Tuesday, November 13, 2007

INFO KITA

Persembahan 4 November 2007

Perpuluhan : Rp. 29.573.000
Diakonia : Rp. 2.272.000
Misi : Rp. 4.140.000

PELAYANAN RUTAN MEDAENG

Jangan lewatkan kesempatan untuk melayani para napi di Rutan Medaeng pada hari
Kamis, 15 November 2007.
Berangkat bersama-sama dari gereja pada pukul 07.30 WIB.


BAGIKAN KESAKSIAN ANDA!

Ayo bagikan pengalaman Anda bersama Tuhan dalam kegerakan Touching Heaven Changin Community (THCC) untuk membangun saudara seiman yang lainnya.

Hubungi:
Alwyn (60104610); Merry (60361123); Lia (3823490) pada jam kerja
atau PA & PKS Anda.


HADIRKAN KUASA FIRMAN TUHAN
DALAM KOMUNITAS ANDA!

Dapatkan segera buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa”
seharga Rp. 10.000,-
dan hadirkan kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup Anda, keluarga serta orang-orang di sekitar Anda.

Dengan tambahan topik-topik doa baru pilihan :
1. Perlindungan Allah
2. Menang atas Depresi
3. Menangani Anak Hiperaktif
4. Pertumbuhan Rohani yang Sehat
beserta bonus kartu-kartu confession,
buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa” dirancang untuk membantu Anda mengalami kuasa firman Tuhan.

Pembelian dapat menghubungi:
Merry (031-60361123)
atau
Lia (031-3823490)
pada jam kerja.


DAPATKAN!

Penuntun Saat Teduh Pribadi
TOUCHING HEAVEN CHANGING COMMUNITY (THCC) - Be Fruitful
(Menyentuh Sorga Mengubah Komunitas-Berbuah)
Buku (Rp. 13.000,-) & Kaset (Rp. 5.000,-)

dan

IKUTI KEGERAKANNYA
29 Oktober – 16 Desember 2007

Hubungi:
Ibu Lanny (Klg)
Merry (Youth)
Setyarini (Teen)


MASIH TERSEDIA!

Buku Penuntun Saat Teduh Pribadi TOUCHING PEOPLE’S HEART (TPH)
Harga: Rp. 20.000,-
Pembelian dapat menghubungi: Sdri. Merry

PENGUMUMAN

DONOR DARAH!

Ayo berkati kota ini dengan darah kita!
Ini saatnya memberikan sebagian darah kita untuk menolong kehidupan orang lain yang membutuhkan.

Minggu, 25 November 2007
Waktu: Pukul 10.00 – 13.00 WIB
Tempat: Ruang Hermon

Syarat:
Pria/Wanita usia 17 th keatas
Berat badan minimal 45 kg.
Sehat/tidak sedang sakit

Ajaklah keluarga dan teman Anda untuk berpartisipasi.
Acara ini TERBUKA UNTUK UMUM!


Siapakah jodohku? Dimanakah jodohku?
Apa itu berpacaran? Untuk apa aku berpacaran?
Kapan waktu yang tepat untuk menikah? Sudah siapkah aku menikah?

temukan jawabannya dalam...

Seminar Love, Dating & Sex
Finding the Best & Right Soulmate

Sabtu, 24 November 2007
Pukul : 18.00 WIB

dan

Minggu, 25 November 2007
Pukul 11.30 WIB (Ibadah raya Youth)

Terbuka bagi Anda yang berusia pelajar, mahasiswa & profesi.
Boleh mengajak teman atau keluarga!

Monday, November 12, 2007

EDITORIAL

Rahasia Berbuah
Bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan buah? Yesus memberitahu kita rahasia yang sangat dahsyat untuk berbuah, ketika Ia berkata: Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih berbuah banyak.(Yoh. 15:2) Lebih lanjut Yesus mengatakan: Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak dapat berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.(Yoh. 15:4).

Pertama, memotong dan membuang ranting yang tidak berbuah. Pertanyaannya: apa yang harus kita potong dan buang dari kehidupan kita? Tentu saja manusia lama kita, yaitu dosa dan kebiasaan buruk kita. Sebab, jika masih ada sedikit saja dosa maupun kebiasaan buruk yang kita pelihara, seperti kesombongan, kekerasan hati, kenajisan, pemberontakan, kemalasan, keegoisan, maka hal itu dapat mempengaruhi sekaligus membuka peluang untuk kita jatuh kepada dosa yang lebih besar lagi. Ingat, ”Sedikit ragi merusak seluruh adonan.” Jika ingin berbuah, potong dan buang manusia lama kita.

Kedua, jika ranting tidak tinggal melekat pada batang pohon, itu berarti ia telah mati. Ia menjadi kering dan tidak dapat berbuah, sebab tidak ada kehidupan di dalamnya karena ia tidak mendapatkan makanan yang berasal dari batang pohon. Tinggal dan menundukkan diri untuk hidup dipimpin Firman Tuhan akan membuat kita memperoleh makanan untuk bertumbuh sehingga berbuah lebat.

Ketika kita memotong dan membuang manusia lama kita serta hidup taat kepada Firman Tuhan, maka buah-buah lebat akan lahir dari hidup kita.(Yulia Windyasari/Pemimpin Redaksi)

FOKUS KITA

3 ESENSI KASIH AGAPE

Umumnya prinsip kasih dunia adalah kasih yang menuntut balas atau “kasih jikalau.” Ada orang yang berkata: “Aku mengasihimu, jika engkau baik kepadaku.” Ada pula orang yang berkata bahwa kasih itu berkorban. Pernyataan ini tidak salah. Memang kasih itu berkorban. Tetapi, banyak orang mau berkorban sambil memohon imbalan atau balasan. Paling sedikit ucapan terima kasih. Rumus untuk orang-orang seperti ini adalah:

BERKORBAN + IMBALAN = KASIH DUNIA
Kasih sejati yang Tuhan maksudkan dalam firmanNya dan diajarkanNya pada kita adalah Kasih Agape. Prinsip kasih Agape sangat berbeda dari prinsip dunia yang hanya mengharapkan balasan atau imbalan. Ada banyak orang Kristen yang putus asa atau pesimis ketika hendak melakukan kasih Agape karena mereka pengertian bahwa hanya Allah yang dapat melakukan kasih AGAPE dan “impossible” untuk dilakukan manusia. Kesimpulannya, orang-orang Kristen seperti ini adalah orang yang masih mengharapkan imbalan dari orang yang dikasihinya.

Tiga esensi kasih Agape tercakup dalam firman yang Yesus katakan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23).

1. Menyangkal diri
Menyangkal diri artinya mematikan ego, yaitu keinginan pribadi dan segala hawa nafsu yang membuat kita puas. Ego inilah yang harus kita sangkal. Banyak orang enggan mematikan ego karena jika melakukannya berarti ia harus hidup bagi orang lain, sekaligus berkorban untuk orang lain. Tuhan berkata bahwa setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah milik Kristus dan telah menyalibkan daging serta segala hawa nafsunya (Gal. 5:24). Ini berarti orang tersebut harus sadar bahwa egonya telah mati ketika ia diselamatkan.

2. Memikul salib
Di sinilah kasih perlu berkorban. Mematikan ego membutuhkan pengorbanan yang besar. Hak kenyamanan kita untuk sementara dicabut oleh Tuhan. Hak kenyamanan kita adalah hidup untuk diri sendiri. Kita harus merelakan diri untuk orang lain. Yesus memikul salib selama pelayananNya di bumi karena Ia merelakan diri untuk orang-orang berdosa. Apa tujuan Yesus melakukan hal tersebut? Tujuannya adalah supaya manusia diselamatkan dari murka Tuhan.

3. Mengikut Aku
Mengikuti Tuhan sama dengan AGAPE. Bagaimana caranya? Lakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Ikuti saja perintahNya. Jika kita mengikut Allah, itu juga berarti kita melakukan kasih AGAPE kepada orang lain. Bagian ini tidak bisa dipisahkan dari 2 esensi sebelumnya. Beberapa contoh hal yang harus kita ikuti dari Tuhan adalah: ketika merenungkan Firman kemudian kita mengetahui perintah Tuhan, lakukanlah perintah itu. Jika sewaktu-waktu kita mendengar Tuhan berbicara dan memerintahkan supaya kita melakukan sesuatu, maka lakukanlah itu. Inti AGAPE adalah lakukan saja apa yang Tuhan kehendaki.

Rumusnya:

MENYANGKAL DIRI + MEMIKUL SALIB + MENGIKUT TUHAN = AGAPE
Kasih AGAPE bukan kasih yang menuntut balas, sebab Tuhan tidak pernah mengajarkan kasih yang menuntut balas. Mari mengubah cara berpikir kita bahwa kasih AGAPE tidak dapat kita lakukan. Kita dapat melakukan AGAPE sebab kasih ini bukan hasil ciptaan manusia, tetapi dari Allah. Bahkan AGAPE adalah Allah sendiri (1 Yoh. 4:16). Jika kita melakukan 3 esensi di atas, maka kita sedang menerapkan kasih AGAPE. Biarkan kasih AGAPE memenuhi kita terlebih dahulu, maka 3 esensi di atas secara otomatis keluar dengan sendirinya dari hidup kita.(you)

Inspirasi: THCC-Fruitful, Topik “Dikuasai oleh Kasih Agape”

SEPUTAR KITA

Anak yang Terhilang menjadi JUARA

Akhirnya! Setelah lama vakum, Youth kembali mengadakan Festival Komsel (FesKom), pada hari Sabtu, 27 Oktober 2007 lalu, mulai pukul 17.00 sampai pukul 21.30 WIB di gedung gereja. “Tujuan acara ini adalah membangun atmosfer komsel sebagai sebuah keluarga yang saling memperhatikan, mendukung, melengkapi, tolong-menolong dan bekerja sama dalam satu tim yang kompak.” kata Tommy Kwok selaku PJ Youth menjelaskan tujuan acara yang penuh dengan games segar ini.

Seluruh peserta terlihat antusias mempersiapkan diri. Terlihat dari penampilan kostum maupun perlengkapan yang disiapkan. Games yang dipertandingkan meliputi Make Over (merias wajah), Take Over (mencari koin dalam adonan tepung), dan Game Over (meminum jus wortel, tahu, pepaya, bubur dan jamu). Dari semua game yang dipertandingkan, yang paling heboh mengundang tawa adalah Make Over. Iwan Ekaputra Setiadji, selaku pemimpin acara sekaligus master of games berkata, “Melalui make over, kita bisa belajar bahwa membina seseorang itu seperti mendandani. Anak binaan kita punya latar belakang masalah dan karakter yang berbeda-beda. Tugas kita sebagai pembina adalah “mendandani” mereka. Kita tambahkan lengkapi apa yang kurang dalam diri mereka, sehingga mereka bertumbuh luar biasa di hadapan Tuhan. Dalam game ini, yang dinilai bukan masalah cantiknya, tetapi kualitas perubahan seseorang, yang dulunya tidak berani tampil di depan umum, sekarang jadi berani tampil dan percaya diri. Game-game yang lainnya juga mengajarkan kita bekerja sama sebagai tim yang kompak, berani berkorban dan saling tolong-menolong.”

Dalam pertandingan puncak yang memperebutkan hadiah uang sebesar Rp. 400.000,-, masing-masing komsel menampilkan drama yang bertema potret kehidupan keluarga (bapak-anak) yang sarat nilai2 pentingnya pembapaan dalam keluarga, namun harus dikemas dalam bentuk komedi dengan mengadaptasi judul tayangan televisi, cerita rakyat maupun Alkitab. Mengambil tema cerita Alkitab Lukas 15, drama yang berjudul “Anak yang Terhilang” yang ditampilkan komsel Samuel berhasil menjadi juara 1. Disusul Komsel Iwan yang menampilkan “Keluarga Office Boy” sebagai juara 2, komsel Diah dengan “Keluarga Malin Kundang” sebagai juara 3, serta komsel Debby dengan “Keluarga Romeo & Juliet” sebagai jura favorit pilihan juri.(l@)

SEPUTAR KITA

J’CC berbagi kasih di Panti Asuhan

Bertempat di Panti Asuhan Pondok Misi, Kedinding, pada hari Minggu, 28 Oktober 20067 yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, 10 orang anak jemaat J’CC beserta para pembinanya berbagi kasih dengan makan siang bersama 44 orang anak yatim piatu yang ada di tempat tersebut. Diawali dengan menari dan memuji Tuhan bersama, acara dilanjutkan dengan berdoa dan makan siang.

Meskipun awalnya anak-anak J’CC agak canggung dan malu-malu ketika berbaur dengan para anak panti asuhan, namun tak lama kemudian suasana menjadi hangat penuh keakraban seperti teman lama. “Kami senang dikunjungi. Saya datang ke tempat ini bersama beberapa anak lainnya kurang lebih dua setengah tahun yang lalu, setelah peristiwa badai tsunami,” kata Agus, siswa kelas 3 SMP salah satu penghuni panti asuhan yang berasal dari Nias.

Anak-anak panti asuhan yang sebagian besar berasal dari luar pulau (Nias) ini terhibur dengan kunjungan anak-anak J’CC KrisPen, terlihat dari serunya interaksi satu dengan yang lain. Melalui kegiatan berbagi kasih ini, anak-anak J’CC kembali belajar praktek peduli terhadap sesama. Menutup acara, Kak Hanani, salah satu staf panti asuhan menutup dengan doa bersama. “Kapan-kapan aku akan kunjungi kamu lagi ya, Cok.” Pamit Ozzy, anak J’CC, kepada Ucok, penghuni panti Asuhan yang berasal dari Medan sebelum berpisah.

INFO KITA

Persembahan 28 Oktober 2007

Perpuluhan : Rp. 5.024.000
Diakonia : Rp. 862.000
Misi : Rp. 1.692.000

RALAT INFO MINGGU LALU

Ibadah Raya Youth & Teen pada hari Minggu, 11 November 2007 BATAL DIGABUNG. Ibadah Youth DIMULAI pk. 11.00 WIB, sedangkan Ibadah Teen tetap pk. 17.00 WIB.


PELAYANAN RUTAN MEDAENG

Jangan lewatkan kesempatan untuk melayani para napi di Rutan Medaeng pada hari Selasa, 6 November 2007. Berangkat bersama-sama dari gereja pada pukul 07.30 WIB.


HADIRKAN KUASA FIRMAN TUHAN
DALAM KOMUNITAS ANDA!

Dapatkan segera buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa”
seharga Rp. 10.000,-
dan hadirkan kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup Anda, keluarga serta orang-orang di sekitar Anda.

Dengan tambahan topik-topik doa baru pilihan :
1. Perlindungan Allah
2. Menang atas Depresi
3. Menangani Anak Hiperaktif
4. Pertumbuhan Rohani yang Sehat
beserta bonus kartu-kartu confession,
buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa” dirancang untuk membantu Anda mengalami kuasa firman Tuhan.

Pembelian dapat menghubungi:

Merry (031-60361123)
atau
Lia (031-3823490)
pada jam kerja.


bersama kita ikuti gerakan
TOUCHING HEAVEN CHANGING COMMUNITY (THCC) - Be Fruitful
(Menyentuh Sorga Mengubah Komunitas-Berbuah)

29 Oktober – 16 Desember 2007

SEGERA DAPATKAN!

Paket Penuntun Saat Teduh Pribadi
Touching Heaven Changing Community (THCC) “BERBUAH”

Buku : Rp. 13.000
Kaset : Rp. 5.000

Hubungi:
Ibu Lanny (Klg)
Merry (Youth)
Setyarini (Teen)


MASIH TERSEDIA!

Buku Penuntun Saat Teduh Pribadi TOUCHING PEOPLE’S HEART (TPH)
Harga: Rp. 20.000,-
Pembelian dapat menghubungi: Sdri. Merry

PENGUMUMAN

SPK Pemenang
mempersembahkan:

CHAMPION GATHERING

Sabtu – Minggu
10 – 11 November 2007

Grand Park Hotel
Jl. Samudra No. 3-5 Surabaya
(depan Pasar Atom)

Peserta dimohon sudah berada di lokasi pada pukul 14.00 WIB.
untuk melakukan registrasi ulang dan persiapan acara.

Sesi pelajaran pertama dimulai pukul 16.00 WIB.
Harap membawa buku SPK, Alkitab & nametag


TRAINING PEMBINA
CHAMPION GATHERING (CG)

Seluruh Tim Pelaksana, Supervisor & Pembina SPK WAJIB hadir dalam Training Pembina CG yang akan dipimpin oleh
Bp. Wijaya (Abbalove-Jkt) pada:

Hari: Kamis
Tanggal: 8 November 2007
Waktu: Pukul 19.00 WIB
Tempat: Gedung Ibadah

Mohon hadir TEPAT WAKTU!


DONOR DARAH!

Ayo berkati kota ini dengan darah kita!

Darah Kristus telah tercurah untuk menebus hidup kita dari maut.
Kini saatnya memberikan sebagian darah kita untuk menolong kehidupan orang lain yang membutuhkan.

Minggu, 25 November 2007
Waktu: Pukul 10.00 – 13.00 WIB
Tempat: Ruang Hermon

Syarat:
Pria/Wanita usia 17 th keatas
Berat badan minimal 45 kg.
Sehat/tidak sedang sakit

Ajaklah keluarga dan teman Anda untuk berpartisipasi.
Acara ini TERBUKA UNTUK UMUM!

Sunday, November 11, 2007

EDITORIAL

Tidak Cukup Sekedar Kristen

Dulu ketika baru pindah ke rumah baru, saya sangat senang sekali karena rumah kami dikelilingi kebun dengan bermacam-macam tanaman buah-buahan yang tumbuh subur. Maklum, rumah kami berdiri di atas lahan bekas perkebunan. Kami memiliki tiga jenis pohon mangga, tiga jenis jambu air, dua jenis jambu batu, belimbing, rambutan, srikaya, sirsak dan beberapa pohon pisang. Saya memiliki pengalaman menarik dengan pohon pisang yang di kemudian hari lewat pengalaman tersebut, Tuhan mengajarkan sebuah kebenaran yang tak terlupakan tentang hidup untuk menghasilkan buah.

Setiap kali pohon pisang kami berbuah, dalam satu tandan selalu penuh sisiran pisang, yang setiap buahnya sebesar lengan tangan. Saya suka memperhatikan setiap kali kakek saya memanennya. Setelah memotong tandan pisang, dua atau tiga hari setelahnya beliau selalu menebang pohon pisang yang telah diambil buahnya tersebut sampai habis. Karena tidak tahu alasannya, saya pun bertanya, “Kenapa kakek selalu menebang pohon pisang sampai habis setelah dia berbuah? Kenapa tidak dibiarkan saja? Sayang kan, toh nanti bisa berbuah lagi.” Kakek tertawa mendengar pertanyaan saya, lalu menjawab, “Pohon pisang itu hidup dan tumbuh untuk menghasilkan buah sekali seumur hidupnya. Setelah itu dia mati. Setelah mati, akan tumbuh tunas pisang baru di bekas tempat dia hidup dulu. Tidak ada gunanya pohon pisang terus hidup tanpa menghasilkan buah.”

Demikian pula hidup kekristenan kita. Menjalani hidup kekristenan tanpa menghasilkan buah tidak akan berarti apa-apa dan tidak berguna. Tuhan menghendaki kita bertumbuh maksimal di dalam Dia dan menghasilkan buah bagi kerajaanNya, sehingga Ia dipermuliakan dalam hidup kita. (Yulia Windyasari/Pemimpin Redaksi)

FOKUS KITA

Kehidupan yang Menghasilkan Buah

Tuhan menyelamatkan kita bukan hanya untuk urusan kehidupan kekekalan yang akan datang di sorga bersamaNya. Namun, Tuhan menyelamatkan kita supaya kita dapat menghasilkan buah-buah yang kekal bahkan semasa kita masih hidup di dunia.

Ketika Yesus berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, ...”(Yoh. 15:16), Ia sedang menekankan bahwa hidup untuk menghasilkan buah adalah suatu perintah dan keharusan yang harus digenapi dalam hidup setiap kita para murid Kristus. Sebab dengan berbuah, Allah dipermuliakan dan dikenal melalui hidup kita. Yesus bahkan menekankan kehendakNya akan pentingnya kehidupan yang menghasilkan buah serta betapa tidak berartinya kehidupan jika tidak menghasilkan buah dalam perumpamaan pohon ara (Luk. 13:6-9).
Buah-buah yang Tuhan ingin kita hasilkan dalam kehidupan kekristenan kita adalah:

1. Buah ROH
Karena kita dilahirkan kembali oleh Roh Allah pada saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka hidup kita harus menghasilkan buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22). Buah Roh akan membedakan identitas murid Kristus sejati dari murid palsu. Sebab, buah Roh adalah karakter Kristus. Murid Kristus yang sejati ditandai dengan adanya karakter Kristus dalam dirinya. Buah Roh akan membuat kita menjadi berkat di manapun kita berada, sebab buah Roh sangat disukai dimana saja dan semua orang membutuhkan buah Roh di tengah kehidupan akhir jaman yang semakin sulit ini. Dengan melihat dan merasakan buah Roh yang ada dalam hidup kita, dunia akan mengenal Kristus, sebab “dari buahnyalah pohon itu dikenal”. Buah roh kita hasilkan ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan setiap waktu. Sebab, semakin intim kita dengan pencipta kita, karakter kita akan diubahkan semakin mirip pencipta kita. Karakter ilahi akan kita miliki ketika kita intim dengan Tuhan.

2. Buah PELAYANAN
Kita adalah anggota tubuh dan Kristus adalah kepalanya. Jika kita mengaku mengasihi Kristus, kita juga akan mengasihi tubuh Kristus. Wujud nyata mengasihi Kristus adalah jika kita melayani sesama tubuh Kristus, gerejaNya. Tuhan berikan kita bermacam-macam karunia dan talenta. Tuhan mau karunia dan talenta tersebut tidak hanya kita simpan, tetapi kita gunakan untuk melayani dan memberkati sesama tubuh Kristus. Kita bisa melayani sebagai PKS dan pembina di komsel, kita bisa melayani gerejaNya sebagai pemusik, pembina anak dan lain sebagainya sesuai karunia dan talenta yang Tuhan berikan pada kita.

3. Buah PEKERJAAN
Ketika Tuhan mengutus kita untuk menjadi garam dan terang bagi dunia, Ia mau kita menyalurkan kasihNya dimanapun kita berada. Maksudnya, di komunitas manapun kita berada, entah di rumah, sekolah maupun tempat kerja, apapun profesi kita, entah pelajar, karyawan/pekerja, kita tidak hanya melakukan tugas dan pekerjaan kita dengan semangat keunggulan/terbaik (spirit of excellent), tetapi juga melakukan pelayanan untuk memberkati komunitas dimana kita berada. Ketika kita menyalurkan kasih Tuhan di komunitas kita, maka kemuliaan dan berkat Tuhan dinyatakan di tengah-tengah komunitas kita.

4. Buah JIWA-JIWA
Jika kita menanam pohon pisang, kita pasti pohon tersebut menghasilkan buah pisang. Jika kita menanam pohon mangga, kita juga mengharapkan hasil buah mangga juga, bukan? Demikian pula ketika Tuhan “menanam murid Kristus”, Ia mengharapkan murid Kristus akan menghasilkan murid Kristus pula. Murid Kristus ini adalah jiwa-jiwa yang kita menangkan kemudian kita muridkan menjadi murid Kristus yang sejati. Kita adalah murid Kristus, maka kita wajib menghasilkan murid Kristus pula.(l@)

SEPUTAR KITA

J’CC Bless City
(J’CC Berkati kota)

Di bawah terik matahari siang, sebanyak 9 anak jemaat J’CC KrisPen didampingi 8 orang pembina anak melakukan aksi sosial memberkati anak-anak jalanan yang berada di kawasan Jembatan Merah pada hari Minggu, tanggal 21 Oktober 2007 lalu.

“Melalui aksi sosial ini anak-anak diajar untuk semakin memiliki hati untuk jiwa-jiwa dengan melihat secara langsung dan berani melayani mereka di komunitas tempat tinggal mereka. Anak-anak diajak praktek langsung menyatakan kasih kepada jiwa-jiwa seperti firman Tuhan dalam I Yohanes 4:8”. Demikian tutur Ester Mei Aryani selaku PJ Anak.

Selain bernyanyi dan bermain bersama anak-anak jalanan tersebut, juga dibagikan firman Tuhan mengenai pertolongan Tuhan atas Musa di Laut Teberau yang dikemas dalam cerita yang mudah dimengerti oleh anak. Semua anak dan pembina J’CC berbaur untuk berinteraksi dengan anak-anak jalanan sambil makan bersama nasi bungkus yang dibagikan.

“Waktu melihat mereka, saya merasa kasihan. Dimana mereka tidur.” Kata Firda, salah satu anak J’CC yang ikut aksi sosial tersebut. “Kalau ada acara seperti ini lagi, saya ingin kenal mereka lebih dekat supaya saya bisa bercerita lebih banyak pada mereka (tentang Yesus)” Demikian kesaksian Eva, jemaat J’CC yang juga ikut acara ini. Tidak mau ketinggalan, Fani, seorang anak J’CC yang lain juga menyaksikan pengalamannya, “Saya kasihan sama mereka. Kalau saya menjadi mereka saya akan sangat sedih karena tidak bisa sekolah dan tidak bisa mencapai cita-cita yang saya impikan.”(l@)

HAPPY BIRTHDAY

Selamat ulang tahun untukmu...

Keterangan :
Keluarga (F) Youth (Y) Teen (T)

2 Nop Liswati Siagian (F) Mulyorejo Kodam 081615821066
3 Nop Yessy Susilowati (F) Mulyosari Tengah VI/56 5934624
4 Nop Kristian Hartono (F) Kamboja Ngemplak 1/12A -
6 Nop Tumiran (F) Kaliwaron IV/48 -
7 Nop Lydia Novita A (T) Karang Menjangan VIII/38 5036422
8 Nop Penda Isamayawati (F) Bulak Cumpat Barat V/14 -
9 Nop Lusiana (F) Taman Nagoya Grand E-3/48 SDA 8012166
9 Nop Singgih Irawan (Y) Karang Menur Timur 21 5036453
10 Nop Hendra Prabowo L (F) Babatan Pantai VII/4 3821120
10 Nop Novi Sugiarto (PKS Y) Ngagel Wasana VIII/21 5021231
11 Nop Sunjoto Wijoyo (F) Klampis Anom I/16 5936062
11 Nop Ignatius Yohanes S. (Y) Dharma Husada Utara I/37 5939022
12 Nop Fifin Felisia (Y) Tambak Bayan Tengah 7 5313729
14 Nop Elliawaty (F) Dukuh Setro IIIA/32 -
17 Nop Mardiono (F) Kalikepiting 47 -
19 Nop Yohanes Adi (T) Kapas Madya 4N/33 3729571
19 Nop Yohanes Andrian K. (T) Kalikepiting Jaya VI/12 3820616
20 Nop Lie Mei Yin/Lidya S.(F) Pacar Kembang V-C/1A 3819461
21 Nop Indah Yoan W. (Y) Putat Jaya 60 5617328
23 Nop Natanael Abdi (F) Welirang 4 5461910
24 Nop Lisa Kusnadi (Y) Ploso Baru 45 3814305
24 Nop Jhon David BTE (T) Kalijudan VI/14 -
26 Nop Ivana Wardhani (Y) Putat Jaya 60 5617328
28 Nop Siti Sundari S (F) Kaliwaron V/18 5937703
28 Nop Felicia Leonata (Y) Kertajaya Indah H-107 5947824

Berilah perhatian kepada Saudara/I kita yang berulang tahun di bulan Nopember ini.

INFO KITA

Persembahan 7 Oktober 2007

Perpuluhan : Rp. 19.480.000
Diakonia : Rp. 896.500
Misi : Rp. 3.728.000

Persembahan 14 Oktober 2007

Perpuluhan : Rp. 2.629.000
Diakonia : Rp. 394.000
Misi : Rp. 543.000

Persembahan 21 Oktober 2007

Perpuluhan : Rp. 3.673.500
Diakonia : Rp. 775.000
Misi : Rp. 1.118.000

PULANG KE RUMAH BAPA

Telah berpulang ke rumah Bapa, Bp. Haryanto, ayah Sdri. Nanik Indahwati (Teen)
pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007.


IBADAH RAYA DIGABUNG

Sehubungan dengan Champion Gathering SPK Pemenang, maka Ibadah Raya Youth & Teen pada hari Minggu, 11 November 2007 DIGABUNG pada pukul 11.00 WIB.


TELAH HADIR KEMBALI !

Dengan tambahan topik-topik doa baru pilihan :

1. Perlindungan Allah
2. Menang atas Depresi
3. Menangani Anak Hiperaktif
4. Pertumbuhan Rohani yang Sehat

beserta bonus kartu-kartu confession,


segera dapatkan buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa”
dan alami kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup Anda
serta orang-orang di sekitar Anda.

Pembelian dapat menghubungi:

Merry (031-60361123)
atau
Lia (031-3823490)
pada jam kerja.

PENGUMUMAN

MULAI BESOK!

Bersama-sama kita akan memasuki kegerakan
TOUCHING HEAVEN CHANGING COMMUNITY (THCC) - Be Fruitful
(Menyentuh Sorga Mengubah Komunitas-Berbuah)

29 Oktober – 16 Desember 2007

Alami hubungan intim yang lebih dalam bersama Tuhan
dan perubahan hidup yang berdampak bagi komunitas sekitar kita!


DAPATKAN HARI INI JUGA!

Paket Penuntun Saat Teduh Pribadi
Touching Heaven Changing Community (THCC) “BERBUAH”

Buku : Rp. 13.000
Kaset : Rp. 5.000

Hubungi:
Ibu Lanny (Klg)
Merry (Youth)
Setyarini (Teen)

Tuesday, November 6, 2007

PRESBITORIAL

Bergerak Dengan Kuasa Roh Kudus


Baptisan Roh Kudus seringkali menjadi perdebatan di antara orang Kristen, karena orang Kristen yang telah dibaptis Roh Kudus berubah menjadi sombong, merasa dirinya paling hebat dan sering menganggap rendah orang lain. Tidak seharusnya orang yang dibaptis Roh Kudus menjadi sombong, tetapi sebaliknya baptisan Roh Kudus harus menjadi titik balik dalam kehidupannya, mengubah hidupnya, dan perubahan itu dapat harus dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ef. 1:13 berkata bahwa ketika pertama kali menerima Yesus dalam hidup kita, saat itu juga Roh Kudus ada dalam hati kita. Jangan pernah lagi berdoa agar Roh Kudus masuk dalam hati kita, sebab yang menjadi persoalannya bukannya kita belum menerima Roh Kudus, tetapi bagaimana kita mengoperasikan Roh Kudus. Kis. 1:8 berkata bahwa ketika Roh Kudus turun atas kita, kita memiliki kuasa. Seringkali kita tidak menyadari kalau kita memiliki kuasa yang besar dan dapat berdampak dahsyat, karena kita tidak mengoperasikan Roh Kudus. Dampak yang akan kita alami kalau kita bergerak dengan Roh Kudus adalah:
1. Roh Kudus memberikan keberanian yang luar biasa kepada kita untuk memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal Yesus (Kis. 1:8).
2. Roh Kudus memberikan kepekaan kepada kita, agar pelayanan kita semakin tajam (Kis. 5:3).
3. Roh kudus memberikan kuasa pemulihan, sehingga kita tetap kuat dalam penderitaan dan memiliki kemampuan untuk mengampuni orang yang menyakiti kita (Rm. 5:5).
4. Roh Kudus membawa kita kepada pertobatan yang sejati dan membuat hidup kita berbuah (Gal. 5:16–23).
5. Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran, sehingga kita tidak kompromi dengan dosa (Yoh. 14:17).

Kita harus menjadi orang Kristen yang berdampak. Karena itu, kita harus bergerak dengan kuasa Roh Kudus. Mari bebaskan kuasa Roh Kudus bekerja melalui hidup kita. (Priscilla Lidia B./Tim Kepemimpinan Jemaat)

FOKUS KITA

Melakukan Pekerjaan BAPA

Semakin kita intim dengan Bapa, semakin kita mengerti isi hatiNya. Semakin kita mengerti isi hatiNya, kita akan memiliki dorongan dalam hati untuk melakukan pekerjaan Bapa, yaitu melayani orang lain, sebab isi hati Bapa adalah JIWA-JIWA. Tidak mungkin TIDAK. Setiap orang percaya yang intim dengan Bapa, pasti rindu melakukan pekerjaan Bapa, sebab apa yang menjadi kerinduan bapa, pasti menjadi kerinduan anak-anakNya juga.
Bagaimana cara kita melayani orang lain yang belum percaya? Mari kita ikuti teladan Yesus ketika Ia menyembuhkan orang yang belum percaya. Untuk melayani orang yang belum percaya, kita tidak mendoakan tetapi menggunakan OTORITAS ALLAH. Semua kesembuhan dan kelepasan untuk orang-orang yang belum percaya bukan menggunakan doa permohonan, tetapi PERINTAH LANGSUNG.
Beberapa langkah praktis yang dapat menolong kita dalam melayani mereka adalah:

1. Temukan Penyakitnya (Markus 10:51)

Langkah pertama untuk membawa seseorang kepada pemulihan dan pertobatan adalah mengetahui ”penyakit”nya, yaitu masalah, dosa, sakit penyakit serta apa yang mereka inginkan. Bila kita mengetahui apa yang akan/dapat menggerakkan mereka, yaitu keinginan mereka, kita akan mengetahui bagaimana caranya membawa mereka kepada Kristus. Dengan bertanya, melihat dan mendengarkan mereka, kita akan menemukan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

2. Beritakan Injil (Markus 16:20)

Injil adalah Kuasa Allah yang sangat dahsyat. Ketika Injil diberitakan, maka orang yang mendengarnya akan beroleh iman untuk diselamatkan dan dipulihkan. Injil mengandung janji dari setiap permasalahan dan dosa yang telah kita temukan pada langkah pertama di atas. Ketika Injil diberitakan, Tuhan akan meneguhkan Firman/berita Injil dengan tanda-tanda kuasaNya. Di samping memberitakan Injil, kita harus terus berdoa meminta Roh Kudus menjamah serta menggerakkan hati mereka untuk mengalami perjumpaan ilahi dengan kebenaran Firman/janji-jani Tuhan.

3. Perintahkan Kesembuhan

Setiap kita orang percaya, memiliki otoritas/kuasa yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk menghancurkan pekerjaan iblis atas manusia (Lukas 4:18-19, 9:1-2, 10:8-9). Ketika kita mendoakan mereka, hendaklah doa-doa kita penuh dengan iman dan otoritas, memerintahkan kesembuhan atas tubuh orang yang sakit (Markus 1:41), menghardik sakit penyakit, mengusir setan-setan, dan melepaskan damai sejahtera. Pada langkah ini, kita bergerak aktif menggunakan otoritas dan kuasa dari Allah untuk menyatakan kesembuhan atas orang yang kita layani.

Selamat bergerak bersama-sama Roh Kudus untuk melakukan pekerjaan bapa, menyelamatkan yang terhilang.(wwn)

INSPIRATIONAL STORY

AKU akan memindahkan batunya


Pada suatu malam, ada seorang pria yang sedang tidur di gubuknya ketika tiba-tiba gubuknya dipenuhi oleh cahaya dan Sang Juru Selamat muncul di hadapannya. TUHAN memberitahu pria itu bahwa ada sebuah tugas yang harus ia kerjakan bagiNYA dan TUHAN memperlihatkannya sebongkah batu besar di depan gubuknya. TUHAN menjelaskan bahwa pria itu harus mendorong batu tersebut dengan segenap kekuatannya.

Kemudian, pria itu pun mengerjakan apa yang telah TUHAN perintahkan, hari demi hari. Selama bertahun-tahun ia bekerja keras mulai dari matahari terbit hingga senja tiba, pundaknya ia paksa sedimikian rupa untuk mendorong permukaan batu tak bergerak yang dingin dan sangat besar itu. Setiap malam pria itu kembali ke gubuknya dengan perasaan marah dan lelah, merasa bahwa sepanjang hari itu telah dihabiskan dalam kesia-siaan.

Melihat pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda keputusasaan, Iblis memutuskan untuk mengganggunya dengan membisikkan gagasannya dalam pikiran pria tersebut, “Kau telah bekerja keras mendorong batu itu untuk waktu yang lama, dan batu itu tidak bergeser sedikitpun. Mengapa kau membunuh dirimu sendiri dengan melakukan hal ini? Kau tidak akan pernah dapat memindahkannya.”

Gagasan Iblis tersebut mempengaruhi pikirannya bahwa tugas dari TUHAN mustahil untuk dapat dilakukan dan ia telah gagal, pikiran-pikiran ini semakin mematahkan semangat dan hati prianya. “Mengapa membunuh diriku sendiri dengan melakukan hal ini?” pikirnya. “Aku akan menyudahi ini semua sebentar lagi, dengan sedikit usaha dan itu akan lebih baik buatku.”

Kemudian, pria itu pun melakukan sesuai rencananya sampai suatu hari ia memutuskan untuk membawa masalahnya dan pikirannya yang kusut ini kepada TUHAN. “TUHAN,” katanya, “Aku telah bekerja sangat berat dan lama untuk melayaniMU, memberikan seluruh kekuatanku untuk melakukan apa yang KAU perintahkan padaku. Sekarang, setelah demikian lama, aku masih juga belum dapat memindahkan batu itu setengah milimeter pun. Apa yang salah? Mengapa aku gagal?

Menanggapi keluhan pria ini, TUHAN menjawab dengan penuh belas kasih, “SahabatKU, ketika AKU memintamu untuk melayaniKU dan kau menerimanya, AKU berkata bahwa tugasmu adalah untuk mendorong batu itu dengan segenap kekuatanmu, itu telah kau lakukan. Tidak pernah sekalipun AKU mengharapkan kau memindahkan batu itu. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan sekarang kau datang kepadaKU, dengan sisa kekuatanmu, berpikir bahwa kau telah gagal. Tapi, apakah benar begitu pikiranmu? Lihatlah dirimu. Bahumu bertambah kuat dan kekar, punggungmu kokoh dan berotot, lenganmu terbentuk oleh karena tekanan yang terus-menerus, dan kakimu menjadi besar dan kuat. Melalui tantangan kau telah bertumbuh banyak dan kemampuanmu sekarang melampaui apa yang kau miliki sebelumnya. Kau memang belum memindahkan batunya. Tapi, panggilanmu adalah untuk taat, untuk mendorong dan untuk melatih iman dan percayamu kepada firmanKU. Ini telah kau lakukan. AKU, sahabatku, yang akan memindahkan batunya,” kata TUHAN.

Seringkali, ketika mendengar sebuah firman dari TUHAN, kita cenderung menggunakan kepandaian pikiran kita untuk mengartikan apa yang DIA inginkan, ketika sebenarnya apa yang TUHAN inginkan hanyalah sederhana, yaitu ketaatan dan iman di dalam DIA... Di dalam semua itu, latihan iman adalah untuk memindahkan gunung, tetapi tetap TUHAN lah yang memindahkan gunung.(l@)

Diterjemahkan dari: I Will Move the Rock, oleh: pengarang tak dikenal

INFO KITA

TELAH HADIR KEMBALI !

memenuhi permintaan Anda, kini telah hadir kembali:
DOA YANG MENDATANGKAN KUASA
Dengan tambahan topik-topik doa pilihan
beserta bonus kartu-kartu confession,
segera dapatkan buku doa firman “Doa yang Mendatangkan Kuasa”

dan alami kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup Anda
serta orang-orang di sekitar Anda.
Pembelian dapat menghubungi:
Merry (031-60361123)
atau

Lia (031-3823490)
pada jam kerja.

FESTIVAL KOMSEL YOUTH

27 Oktober 2007
Pikul 17.00 – selesai
Di gereja


Ikuti festivalnya, raih hadiahnya.
Siapkan dirimu, Youth!

Jangan menyerah...

Suatu hari aku memutuskan untuk mengakhiri segalanya. Mengakhiri pekerjaanku, hubunganku, kehidupan rohaniku. Aku mau mengakhiri hidupku. Lalu aku berjalan-jalan di hutan. Aku mau berbicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan”, aku bertanya, “bisakah Kau memberiku satu alasan kuat untuk aku tidak mengakhiri segalanya?”

JawabanNya sungguh mengejutkanku. Lihatlah sekitarmu”, kataNya. “Apakah kau melihat tanaman pakis dan bambu?”

“Ya”, jawabku.

“Ketika Aku menanam benih pakis dan dan bambu, Aku memperhatikan dan merawat mereka dengan seksama. Aku memberi mereka cahaya. Aku memberi mereka air. Tanaman pakis tumbuh cepat dari dalam tanah. Warnanya hijau cerah menyelimuti bumi. Sebaliknya, benih bambu belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan sedikitpun. Namun, Aku tidak menyerah terhadap bambu. Di tahun kedua, tanaman pakis tumbuh semakin kuat dan subur. Sementara itu, benih bambu masih juga belum memperlihatkan pertumbuhan. Namun, Aku tetap tidak menyerah terhadap bambu.” KataNya. “Di tahun ketiga masih juga belum ada perubahan apapun dari benih bambu. Namun, Aku tidak akan menyerah. Di tahun keempat, lagi, benih bambu masih belum memberi tanda-tanda pertumbuhan. Aku tidak mau menyerah. Sampai akhirnya pada tahun kelima, suatu tunas yang sangat kecil muncul dari dalam bumi. Dibandingkan pakis, tunas itu amatlah kecil dan tampak sangat tidak berarti... Namun, hanya dalam waktu 6 bulan kemudian, bambu bertumbuh tinggi lebih dari 100 kaki. Bambu menghabiskan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar. Akar itulah yang membuatnya kuat dan memberinya segala yang ia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanKu tantangan yang tidak mampu ia hadapi.” Kemudian Tuhan berkata kepadaku, “Apakah kau tahu, anakKu, bahwa selama ini kau sedang berjuang, kau sebenarnya sedang berjuang menumbuhkan akar. Aku tidak mau menyerah terhadap bambu. Terlebih aku tidak akan pernah menyerah terhadapmu. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.” kataNya. “Bambu memiliki tujuan hidup yang berbeda dari pakis. Namun, mereka berdua bersama-sama membuat hutan terlihat indah. Saat bagimu akan tiba”, Tuhan berkata kepadaku. “Kamu akan tumbuh tinggi.”

“Seberapa tinggi aku akan dapat tumbuh?” tanyaku.

“Seberapa tinggi bambu akan tumbuh?” Dia balik bertanya.

“Setinggi yang ia mampu?” tanyaku

“Ya,” Dia berkata,” Berikan Aku kemuliaan dengan bertumbuh setinggi yang kau bisa.”

Aku meninggalkan hutan dengan membawa kisah ini. Aku berharap kisah ini dapat membantumu melihat betapa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapmu. Tidak pernah. Tidak pernah. Tidak akan pernah menyerah. Sebab doa orang Kristen bukanlah suatu pilihan, melainkan sebuah kesempatan. Jangan katakan pada Tuhan betapa beratnya tantangan yang kau alami, Tetapi katakan kepada masalah betapa besarnya Tuhan itu!

EDITORIAL

Dipulihkan untuk MEMULIHKAN

Beberapa tahun yang lalu saya pernah berpikir tentang rentetan kehidupan yang saya alami dari kecil hingga dewasa. Mengapa saya mengalami ini dan itu? Mengapa saya harus melakukan ini dan itu? Mengapa saya harus mengalami banyak “kehilangan”? Mengapa saya harus “melepaskan” banyak hal? Mengapa Tuhan “memisahkan” saya dari “dunia”? Mengapa bagian saya selalu yang tersulit dan baru, sehingga saya harus berusaha dan belajar lebih keras dari pada yang lain (kelihatannya)? Hanya oleh kasih karunia Tuhan saja, saya dapat bertahan, belajar, bertumbuh dan melewati semuanya.

Berjalannya waktu, saya tidak lagi bertanya “mengapa” kepada Tuhan, tetapi pertanyaan saya berubah menjadi “untuk apa”. Tiba-tiba Tuhan memutar kembali di benak saya segala hal yang pernah saya alami dan apa yang Tuhan lakukan di balik semua peristiwa tersebut. Saya dapat melihat hidup saya yang pernah, sedang dan akan saya alami seperti potongan-potongan puzzle yang awalnya berserakan, namun kemudian berkumpul menjadi satu membentuk sebuah gambaran yang besar dan utuh, hingga berujung pada sebuah visi hidup yang Dia berikan pada saya 8 tahun yang lalu.

Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Tuhan memanggil gerejaNya (kita) untuk suatu alasan. Tuhan ijinkan gerejaNya mengalami banyak penderitaan untuk suatu alasan. Tuhan memulihkan gerejaNya untuk suatu alasan. Tuhan memberikan Roh Kudus dan karuniaNya untuk suatu alasan. Alasan itu sangat besar, bahkan lebih besar dari sekedar mengubahkan hidup kita, yaitu membawa keselamatan dan pemulihan sampai ke ujung bumi (Yesaya 49:6). Mari bergerak bersama-sama dengan tuntunan Roh Kudus dan karunia yang Ia berikan pada setiap kita untuk memulihkan dunia sekitar kita (Lukas 4:18-19). (Yulia Windyasari/Pemimpin Redaksi)

FOKUS KITA

Memulihkan Kepercayaan yang Salah

Setiap orang percaya harus dipulihkan terus-menerus sebab Allah akan terus membentuk kita & orang yang kita bina, menjadi sempurna seperti Yesus. Tetapi, pemulihan akan terjadi jika manusia mau bekerja sama dengan Allah. C.S. Lewis mengatakan, ” Ada 2 jenis pernyataan penting. Pertama, yaitu orang yang mengatakan kepada Allah: ’kehendak-Mu yang jadi.’ Kedua, yaitu Allah mengatakan kepada manusia: ’kehendakmu yang jadi.” Ini berarti, jika kita ingin dipulihkan maka harus ada kerjasama, yaitu kita yang rindu untuk dipulihkan dan Allah yang akan memulihkan kita. Demikian juga jika kita rindu orang lain bertumbuh & dipulihkan, maka harus ada kerjasama antara orang tersebut dengan Allah.

Salah satu penyebab orang tidak dapat bertumbuh maksimal adalah karena ia memiliki kepercayaan-kepercayaan yang salah. Kepercayaan yang salah akan selalu ”menggerogoti” kita jika tidak melakukan perubahan. Jika kita sebagai seorang yang sedang membina orang lain dalam pertumbuhan rohani, maka kita harus mengerti mengenai sebab & apa yang harus dilakukan oleh orang yang kita bina.

Kepercayaan yang salah diakibatkan oleh pengalaman buruk di masa lalu. Filipi 4:7 berkata: ”Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Kata ”pikiran” menggunakan kata ”Noema” (Yunani) yang berarti persepsi (pengamatan yang disertai tafsiran). Kalau persepsi seseorang salah, maka ia akan memiliki banyak kepercayaan yang salah. Contoh: Seseorang yang pada masa kecilnya sering diceritakan tentang kesulitan-kesulitan oleh orang tuanya, maka cerita-cerita negatif yang muncul dari rasa kuatir dan takut dapat menghasilkan cara pandang yang berbeda tentang uang. Persepsi tersebut kelak akan mengakibatkan banyak kekuatiran di dalam pikiran dan hatinya. Mereka akan berpikir ”uang itu penting sekali, saya tidak bisa hidup tanpa uang.”

Pengalaman Buruk ---> Imajinasi yang buruk ---> Kepercayaan yang salah

Iblis juga terlibat dalam pembentukan kepercayaan yang salah. Yohanes 8:44 berkata bahwa iblis adalah bapa segala pendusta. Mengapa? Karena di dalam dia tidak ada kebenaran dan selalu memutarbalikkan kebenaran. Dari pengalaman yang buruk iblis dapat meracuni pikiran kita dengan kepercayaan yang salah. Dari kepercayaan yang salah akan mengakibatkan emosi yang negatif. Emosi yang negatif mengakibatkan tindakan yang salah dan pada akhirnya akam menjadi sebuah keterikatan.

Contoh-contoh kepercayaan yang salah dari iblis:
”Kalau kamu taat kepada Tuhan, hidupmu akan kacau.”
”Kamu tidak mungkin bisa taat kepada Tuhan.”
”Kamu berharga kalau kamu memiliki penampilan yang baik.”
”Kalau kamu gagal, maka kamu adalah orang gagal.”
”Kamu tidak mungkin mengatasi pencobaan ini.”
”Kamu tidak mungkin dapat bebas dari hutang-hutangmu.”
”Tuhan akan mengasihi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu.”
”Kamu tidak akan pernah bisa berubah.”

Kita dapat memakai pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk membantu orang lain menemukan imajinasi dan pengalaman yang salah serta memulihkannya

1. Imajinasi apakah yang paling menguasai hidupnya?
2. Apakah pandangan mereka tentang perasaan kuatir?
3. Apakah kepercayaan mereka sudah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan?

Ubahlah kepercayaan-kepercayaan yang salah dalam diri mereka. Terus gali semua prinsip atau kepercayaan yang mereka miliki. Yakinkan mereka untuk percaya pada Firman Tuhan, maka Ia akan mengubah hidup dan semakin menyempurnakan mereka. Hasilnya adalah pertumbuhan rohani yang maksimal, karakter yang dewasa seperti Yesus dan bebas dari ikatan kepercayaan yang salah.(you)

INSPIRATIONAL STORY

Kekuatan Tanpa Kekerasan

Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi sang pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan, suatu hari pada tanggal 9 Juni memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia bercerita bagaimana memberikan contoh disiplin/pelajaran tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu.

Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu." Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

Lalu ayah berkata, "ADA SESUATU YANG SALAH DALAM CARA AYAH membesarkan kau, sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum KESALAHAN AYAH ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan. Sejak itu saya TIDAK PERNAH berbohong lagi.

Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya memang akan menderita atas hukuman itu, tetapi saya dapat melakukan hal yang sama lagi. Namun, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa itu, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.

Sumber: The Power of Nonviolence, oleh: Dr. Arun Gandhi

INFO KITA

PERUBAHAN JADWAL IBADAH YOUTH

Sehubungan dengan SPK PEMENANG yang akan diadakan pada tanggal 7 Oktober – 16 Desember 2007,
Maka selama kelas berlangsung, ibadah raya Youth akan dimulai
pukul 11.30 WIB.


LIBUR SEKRETARIAT

Kantor sekretariat gereja Babatan & Mojoarum akan libur
pada tanggal 12 – 18 Oktober 2007.
Kantor akan bekerja kembali pada tanggal 19 Oktober 2007.


FESTIVAL KOMSEL YOUTH

27 Oktober 2007
Pikul 17.00 – selesai
Di gereja

Ikuti festivalnya, raih hadiahnya.
Siapkan dirimu, Youth!
Menjadi AlatNYA

Jendral Mc Arthur adalah seorang yang membuat orang-orang Jepang harus tunduk setelah pengboman Hiroshima dan Nagasaki dan menyadarkan Kaisar Hirohito bahwa Jepang bukanlah yang terhebat. Setelah Perang Dunia II, Jendral Mc Arthur menjadi pahlawan besar.

Pada suatu hari, ia menulis sebuah puisi yang berjudul Doa Seorang Ayah yang berbunyi: “Tuhan, aku minta kepadaMu, jangan memberikan kelancaran kepada anakku. Biarlah anakku mengalami kesulitan-kesulitan yang besar, bialah anakku mengalami topan-topan yang menakutkan, biarlah anakku melalui ombak-ombak yang menderu, yang hampir menenggelamkannya. Namun aku mohon, biarlah di tengah-tengah angin topan yang besar, ia bukan saja tidak tenggelam, melainkan dapat menolong mereka yang tenggelam. Peliharalah dia, supaya dapat mengasihi engkau dengan hati nurani yang murni dan dapat menolong orang lain sampai ia meninggal. Maka, barulah saya dapat berkata saya puas menjadi ayah dari anak seperti ini.”

Ketika saya membaca puisi ini, saat itu saya berusia dua puluh lima tahun, hati saya terjamah. Barulah saya menyadari mengapa Tuhan mengijinkan saya kehilangan ayah dan menaggung “kuk.” Pada waktu muda, saya harus berjuang mencari uang sejak masih sekolah dengan cara berjualan “door to door,” sampai pernah dikejar anjing ketika mengetuk rumah calon pembeli. Memikul salib Kristus sejak muda dengan komitmen untuk mengatakan “TIDAK” untuk dosa dan “YA” untuk Kristus.

Makin banyak penderitaan; makin banyak dikuatkan. Makin banyak penderitaan; makin banyak mendapatkan penghiburan dari Tuhan. Semua itu akan menimbulkan kekuatan bagi kita dalam memberikan penghiburan kepada orang lain. Berarti kita semakin dapat menjadi alat untuk menghibur orang lain.
Kehidupan diumpamakan sebagai sehelai kain yang sedang ditenun. Untuk membuat pola yang indah, kita harus menggunakan berbagai warna. Beberapa harus cerah dan indah, beberapa lagi harus gelap. Campuran warna-warna itulah yang membentuk keindahan pola kain.

Sumber: Setetes Embun Bagi Jiwa, Ir. Timotius Adi Tan