya ternyata kurang, namun yang membuat kami takjub adalah Tuhan kirimkan seseorang untuk memberkati biaya yang kami perlukan hingga berlebih.

Ketika mendoakan “Hati yang Mencintai Firman”, hati saya dipenuhi rasa haus dan lapar akan firmanNya. Apalagi kalau dalam satu hari saya tidak saat teduh, maka hari itu rasanya ada sesuatu yang kurang dalam hati saya dan saya kurang bisa mengendalikan diri dalam menghadapi segala situasi yang saya alami setiap hari.

Saya mendoakan “Penundukan diri pada Otoritas” untuk anggota komsel saya. Anggota komsel yang saya pimpin waktu itu agak bandel, kurang tunduk dan agak susah diatur. Tetapi, ketika saya terus-menerus memperkatakan doa firman untuk mereka, anggota komsel saya mengalami perubahan dan bertumbuhan. Mereka mulai tunduk dan taat pada otoritas.

Sampai sekarang saya selalu berdoa firman, dibantu dengan buku “Doa yang Mendatangkan Kuasa”. Apabila kita rindu mengalami kuasa doa dalam hal keuangan, keluarga, pelayanan dan sebagainya, maka cara terbaik adalah mendoakan kebutuhan kita sesuai firman Tuhan, yaitu apa yang Tuhan katakan kepada kita mengenai hal-hal tersebut. Jika kita berdoa sesuai firmanNya, memperkatakan firmanNya dengan iman, maka kita akan alami kuasa mujijat firman Tuhan karena Tuhan berjanji bahwa firmanNya yang telah Ia perkatakan tidak akan sia-sia (Yesaya 55:11).

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apakah Anda rindu mengalami kuasa firman Tuhan seperti yang telah dialami oleh keluarga Bp. Pantow Hendrik Kokoy & Ibu Eri Susanti?

Buku “Doa yang Mendatangkan Kuasa” hadir untuk membantu Anda mempraktekkan doa firman dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Buku “Doa yang Mendatangkan Kuasa” berisi kumpulan ayat-ayat firman Tuhan dan dilengkapi dengan bonus kartu ayat yang akan membantu Anda dalam belajar memperkatakan firman Tuhan atas kebutuhan dan masalah Anda. Anda juga dapat memberikannya sebagai hadiah bagi kerabat, teman dan rekan kerja Anda.

Bagi Anda yang ingin mendapatkannya bisa menghubungi: Sdri. Merry (60361123) atau Lia (3823490-jam kerja sekretariat gereja).

INFO KITA

Persembahan 27 Januari 2008

Perpuluhan : Rp. 9.212.000
Diakonia : Rp. 1.087.000
Misi : Rp. 1.823.000

”Dompet untuk Bojonegoro”
27 Januari 2008 : Rp. 500.000


PELAYANAN RUTAN MEDAENG

Mari melayani dan bagikan berkati Tuhan kepada para napi di Rutan Medaeng pada hari
Selasa, 5 Februari 2008.
Bersama sama kita berangkat dari gereja pada pukul 07.30 WIB!


TERSEDIA!

1. Buku Doa Firman ”Doa yang Mendatangkan Kuasa” (Rp. 10.000,-)
2. Buku Kingdom of Heaven ”Kesembuhan Emosional” (Rp. 8.000,-)
3. Buku Touching Heaven Changing Community ”Berbuah” (Rp. 13.000,-) & Kaset (Rp. 5.000,-)

Hubungi: Ibu Lanny (Keluarga); Merry (Youth); Setyarini (Teen)


MOHON PERHATIAN!

1. Mohon Warta Kita & Penuntun Saat Teduh yang telah dibagikan tidak ditinggal di bangku gereja, tetapi dibawa pulang.
2. Mohon Saudara mengambilkan Warta Kita & Penuntun Saat Teduh untuk diberikan kepada teman/anggota komsel yang tidak hadir beribadah Minggu ini (jika ada).
3. Warta Kita & Penuntun Saat Teduh Pribadi dapat Saudara ikuti melalui webblog KrisPen: www.krispen-media.blogspot.com

PENGUMUMAN

SBP!
(Sepakat Bersama Pekerja)

Selasa, 12 Februari 2008
Pukul 19.00 WIB
Di Gedung Gereja

Seluruh pekerja/pelayan yang terlibat dalam pelayanan di KrisPen mohon tidak absen pada pertemuan ini!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

DIKLAT DOA

Apakah Anda rindu memiliki roh doa yang berkobar-kobar?
Apakah Anda rindu belajar mengenai seluk beluk doa?

Ikutilah Diklat Doa

5 Februari – 1 April 2008

Setiap hari Selasa
Pukul 19.00 WIB
Di Gereja

Pendaftaran dan info selengkapnya hubungi:
Ibu Ruth (71427947) atau
(3823490) pada jam kerja sekretariat gereja.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Segera Hadir!

Youth’ Purpose of Life Month
(Bulan Tujuan Hidup-Youth)

Maret 2008

Prepare yourself,
it’s time to fulfiling your destiny!

------------------------------------------------------------------

Akan Datang!

Youth’ Blessing Movement
(Gerakan Berkati-Youth)

Juli 2008

Gerakan berkati desa, kota, pulau, suku
dan sesama tubuh Kristus

Bergerak dalam kuasa Allah untuk memberkati bangsa!

Monday, February 11, 2008

Penuntun Saat Teduh Pribadi

28 Januari – 3 Februari 2008

MENANG DENGAN CARA ALLAH

Senin, 28 Januari

PEMBELAAN ALLAH
Firman hari ini : Bilangan 12: 1-15

Pertanyaan Perenungan :
1. Apa yang terjadi pada Musa menurut ayat 1-2 ?
2. Apa reaksi Musa terhadap kejadian tsb. di atas ? ( Ayat 3, 13 )
3. Apa tindakan Allah dalam kejadian yang menimpa Musa itu? (Ayat 4-10)

Pengajaran :
Miryam dan Harun, kedua kakak Musa, telah mengatai Musa tentang pernikahannya dengan perempuan Kusy (Etiopia), padahal pernikahan Musa dengan perempuan Kusy ( Etiopia ) bukanlah suatu pelanggaran terhadap perintah Allah. Allah melarang Israel untuk menikah dengan bangsa Amori, Kanaan, Het, Feris, Hewi, dan Yebus (Keluaran 34: 11-16). Di samping itu, mereka juga menantang otoritas Musa. Namun demikian, dalam meresponi perlakuan kakak-kakaknya, Musa tidak membela diri sama sekali. Dia adalah orang yang paling lemah lembut di seluruh muka bumi. Inilah alasannya mengapa Tuhan langsung mengadakan pembelaan terhadap Musa dan menghukum Miryam. Kelemahlembutan adalah suatu karakter yang memampukan kita untuk tidak membalas dendam terhadap orang yang melukai hati kita, meskipun sebenarnya kita tidak bersalah. Kelemahlembutan adalah salah satu karakter Kristus yang telah Roh Kudus berikan kepada kita (Galatia 5:23). Karena itu, Tuhan menasihati kita untuk lemah lembut kepada semua orang (Titus 3:2). Jika Anda mengalami seperti Musa, jangan membela diri, menjadi pahit hati atau menuntut balas, karena pembalasan adalah haknya Tuhan. Dialah yang akan mengadakan pembelaan yang adil bagi Anda. Bagian yang harus Anda lakukan adalah mengasihi, berbuat baik, bahkan mendoakan yang baik bagi lawan Anda (baca Roma 12:17-21). Jika Anda berupaya membela diri, maka Allah tidak membela Anda. Sebaliknya, jika Anda tidak membela diri, maka Allah yang akan membela Anda. Ingat, pembelaanNya sempurna, sedangkan pembelaan kita seringkali mengakibatkan masalah yang semakin berkepanjangan.

Penerapan Pribadi:
1. Selama ini apa respon Anda terhadap orang yang melukai hati baik dengan perkataan maupun perbuatan ?
2. Terapkanlah kelemahlembutan terhadap mereka. Ambillah tindakan untuk berbuat baik.


Selasa, 29 Januari

LEMAH LEMBUT ≠ LEMAH

Firman hari ini : I Korintus 6:1-11

Pertanyaan Perenungan:
1. Apakah yang harus kita lakukan jika berselisih dengan saudara seiman ? (Ayat 5)
2. Apa lagi yang harus kita lakukan jika ada persoalan dengan saudara seiman? (Ayat 7)
3. Apa yang tidak boleh kita lakukan jika terjadi perselisihan dengan saudara seiman? (Ayat 1)

Pengajaran:
Kelemahlembutan bukanlah kelemahan. Kelemahlembutan adalah sebuah KEKUATAN. Kekuatan untuk rela menanggung dan menerima ketidakadilan-ketidakadilan. Kekuatan untuk tidak membalas dendam baik dalam pikiran maupun dalam perbuatan (Amsal 24:29). Kita semua sependapat bahwa untuk tidak membela diri, tidak membalas, dan untuk menerima perlakuan yang tak adil, kita butuh kekuatan yang luar biasa. Karena itu, orang yang bisa melakukan hal-hal ini adalah orang yang kuat, bukan orang yang lemah! Dunia mengajarkan bahwa mengalah = kalah, tetapi Kristus mengajarkan bahwa mengalah = menang! Rasul Paulus mengatakan bahwa adanya persengketaan di antara kita itu saja sudah merupakan kekalahan (ayat 7). Orang yang selalu ingin menang sendiri atau membela diri atau membalas dendam adalah orang yang lemah. Dia tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan kedagingannya; tidak memiliki kekuatan untuk menguasai egonya; tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan emosinya. Manakah yang Anda pilih? Menjadi orang yang lemah atau kuat? Mari memilih untuk bergabung dalam klub orang kuatnya Allah bersama Paulus yang mengatakan : “ Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.” ( I Korintus 4: 12)

Penerapan Pribadi :
1. Apakah Anda saat-saat ini sedang berselisih dengan seseorang? Ambillah tindakan yang sesuai dengan firman hari ini.
2. Dengan siapa Anda sering berselisih paham ? Latihlah diri Anda untuk tidak menang sendiri atau memaksakan kehendak, namun untuk mengalah. Maka, Andalah pemenangnya. Lihat dan buktikan bahwa Allah yang bekerja secara luar biasa untuk Anda.


Rabu, 30 Januari

KELEMAHLEMBUTAN SEJATI

Firman hari ini : II Samuel 16:5-14

Pertanyaan Perenungan :
1. Apakah yang terjadi pada Daud (Ayat 5-8)
2. Apa reaksi Abisai terhadap hal itu? (Ayat 9)
3. Apa reaksi Daud terhadap Simei ? (Ayat 10-12)

Pengajaran:
Baru saja kita membaca suatu keteladanan Daud yang sangat luar biasa dalam hal kelemahlembutan sejati. Renungkanlah kisah ini dalam-dalam. Dia adalah seorang raja yang dipilih oleh Allah sendiri dan telah diurapiNya. Yang mengutuki Daud adalah seorang rakyat jelata. Ketika Abisai, panglima perangnya, marah dan ingin membunuh Simei, Daud melarang bahkan mengatakan bahwa Tuhan yang berfirman kepada Simei untuk mengutuki dia. Saya yakin Anda amat terinspirasi oleh karakter Daud. Lemah lembut dalam bahasa Yunani adalah ‘prautes’ . Artinya, rendah hati, lembut (tidak keras). Didalamnya mengandung pemikiran tentang seekor binatang liar yang telah dijinakkan. Akar kata ‘lemah lembut’ mengandung arti ‘ seseorang yang telah dijinakkan dan tidak melakukan kehendaknya sendiri’. Seorang yang lemah lembut rela menerima keadaan-keadaan yang Allah ijinkan dalam hidupnya tanpa merasa pahit hati, bahkan sebaliknya, menerima keadaan-keadaan tsb dengan sukacita. Ketika mengalami perlakuan buruk dari sesama, kita tidak marah atau tersinggung namun menyadari bahwa Allah-lah yang mengijinkan semua itu untuk kebaikan kita. Kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan merenungkan apa maksud Tuhan di balik semua peristiwa yang telah terjadi. Kemudian, kita bersyukur akan maksud Tuhan yang baik itu (Roma 8:28).

Penerapan Pribadi:
1. Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari kisah Daud tsb. di atas? Tuliskanlah.
2. Apakah Anda mengalami peristiwa yang membuat hati Anda sakit dan
pahit? Jangan marah atau tersinggung, tetapi sebaliknya, renungkanlah dan dengarkan apa yang Tuhan ingin katakan / ajarkan kepada Anda. Dia selalu bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.


Kamis, 31 Januari

MUSUH KELEMAHLEMBUTAN

Firman hari ini : Lukas 18: 9-14

Pertanyaan Perenungan :
1. Perumpamaan ini Yesus tujukan kepada siapa ? (Ayat 1)
2. Ibadah / doa yang bagaimana yang ditolak oleh Allah? (Ayat 11-12)
3. Ibadah / doa yang bagaimana yang diterima oleh Allah? (Ayat 13-14)

Pengajaran:
Yesus menolak ibadah orang Farisi karena dia merasa dirinya benar. Roh kebenaran diri sendiri merupakan musuh dari kelemahlembutan dan kerendahan hati. Apa penyebab roh kebenaran diri sendiri? Kesombongan !
Kesombongan adalah masalah yang kita semua miliki. Ini adalah salah satu godaan terbesar dalam hidup kita. Kesombongan merupakan akar dari semua jenis dosa! Kesombongan membutakan kita dan membuat kita merasa lebih baik daripada orang lain dan merasa benar bahkan ketika kita bersalah sekalipun. Orang yang sombong tidak pernah merasa perlu untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Yang dia lakukan adalah berusaha keras untuk membela diri (membenarkan dir). Kita tidak bisa lagi menerima apa yang Bapa ajarkan kepada kita dan tidak bisa menjadi murid seperti yang diinginkan olehNya, jika kita sombong. Pertumbuhan rohani kita terhenti saat kita sombong. Mengakui kesalahan dan memperbaikinya bukanlah suatu kelemahan tetapi justru merupakan kekuatan; itu merupakan bentuk tertinggi dari menghargai diri sendiri. Kerendahan hati terhadap Tuhan tidak ada gunanya bila tidak dibuktikan dengan kerendahan hati terhadap sesama. Pilihlah untuk rendah hati, karena hadirat Tuhan dan penyertaanNya nyata hanya bagi orang yang rendah hati dan remuk hati (Yesaya 57:15).

Penerapan Pribadi:
1. Apakah Anda termasuk orang yang cepat menyadari kesalahan dan meminta maaf ataukah yang suka membela diri habis-habisan? Kapan terakhir kali Anda mengakui kesalahan dan meminta maaf?
2. Jika memang terbukti bersalah, relakah Anda segera memperbaiki kesalahan tsb.? Ataukah terus-menerus melakukan kesalahan yang sama karena tidak merasa perlu memperbaikinya?


Jum’at, 1 Februari

RAHASIA HATI YANG TENANG
Firman hari ini : Matius 11:28-29

Pertanyaan Perenungan :
1. Undangan Yesus ini ditujukan kepada siapa ? (Ayat 28)
2. Semua orang sangat membutuhkan jiwa yang tenang. Apa kuncinya? (Ayat 29)
3. Mengapa demikian? (Ayat 30)

Pengajaran:
Banyak sekali orang Kristen yang perasaannya terlalu sensitif dan mudah tersinggung. Mereka tidak dapat menerima kritikan dari sesamanya. Kritik akan membuat mereka marah atau patah semangat. Jika perasaan kita mudah tersinggung, hidup ini akan terasa berat dan hati kita menjadi letih lesu. Apa jalan keluarnya? Datang dan belajar dari Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Kelemahlembutan akan memberi kita kelegaan dan ketenangan. Matius 11:29 mengatakan,” Pikullah kuk yang Kupasang...” . Apa arti ayat ini? Mengapa memikul kuk yang Yesus pasang akan memberikan ketenangan? Untuk melatih seekor sapi yang muda agar dia bisa membajak, pak petani akan menggandengkan sapi muda itu dengan sapi yang telah dewasa dengan cara memasang sebuah kuk. Ketika mereka membajak bersama, bila sapi muda itu menurut saja, maka kuk yang dipasang dilehernya akan terasa ringan. Tetapi jika dia memberontak dan berusaha mengambil jalannya sendiri, maka kuk itu akan menjadi berat dan menyakitkan sekali. Saat Tuhan mengijinkan Anda dikritik, tidak dihargai, dsb., Dia sedang melatih Anda untuk lemah lembut. Jangan memberontak. Pilihlah untuk mengampuni, tidak membela diri, tidak menuntut hak. Belajarlah dari Yesus yang rendah hati, maka hati Anda akan menjadi tenang, damai dan sukacita. Sebaliknya jika Anda tersinggung, berarti Anda memberontak terhadap pelatihan yang Yesus kerjakan. Akibatnya, kuk yang sebenarnya enak dan ringan itu menjadi berat dan menyakitkan.
Jangan menolak kritik. Jika kritik itu tak benar, buanglah.
Jika kritik itu tidak adil, jangan biarkan itu membuat engkau marah.
Jika kritik itu disampaikan oleh orang yang tidak tahu apa-apa, tersenyumlah.
Jika kritik itu benar, belajarlah daripadanya.

Penerapan Pribadi :
1. Bagaimana reaksi Anda ketika dikritik, dicela, tidak dihargai ?
2. Belajarlah untuk melihat bahwa setiap kritik merupakan cara Bapa melatih kita untuk rendah 3. hati dan lemah lembut. Bersukacitalah, karena kita akan menjadi semakin serupa dengan Bapa kita.


Sabtu, 2 Februari

BUAH DARI KELEMAHLEMBUTAN
Firman hari ini : Matius 5:38-48

Pertanyaan Perenungan:
1. Apakah intisari dari pengajaran yang Yesus berikan di ayat 38-42 ?
2. Apa lagi yang Dia perintahkan kepada kita? (Ayat 44)
3. Apa dampaknya jika kita melaksanakan perintah Yesus ini? (Matius 5:16)

Pengajaran:
Hidup kita sebagai pengikut Kristus yang sejati ibarat sebuah pohon mangga.
Pada ranting-rantingnya terdapat banyak buah mangga. Kemudian para pejalan kaki melempari pohon mangga dengan batu atau alat pemukul lainnya. Respon pohon mangga adalah menjatuhkan buah-buahnya ke tanah setiap kali dipukul / dilempari batu. Pada akhir musim buah mangga, pohon tsb menjadi penuh dengan goresan dan luka, daunnya berguguran semua, dan ranting-rantingnya patah. Namun demikian, pada tahun yad. pohon yang sama akan menghasilkan lebih banyak buah daripada tahun yang lampau. Seperti itulah seharusnya kelemahlembutan kita yang kita nyatakan di dunia kita setiap hari. Tidak berusaha untuk mempertahankan harga diri namun merendahkan hati setiap kali diserang dengan kata-kata kasar atau dengan perbuatan yang menyakitkan. Pada suatu ketika, kerendahan hati kita itu pasti menghasilkan buah-buah yaitu orang-orang di sekeliling kita menjadi percaya kepada Yesus karena mereka melihat suatu karakter yang mulia di dalam hidup kita. Ada sebuah keluarga yang tinggal di desa yang sulit mendapatkan air. Mereka adalah pengikut Kristus yang taat. Untuk mendapatkan air, masyarakat di sana harus menimba air dari sebuah sumur milik bersama. Suatu hari keluarga ini mengalami kecurian air yang berulang kali terjadi. Ternyata si pencuri air adalah tetangga mereka. Keluarga ini sama sekali tidak membalas, bahkan mengambilkan air untuk si pencuri tsb. Akibatnya, pencuri tsb. datang, dengan menangis mengakui semua perbuatannya. Dan yang lebih luar biasa adalah dia bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Mengapa? Karena kejahatannya dibalas dengan perbuatan yang mulia.
Penerapan Pribadi:
1. Apa yang selama ini Anda lakukan kepada orang-orang yang merampas hak pribadi Anda?
2. Maukah Anda berdoa dan berbuat baik kepada mereka? Dengan berbuat demikian, Anda akan berhasil memenangkan dia bagi Yesus.


Minggu, 3 Februari

JALAN MENUJU KUASA
Firman hari ini : Filipi 2:1-11

Pertanyaan Perenungan :
1. Ada 3 rahasia untuk bisa bersatu / hidup rukun dengan komunitas kita. Apa sajakah itu? ( Ayat 3-5 )
2. Jelaskan apa pikiran dan perasaan Kristus yang harus kita teladani (Ayat 6-8)
3. Apa akibat dari kerendahan hati Kristus? (Ayat 9-11)

Pengajaran:
Kemarin kita telah belajar bahwa lemah lembut berarti juga rendah hati. Yesus telah menunjukkan suatu kerendahan hati yang amat luar biasa. Dia tidak mempertahankan keAllahannya. Dia tidak mempertahankan haknya sebagai Allah. Dia rela merendahkan diri sedemikian rupa menjadi manusia, menjadi hamba, bahkan taat sampai mati di kayu Salib. Karena itu, Bapa mengaruniakan segala kuasa kepadaNya. Kerendahan hati adalah jalan menuju kuasa Allah. Sewaktu Smith Wigglesworth, hamba Tuhan dari Inggris, ditanya tentang rahasianya memperoleh kuasa, beliau menjawab dengan singkat,” Saya memiliki hati yang remuk”. Bapak Smith telah membangkitkan orang mati sebanyak 14 kali, mengadakan mujijat-mujijat yang luar biasa, serta memiliki kuasa yang mengalir melalui kehidupannya, terutama karena ia memiliki hati yang remuk. Suatu hati yang remuk adalah kualitas karakter di mana kehendak diri sendiri, kekerasan, kesombongan telah disingkirkan dari hati kita. Jenis hati seperti inilah yang sanggup mengalahkan dunia, kedagingan, dan iblis. Hati yang remuk tidak dimiliki oleh orang yang mudah tersinggung. Amsal 18:19 (versi King James) mengatakan,” Orang yang tersinggung lebih sulit dimenangkan daripada kota yang kuat...” Allah amat rindu untuk mendemonstrasikan kuasaNya melalui kita, murid-muridNya, kepada mereka yang terhilang, hancur, tanpa harapan. Bersediakah Anda dipakai olehNya? Bersyukurlah untuk proses yang Tuhan kerjakan agar hati Anda remuk. Semakin remuk hati Anda, semakin nyata kuasaNya mengalir melalui Anda.

Penerapan Pribadi:
1. Apakah yang menjadi penyebab Anda mudah tersinggung? Marilah menguji hati dan terbuka di hadapan Bapa, supaya hati Anda dipulihkan total oleh kasih Bapa.
2. Pikirkan sejenak, siapakah orang-orang di sekeliling Anda yang hancur hidupnya? Tidakkah Anda rindu mengalirkan kuasa Allah kepada mereka ? Sebab itu, milikilah hati yang remuk.

Referensi buku: Kekristenan Sejati, Paul G. Caram

PRESBITORIAL

Gereja yang disertai Tuhan

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16)

“Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraanya adalah kesejahteraanmu.” (Yer 29:7)

Gereja yang paling berbahaya di dunia adalah gereja yang kehadirannya dirasakan dan menjadi dampak bagi lingkungan sekitarnya. Mengubah wilayah dan mentransformasi kotanya! Iblis paling benci dengan gereja yang seperti ini. Tetapi, Iblis paling suka melihat gereja yang sibuk dengan kegiatan dan acara yang berfokus pada kebutuhannya sendiri, gereja dengan jemaat yang penuh konflik, gosip, iri hati, perpecahan, nyaman, berfokus kepada kepentingan diri sendiri, dan masalah yang tiada pernah berakhir. Gereja yang cuek terhadap keadaan dan tidak menjadi dampak bagi masyarakat sekitarnya.

Seperti apakah gereja kita? Jawabannya ada pada kita sebagai jemaat Krispen. Apakah kita sibuk dengan egoisme, masalah pribadi, gosip, iri hati, saling menjatuhkan satu sama lain, dsb ? Apakah kita gereja yang cuek ? Jika Tuhan bisa memakai seorang Nuh untuk menyelamatkan seisi dunia, maka tidak sulit bagi Tuhan untuk memakai suatu gereja dalam mengubah kotanya!

Mari jalani tahun 2008 dengan kesadaran dan kerinduan untuk mengubah dan menjadi dampak bagi kota kita. Biar iblis tahu bahwa kita bukan gereja yang tertidur, melainkan giat bekerja mengubah kota dan mentransformasi bangsa. Biarlah ketika Tuhan datang bersama para malaikatNya mendapati kita sedang mengalirkan kasih dan kuasaNya bagi Surabaya... bagi jiwa-jiwa. Ingat, Tuhan hanya menyertai dan memberkati gereja yang mengerti panggilannya dan melakukannya di tempat dimana dia berada!

Tommy Kwok
PJ Youth

FOKUS KITA

Dipenuhi & Mengalirkan Kuasa Allah

Dalam kekristenan, kuasa menunjuk pada suatu kekuatan yang berasal dari Allah. Bahkan kuasa itu sendiri adalah pribadi Allah. Kuasa ini tidak dapat diciptakan oleh manusia & tidak dapat ditukar dengan apapun di dunia. Tidak ada yang dapat menandingi nilai dari kuasa Allah. Kuasa Allah adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Allah kepada manusia. Kuasa tersebut juga dapat diberikan kepada manusia untuk tujuan tertentu. Namun, tidak sedikit orang Kristen yang belum mengerti tujuan diberikannya kuasa dan cara mengalirkan kuasa.

Tujuan 1 : Menyatakan Kebesaran Allah

Perjanjian Baru menegaskan bahwa kuasa Allah dimaksudkan untuk menyertai pemberitaan Injil. Paulus dalam Roma 1:16 mengatakan: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.” Kuasa diberikan untuk menyatakan kebesaran Allah. Alkitab menyatakan bahwa tanda-tanda mujizat terjadi adalah karena kuasa yang diberikan Allah. Khotbah tanpa kuasa seperti tanah kering tanpa air, kesaksian tanpa kuasa membuat pendengar tertidur pulas dan pengusiran setan tanpa kuasa membuat iblis tertawa terbahak-bahak.

Tujuan 2 : Membantu Pertumbuhan Rohani

Banyak orang Kristen tidak bertumbuh dan tidak bergairah alias mati rohani. Penyebab kematian rohani bermacam-macam. Salah satu penyebab yang tidak dapat disangkal adalah tidak ada kuasa dalam hidupnya.

Dalam Efesus 1:17-19, Paulus mengatakan: “Aku selalu mengingat kamu dalam doaku dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang. Agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

Kuasa Allah menolong kita untuk bertumbuh secara rohani. Kuasa Allah menolong kita untuk dapat memahami kebenaran firmanNya. Kuasa Allah juga menolong kita untuk dapat melakukan firmanNya, yang tidak dapat kita lakukan hanya dengan mengandalkan kekuatan manusia kita sendiri.

Allah sengaja membiarkan kita memiliki kelemahan. Bahkan orang sekaliber Paulus memiliki kelemahan, sampai ia sendiri menyatakan kelemahan tersebut sebagai duri dalam daging. Tuhan berkata: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Kor. 12:9). Allah memberikan kita kuasaNya supaya kita sanggup memikul kelemahan kita.

Apa tandanya orang percaya dipenuhi oleh kuasa Allah? Salah satu tanda orang yang dipenuhi kuasa Allah adalah hidupnya mengalirkan kuasa Allah bagi sekitarnya. Syarat mengalirkan kuasa Allah adalah:

1. Rendah Hati dan Bergantung kepada Allah
Kita harus selalu menyadari bahwa kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Semakin kita sadar akan kelemahan kita, semakin baik. Dengan demikian kita selalu mengandalkan Allah. Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa campur tangan Allah. Allah yang membuat jemaatNya bertumbuh. Allah yang membuat mujizat kesembuhan kepada setiap jenis penyakit. Allah yang membuat manusia bertobat.

2. Hati yang Rindu dan Mau Bergerak untuk Memberkati Orang Lain
Ingat! Kuasa diberikan bukan untuk diri sendiri, tetapi menjadi saluran yang dipakai Allah untuk menyatakan kuasaNya. Jika kita pasif, maka kita tidak akan pernah melihat kuasa, mujizat dinyatakan melalui hidup kita. Allah tidak akan pernah berkonsentrasi kepada orang yang hanya hidup bagi dirinya sendiri. Kuasa Allah akan mengalir ketika kita hidup untuk orang lain. Kuasa Allah mengalir ketika kita mau melayani orang lain. Para rasul dipenuhi kuasa Roh Kudus di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2) adalah untuk pemberitaan Injil. Jangan batasi kuasa Allah dengan segala hal yang ada dalam pikiran kita. Kuasa Allah tidak tergantung dengan prinsip otak dan perasaan kita. Kuasa Allah, tetap kuasa Allah. Mari kita andalkan kuasaNya dan menjadi saluran pernyatakan kuasa Allah, maka Ia akan berkonsentrasi dalam hidup kita. (you)

INSPIRATIONAL STORY

Doa Mengubah Segalanya


Doa mengubah segalanya:
Doa mengubah orang yang berdoa,
dan mengubah orang yang didoakan.

Seorang wanita muda terbaring di rumah sakit, jauh dari rumah dan keluarga, bolak-balik antara keadaan sadar dan tidak sadar. Beberapa kali ia menyadari suara seorang wanita yang berdoa untuk keselamatannya sebagaimana untuk kesembuhan fisiknya.

Pada suatu saat, seorang dokter mendeskripsikan kondisinya sebagai kritis, memperingatkan mereka yang hadir di kamar itu bahwa ia mungkin tidak akan selamat. Ia mendengar semua itu seolah ia berada dalam keadaan koma, tanpa mampu merespon. Lalu ia mendengar suatu suara kedua, suara yang berbicara dalam iman: ”Dokter, saya menghormati apa yang Anda katakan, tetapi saya tidak bisa menerimanya. Saya sudah berdoa dan saya percaya dia tidak hanya akan pulih, tetapi ia akan berjalan keluar dari sini dan hidup bagi Tuhan.”

Tak lama kemudian, wanita muda itu benar-benar keluar dari rumah sakit itu dan kembali bekerja. Saat itulah ia mengetahui bahwa istri bosnyalah (dengan siapa ia baru bertemu dua kali) yang berdiri dalam jurang pemisah, bersyafaat baginya di ranjang rumah sakitnya. Ketika ia mengucapkan terima kasih kepada wanita ini atas doa-doanya, wanita itu menjawab, ”Jangan berterima kasih kepadaku, berterima kasihlah kepada Tuhan. Orang lain sudah berdoa bagiku. Doa-doa mereka mengubah kehidupanku. Aku percaya Tuhan mempunyai rencana-rencana besar untukmu.”

Itu lima tahun lebih sebelum ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus, namun selama itu, ia tidak pernah lupa akan bagaimana seorang wanita yang setia kepada Tuhan percaya bahwa ia kan menjawab doa.

Sudahkah doa-doa seseorang bagi Anda membawa perubahan dalam kehidupan Anda? Yakinlah, doa-doa Anda juga akan mengubah orang lain!

Sumber:
Kisah-kisah rohani pembangkit semangat untuk pendoa

INFO KESEHATAN

Dehidrasi akibat Mie Instan

Investigasi medis di China, Jepang dan beberapa negara Asia yang melakukan autopsi pada orang yang meninggal karena 'Pendarahan Pankreas Akut' menemukan bahwa sebagian besar penyebab kematian setelah mereka menyantap MIE INSTAN (santap malamnya). Sebuah temuan yang mengejutkan!

Menyantap mie instan atau meminum minuman beralkohol (walaupun sedikit) secara bersamaan sebelum tidur, gabungan ini di dalam lembung yang kosong akan memicu ketidakseimbangan elektrolit dan beberapa faktor penyebab dehidrasi atau kehilangan cairan.

Untuk itu disarankan bagi setiap orang yang hobi meminum minuman beralkohol sebelum tidur untuk minum beberapa gelas air putih. Hindari makan mie instan sebelum tidur, namun jika terpaksa harus makan mie instan, usahakan setidaknya dua jam bagi tubuh kita untuk mencernanya dengan baik sebelum tidur dan jangan lupa perbanyak minum air putih.

Hal yang sangat penting adalah, jangan merasa kehausan saat ingin tidur dan yakinkan kita untuk minum cukup banyak air putih selama delapan jam istirahat tersebut.



Wanita, hati-hati kesehatan pribadi Anda!

Para wanita, perhatikanlah kesehatan area intim tubuh Anda. Cek hiegienis produk (maaf) pembalut yang Anda pakai!

Menurut WHO (World Health Organization), Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim nomor satu di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!

Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah.

Cara mengecek kualitas produk pembalut:
1. Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti di dalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air (jika lembaran inti pembalut higienis dan bersih, seharusnya air akan tetap jernih).
5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (bayclin).
6. Produk yang kurang berkualitas sering menyebabkan area intim wanita selalu mengalami banyak masalah, antara lain: keputihan, gatal-gatal, iritasi, dan lain-lain.

Sumber: internet

HAPPY BIRTHDAY

1 Feb Mugiyah (Y) Dharma Husada Indah TimurM-134 5942429
5 Feb Nanik Indahwati (T) Kapasan Dalam VI / 21 3716218
6 Feb Bp. Suratno (F) Kaliwaron IV/39 70707132
6 Feb Herman Wijaya (Y) Sutorejo Prima Utr VIII / 12 PW-12A 5934153
6 Feb Ferry Wirawan (Y) Mulyosari Prima Utara III / 41 MQ-48 70769363
7 Feb Yosia Muntono (Y) Villa Kalijudan Indah D-3 3819031
11 Feb Willy Milla (Y) Dharma Husada Mas AD-8 5981356
11 Feb Shanty Ferawati Ulaan (Y) Kedung Tarukan Baru 4E/17 5994417
12 Feb Sri Nurmiati (F) Kaliwaron IV / 61 5993271
13 Feb Fredericus Gosoemolo (T) Kalijudan V/25a 70902849
16 Feb Lilik Megawati (S) Mojoklangru Kidul A-8 5921119
16 Feb Ibu Cakra Semiati (F) Mulyosari Tengah V/123 5934851
18 Feb Kristiani (Y) Kaliwaron IV/46 5961554
21 Feb Ari Kencana Tanjung (T) Mojoarum I/67 5944065
23 Feb Findy Lionggra (T) Perum. Lebak Indah Mas 9 3890260
25 Feb Ibu Daryanti (F) Kaliwaron IV/46 5961554
25 Feb Lee (T) Kalasan 21 5031520
26 Feb Hanna Febryanti (Plj) Kali Kepiting Jaya V/48 3817805
Berilah perhatian kepada saudara/i kita yang berulang tahun pada bulan ini!

PENGUMUMAN

Persembahan 20 Januari 2008

Perpuluhan : Rp. 15.179.500
Diakonia : Rp. 392.000
Misi : Rp. 1.115.000

RALAT WARTA

Pada sisipan penuntun saat teduh pribadi terdapat kesalahan dalam penulisan tanggal dan ayat. Hari Senin, 14 Januari 2008 semharusnya 21 Januari 2008. hari Selasa, 15 januari 2008 seharusnya 22 Januari 2008. Ayat Firman hari Selasa, Roma 14:16-25 seharusnya Roma 4:16-25. Redaksi mohon maaf atas kesalahan ini.


LAPORAN TOTAL
”DOMPET UNTUK BOJONEGORO”

6 Januari 2008 : Rp. 2.072.000,-
9 Januari 2008 : Rp. 1.800.000,-
________________ +
Total : Rp. 3.872.000,-
Dana Misi Gereja : Rp. 3.327.250,-
Total semua pengeluaran : Rp. 7.199.250,-

Rincian alokasi ”Dompet untuk Bojonegoro” dapat Saudara lihat pada papan pengumuman di teras gereja.


TEMU RAKER

Hari : Kamis
Tanggal : 31 Januari 2008
Waktu : Pukul 18.30 WIB
Tempat : Ruang Hermon
Acara : Finalisasi Program 2008


TERSEDIA!

1. Buku Doa Firman ”Doa yang Mendatangkan Kuasa” (Rp. 10.000,-)
2. Buku Kingdom of Heaven ”Kesembuhan Emosional” (Rp. 8.000,-)
3. Buku Touching Heaven Changing Community ”Berbuah” (Rp. 13.000,-) & Kaset (Rp. 5.000,-)

Hubungi: Ibu Lanny (Keluarga); Merry (Youth); Setyarini (Teen)

Penuntun Saat Teduh Pribadi

21-27 Januari 2008

“MENJADI KRISTEN SERUPA KRISTUS”

Senin, 21 Januari 2008

Murid Kristus Sejati
Firman Hari Ini : Yohanes 13:34-35

Pertanyaan Perenungan :
1. Perintah baru apakah yang telah diberikan oleh Yesus kepada kita? (Ayat 34)
2. Mengapa Yesus memberikan perintah kepada kita untuk saling mengasihi? (Ayat 35)
3. Berikan beberapa contoh bagaimana kita dapat mengalirkan kasih Yesus kepada orang lain!

Pengajaran :
Dalam II Timotius 3 dikatakan bahwa pada akhir jaman manusia mengalami krisis kasih, dan akibatnya, setiap orang memiliki kecenderungan untuk mengasihi diri sendiri dan tidak tahu mengasihi orang lain. Sebagai orang percaya kita harus berani untuk membuat perbedaan, supaya orang dunia tahu bahwa kita murid Kristus. Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita dengan kasih yang tak bersyarat melalui pengorbanan hidupNya untuk mati di kayu salib. Hal inilah yang membuat kita mampu menjadi saluran kasih Kristus. Mengapa Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain ? Karena Yesus tahu terlalu banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan kasih. Hidup kita harus bisa menjadi saluran yang mengalirkan kasihNya kepada mereka. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengalirkan kasih kepada orang lain, di antaranya adalah : siap memberikan pertolongan kepada setiap orang yang membutuhkan pertolongan; tetap ramah ketika dikecewakan orang lain; dapat menerima seseorang dengan segala kekurangannya; bersukacita ketika melihat seseorang mencapai kesuksesan; menghibur dan mendoakan orang yang dalam kesesakan; menghargai hasil kerja orang lain, dll. Mengasihi itu merupakan perintah yang diberikan Yesus kepada kita, bukan pilihan. Setiap orang percaya harus melakukan perintah ini dan kalau tidak melakukan pasti ada sanksinya. Bila kita melakukan perintah baru ini, maka semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid Kristus yang sejati.

Penerapan pribadi :
1. Dalam hal apa Saudara belum dapat mempraktekkan kasih kepada orang lain?
2. Temukan kendalanya mengapa Saudara gagal untuk mempraktekkan kasih kepada orang lain dan buat komitmen untuk menang atas semua kendala itu.


Selasa, 22 Januari 2008

Memiliki Iman Sejati
Firman Hari Ini : Roma 4:16–25

Pertanyaan Perenungan :
1. Mengapa Abraham mengalami pembenaran dari Allah? (Ayat 20)
2. Apa rahasia yang membuat Abraham dapat menikmati janji-janji Allah? (Ayat 18 dan 21)
3. Kepada siapa saja janji Allah itu berlaku? (Ayat 24)
4. Bagaimana caranya agar kita memiliki iman yang sejati? (Roma 10:17)

Pengajaran :
Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa iman yang dimiliki oleh Abraham adalah iman sejati. Abraham adalah salah satu tokoh Alkitab yang tidak pernah menyerah dalam menantikan janji Allah, bahkan dalam Roma 4 : 18 dikatakan bahwa sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham tetap berharap dan percaya kepada janji Tuhan. Apa yang membuat Abraham memiliki iman yang sangat kokoh? Jawabannya sangat sederhana, karena Abraham percaya bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah dijanjikanNya. Kita perlu tahu bahwa Allah itu tidak pernah gagal dengan janjiNya dan Allah tidak pernah berdusta (Bilangan 23:19). Seringkali kita tidak menerima perwujudan janji Tuhan, karena di dalam penantian kita tidak setia menanti waktu Tuhan. Tuhan tidak pernah menarik kembali setiap janji yang telah diberikan kepada kita, namun untuk menikmati janji Tuhan diperlukan iman yang sejati seperti yang dimiliki oleh Abraham. Untuk memiliki iman sejati kita perlu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, karena lewat keintiman itu kita semakin mengenal karakter Allah yang sesungguhnya, bahwa Dialah Allah yang tidak pernah menahan apa yang telah dijanjikan kepada kita.

Penerapan pribadi:
1. Apakah saat ini Saudara masih menantikan janji Tuhan yang belum digenapi?
2. Apa yang Saudara lakukan supaya tetap memiliki iman bahwa Allah akan menggenapi janjiNya kepada Saudara ?


Rabu, 23 Januari 2008

Memiliki Karakter Sejati
Firman Hari Ini : Mazmur 51:4–5

Pertanyaan Perenungan :
1. Apa yang dilakukan Daud ketika dia berbuat dosa? (Ayat 4)
2. Dengan membaca ayat 4-5 tsb. bagaimanakah karakter Daud itu menurut pendapat Anda?

Pengajaran :
Seringkali kita berusaha melakukan banyak hal untuk Tuhan, namun kalau kita tidak mau berubah, hal ini sangat menyedihkan hati Tuhan. Dia lebih tertarik kepada karakter kita daripada pelayanan kita. Allah rindu kita memiliki karakter yang sejati, karena itulah Dia tidak pernah berhenti untuk mengerjakan hidup kita. Memiliki karakter sejati bukan berarti tidak pernah melakukan suatu kesalahan, juga bukan berarti kita harus menjadi orang yang sempurna. Namun hal itu berarti memiliki kerendahan hati untuk selalu mau berubah, sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama terus menerus. Salah satu tokoh Alkitab yang menjadi teladan dalam kerendahan hati adalah Daud. Padahal, dia pernah berbuat dosa yang amat memalukan yaitu perjinahan dan pembunuhan. Ketika dia ditegur, Daud tidak mencoba untuk membela diri, sebaliknya dia datang kepada Tuhan dengan hati yang remuk dan menyerahkan hatinya untuk ditahirkan. Seringkali kita berusaha untuk membela diri ketika ditegur orang lain tentang ketidakbenaran yang telah kita lakukan. Yesus tidak pernah membela diri ketika dipersalahkan orang banyak, padahal sebenarnya Dia tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Orang yang memiliki karakter sejati adalah orang yang memiliki kerendahan hati. Tidak memilih untuk marah ketika dipersalahkan sekalipun tidak melakukan kesalahan. Tidak memilih untuk pahit ketika disakiti tetapi memilih untuk mengampuni. Memang hal ini tidak mudah, tetapi ketika kita memilih untuk mau berubah, ada kemampuan ilahi yang membantu kita untuk berubah, sehingga pada akhirnya kita berhasil memiliki karakter yang sejati.

Penerapan pribadi :
1. Ketika Anda dikoreksi, apakah Anda cenderung membela diri?
2. Bagaimana seharusnya respon Anda? Buatlah keputusan untuk berespon benar terhadap teguran orang lain.


Kamis, 24 Januari 2008

Ketaatan Sejati
Firman Hari Ini : Lukas 5:1–7

Pertanyaan Perenungan :
1. Apa yang diperintahkan oleh Yesus kepada Petrus, ketika Dia tahu telah semalaman murid-muridNya gagal menangkap ikan? (Ayat 4)
2. Tuliskan jawaban Petrus yang menyatakan ketaatannya kepada perintah Yesus! (Ayat 5)
3. Berkat apa yang Petrus dapatkan karena ketaatannya pada perintah Yesus? (Ayat 6)

Pengajaran :
Yesus merupakan pribadi yang menjadi teladan kita dalam hal ketaatan sejati. Di dalam Filipi 2:8 dikatakan bahwa Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Sepanjang hidupNya Yesus senantiasa taat kepada perintah BapaNya. Hal ini dilakukan karena Dia sangat mengasihi BapaNya. Kalau kita ingin menjadi murid yang sejati, maka kita harus belajar untuk memiliki ketaatan sejati seperti Yesus, Guru kita. Ketaatan sejati artinya melaksanakan semua perintah yang pertama diterima. Pada umumnya sifat kita adalah hanya mengerjakan perintah yang kita sukai dan berusaha menghindar ketika harus melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Mengapa kita sulit untuk taat ? Jawabannya adalah karena kasih kita kepada Tuhan mulai pudar. Dalam I Yohanes 5 : 3 dikatakan bahwa kalau kita mengasihi Allah, maka akan mudah bagi kita untuk mentaati perintah-perintahNya. Kita akan merasakan bahwa perintah Tuhan itu tidak berat. Jadi untuk memiliki ketaatan sejati kita harus memiliki kasih yang sejati kepada Allah. Sungguh luar biasa berkat yang kita terima kalau kita memiliki ketaatan sejati. Injil Lukas menceritakan berkat yang diterima oleh murid-muridNya ketika mereka taat pada apa yang diperintahkan Yesus. Sekalipun semalaman mereka tidak mendapatkan ikan, namun ketika mereka menuruti perintah Yesus untuk menebarkan jalanya kembali, mereka mendapatkan ikan yang sangat banyak sampai jala mereka koyak. Jangan pernah berharap mendapatkan berkat kalau kita tidak melakukan bagian kita dulu, yaitu TAAT.

Penerapan pribadi :
Ceritakan kepada teman-teman komsel apa yang seringkali membuat Saudara tidak taat. Buat komitmen untuk belajar taat dalam mengerjakan semua tugas yang menjadi bagian kita, sekalipun sulit untuk dilakukan.


Jumat, 25 Januari 2008

Kejujuran Sejati
Firman Hari Ini : Kejadian 39:1-10

Pertanyaan Perenungan :
1. Apa yang menyebabkan Yusuf mendapatkan kuasa dari Potifar? (ayat 3-4)
2. Mengapa Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaannya? (ayat 2)
3. Apakah buktinya kalau Yusuf adalah orang yang jujur / tulus? (ayat 9)

Pengajaran :
Suatu hari seorang pimpinan di Kongo sedang mengadili seorang Kristen yang dituduh menyembunyikan seorang tahanan di Mabubu. Pemimpin itu berkata kepada terdakwa,” Katakan kepada saya, apakah kamu menyembunyikan orang itu?” Jawab terdakwa,” Tidak tuan, saya tidak menyembunyikannya.” Mendengar jawaban terdakwa, pemimpin itu segera menoleh kepada prajuritnya dan berkata,” Engkau bohong, orang ini tidak menyembunyikan tahanan itu, dia orang yang jujur dan tidak mungkin berbohong.” Pemimpin itu berkata demikian, karena saat itu orang Kristen terkenal sebagai manusia kebenaran. Sejak dulu orang Kristen dikenal sebagai orang yang hidupnya benar, dengan kata lain orang yang jujur. Jujur artinya tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Memang saat ini sangat sulit untuk mendapati orang yang jujur, karena kita hidup di era ketidakjujuran. Sebagai murid Kristus yang sejati, kita harus membuat perbedaan dengan cara memiliki kejujuran sejati. Falsafah dunia mengatakan, kalau kita jujur bakal hancur, tetapi Alkitab mengajar kalau kita jujur ada penyertaan Tuhan. Amsal 15:8 mengatakan bahwa doa orang jujur dikenanNya. Kalau kita ingin penyertaan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita, maka kita harus belajar untuk memiliki kejujuran sejati, baik dalam hal keuangan, dalam hal perkataan, bahkan dalam hal membangun hubungan. Ya, dalam segala hal kita harus memiliki kejujuran sejati.

Penerapan Pribadi:
Dalam hal apa Saudara tidak dapat jujur dan apa penyebabnya? Buatlah komitmen untuk berubah dan berusaha jujur sekalipun ada risiko yang harus Saudara tanggung.


Sabtu, 26 Januari 2008

Kesuksesan Sejati
Firman Hari Ini : Kejadian 39:23, II Tawarikh 31:20-21

Pertanyaan Perenungan:
1. Apa rahasia keberhasilan atau kesuksesan yang dicapai oleh Yusuf? (Kejadian 39:23)
2. Mengapa dalam segala usahanya, Hizkia senantiasa berhasil? (II Tawarikh 31:21)

Pengajaran :
Seorang anak berusia 6 tahun pulang ke rumahnya dengan wajah berseri-seri sambil menyodorkan surat dari gurunya. Dengan segera ibu itu membuka dan membaca surat itu. Setelah membaca surat itu, tiba-tiba tubuhnya gemetar dan air matanya berderai-derai karena isi surat itu berbunyi,” Anak ini terlalu bodoh untuk dididik, mulai besok dia tidak perlu sekolah lagi.” Dengan suara terbata-bata dia memeluk anaknya dan berkata,” Nak, mulai besok ibu yang akan mengajari kamu.” Anak yang terlalu bodoh untuk dididik itu pada akhirnya menjadi orang yang luar biasa. Siapakah dia ? Dialah Thomas Alfa Edison penemu microphone (1877) dan bola lampu (1879). Kasih dan kegigihan si ibu adalah rahasia pertama kesuksesan Thomas. Rahasia ke dua yang tak kalah pentingnya adalah dia menurut dan memberi kesempatan kepada ibunya untuk terlibat dalam hidupnya. Betapa banyak orang percaya yang tidak menikmati kesuksesan karena mereka tidak pernah memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengajar hidupnya. Seringkali dalam melakukan sesuatu kita tidak melibatkan Tuhan. Kita merasa sanggup melakukan sendiri. Dalam Yohanes 15 : 5 dikatakan bahwa tanpa persekutuan yang erat dengan Tuhan kita tidak dapat melakukan apa-apa. Jadi rahasia untuk mencapai kesuksesan sejati adalah senantiasa mencari kehendak Tuhan dan melibatkan Dia dalam seluruh kehidupan kita. Apabila kita memulai bersama Tuhan, maka kita akan menuai keberhasilan.

Penerapan Pribadi :
1. Renungkan kembali berapa banyak Saudara mengalami kegagalan dalam melakukan pekerjaan Saudara?
2. Ketika suatu kali Saudara mengalami keberhasilan, apa yang menjadi kunci keberhasilan Saudara?


Minggu, 27 Januari 2008

Kekayaan yang Sejati

Firman Hari Ini : Lukas 12:13–21

Pertanyaan Perenungan :
1. Mengapa Yesus menasihati agar mereka waspada terhadap ketamakan? (Ayat 15)
2. Mengapa Yesus menyebut orang kaya yang menimbun harta di dunia ini sebagai orang yang bodoh? (Ayat 20)
3. Apa yang seharusnya kita lakukan dengan harta yang Tuhan percayakan kepada kita?

Pengajaran :
Suatu hari seorang pendeta diundang makan siang di rumah seorang jutawan. Selesai makan siang, sang jutawan mengajak Bapak Pendeta itu naik ke atas atap rumahnya yang sangat besar dan mewah itu untuk melihat semua kekayaannya dari empat penjuru. Dengan bangganya dia menceritakan bahwa semua kekayaan itu didapatnya setelah dia bekerja keras selama 25 tahun. Sesaat setelah mendengar cerita jutawan itu, Bapak Pendeta itu segera bertanya,” Apakah bapak juga memiliki kekayaan di atas sana?” Mendengar pertanyaan itu sang jutawan bungkam seribu bahasa. Ia sadar bahwa dia memang kaya, tetapi hanya secara duniawi, sesungguhnya dia tidak memiliki kekayaan di sorga sama sekali. Alkitab tidak melarang seseorang untuk menjadi kaya, namun kita harus berhati-hati jangan sampai kekayaan itu memperbudak kita. Sebaliknya kekayan itu harus kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan. Perlu kita sadari bahwa semua kekayaan yang kita miliki itu sebenarnya bukanlah milik kita. Semua yang ada pada kita itu milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Kita bukan pemilik atas semua kekayaan kita, karena itu dalam menggunakannya kita harus selalu bertanya kepada Tuhan. Tujuan Allah dalam mempercayakan kekayaan kepada kita adalah supaya kita dapat memberkati orang lain. Ketika kita sedang membagikan sebagian milik kita kepada orang yang membutuhkan, sebenarnya kita sedang mengumpulkan kekayaan di sorga. Matius 6 : 19 – 20 menasehati agar kita tidak mengumpulkan harta di dunia, tetapi mengumpulkan harta di surga. Kekayaan dunia bisa lenyap dalam sekejap, namun kekayaan sorga itu sifatnya kekal. Kita harus belajar untuk mengelola kekayaan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan benar. Jangan pernah menggunakan semua kekayaan yang Tuhan percayakan itu hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi kita harus belajar untuk membagi kepada orang yang kekurangan. Ketika kita menolong orang yang kekurangan, sebenarnya kita sedang memiutangi Tuhan (Amsal 19:17). Belajarlah untuk mengelola kekayaan Saudara dengan benar, karena suatu waktu Tuhan akan minta pertanggungjawaban kepada kita.

Penerapan pribadi :
1. Sudahkah Anda mengelola keuangan dengan benar?
2. Bila belum, apa kendalanya dan bila sudah apa rahasia keberhasilannya?

Monday, February 4, 2008

EDITORIAL

Beban yang Tidak Seharusnya Dipikul

Suatu hari seorang petani hendak menjual hasil panennya ke kota. Petani ini berasal dari sebuah desa terpencil yang dikelilingi oleh sawah dan ladang. Karena tempatnya cukup terpencil, maka desanya sangat jarang dilalui alat transportasi. Untuk mendapatkan transportasi ke kota, dia harus berjalan menuju jalan raya di ujung desa. Setelah menempatkan hasil panennya ke dalam dua keranjang besar, si petani pun berjalan ke ujung desa dengan memikul keranjangnya.

Setelah satu jam berjalan kaki, akhirnya petani sampai di ujung jalan. Lama menunggu, tidak ada satu kendaraanpun yang lewat. Sampai akhirnya lewatlah sebuah mobil angkut barang. Melihat petani yang berdiri celingukan di bawah panas matahari, sopir merasa kasihan lalu menghentikan mobilnya. ”Mau kemana, Pak?” Tanya sopir. ”Saya mau ke kota jual hasil panen. Tapi, tidak ada satu kendaraanpun yang lewat.” Jawabnya. ”Bapak boleh menumpang mobil saya. Tapi, di belakang ya, soalnya bangku depan sudah penuh.” Kata sopir sambil menunjukkan temannya yang duduk disampingnya. ”Terima kasih, Pak.” Ucap petani seraya naik ke mobil.

Sesampainya di kota, betapa terkejutnya sopir dan temannya melihat petani yang terduduk lemas, mandi keringat dan nafas yang ngos-ngosan seperti habis lari marathon ”Bapak kenapa?” tanya sopir. ”Hh... hh... hh... hh. Syukurlah... sudah... sampai. Saya... sudah... tidak... kuat... lagi. Saya... sudah... capek... memikul... keranjang.” Jawab petani hampir pingsan kelelahan. ”Loh, jadi sepanjang perjalanan naik mobil tadi bapak masih memikul keranjang bapak?” Tanya sopir heran dan bingung. ”Iya... saya... pikul dua-duanya...” ”Astaga, Pak!?!!” Teriak sopir dan temannya saking terkejutnya.

Kedengarannya lucu, bukan? Tetapi, kadang kala kita bersikap seperti petani tersebut. Memikul beban yang tidak seharusnya dipukul sehingga kaki kita tidak dapat berlari kencang menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita.

Yulia Windyasari
Pemimpin Redaksi

FOKUS KITA

Menanggalkan Beban
Untuk Berlari Kencang (2)


Tuhan ingin kita menanggalkan beban-beban yang telah kita pikulkan dalam diri kita−yang bukan dariNya, dan menukarnya dengan kekuatan untuk menjalani perlombaan! Beban yang tidak penting akan melelahkan pikiran dan mengubah kita menjadi orang yang mati rohani. Jika beban itu adalah dosa, maka bertobatlah dari dosa itu. Jika beban itu adalah masalah-masalah yang kita pikulkan pada diri kita sendiri, tanggalkan itu.


Banyak dari kelebihan ”berat” yang kita taruh dalam jiwa kita berasal dari pemikiran yang salah atau negatif. Apakah itu kekuatiran, kecurigaan, kekecewaan, kemarahan? Apakah itu ketidakpuasan di sana sini, tuntutan kesempurnaan yang tidak realistis atas penampilan kita? Tuntutan akan sikap dan penerimaan yang selalu baik kepada kita dari orang lain?

Bagaimana menanggalkan beban beban yang kita pikulkan pada diri sendiri, yang terlanjur melekat? Bagaimana kita bisa bangkit darinya dan berlari kencang?

1. Sadari: ini adalah tugas kita, bukan Tuhan!
Kita berkata, ”Aku sudah meminta Tuhan mengambil bebanku dan Ia tidak mau melakukannya.” Alkitab berkata, ’... marilah kita menanggalkan semua beban’ (Ibrani 12:1a). Menanggalkan beban adalah tugas kita, bukan Tuhan. Kita menjawab, ”Aku sudah mencobanya. Aku benar-benar tidak bisa.” Tuhan tidak akan menyuruh kita ”menanggalkan” sesuatu jika kita tidak dapat melakukannya. Masalahnya, bukan karena kita tidak bisa, tetapi karena kita tidak mau karena telah terbiasa membangun kebiasaan-kebiasaan dan hal-hal yang membebani yang tidak ada hubungannya dengan kebenaran firman Tuhan.

2. Putuskan apa yang benar-benar penting untuk dibawa
Pikirkan kembali semua beban yang kita bawa. Tanyakan kepada diri kita, ”Apakah itu semua perlu? Apakah itu sebegitu pentingnya sampai pikiran dan tenaga kita harus terkuras kesana? Apakah itu begitu berartinya hingga bahkan membuat orang lain kelelahan karena kita? Apakah itu layak dan berharga hingga menggeser tujuan utama kita? Mungkin itu adalah sesuatu yang sah, namun bagaimanapun itu adalah beban. Kita harus jeli. Jika tidak perlu dibawa, maka putuskan dengan tegas untuk menanggalkannya. Kemudian bawa pikiran, hati dan tenaga kita apa yang benar-benar utama dan berharga untuk kita bawa. Pikirkan firman Tuhan. Pikirkan janji Tuhan. Pikirkan tujuan utama yang Tuhan rencanakan untuk kita capai. Hematlah pikiran, hati dan tenaga kita hanya untuk yang benar-benar penting saja.

3. Tukarkan beban dengan kekuatan untuk menjalani perlombaan
Banyak hal akan menghalangi dan menghambat kemajuan kita. Namun, rahasia Tuhan untuk dapat terus menjalani perlombaan tetap sama: ”Karena itu, pertama-tama aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1). ”Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru” (Yesaya 40:31a). Tuhan hanya berjanji untuk memperbarui kekuatan orang yang menanti-nantikan−orang yang telah belajar menanggalkan hal-hal lain sehingga mereka bisa menantikanNya.

4. Tetaplah memfokuskan pandangan kepada Tuhan apapun yang terjadi
Elia, pria yang tanpa bantuan manusia lainnya telah mengalahkan semua nabi Baal, sampai ”memalingkan muka” untuk memikirkan ancaman Izebel ”sang pembunuh nabi” dan melupakan Tuhan yang dilayaninya. Bagaimana ia bisa lupa tentang kuasa yang telah Tuhan tunjukkan melalui dirinya, yang telah mempertobatkan ribuan orang? Elia tak pernah pulih dari ketakutannya hari itu. Walaupun Tuhan membawanya ke surga, Elia tak pernah lagi kembali terlibat dalam perkara besar yang Tuhan lakukan pada masanya. Adalah sesuatu yang berbahaya untuk memalingkan fokus kita dari Tuhan.

5. Bereskan segalanya
Jangan sia-siakan tahun kehidupan kita dengan kepahitan terhadap luka lama atau sebuah peristiwa yang seharusnyan tidak pernah terjadi. Jika kita menderita luka atau sakit dalam perjalanan kehidupan, jangan biarkan luka itu membusuk. Alkitab memerintahkan kita untuk ”segera berdama dengan lawan kita”, yang berarti kita harus membereskan segalanya dengan segera.

Ingatlah ini: Terkadang kita harus menanggalkan dan melepaskan sesuatu sebelum Tuhan bisa memberi kita sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Yesus sendiri harus menanggallkan salib untuk sementara waktu digantikan Simon yang memikul salib dalam suatu jarak tertentu. Yesus menanggalkan beban supaya Ia bisa bangkit kembali dan menyelesaikan jalanNya. Seratus dua puluh orang yang berkumpul bersama di Ruang Atas (Kisah Rasul 1) memiliki banyak hal untuk ditanggalkan. Luka hati yang bisa menghancurkan kesatuan mereka, pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang menurut mereka akan dilakukan Tuhan. Hari-hari yang dilewatkan 120 orang ini dalam doa dan puasa diikuti dengan pemenuhan Roh Kudus yang tiba-tiba! Maka, jangan biarkan beban yang tidak perlu mengacaukan kehidupan di masa mendatang. Ada kuasa dalam penanggalan beban yang benar.

Inspirasi: Sumber Rahasia untuk Mendapatkan Kuasa, Tommy Tenney

SEPUTAR KITA

Berkati Bojonegoro


Beberapa waktu yang lalu, televisi menayangkan berita yang mengejutkan. Sungai Bengawan Solo meluap dan membanjiri daerah sekitarnya hingga ke beberapa daerah di Jawa Timur. Tak terkecuali Bojonegoro, kota yang hampir 9 tahun tidak mengalami banjir. Banjir yang tingginya mencapai dada orang dewasa di beberapa tempat di Bojonegoro ini bahkan dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa Nasional karena hebatnya banjir. Hampir 90% wilayah Bojonegoro tergenang air selama 11 hari. Menyisakan sampah-sampah dan lumpur bawaan sungai yang menumpuk di sudut-sudut jalan. Tergenangnya Bojonegoro dikarenakan aliran Sungai Bengawan Solo yang terhambat air laut pasang. Apalagi dengan dibukanya Waduk Gajah Mungkur untuk menghindari jebolnya tanggul, air yang tidak dapat mencapai hilir menjadi tergenang di daerah tengah aliran Sungai Bengawan Solo.

Sebagai bentuk kepedulian akan penduduk Bojonegoro yang terkena bencana banjir, maka pada hari Kamis, 10 Januari 2008 yang lalu, beberapa orang jemaat KrisPen (mewakili seluruh jemaat) menyalurkan bantuan berupa sembako dan pakaian bekas layak pakai ke posko-posko yang didirikan oleh beberapa gereja lokal di Bojonegoro. Bantuan disalurkan ke gereja GPDI Eben Haezer dan GBI Alfa Omega. GPDI Eben Haezer membuka posko atas inisiatif gembalanya yaitu Bapak Yakub karena minimnya bantuan dari Pemda setempat. Beliau bahkan menggalang dapur umum sendiri bersama jemaatnya untuk memberi makan hampir 767 jiwa warga setempat 3 kali sehari selama 10 hari.

Ketika KrisPen berkunjung ke Bojonegoro, aktivitas warga telah kembali normal. Namun, sisa-sisa banjir masih tergambar jelas di dinding-dinding rumah warga yang menguning terkena lumpur banjir. Beberapa rumah di pusat kota masih ada yang tergenang air. Sementara di pinggiran kota, keadaan tidak jauh lebih baik. Masih banyak warga-warga yang belum mendapatkan bantuan. Surutnya banjir tidak juga langsung membawa kelegaan. Karena warga masih terancam dampak banjir, yaitu penyakit gatal-gatal dan sesak. Mari doakan agar perlindungan dan pertolongan Tuhan melalui saudara seiman yang ada di Bojonegoro benar-benar dirasakan oleh warga sehingga kasih dan kemuliaan Tuhan nyata atas Bojonegoro. (ld)

SEKITAR KITA

Media Kristen untuk Anak

Anak hingga usia 6 tahun, sering disebut sebagai “Usia Emas Manusia,” karena pada masa itulah perkembangan fisik volume otak dan kecerdasan serta pola emosi, sosial dan spiritualnya (ESQ) berkembang luar biasa. ESQ inilah yang justru lebih banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang di kemudian hari.

Perkembangan ESQ anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya dan saat-saat ini lingkungan media ternyata jauh lebih mencengkeram serta mempengaruhi anak daripada orang tuanya.

Bagaimana tidak, dalam 1 hari saja seorang anak mampu berada di depan layar kaca sampai 5 jam, baik televisi yang penuh mistik dan klenik ataupun VCD serta play station yang penuh kekerasan. Sementara sang orang tua paling hanya berbicara memberi nasehat yang tidak lebih dari 1 jam sehari. Demikian pula guru sekolah minggu, hanya memberi makanan rohani pada anak seminggu sekali saja.

“Anak adalah peniru yang ulung. Anak akan mengucapkan apa yang ia dengar dan melakukan apa yang dia lihat. Karena itu, jika demikian tinggi intensitas anak berintraksi dengan media dan isi media tidak edukasi (sesuatu yang mendidik), akan menjadi apakah generasi yang akan datang?” Demikian kata Jarot Wijanarko, penulis dan pakar pendidikan kristen anak Indonesia.

Apa yang dikatakan oleh Jarot Wijanarko adalah benar. Manusia pada masa anak-anak belum mampu menyaring apa yang lihat dan dengar, apakah itu baik atau buruk, benar atau salah. Oleh karena itu mereka melakukan apa saja yang dilihat dan didengarnya, terutama sajian-sajian oleh media. Saat ini jumlah produk media yang sifatnya mendidik lebih sedikit. Sementara produk media yang sifatnya tidak mendidik, kekerasan, gaya hidup bebas semakin banyak saja jumlahnya. Stasiun televisi tidak akan menyaring apa yang mereka tampilkan, yang terpenting bagi mereka adalah menarik peminat sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu penting bagi setiap orang tua untuk mengambil tindakan perlindungan bagi anak-anak mereka.

Kecintaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak itulah yang membuat Jarot Wijanarko mendirikan Kelompok Bermain & TK Happy Holy Kids dengan motto “Membangun Karakter Kristus Sejak Dini” serta rumah produksi Happy Holy Kids (HHK) yang memproduksi Film Seri Edukasi Anak “The Happy Holy Kids”. Bagi para orang tua yang ingin memberikan sarana pendidikan yang baik untuk anak-anak dapat menggunakan produksi HHK.

Seri HHK terdiri dari HHK CHARACTER (Film Edukasi Mupet Show berisi pesan-pesan moral), HHK SMART (Film Edukasi Clown Show berisi pelajaran ilmu pengetahuan), HHK SONGS dan HHK CREATIVE. Semua program HHK tersedia dalam bentuk kaset, CD, VCD & DVD. Selain memproduksi Seri HHK, Jarot Wijanarko juga menulis buku-buku dengan tema anak. Seri HHK dan buku-buku Jarot Wijanarko bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Kharisma, Imanuel, Metanoia, Gunung Agung, dll.

Perilaku anak-anak turut ditentukan oleh orang tua. Mari lindungi anak-anak kita demi melahirkan generasi mendatang yang takut akan Tuhan.(you)

Sumber: PENYULUH

PENGUMUMAN

Persembahan 13 Januari 2008

Perpuluhan : Rp. 6.340.000
Diakonia : Rp. 348.000
Misi : Rp. 1.190.000

LAPORAN “DOMPET UNTUK BOJONEGORO”

13 Januari 2008 : Rp. 1.800.000

PERJAMUAN KUDUS

Mari siapkan hati untuk masuk dalam Perjamuan Kudus yang akan diadakan pada hari Minggu, 27 Januari 2008 di seluruh ibadah raya.


PERUBAHAN JADWAL TEMU RAKER

Temu Raker dilaksanakan pada:

1. Hari : Kamis
Tanggal : 24 Januari 2008
Waktu : Pukul 18.30 WIB
Tempat : Ruang Hermon
Acara : Presentasi Program 2008

2. Hari : Kamis
Tanggal : 31 Januari 2008
Waktu : Pukul 18.30 WIB
Tempat : Ruang Hermon
Acara : Finalisasi Program 2008

Program & rincian anggaran disusun sesuai format buku program dan diserahkan ke sekretariat selambatnya hari Sabtu, 19 Januari 2008 dalam bentuk file Microsoft Excel.

TERSEDIA!
1. Buku Doa Firman ”Doa yang Mendatangkan Kuasa” (Rp. 10.000,-)
2. Buku Kingdom of Heaven ”Kesembuhan Emosional” (Rp. 8.000,-)
3. Buku Touching Heaven Changing Community ”Berbuah” (Rp. 13.000,-) & Kaset (Rp. 5.000,-)

Hubungi: Ibu Lanny (Keluarga); Merry (Youth); Setyarini (Teen)